Anda di halaman 1dari 30

ABSTRAK

PT.Gudang garam Tbk merupakan, Proses bisnis utama nya adalah penjualan
rokok, Untuk mencapai tujuan proses bisnis perusahaan, maka diperlukan
perencanaan strategis SI/TI untuk mengidentifikasi strategi dan teknologi yang
digunakan sistem informasi sesuai dengan visi dan misi serta kebutuhan PT.
Gudang Garam Tbk di masa mendatang. Perencanaan strategis SI/TI dimulai dari
tahapan identifikasi kondisi internal dan eksternal bisnis serta kondisi internal dan
eksternal SI/TI, selanjutnya dilakukan dengan menggunakan analisa SWOT untuk
menentukan isu strategi. Isu strategi diolah menggunakan Critical Success Factor,
hasil dari pengolahan dipetakan menggunakan Analisis Value Chain. Hasil dari
penelitian berisikan berupa rekomendasi yang disempurnakan 6 sistem informasi
yang sudah ada dan penambahan 6 sistem informasi baru, sehingga dapat digunakan
secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan.
Kata kunci: Perencanaan Strategis SI/TI, Analisis SWOT, Analisis Value Chain,
Analisis Critical Success Factor, BSC.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Industri rokok mempunyai peranan yang sangat penting bagi perekonomian nasional.
Indonesia yang merupakan pasar konsumen yang besar dan beragam denganpersentase
perokok dewasa yang signifikan, diperkirakan 67,5% laki-laki dewasa di Indonesia adalah
perokok, dari total penduduk yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa. Keberadaan industri
rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan
kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara melalui cukai rokok. Dalam industri
rokok, domonasi dari para pelaku utama bisnis ini sudah cukup dikenal dan selalu masuk dalam
jajaran sepuluh besar perusahaan terbaik di antara 200 Top Companies di Asia dan salah
satunya adalah PT Gudang Garam. Melalui merek andalannya, PT Gudang Garam pada tahun
2002 pernah menguasai pangsa pasar hingga 50%. Sumbangan terbesar Gudang Garam
diperoleh dari SKM dengan merek Gudang Garam Filter International. Merek dalam segmen
SKM yang dimiliki oleh Gudang Garam antara lain Gudang Garam Surya 12, Gudang Garam
Surya 16, Gudang Garam Filter International Merah 12, Gudang Garam Filter International
Merah 16. Sedangkan merek dalam segmen SKT yang dimiliki Gudang Garam adalah Gudang
Garam King Size 12,Gudang Garam King Size 16 dan Gudang Garam Surya Pro
(Indocommercial, 2002: 4). Tetapi lambat laun PT.Gudang Garam mulai mendapatkan tekanan
dari pesaingnya terutama PT. HM Sampoerna Tbk yang diakuisi oleh Philip Moris Indonesia
anak perusahaan dari PT. Philip Moris International, yang membuat perkembangan perusahaan
ini semakin besar PT. Gudang Garam dilampaui oleh PT.HM Sampoerna baik dari sisi
penjualan maupun laba bersih. Untuk menyikapi hal ini PT. Gudang Garam perlu melakukan
perbaikan baik pada strategi perusahaan maupun pada kinerja dari perusahaan. Dari sisi kinerja
tahun 2014 PT Gudang Garam mampu mencetak laba sebesar Rp 5,39 trilyun. Tetapi
dibandingkan dengan asetnya yang sebesar Rp 58,22 trilyun 4 laba sebesar itu tergolong kecil.
Apabila dibandingkan dengan dengan PT HM Sampoerna pada tahun yang sama telah
mencetak laba sebesar Rp 10 trilyun dari asset yang sebesar Rp 28,38 trilyun. Sejak tahun 2006
harus diakui atau tidak PT Gudang Garam terlihat kedodoran dengan PT HM Sampoerna yang
keduanya merupakan perusahaan publik yang saat ini merupakan pesaing terdekatnya. Atas
dasar iklim industri yang sedemikan beresiko, PT Gudang Garam sebagai pelaku industri
rokok, sangatlah perlu melakukan formulasi strategi baru yang lebih inovatif sesuai kondisi
internal maupun eskternal yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan tahun 2015 dan
seterusnya, terutama agar tetap dapat mewujudkan visi perusahaan.

1.2. PERUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kondisi lingkungan internal dan eksternal PT Gudang Garam?
2. Bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman PT Gudang Garam?

1.3. TUJUAN PENELITIAN


Tujuan penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal PT Gudang Garam.
2. Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman PT Gudang Garam.

