Anda di halaman 1dari 9

TELAAH KRITIS JURNAL

Judul Artikel Jurnal :


Karakteristik, Risiko Perilaku dan Faktor yang Berhubungan dengan Aborsi
di Kalangan Wanita Pekerja Hiburan di Kamboja

Gambaran Umum
Latar Belakang
Hubungan antara HIV dan kesehatan reproduksi pada wanita
pekerja hiburan belum ditangani dengan baik di sebagian besar negara-
negara berkembang. Di Kamboja, telah ada penelitian yang cukup besar
pada epidemiologi HIV diantara wanita pekerja hiburan (EWS). Namun,
telah ada penelitian yang terbatas pada kesehatan reproduksi dan faktor
yang secara khusus terkait dengan aborsi. Kami memeriksa karakteristik
sosial-perilaku dan kesehatan reproduksi sebagai penentu aborsi di
kalangan EWS di Kamboja.
Aborsi adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama di
banyak bagian dunia, khususnya di negara berkembang dimana akses ke
layanan yang aman sangat terbatas. Secara global, setiap tahun,
diperkirakan terjadi 42 juta aborsi, yang aman dan tidak aman yang
diketahui. Lebih dari setengah aborsi terjadi diluar sistem yang legal dan
menjadi tidak aman karena mereka tidak disertai dengan keahlian dan
penyedia layanan yang tidak terlatih atau dalam pengaturan yang tidak
memenuhi standar pelayanan medis. Di negara berkembang, dua dari lima
aborsi terjadi diantara wanita usia dibawah 25 tahun. Secara global aborsi
yang tidak aman menyumbang 13% dari angka kematian ibu, pada
sebagian besar kasus dapat dicegah dengan akses ke layanan tepat dan
aman untuk aborsi.
a. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik, perilaku
yang berisiko dan faktor-faktor yang berhubungan dengan aborsi pada
wanita pekerja hiburan di Kamboja.

b. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Siem Reap dan Battambang dan
Provinsi/Kota Phnom Penh, pada September 2012

c. Metode
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu cross-
sectional, berupa studi kasus kontrol retrospektif untuk mengetahui
prevalensi angka kejadian aborsi. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan two stage cluster sampling, berupa studi kasus yang
memilih secara acak pada kelompok yang berbeda. Pada tahap pertama,
kluster didefinisikan sebagai hiburan (yaitu tempat bir atau karaoke bar di
mana wanita pekerja hiburan bekerja) dipilih secara acak dengan
probabilitas yang sama. Pada tahap kedua, semua wanita pekerja hiburan
yang bekerja dipilih untuk dilakukan wawancara setelah mendapatkan
informed consent. Wawancara dilakukan tatap muka langsung dengan
pewawancara perempuan yang terlatih dengan mahasiswa universitas di
bawah pengawasan supervisor dengan pengalaman kerja lapangan. Karena
penelitian ini melibatkan pengalaman hidup responden, responden harus
diyakinkan mengenai kerahasiaan data.
Responden yang dipilih adalah seseorang yang beresiko untuk
melakukan aborsi yaitu wanita yang rentan mengalami kehamilan yang
tidak diinginkan.

