Anda di halaman 1dari 5

MACAM-MACAM ALAT SEMPROT

Oleh:

NADIA ANGESTIE WULANDARI


201610200311158
E-mail : nadia.angestie83@gmail.com
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang (University of
Muhammadiyah Malang), Jl Raya Tlogomas No.246, Malang, Jawa Timur, Indonesia
ABSTRAK
Dalam usaha untuk melakukan tindakan pengendalian OPT secara kimiawi, salah satu faktor yang
menentukan adalah efektifitas dan efisiensi pestisida adalah alat yang digunakan untuk menyebarkan
pestisida pada sasaran baik hama maupun tanaman gulma. Terdapat beberapa cara untuk mengaplikasikan
pestisida yaitu: penghembusan, penyuntikan, pengabutan, fumigasi, perlakuan benih, penyebaran butiran dan
juga pemasangan umpan. Macam aplikasi ini sangatlah bergantung pada jenis pestisida yang dihunakan,
bentuk formulasi dan sasaran pengendalian dari pestisida itu sendiri. Sprayer (alat semprot) bertujuan untuk
memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil (droplet) dan mendistribusikan secara merata
pada objek yang dilindungi. Biasanya digunakan untuk menyemprotkan insektisida untuk mencegah dan
memberantas hama, menyemprotkan fungisida untuk mencegah dan memberantas penyakit, menyemprotkan
herbisida untuk mencegah dan memberantas gulma, menyemprotkan pupuk cairan, menyemprotkan cairan
hormon pada tanaman untuk tujuan tertentu

Kata Kunci : sprayer, duster, organisme pengganggu tanaman

PENDAHULUAN bergantung pada jenis pestisida yang


dihunakan, bentuk formulasi dan sasaran
Tanaman pertanian sering diganggu atau pengendalian dari pestisida itu sendiri.
dirusak oleh organisme pengganggu yang Telah banyak sekali penggunaan
secara ekonomis sangat merugikan petani. pestisida menggunakan alat bantu semprot.
Organisme Pengganggu Tanaman ini dikenal Meskipun telah ada keterangan ketentuan dosis
sebagai hama tanaman, penyakit tanaman, dan dan konsentrasi dalam luasan tertentu dalam
gulma (tumbuhan pengganggu). Organisme tabel bungkus pestisida, kebanyakan petani
Pengganggu Tanaman sering disingkat OPT. tidak mematuhinya. Dalam hal ekonomi maka
Untuk menghindari kerugian karena serangan kegiatan tersebut tidaklah efisien karena akan
OPT, tanaman perlu dilindungi dengan cara banyak pestisida yang terbuang. Dalam hal
mengendaliakan OPT tersebut. Dengan istilah lingkungan, sengan semakin banyak yang
mengendalikan, OPT tidak perlu diberantas digunakan maka residu yang akan terakumulasi
habis karena memang tidak mungkin. Dengan dilahan akan lebih banyak dan lebih mencemari
usaha pengendalian, populasi atau tingkat lingkungan karena lingkungan memiliki batasan
kerusakan karena OPT ditekan serendah tertentu kandungan bahan kimia berada dalam
mungkin sehingga secara ekonomis tidak keadaan mencemar (Sastroutomo, 1992). Untuk
merugikan (Djojosumarto, 2004). itu, perlu adanya pengetahuan dan pemahaman
Dalam usaha untuk melakukan tindakan akan macam-macam alat semprot pertanian
pengendalian OPT secara kimiawi, salah satu beserta bagian-bagiannya agar pemanfaatannya
faktor yang menentukan adalah efektifitas dan lebih efektif. Selain itu, efektivitas penggunaan
efisiensi pestisida adalah alat yang digunakan pestisida juga dapat dilakukan dengan
untuk menyebarkan pestisida pada sasaran baik melakukan kalibrasi alat semprot. Jenis-jenis
hama maupun tanaman gulma. Terdapat alat penyemprot seperti alat semprot dukung
beberapa cara untuk mengaplikasikan pestisida (hand sprayer atau knapsack sprayer) semi
yaitu: penghembusan, penyuntikan, otomatis, alat semprot dukung otomatis
pengabutan, fumigasi, perlakuan benih, (kompressi), alat semprot bermotor bertenaga
penyebaran butiran dan juga pemasangan hidrolik tipe gotong (power sprayer), alat
umpan. Macam aplikasi ini sangatlah

1
semprot dukung bermotor (mist blower), alat Tahapan Praktikum
semprot mikronair.
Pertama menyiapkan alat dan bahan praktikum
Pengendalian gulma tergantung pada yang dibutuhkan, kemudian mengidentifikasi
keadaan tanaman, tujuan penanaman, dan setiap bagian-bagian sprayer tipe knap sack,
biaya. Berbagai jenis teknik pengendalian bisa lalu mencatat hasil identifikasi, setelah itu
dilakukan mulai dari cara mekanis, metode pola mengaplikasikan sprayer tipe knap sack pada
tanam atau persaingan, cara biologis, cara
tanaman.
preventif, cara kultur teknis, cara ekologis, cara
terpadu sampai pengendalian secara kimiawi.
(Pahan,2006) HASIL DAN PEMBAHASAN

Pestisida yang dipakai dalam budidaya Pada pelaksanaan praktikumnya didapatkan


tanaman umumnya berbentuk cairan dan ada beberapa bagian sprayer yang teridentifikasi,
pula yang berbentuk tepung, digunakan untuk diantaranya adalah:
mengendalikan gulma, hama dan penyakit.
Untuk mengaplikasikan pestisida cair 1) Tangki
digunakan alat penyemprot yang disebut
sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk
tepung digunakan alat yang disebut duster.
(Findiastuti, 2009)

Begitu luasnya lahan pertanian di


Indonesia berkisar pada 13 juta ha. Berdasarkan
data yang diperoleh dari Badan Litbang
Tangki berfungsi sebagai tempat
Pertanian pada Tahun 2012 rata-rata serangan
gulma pada lahan pertanian terolah memiliki penampung larutan yang akan digunakan dalam
proses pengaplikasian (penyemprotan). Tangki
tutupan 30-40% setiap hektar, maka dapat
diasumsikan tutupan gulma secara keseluruhan ini muat hinggal 12 liter.
dapat mencapai 5,2 juta ha, sehingga diperlukan
pengendalian gulma. Penyemprotan adalah 2) Pegas/Per
salah satu teknik pengendalian gulma dengan
cara mengaplikasikan herbisida dengan
melarutkan pada air dan disemprotkan pada
gulma yang terdapat di lahan pertanian.
(Rahman, 2014).