1.4. MANFAAT PENELITIAN


Sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan strategi baru yang inovatif, lepas
dari strategi umum yang dilakukan oleh perusahaan sejenis, yang bisa menawarkan solusi
bagi permasalahan yang dihadapi oleh PT Gudang Garam sehingga mampu meningkatkan
kinerjanya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Ward dan Peppard (2002, p.44), Strategi teknologi informasi adalah strategi yang
berfokus pada penetapan visi tentang bagaimana teknologi dapat mendukung dalam memenuhi
kebutuhan informasi dan sistem dari sebuah informasi. Perusahaan membutuhkan
perencanaan strategis untuk pengembangan sumber daya SI/TI dengan beberapa alasan yaitu
membantu mengkomunikasikan masa depan perusahaan kepada pihak lain dalam organisasi,
membantu para
Perencanaan Strategi Sistem (Dewan Pelawi; dkk)
manajer bisnis dan ahli SI/TI membuat keputusan mengenai bagaimana SI/TI akan diarahkan
untuk membantu bisnis perusahaan, dan hasil dari perencanaan SI/TI dapat membantu
mengalokasikan sumber daya perusahaan yang ada ke proyek-proyek SI/TI yang penting dan
bermanfaat bagi perusahaan (Jogiyanto, 2005, p.320).
Model kerangka kerja dari perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi menurut Ward
and Peppard (2002, p.154) (Gambar ) adalah sebagai berikut: (1) Inputs sebagai masukan
dalam perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi, terdiri atas: The Internal Business
Environment merupakan strategi bisnis yang digunakan pada masa sekarang, tujuan, sumber
daya, proses, dan budaya organisasi serta nilai dari bisnis itu sendiri, The External Business
Environment meliputi sisi politik, ekonomi, sosial, teknologi, industri, dan iklim kompetisi
dimana perusahaan tersebut beroperasi, The Internal IS/IT Environment yaitu pandangan SI/TI
terhadap bisnis pada masa sekarang ini, pengalaman perusahaan dalam bisnis, cakupan bisnis,
dan kontribusinya terhadap pasar, kemampuan perusahaan, sumber daya dalam perusahaan dan
infrastruktur teknologi yang digunakan. Aplikasi portfolio saat ini dari sistem yang berjalan
dan sistem yang sedang dalam pengembangan atau belum dikembangkan tapi sudah
direncanakan pada perusahaan dan The External IS/IT Environment meliputi perkembangan
teknologi dan peluang yang ada, serta SI/TI yang digunakan oleh pihak lain terutama
konsumen, pesaing dan pemasok; (2) Proses perencanaan strategi SI/TI, proses dimana
informasi yang diperoleh, serta hasil analisis yang diperoleh dari inputs, akan diolah untuk
menghasilkan outputs; (3) Outputs merupakan hasil dari proses yang mencakup: (a) IS/IT
management strategy yaitu elemen umum dari strategi yang akan diaplikasikan pada organisasi
secara menyeluruh untuk memastikan konsistensi kebijakan berdasarkan kebutuhan; (b)
Business IS Strategy, yaitu bagaimana setiap unit dapat memanfaatkan SI/TI dalam mencapai
sasaran bisnisnya. Business IS Strategy mencakup portfolio aplikasi yang akan dikembangkan
untuk setiap unit dan model bisnis; menjelaskan arsitektur informasi setiap unit dan (c) IT
Strategy yaitu strategi dan kebijakan yang diterapkan untuk mengatur penggunaan teknologi
dalam perusahaan dan mengatur sumber daya teknisi ahli; (4) Future application portfolio
rincian yang menjelaskan usulan aplikasi yang akan digunakan perusahaan dalam waktu ke
depan, untuk mengintegrasikan setiap unit dari perusahaan dan menyesuaikan perkembangan
teknologi dengan perkembangan perusahaan; (5) current application portfolio rincian
mengenai aplikasi sistem informasi yang diterapkan perusahaan saat ini, dengan melihat
keuntungan dan kekuatan yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi tersebut serta melihat
dukungan aplikasi yang ada terhadap kegiatan operasional dan perencanaan strategi sistem dan
teknologi informasi bagi perusahaan untuk menghadapi persaingan dan pasar pada saat
sekarang ini.

Gambar 2 Model kerangka kerja perencanaan strategi SI/TI (Ward dan Peppard, 2002, p.341).
BAB III
METODE PERANCANGAN (WARD & PEPPARD)
Pada bab ini akan dibahas mengenai metode penelitian untuk perencanaan strategis sistem
informasi dengan menggunakan metode Ward dan Peppard. Penyusunan skripsi ini,
memerlukan data-data informasi yang relatif lengkap sebagai bahan yang dapat mendukung
kebenaran materi uraian pembahasan. Oleh karena itu, sebelum menyusun skripsi ini, dalam
persiapannya terlebih dahulu dilakukan penelitian untuk mendapatkan data-data atau bahan
yang diperlukan.
3.1. Jenis Data
Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Data Primer Data primer diperoleh dari hasil wawancara informal terhadap pihak
pihak kunci (Key Person).
b. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari data data internal / dokumentasi
perusahaan PT Gudang Garam, situs resmi PT Gudang Garam. Selain itu digunakan juga
data pendukung lainnya yaitu artikel, laporan penelitian, buku, dan sumber sumber
dari internet yang berkaitan dengan topik penelitian.
3.2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk proses pengumpulan data di dalam penelitian kualitatif ini
yaitu:
a. Wawancara
Wawancara digunakan untuk mengungkapkan data atau informasi tentang kondisi
internal atau eksternal perusahaan.
b. Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah pengumpulan data-data internal perusahaan seperti :
Laporan audit, laporan manajemen, Company Profile, Corporate strategy dan data
lainnya. Sedangkan data eksternal perusahaan berasal dari buku, laporan, 9 sumber
dari internet atau website, koran, majalah, artikel, aturan hukum / perda dan sumber
lainnya yang berkaitan dengan penelitian.
3.3 kerangka Pemikiran
Kerangka berfikir terdiri dari pengumpulan data (Jogiyanto, 2008) dan teknik analisis
menurut Ward dan Peppard (Ward and Peppard, 2002). Kerangka berfikir dapat dilihat seperti
di bawah ini.
Gambar 3 Kerangka berfikir
3.4 Metode Pengumpulan data
Metode yang digunakan terbagi menjadi dua metode penelitian, yaitu metode
pengumpulan data dan metode analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu studi literatur dan studi lapangan
(Jogiyanto, 2002):
a. Studi literature
Studi literatur adalah studi yang dilakukan dengan menggunakan literatur sebagai
objek kajiannya. Tujuan studi literatur adalah untuk mendapatkan peta tentang domain
penelitian yang akan dilaksanakan. Peta domain ini sebenarnya berwujud pengetahuan
tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan
ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling terkait
yang terbentuk antar riset-riset. Ada beberapa cara dalam melakukan studi literatur,
antara lain:
1. Membaca buku-buku referensi yang berkaitan dengan perencanaan strategis.

Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya
memilih buku yang bersifat referensi buku, buku yang bersifat sebagai penuntun dalam
menggunakan atau membuat sesuatu. Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang
mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya
sehingga pembaca dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas
dalam buku tersebut.

2. Membaca artikel yang terkait dengan perencanaan strategis.

Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat
untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dan sebagainya) dan bertujuan
menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
Dengan membaca artikel, dapat membantu menambah materi ataupun data-data yang
diperlukan untuk penelitian.

3. Membaca jurnal yang terkait dengan perencanaan strategis.

Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya
ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer.
Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena
pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Dapat juga
menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian
sebagaimana buku-buku referensi.

4. Mambaca dan mempelajari dokumen tujuan perusahaan.

Dengan membaca dan mempelajari dokumen perusahaan, maka dapat diketahui apa
saja yang menjadi tujuan-tujuan Adira. Tujuan perusahaan digunakan untuk
menganalisis CSF pada Adira sehingga diketahui kebutuhan informasi apa saja yang
diperlukan dan tindakan apa yang harus dilakukan oleh Adira untuk mencapai tujuan
perusahaan yang telah ditetapkan.
b. Studi Lapangan
Studi lapangan pada dasarnya merupakan metode untuk menemukan data dan
informasi secara spesifik dan realis tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat di
tempat atau area tertentu yang akan diteliti. Ada beberapa cara untuk melakukan studi
lapangan, antara lain:
1. Observasi

Melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data tentang


hal-hal yang berkaitan dengan penelitian yang sedang diteliti. Observasi meliputi
mencoba aplikasi yang sudah ada pada Adira dan menganalisis aplikasi tersebut,
mengamati proses bisnis yang berjalan.
2. Wawancara / Interview

Penelitian ini akan menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data primer


yang diperlukan. Dengan tatap muka langsung, informasi yang didapat dapat lebih
lengkap dan rinci. Wawancara dilakukan pada Adira pada tanggal 10 Februari 2011
dengan kepala cabang Adira Ahmad Dahlan dengan Bapak Sapto. Kemudian
wawancara tanggal 23 Maret 2011 dengan Bapak Abrar. Wawancara menghasilkan
data-data primer yang dibutuhkan untuk input analisis yang hasilnya nanti akan menjadi
output perencanaan strategis sistem informasi untuk Adira.
3. Kuesioner

Membuat kuesioner dan menyebarkannya kepada responden yang berkaitan dengan


kuesioner yang disebar. Responden dari kuesioner tersebut adalah para karywan Adira
yang menggunakan aplikasi yang akan dinilai. Kuesioner terdiri dari 5 (lima)
pertanyaan yang berhubungan dengan nilai bisnis dan 5 (lima) pertanyaan yang
berhubungan dengan kualitas teknis.
c. Metode Analisis
Metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ward dan
Peppard.

Alat-alat yang digunakan


Alat-alat yang digunakan terdiri dari analisis PEST, analisis SWOT, analisis
Porters five forces model, analisis value chain, analisis CSF (Ward and Peppard,
2002).
1. Analisis PEST
PEST merupakan suatu alat yang bermanfaat untuk meringkas lingkungan eksternal
dalam operasi bisnis. PEST harus ditindaklanjuti dengan pertimbangan bagaimana
bisnis harus menghadapi pengaruh dari lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan
teknologi. Manfaat PEST adalah suatu perusahaan dapat mengetahui pengaruh
lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang mempengaruhi perusahaannya.

Gambar 4 Analisis PEST


2. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah analisis berdasarkan pada anggapan bahwa suatu berasal dari
sumber daya internal suatu perusahaan (strengths and weaknesses) dan sumber daya
eksternal suatu perusahaan (opportunities and threats). SWOT bermanfaat membantu
perusahaan untuk mengetahui dan mengenali kekuatan dan kelemahannya serta
peluang dan ancaman bagi perusahaannya, sehingga suatu perusahaan dapat bersiap
dan mencari solusi jika ada hal-hal yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

Gambar 5 Analisis SWOT


3. Analisis Porters Five Forces Model.
Porters five forces model menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima
aspek utama yang dikenal dengan lima kekuatan bersaing (five competitive forces).
Dengan menggunakan Porters five forces model, suatu perusahaan dapat
mengidentifikasikan ancaman masuknya pendatang baru, persaingan di antara
perusahaan sejenis, ancaman dari produk atau jasa pengganti., kekuatan tawar menawar
pembeli, serta kekuatan tawar menawar pemasok.

Gambar 6 Analisis Porters Five Forces Model

4. Value Chain
Analisis value chain adalah kegiatan menganalsis kumpulan aktivitas yang
dilakukan untuk merancang, memproduksi, memasarkan, mengantarkan dan
mendukung produk atau jasa. Value chain dapat menggambarkan proses bisnis suatu
perusahaan.

Gambar 7 Value Chain


5. Analisis CSF
CSF merupakan sebuah metode analisis dengan mempertimbangkan beberapa
hal yang kritis di dalam lingkungan perusahaan untuk mendefinisikan faktor - faktor
apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan perusahaan atau organisasi
dan dapat ditentukan jika objektif organisasi telah diidentifikasi. Analisis CSF
memberikan gambaran pada perusahaan tentang aspek - aspek kritis apa saja di setiap
aktivitas dan proses bisnis perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan dalam
mencapai visi dan misi serta keberhasilan bisnisnya. Tujuan dari CSF adalah
menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus
dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.