d. Hasil
Dari 595 data populasi yang dipilih, 99%sampel menyatakan setuju
untuk berpartisipasi. Data survei dianalisis menggunakan STATA 12.
Hasil analisis untuk karakteristik sosio-demografis didapatkan dari 595
wanita pekerja hiburan, sebagian besar pekerja karaoke (48,8%) diikuti
oleh promotor bir dan pelayan taman bir (24,4%), restoran pekerja
(18,7%), tukang pijat dan penata rambut (masing-masing
<5%).Kebanyakan wanita pekerja hiburan yang aktif secaraseksual bekerja
sebagai pemijat (92,8%, n=47), promotor bir (91,9%, n=74), dan pemilik
karaoke (78,4%, n=308). Dari60% wanita pekerja hiburan yangdilaporkan
tahun lalu, 85% melakukan hubungan seks dalam tiga bulan terakhir,
dimana 35% melaporkan selalu menggunakan kondom, hanya 3,2% wanita
yang melaporkan klien menolak menggunakan kondom karena berbagai
alasan.
Tiga perempat (75%) dari wanita pekerja hiburan aktif secara seksual
dan hampir sepertiganya melaporkan setidaknya pernah melakukan satu
kali aborsi selama bekerja sebagai wanita pekerja hiburan. Sekitar 40%
dari wanita pekerja hiburan dilaporkan melakukan aborsi dalam 6 bulan
terakhir. Penggunaan kontrasepsi dalam satu tahun terakhir sangat rendah.
Faktor independen ditemukan berhubungan dengan laporan aborsi baru-
baru ini termasuk : usia 25-29 tahun (OR = 2,2 , 95% Cl: 1,2-4,0), hidup
dengan pasangan/teman sesama jenis (OR = 2,2 , 95% Cl : 1,1-4,2), durasi
yang lama pada pekerjaan hiburan (OR = 4,8, 95%, Cl: 2,2-8,7), jumlah
yang lebih tinggi dari teman (OR=4,4 , 95%, Cl:2,2-8,7) dan menjadi
pekerja karoke (OR=2,2 , 95% , Cl:1,1-4,4).

e. Diskusi
Peneliti menyimpulkan bahwa tiga perempat dari pekerja hiburan pada
tiga bagian besar provinsi terpadat di Kamboja masih muda dan aktif
secara seksual dengan proporsi yang tinggi riwayat abortus yang baru-baru
ini dilaporkan. Secara khusus, risiko tertinggi mengalami aborsi ditemukan
di kalangan wanita berusia 25-29 tahun, dan orang-orang saat ini tinggal
dengan pasangan atau mitra cohabitated. Semakin lama durasi kerja
sebagai wanita pekerja hiburan jelas menempatkan perempuan berisiko
lebih tinggi dari hubungan seks tanpa kondom yang mengakibatkan
laporan aborsi yang lebih tinggi. Akhirnya, risiko melakukan aborsi
ditemukan terkait dengan jenis pekerjaan di tempat hiburan tertentu.

1. Telaah Kritis
Berdasarkan jurnal Critical Appraisal on Journal of Clinical Trials:2012,
critical appraisal merupakan bagian dari kedokteran berbasis bukti
(evidence-based medicine) diartikan sebagai suatu proses evaluasi secara
cermat dan sistematis suatu artikel penelitian untuk menentukan reabilitas,
validitas, dan aplikasinya dalam praktik klinis. Komponen utama yang dinilai
dalam critical appraisal adalah validity, importancy, dan applicability.
Tingkat kepercayaan hasil suatu penelitian sangat bergantung dari desain
penelitian dimana uji klinis menempati urutan tertinggi. Telaah kritis meliputi
semua komponen dari suatu penelitian dimulai dari komponen pendahuluan,
metodologi, hasil dan diskusi. Masing-masing komponen memiliki
kepentingan yang sama besarnya dalam menentukan apakah hasil penelitian
tersebut layak atau tidak digunakan sebagai referensi.

Evaluasi Jurnal
Telaah kritis meliputi semua komponen dari suatu penelitian dimulai dari
komponen pendahuluan, metodologi, hasil dan diskusi. Masing-masing komponen
memiliki kepentingan yang sama besarnya dalam menentukan apakah hasil
penelitian tersebut layak atau tidak digunakan sebagai referensi.
a. Latar Belakang
Komponen-komponen yang harus dipenuhi pada latar belakang jurnal
antara lain:
Secara garis besar, latar belakang jurnal ini telah memenuhi
komponen-komponen yang harusnya terpapar dalam latar belakang. Pada
latar belakang jurnal, telah dijelaskan bahwa belum ada data mengenai
penelitian sejenis. Pada jurnal tidak dipaparkan hipotesis penelitian
namun sudah dipaparkan mengenai tujuan dari penelitian.

b. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitan ini sudah cukup baik karena peneliti telah
memaparkannya secara jelas dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk
menganalisis karakteristik, risiko perilaku, dan faktor yang berhubungan
dengan aborsi, ketiga hal tersebut berguna untuk mengetahui penyebab
kematian ibu secara regional maupun global.
c. Metode Penelitian

Metode jurnal tidak lengkap. Pada metode jurnal tidak djelaskan


secara detail mengenai populasi, sampel dan kriteria inklusi maupun
eksklusi penelitian. Penelitian menjelaskan mengenai variabel penelitian
seperti kelompok usia, laporan hidup dengan siapa, durasi kerja sebagai
wanita hiburan, kategoripekerjaandi tempat hiburan, jumlah pasangan
seksual, dan menerima informasi kesehatan reproduksi yang digunakan
(metode KB). Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini cukup
jelas dipaparkan namun tidak menjelaskan secara detail pembagiannya.

d. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dalam jurnal ini, telah memenuhi komponen-
komponen yang harus ada dalam hasil penelitian jurnal. Dalam hasil
penelitian, telah dipaparkan jumlah dan persentasi masing-masing
variabel, apakah data di bandingkan dengan data yang didapatkan
sebelumnya, bagaimana hasil keluaran, apakah angka yang didapat
signifikat secara statistik dan secara klinis.

e. Diskusi
Pada jurnal, terdapat hasil penelitian, perbandingan dengan penelitian
sebelumnya dan sesuaidengan tujuan penelitian.
Penilaian VIA (Validity, Importancy, Applicability)
I. Study validity
Research question
--Is the research question well-defined that can be answered using this study
design?
Ya, penelitian dengan menggunakan design penelitian pada jurnal ini dapat
menjawab tujuan dari dilakukannya penelitian.

--Does the author use appropriate methods to answer their questions?


Ya, peneliti menggunakan metode dekriptif analitik case control yang dapat
menjawab tujuan dari penelitian.

--Is the data collected in accordance with the purpose of research?


Ya, data yang dikumpulkan melalui survei dengan cara wawancara telah
memenuhi tujuan dari penelitian.

Randomization
--Was the randomization list concealed from patients, clinicians and researchers?
Tidak, karena randomisasi dilakukan dalam pengambian sampel, yaitu
menggunakan metode cluster sampling. Randomisasi hanya disembunyikan dari
sampel (pasien).

Interventions and co-interventions


--Were the performed interventions described in sufficient detail to be followed by
others?
Pada penelitian ini tidak dilakukan intervensi apapun terhadap sampel.

--Other than intervention, were the two groups cared for in similar way of
treatment?
Tidak ada intervensi dalam penelitian ini karena peneliti menggunakan data dari
hasil survei.
II. Applicability
Using results in your own setting
--Are your patient so different from those studied that the results may not apply to
them?
Tidak, karena kondisi sampel di Kamboja tidak berbeda jauh dengan kondisi di
Indonesia. Hanya saja, di Indonesia, mereka yang melakukan aborsi berusia 15-25
tahun, sedangkan di Kamboja yang melakukan aborsi berusia 25-29 tahun dengan
penyebab yang sama yaitu karena kehamilan yang tidak diinginkan.

--Is your environment so different from the one in the study that the methods could
not be use there?
Tidak, karena faktor lingkungan pada penelitian ini dan lingkungan di Indonesia
tidak jauh berbeda, sehingga penelitian yang serupa dapat dilakukan di Indonesia
atau di Palembang.

III. Importance
--Is this study important?
Ya, karena berdasarkan hasil penelitian ini, tiga perempat (75%) wanita yang
bekerja di tempat hiburan dan aktif secara seksual setidaknya pernah melakukan
aborsi sebanyak satu kali. Hal ini mencerminkan bahwa masih banyak terjadinya
kehamilan yang tidak diinginkan akibat kegiatan seks bebas yang tidak baik,
dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk pemerintah dapat mengatasi
masalah ini dengan memberikan lapangan pekerjaan yang layak agar angka
kejadian HIV/AIDS tidak terus meningkat.

Kesimpulan: Penelitian pada jurnal ini Valid, Important dan Applicable.