BAHAN DAN METODE


Pegas atau per berfungsi sebagai
Tempat dan Waktu pembantu pada proses pemompaan agar lebih
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium efektif dan lebih ringan.
Terpadu Universitas Muhammadiyah Malang,
3) Selempang/Ransel
pada hari Jumat, 12 Oktoberber 2017.
Bahan dan Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini
diantaranya adalah sprayer tipe knapsack,
ember, kamera dan alat tulis.

Sedangkan bahan yang digunakan dalam


praktikum ini diantaranya adalah air dan Selempang atau ransel berfungsi
tanaman. sebagai penopang sprayer pada saat digunakan
oleh petani dalam penyemprotan.
PROSEDUR PRAKTIKUM

2
4) Pompa/Hidrolik
8) Fiber glass

Pompa atau hidrolik berfungsi untuk


memberikan tekanan udara pada tangki atau
memompa larutan dari dalam tangki ke fiber Fiber glass berfungsi sebagai penyalur
glass lalu keluar melalui nozzle agar keluarnya larutan dari selang dengan melalui lantep atau
partikel embun pada nozzle kran menuju nozzle.

5) Selang 9) Lantep/kran

Selang berfungsi untuk menyalurkan Lantep atau kran berfungsi untuk


larutan dari pompa ke lantep atau kran dan akan membuka dan menutup laju dari larutan dari
di semprotkan pada nozzle. pompa ke fiber glass dan nozzle.

6) Handle 10) Pemompa

Handle berfungsi sebagai pegangan Pemompa berfungsi untuk memberikan


untuk mempermudah penggunaan sprayer. tekanan udara pada pompa atau hidrolik
sehingga proses pengkabutan menjadi lebih
sempurna agar larutan air di dalamnya juga
7) Nozzle cepat untuk keluar.

11) Penutup tangki

Nozzle berfungsi sebagai pemecah


larutan atau cairan yang disalurkan dari pompa
sehingga larutan atau cairan tersebut menjadi Penutup tangki berfungsi sebagai
partikel yang lebih kecil atau mengembun. penutup pada lubang masuknya larutan untuk
menjaga agar larutan tidak tumpah.

3
12) Saringan tangki DAFTAR PUSTAKA

Findiastuti, W. 2009. Rancangan Bangun


Ergonomis Alat Semprot Pestisida
Gendong. Rekayasa Vol (2) No.1

Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa


Sawit: Manajemen Agribisnis dari
Saringan tangki berfungsi Hulu hingga Hilir. Bogor: Penebar
sebagai penyaring kotoran atau benda- Swadaya.
benda yang tidak dinginkan yang Rahman, M. N. 2014. Modifikasi Nosel pada
nantinya dapat menyumbat proses Sistem Penyemprotan untuk
penyemprotan larutan pada tangki
Pengendalian Gulma Menggunakan
13) Baut Sprayer Gendong Elektrik. Jurnal
Keteknikan Pertanian Vol.2 No.1

Bpplentengsumenep. 2010. Pengenalan


Formulasi dan Alat Aplikasi.
http://bpplentengsumenep.blogspot.co
m/2010/12/pengenalan-formulasi-dan-
alat-aplikasi.html. Diakses tanggal 3
Baut berfungsi sebagai pengencang dari April 2011
setiap bagian-bagian pada sprayer.
Djojosumarto, P., 2000, Teknik Aplikasi
Pestisida Pertanian, Kanisius,
KESIMPULAN DAN SARAN Yogyakarta.

Kesimpulan Djojosumarto, Panut. 2004. Teknik Aplikasi


Pestisida Pertanian. Kanisius.
Sprayer tipe knapsack memiliki Yogyakarta.
beberapa bagian penting yang menunjang
proses pengaplikasian herbisida dan Harahap, M. 2009. Cara Menghitung
sebagainya. Komponen pada alat sprayer Kalibrasi Alat Semprot.
saling berkaitan satu sama lain dalam http://haruting.
menalankan fungsi sprayer itu sendiri. blogspot.com/2009/01/cara-mengitung-
Sprayer tipe ini juga banyak dipakai oleh kalibrasi-alat-semprot.html. Diakses
petani apa saja untuk penyiangan gulma pada Senin, 3 April 2011.
dan pemberian obat pada tanaman apa saja.
Junaidi, W. 2009. Kalibrasi Alat Semprot
Saran Pestisida. http://wawan-junaidi.
blogspot.com/2009/08/kalibrasi-alat-
Perlunya dilakukan pengecekan atau
semprot-pestisida.html. Diakses pada
pemeriksaan kondisi dari alat sprayer
sebelum digunakan agar tidak terjadi Senin, 3 April 2011.
kendala pada saat pelaksanaan Sastroutomo Soetikno S., 1992,
praktikumnya perlunya dampingan saat Pestisida Dasar-Dasar Dan Dampak
melakukan praktikum. Penggunaanya, Gramedia, Jakarta.