Gambar 8 Critical success factors


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis CSF (Critical Success Factor)
CSF atau faktor penentu keberhasilan adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh
kuat pada kemampuan perusahaan mencapai tujuannya. Faktor faktor yang dapat
mempengaruhi suatu keberhasilan dan kesuksesan di PT. PPI Bandung serta indikator yang
dijadikan sebagai alat ukurnya adalah sebagai berikut
Analisis terhadap lingkungan internal IS/IT merupakan analisis terhadap faktor faktor
internal yang mempengaruhi teknologi dan sistem yang berjalan di perusahaan. Analisis yang
dilakukan mencangkup analisis CSF (Critical Success Factor).
CSF (Critical Success Factor) adalah faktor faktor yang menjadi penentu keberhasilan
sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya. CSF adalah faktor yang memerlukan perhatian
khusu dari perusahaan, untuk itu diperlukan suatu ukuran atau indikator (KPI Key
Performance Indicator) yang memberitahukan perusahaan sudah sejauh mana kinerja mereka
didalam mencapai faktor faktor penentu keberhasilan tersebut.

CSF Keterangan
Penjualan produk dan jasa Peningkatan terhadap penjualan
produk dan jasa, secara langsung akan
mempengaruhi pendapatan bagi
perusahaan dan akan menguntungkan
dari segi keuangan.
Pangsa Pasar Perluasan pengsa pasar yang semakin
luas dan dapat menjangkau ke berbagai
pelosok daerah akan membuat
penjualan produk secara langsung akan
menguntungkan perusahaan dari segi
keuangan.
Tabel 4.1 CSF Keuangan

CSF Keterangan
Kepuasan pelanggan Kepuasan pelanggan yang meningkat
akan memberikan keuntungan baik
dari segi keuangan maupun non-
keuangan karena dapay menjadikan
suatu pandangan positif bagi
pelanggan lainnya.
Loyalitas pelanggan Loyalitas pelanggan akan membentuk
suatu dampak positif bagi perusahaan
terutama dalam kelangsungan
kerjasama dan bisnis dengan
pelanggan tersebut.
Tabel 4.2 CSF Pelanggan

CSF Keterangan
Kualitas kontrol terhadap produk Kualitas kontrol yang baik terhadap
produk sangat penting agar suatu
produk dipastikan sudah layak dan
sesuai dengan permintaan pelanggan.
Tabel 4.3 CSF Proses Bisnis internal

CSF Keterangan
Pengetahua dan kompetensi pegawai Peningkatan pengetahuan dan
antar cabang kompetensi pegawai antar cabang
yang merata akan menadikan
perusahaan menjadi kompeten.
Kedisiplinan pegawai Kedisiplinan pegawai merupakan
kunci bagi keberhasilan perusahaan
dalam menjalankan proses bisnisnya
hingga mencapai tujuan yang
diinginkan, karena dibutuhkan
komitmen yang tinggi dari seluruh
pegawai di dalam perusahaan.
Tabel 4.4 CSF Pembelajaran dan pertumbuhan

4.2 Analisa Lingkungan Eksternal Bisnis


Untuk menganalisis data indikator kinerja PT. Gudang Garam dapat menggunakan 4
perspektif metode Balance score card. Yang terdiri dari perspektif keungan, perspektif
pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran & pertumbuhan.
Berikut ini adalah data-data indikator kinerja yang digunakan berdasarkan perspektifnya.

Perspektif Tujuan Ukuran Target Inisiatif


Keuangan Meningkatkan Presentase Penjualan Peningkatan
penjualan peningkatan meningkat kualitas
produk penjualan 10% dalam produk
dalam 1 tahun periode 1 dengan harga
tahun yang bersaing
Memperluas Jumlah dan Menambah Analisis
pangsa pasar penyebaran jumlah terhadap
area pelaggan pelanggan ke laporan
area yang pelanggan
belum
terjangkau
Pelanggan Meningkatkan Presentase Menurunkan Pemberian
kepuasan jumlah pelanggan produk
pelanggan pelanggan yang beralih dengan
yang beralih sebesar 10% kualitas
ke produk lain terbaik
Proses bisnis Meningkatkan Jumalah Berkurangnya Proses
internal kontrol barang yang barang retur kualitas
terhadap di retur kontrol yang
kualitas baik
produk
Pembelajaran Meningkatkan Pemberian Dapat Berbagi
dan pengetahuan solusi dan memberi pengetahuan
pertumbuhan dan pengangan solusi dan antar pegawai
kompetensi masalah yang mengatasi antar cabang
pegawai antar baik masalah yang
cabang terjadi dengan
cepat
Mengontrol Presentase Presentase Pengeloaa
kedisiplinan performa tiap performa tiap yang baik
pegawai pegawai pegawai terhadap
dalam bekerja meningkat sumber daya
10% manusia
Tabel 4.5 Balance Score card

Berikut ini adalah information Technologi Balance Score Card, yang terdiri dari
perspektif kontribusi bisnis, perspektif orientasi pengguna, perspektif keunggulan
operasional, dan perspektif orientasi masa depan.

Perspektif Tujuan Inisiatif


Kontribusi Bisnis Mendapatkan Kontrol biaya yang
kontrubusni bisnis dari berhubungan dengan IT.
investasi IT
Menciptakan
keunggulan bisnis yang
baru dari penggunaan IT
Orientasi Pengguna Pemanfaatan IT oleh Penggunaan IT untuk
pengguna secara efisiansi pekerjaan
maksimal pengguna
Teknologi yang mudah
da dipelajari dan
digunakan oleh
pengguna
Keunggulan operasional Menciptakan efektivitas Efisiensi dan efektifitas
dan efisiensi dari proses dalam pengembangan IT
penggunaan IT Efisiensi dan efektifitas
dalam pengopersian IT
Orientasi Masa Depan Menciptakan peluang Pelatihan kepada
untuk menjawab pengembang IT
tantangan di masa depan Penelitiaan dan
pengembangan teknologi
baru yang muncul
Tabel 4.6 IT Balance Score Card
4.3 Analisis PEST
Untuk mengetahui kondisi eksternal bisnis yang terjadi di PT.Gudang Garam Tbk dapat
dilakukan dengan analisa PEST dimana hasil dari analisa ini akan dijadikan sebagai acuan
untuk menentukan strategi bisnis demi mencapai tujuan strategis perusahaan. Aspek yang
terkait dengan kondisi politik, ekonomi, social, dan teknologi meliputi:

Model Relevansi Strategi


Politik Adanya peraturan pemerintah Republik Mengadaptasi peraturan baik dari
Indonesia no 38 tahun 2000 tentang UU, pajak dan perda kedalam
pengamanan rokok bagi kesehatan, bisnis yang dilakukan
menyebabkan ruang gerak produsen rokok diperusahaan.
semakin terbatas untuk melakukan kegiatan
promosi.
Ekonomi Penarikan saham dengan jumlah besar Mendapatkan informasi yang
berdampak pada menurunnya nilai saham terbaru mengenai situasi kondisi
Gudang Garam. keuangan global untuk
menentukan strategi harga.
Sosial Hubungan dengan pemasok Membina hubungan baik dengan
Pelayanan kepada pelanggan pemasok, pelanggan, karyawan
Kersejahteraan karyawan serta semua pihak yang berkaitan
Penggunaan bahan baku halal dengan bisnis perusahaan.
Teknologi Perkembangan SI/TI Mengikuti perkembangan
Memaksimalkan penggunaan SI/TI untuk teknologi yang terbaru sehingga
mendukung proses bisnis dapat diimplementasikan dalam
perusahaan.
Tabel 4.7 Analisis PEST Perusahaan

Model Pelaku Strategi


Persaingan Industri PT. Djarum Meningkatkan mutu produk
(Industry Rivalry) Meningkatkan pelayanan dengan
memanfaatkan SDM dan perkembangan SI/TI.
Ancaman Pendatang PT.HM Meningkatkan manajemen kontrol kualitas
Baru (Threat of New Sampoerna dari produk
Entrants) Memanfaatkan SI/TI dalam memenuhi
kebutuhan perusahaan
Melakukan inovasi Bisnis
Membuat varian produk yang beragam.
Kekuatan Tawar - Mengembangkan sarana berupa SI/TI untuk
Menawar Pemasok mendapatkan informasi penting mengenai data
(Bargaining Power of pemasok dan data produk (bahan pokok) yang
Suppliers) dibeli.
Kekuatan Tawar Pabrik Adanya segmen market tertentu yang loyal
Menawar Pelanggan Pihak dengan merk-merk tertentu yang terjamin
(Bargaining Power of Distributor kualitasnya dan sudah pas dengan cita rasa
Customers) yangdiberikan.
Ancaman Produk Pemain baru di Mengetahui keinginan pelanggan dimasa kini,
Subtitusi industri pasar masa yang akan datang, sehingga dapat
rokok mild diciptakan inovasi baru dan meningkatkan
promosi mengenai produk perusahaan.
Tabel 4.8 Lima Faktor Persaingan Porter
Untuk lebih jelasnya, hasil analisis ini dirangkum pada Gambar 9 berikut:

Ancaman Pendatang
Baru :

PT. HM Sampoerna

Kekuatan Tawar Persaingan Industri : Kekuatan Tawar


Menawar Pemasok : Menawar Pelanggan
PT. Djarum :
- PT. Bentoel Groups
Pabrik

Ancaman Produk
Substitusi :

rokok mild

Gambar 9. Lima faktor persaingan Porter.


4.4 Analisa Lingkungan Internal IS/IT

Analisis Rantai Nilai (Value Chain) Perusahaan

Value chain terdiri dari dua kategori, yaitu aktivitas utama (Primary Activity)
dan aktivitas pendukung (Support Activity). Aktivitas utama terdiri dari logistikdalam
(In Bound Logistic), operasi (Operation), logistik keluar (Out Bound
Logistic), pemasaran (Marketing and Sales), dan pelayanan (Service). Aktivitas
pendukung terdiri dari kelengkapan infrastruktur (Firm Infrastructure),
manajemensumber daya manusia (Human Resource Management), pengembangan
teknologi (Technology Development), dan pengadaan barang (Procurement).
Berikut ini adalah gambar dan uraian value chain dari PT. Gudang Garam.

Gambar 10. Analisis Rantai Nilai (Value Chain) Perusahaan

Dari analisis value chain diatas dapat disimpulkan:


Kesimpulan Analisis Value Chain ( Primary Activity dalam bidang Sistem Informasi /
SI)
Tabel 4.9 Kesimpulan Analisis Value Chain Primary Activity SI

Model Aktivitas Strategi


Primary
Activity
Logistik Penyimpanan data
Dibutuhkan suatu sistem
Dalam ( In pelanggan, Penyimpananinformasi untuk mendukung
Bound data karyawan,
logistik dalam agar data-data
Logistik ) Penyimpanan bahan baku yang ada dapat diolah dan
yang diterima dari supplier
diintegrasikan secara cepat dan
akurat untuk kelanjutan proses
aktivitas bisnis
Operasi Pemesanan Bahan baku, Dibutuhkan suatu sistem
(Operation) Pengecekan bahan baku, informasi untuk memudahkan
Produksi Rokok, Penjualan pengolahan data transaksi,
Rokok, Pembayaran dari sehingga keseluruhan proses
pelanggan operasi dapat berjalan lebih
optimal

Logistik Keluarnya barang hasil Diperlukan suatu sistem


Keluar (Out produksi (rokok), Pengiriman informasi untuk mendukung
Bound barang, Pemberian tagihan. aktivitas logistik keluar, sehingga
Logistik) pengolahan data transaksi
keluarnya barang, pengiriman
barang dan pemberian tagihan
dapat terkelola dengan lebih baik

Pemasaran Promosi dan iklan pada Perusahaan perlu menerapkan


(Marketing internet dan brosur. suatu media interaktif sebagai
and Sales) sarana untuk pemasaran. E-
commercemerupakan solusi
yang tepat untuk mencapainya
karena berbisnis
secara onlinemerupakan tren
terdepan saat ini.

Pelayanan Pelayanan yang Diperlukan sistem informasi


(Services) mengutamakan kepuasan yang dapat membantu
pelanggan perusahaan dalam menjaga dan
menjalin komunikasi yang baik
dengan pelanggan untuk jangka
panjang, yaitu
penerapan Electronic Customer
Relationship Management.
4.5 Analisis SWOT
Analisa Internal
1. Produk/Jasa :
Strength :
Pangsa pasar Gudang Garam pada tahun 1997 mencapai hampir 48%
Akhir tahun 2000 total produk yang terjual sekitar 74 miliar batang rokok
Gudang Garam mendistribusikan produknya pada sekitar 450.000 outlet
melalui tiga distributor utama yang dimilikinya
Produk innovative kurang cepat, khususnya untuk masuk dan bersaing
dengan munculnya rokok mild yang muncul pada tahun 1990-an.
Sejak tahun 1997 tidak mengalami perkembangan yang berarti dan terus
stagnan karena harga jual eceran yang terus meningkat karena kenaikan
harga bahan baku dan meningkatnya pajak pemerintah.

2. Pemasaran dan Distribusi


Strength :
1. Pelayanan yang focus
SKM untuk melayani kelas menengah dan atas
SKT untuk melayani segmen kelas menengah
SKL untuk kelas menengah dan bawah
2. Kualitas rasa menjadi fokus utama dan dikomunikasikan melalui
positioning statement Pria Punya Selera, dengan tujuan untuk
mempertahankan loyalitas konsumen.
3. Sponsorship pada berbagai kegiatan, mulai olah raga sampai dengan
pagelaran musik.
4. Saluran distribusi dengan jangkauan luas.
Persaingan harga terus terjadi setiap tahun, ditambah lagi dengan
kenaikan cukai rokok yang sangat besar pengaruhnya terhadap
perubahan harga
3.Research & Development
Strength :
Kontrol kualitas dilakukan pada setiap tahapan produksi, didukung sistem
komputerisasi terpadu, mulai dari penelitian kualitas bahan baku sampai
dengan pengukuran akurasi kadar tar dan nikotin
Lamanya proses pengembangan dan riset rokok mild untuk mendapatkan
rasa dan racikan yang pas.
Kurangnya kemampuan SDM dalam melakukan penelitian dan
pengembangan.
Keputusan yang lambat untuk memulai pengembangan SKM rendah tar
dan nikotin.
4. Kinerja keuangan
Strength
Kemampuan manajemen mengendalikan biaya operasional maupun biaya
lainnya, juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan laba usaha
maupun laba bersih.
Saham gudang garam tergolong saham primadona di pasar modal.
5. Organisasi
Strength :
Memiliki filosofi manajemen yang ditanamkan pada setiap karyawan,yaitu
Catur Darma
Melakukan ekspansi usaha pada beberapa sektor industri, yaitu industri
perhotelan, produksi kertas rokok, perdagangan kimia, properti, dsb.
Diversifikasi usaha lebih fokus pada usaha yang sejenis.
Sudah mencapai tahap global dengan sistem waralaba.

Analisa Eksternal
1. Pesaing
Threat :
Beberapa perusahaan rokok ramai memainkan perannya dalam
merebut pasar rokok rendah tar. Dimulai dari perusahaan rokok
Sampurna dengan A-Mild, Djarum dengan LA, Bentoel dengan
Star-Mild. Wismilak-Lights, ditambah lagi dengan masuknya para
pemain baru di industri pasar rokok mild.
2. Konsumen
Opportunity :
Adanya segmen market tertentu yang loyal dengan merk-merk
tertentu yang terjamin kualitasnya dan sudah pas dengan cita rasa
yang diberikan. Multi segmen, Gudang Garam mempunyai produk
untuk berbagai segmen pasar.
Persaingan harga dengan meningkatnya harga jual eceran, yang
disebabkan oleh; Naiknya harga bahan baku dan langkanya
persediaan cengkeh, Kenaikan cukai rokok, menyebabkan daya beli
konsumen menurun. Harga menyamai produk premium.
Perokok baru masuk dalam industri rokok mild.
3. Teknologi
Threat :
Kemajuan teknologi menyebabkan Gudang Garam harus terus
berpacu mengikuti arus perkembangan teknologi.
4. Politik, Hukum dan Pemerintah
Threat
Adanya peraturan pemerintah Republik Indonesia no 38 tahun 2000
tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, menyebabkan ruang
gerak produsen rokok semakin terbatas untuk melakukan kegiatan
promosi.
Krisis ekonomi yang melanda Asia pada 1997 menyebabkan adanya
pembatasan dari pihak perbankan terhadap pemberian fasilitas kredit
baru kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga jual eceran rokok
melalui kenaikan cukai rokok sebanyak 3 kali.
5. Ekonomi
Threat
Penarikan saham dengan jumlah besar berdampak pada
menurunnya nilai saham Gudang Garam.
Adanya restrukturisasi utang sindikasi yang harus dibayar lunas oleh
anak perusahaan Gudang Garam, yaitu PT Surya Pamenang sebagai
dampak krisis moneter.

4.6 Internal Factor Analysis Summary (IFAS)


1.Strength

Faktor Bobot Rating Skor Keterangan
Internal
Kualitas 0,14 4 0,56 Kualitas bahan baku rokok sampoerna sudah
Bahan Baku terpercaya, kualitas bahan baku menjadi
andalan sampoerna untuk bersaing dengan
empat perusahaan rokok besar Indonesia
lainnya (Gudang garam, Djarum, Bentoel Prima
dan Wismilak).
Menguasai 0,16 4 0,64 Produk-produk rokok sampoerna secara
pangsa pasar keseluruhan menguasai pangsa pasar rokok
Indonesia dengan pangsa pasar 24,2 %.
Kredibilitas 0,12 4 0,48 Perusahaan yang telah berdiri hampir mencapai
Perusahaan seratus tahun pastinya memiliki kredibilitas
perusahaan yang baik yang menjadi dasar
terbentuknya trust 'kepercayaan' dari para
stakeholder yang terbukti menjadi poin krusial
dalam pengembangan suatu bisnis.
Budaya 0,06 3 0.18 Budaya perusahaan dalam tubuh sampoerna
Perusahaan sudah menjadi spirit d'corps sampoerna. Dalam
kegiatan sehari-hari budaya perusahaan tersebut
menjiwai seluruh aktifitas karyawan sehingga
kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan
efisien.
Nilai capital 0,08 3 0,24 Setelah Philip Morris menjadi pemilik dominan
yang besar saham perusahaan. Sampoerna memiliki capital
yang cukup besar dan jaminan tersedianya
modal dibawah naungan perusahaan rokok
raksasa dunia.
0,56 2,10
2. Weakness

Faktor Internal Bobot Rating Skor Keterangan

Harga yang cukup 0,16 4 0,64 Harga cukup mahal yang berasal
mahal dari biaya promosi yang besar dan
bahan baku menjadi kelemahan
Sampoerna yang sangat terlihat
dimata competitor.
Kurang diminatinya 0,10 3 0,30 Para perokok luar negeri sudah
produk rokok terbiasa dengan rokok putih,
kretek mild di kehadiran rokok kretek mild tidak
Internasional bisa menggeser kedudukan rokok
putih sebagai rokok no. 1 di luar
negeri untuk saat ini.
Kalahnya pangsa 0,08 3 0,24 Perbedaan harga membuat Dji
pasar SKM filtered Sam Soe filter tidak bisa
dari para pesaing menggeser kedudukan Gudang
Garam Internasional dari
peringkat pertama.
Modal yang cukup 0,05 2 0,10 Pengalokasian yang dipakai
besar untuk sampoerna banyak dipakai untuk
mengadakan event membuat suatu event, terlebih lagi
berkala event yang dibuat adalah event
berkala (Java Jazz, Jak jazz, IBL,
Proliga, COPA, Soundrenaline
dan Amild live wanted) dengan
jangka waktu setahun sekali.
Lambatnya 0,05 2 0,10 Rokok Avolution yang seharus
pertumbuhan menjadi harapan agar dapat
rokok Avolution bersaing dengan rokok putih,
tetapi yang terjadi pertumbuhan
rokok tersebut sangat lambat,
permintaan turun dan profit
menurun, akhirnya malah
memberikan kerugian dan
memberikan dampak yang
negatif.
0,44 1,38
4.7 External Factor Analysis Summary (EFAS)
1. Opportunity

Faktor Eksternal Bobot Rating Skor Keterangan


Masuknya Philip 0,10 4 0,40 Masuknya Philip Morris yang
Morris sebagai notabenenya termasuk
mitra bisnis perusahaan rokok besar dunia,
memudahkan Sampoerna untuk
mengekspansi bisnisnya ke
International melalui bantuan
perusahaan Philip Morris.
Trend pasar positif 0,16 4 0,64 Tingginya kesadaran kesehatan
untuk rokok Low masyarakat dan gaya hidup yang
Tar Low Nicotine menganggap rokok LTLN lebih
(LTLN) di keren memungkinkan perubahan
Indonesia trend pada industry rokok.
Banyaknya spot 0,08 4 0,32 Banyaknya event yang diadakan
yang terdapat pada sampoerna menjadi kesempatan
event untuk bagi sampoerna untuk
mempromosikan mempromosikan produk baru
produk baru tanpa dipungut biaya advertising.
Dengan banyaknya event, akan
meningkatkan brand awareness
yang dimiliki produk tersbut
sehingga memudahkan produk itu
dikenal dan diingat customer.
Kemungkinan 0,06 2 0,12 Besarnya modal yang dimiliki
produk baru sampoerna dan kerjasamanya
dengan Philip Morris,
memungkinkan Sampoerna untuk
mengembangkan produk baru
apabila ada pasar yang cocok.
Beralihnya 0,06 3 0,18 Besarnya kemungkinan pindah
customer rokok sangat tinggi karena tingginya
competitor ke rokok kesadaran akan kesehatan dan
LTLN Sampoerna rasa dari rokok sampoerna
memiliki kemiripan dengan rokok
SKM GG Internasional dan
Djarum Super.
0,46 1,66
2. Threats
Faktor Internal Bobot Rating Skor Keterangan

Regulasi dan 0,10 3 0,30 Perda ini memungkinkan


perda mengenai penurunan jumlah perokok dan
anti-rokok permintaan atas rokok yang
terjadi disuatu daerah yang
memiliki perda anti-rokok.
Banyaknya 0,16 4 0,64 Dilihat dari trend positif rokok
kompetitor dari mild, banyak dari produsen
rokok jenis Mild rokok mulai merambah pangsa
pasar rokok mild.

Gudang Garam: Surya


Signature
Djarum lahir LA Light
Bentoel Prima: Starmild
bahkan produsen rokok kecil
seperti
Nojorono Tobacco:
Class Mild.
Kemungkinan 0,08 3 0,24 Pangsa pasar rokok mild yang
semakin menjanjikan di masa depan
bertambahnya memungkinkan munculnya
competitor rokok pendatang baru dalam
jenis mild persaingan industry rokok mild.
Tingginya pajak 0,14 4 0,56 Tingginya pajak rokok membuat
rokok rendahnya daya beli masyarakat
terhadap rokok sehingga terjadi
penurunan permintaan rokok.
Berkurangnya 0,06 3 0,18 Berkurangnya event yang
event yang disponsori rokok merupakan
disponsori impact dari mindset masyarakat
perusahaan rokok yang mendukung anti-rokok dan
ingin mengurangi promosi
rokok yang terdapat pada event
khususnya event anak muda.
0,54 1,92
Keterangan:
Bobot
0,00 0,04 = sangat tidak penting
0,04 0,08 = tidak penting
0,08 0,12 = penting
0,12 0,16 = sangat penting
Rating
4 = sangat berpengaruh
3 = berpengaruh
2 = tidak berpengaruh
1 = sangat tidak berpengaruh

kategori Analisis Faktor Skor Persentase Skor Bobot Persentase

IFAS Strenght 2,10 60% 3,48 49%

Weakness 1,38 40%

EFAS Opportunity 1,66 46% 3,58 51%

Threat 1,92 54%

7,06 100%

INTERNAL EKSTERNAL

S>W T>O KOMPETITIF

2,10 > 1,38 1,92 >1,66


4.8 SWOT MATRIX

STRENGTH (S) WEAKNESS (W)

1. Kualitas Bahan Harga yang cukup


IFAS Baku mahal
2. Menguasai Kurang diminatinya
pangsa pasar produk rokok kretek
3. Kredibilitas mild di Internasional
perusahaan Kalahnya pangsa
4. Budaya pasar SKM filtered
Perusahaan dari para pesaing
5. Nilai capital yang
besar Modal yang cukup
besar untuk
mengadakan event
berkala
Lambatnya
EFAS
pertumbuhan rokok
Avolution
OPPRTUNITY (O) SO Strategy OW Strategy

1. Masuknya Philip (S1,O4) Inovasi (W5,O1) Atur strategi


Morris sebagai mitra terbaru produk untuk untuk mempromosikan
bisnis target mancanegara Avolution di luar negeri
2. Trend pasar positif (S4,O1) Berusaha melalui bantuan
untuk rokok LTLN untuk mencari perusahaan Philip
di Indonesia investor Morris
3. Banyaknya spot yang (S5,03) Promosi (W3,O2) Lebih
terdapat pada event besar-besaran untuk memfokuskan strategi
untuk menigkatkan brand untuk mempertahankan
mempromosikan awareness dan mild sebagai tren saat
produk baru ekspansi bisnis. ini
4. Kemungkinan (S3,05) melakukan (W2,O4) Buat Inovasi
lahirnya produk baru strategi merebut terbaru untuk membuat
5. Beralihnya customer customer rokok putih.
competitor ke rokok (S2, O2)Tetap (W1,O5) Tekankan
(LTLN) Sampoerna mempertahankan Finest Quality kepada
pangsa pasar mild customer melalui media
yang sedang trend saat promosi.
ini (W4,O3) Pada event
yang berskala besar
adakan prmosi besar-
besaran untuk
meningkatkan
awareness customer.
THREAT (T) SO Strategy WT Strategy

1. Regulasi dan perda (S5,T1) Ikut dalam (w2,T4) Kurangi


mengenai anti-rokok kampanye anti-rokok penawaran mild untuk
2. Kompetitor dari untuk meningkatkan luar negeri karena bea
rokok jenis Mild awareness cukai yg mahal,
3. Kemungkinan (S2,T3) Kendalikan tingkatkan penawaran
semakin pangsa pasar dengan dalam negeri.
bertambahnya menurunkan harga (W3, T2)Melakukan
competitor rokok mild. penetrasi pasar untuk
jenis mild (S3,T5) Berusaha produk SKM filter
4. Tingginya pajak untuk mendapatkan (W1,T1) Membuat
rokok sponsor melalui syarat Strategi CSR untuk
5. Berkurangnya event tertentu menghadapi perda
yang disponsori oleh (S5,T4) adakan riset rokok.
industri rokok untuk mencari bahan (T4, W5) Buat citra
baku yang lebih Avolution lebih
murah. exclusive lalu ekspor
(S1,T2) Pertahankan keluar negeri.
customer dan bangun (W4,T5) Manfaatkan
persepsi di customer event berkala sampoerna
bahwa sampoerna untuk promosi produk.
The
Finest Quality
BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan analisis SWOT, MATRIK STRETEGI UMUM, Critical Success
Factors fan KPI yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa strategi yang
digunakan oleh PT. Gudang Garam, Tbk sudah cukup baik. Dapat dilihat dari
strategi yang digunakan untuk menghadapi persaingan dari perusahaan kompetitor
serta trend pasar yang mulai berubah perusahaan meluncurkan produk-produk baru.