Anda di halaman 1dari 7

1.

PCC adalah metode ekstraksi yang didasarkan ada sifat


kepolaran komponen target dan distribusinyan dalam 2
pelarut yang tidak saling bercampur (Khopkar, 2008)
PCC merupakan pemisahan komponen kimia diantara
dua fase pelarut yang tidak dapat saling bercampur
dimana sebagian komponen larut pada fase pertama dan
sebagiannya lagi larut pada fase kedua (Sudjadi, 1986).
PCC adalah proses pemisahan zat terlarut dalam dua
macam pelarut yang tidak saling bercampur
2. Prinsip kerja
Partisi cair-cair biasa juga disebut sebagai metode corong
pisah. Jika suatu cairan ditambahkan ke dalam ekstrak
yang telah dilarutkan dalam cairan lain yang tidak dapat
bercampur dengan yang pertama, akan terbentuk dua
lapisan. Satu komponen dari campuran akan memiliki
kelarutan dalam kedua lapisan tersebut (biasanya disebut
fase) dan setelah beberapa waktu dicapai kesetimbangan
konsentrasi dalam kedua lapisan. Waktu yang diperlukan
untuk tercapainya kesetimbangan biasanya dipersingkat
oleh pencampuran keduanya dalam corong pisah (Tobo :
2001).
Ekstraksi cair-cair dilakukan dengan cara pemisahan
komponen kimia diantara 2 fase pelarut yang tidak saling
bercampur. Dimana sebagian komponen larut pada fase
pertama, dan sebagian larut pada fase kedua. Lalu kedua
fase yang mengandung zat terdispersi dikocok, dan
didiamkan sampai terjadi pemisahan sempurna dan
terbentuk dua lapisan
3. Perbedaan partisi cair-cair dan partisi padat cair
Ekstraksi padat-cair; zat yang diekstraksi terdapat di
dalam campuran pemisahan untuk memperoleh
komponen zat terlarut dan campurannya dalam padatan
dengan menggunakan pelarut yang sesuai.
Ekstraksi cair-cair (partisi cair-cair) adalah proses
pemisahan zat terlarut di dalam dua macam zat pelarut
yang tidak saling bercampur atau dengan kata lain
perbandingan konsentrasi zat terlarut dalam pelarut
organik dan pelarut air
Partisi cair-cair biasa juga disebut sebagai metode
corong pisah. Jika suatu cairan ditambahkan ke dalam
ekstrak yang telah dilarutkan dalam cairan lain yang
tidak dapat bercampur dengan yang pertama, akan
terbentuk dua lapisan.
Partisi padar cair adalah pemisahan satu komponen
dari padatan dengan melarutkannya dalam pelarut, tetapi
komponen lainnya tidak dapat dilarutkan dalam pelarut
tersebut. Proses ini biasanya dilakukan dalam fase
padatan, sehingga disebut juga ekstraksi padat-cair
(Ibrahim, 2009)
5. Masalah-masalah dalam Ekstraksi pcc
terbentuknya emulsi,
analit terikat kuat pada partikulat,
analit terserap oleh partikulat yang mungkin ada,
analit terikat pada senyawa yang mempunyai berat
molekul tinggi, dan
adanya kelarutan analit secara bersama-sama dalam
keduafase. .
Emulsi dapat dipecah dengan beberapa cara :
1. Penambahan garam ke dalam fase air
2. Pemanasan atau pendinginan corong pisah yang
digunakan
3. Penyaringan melalui glass-wool
4. Penyaringan dengan menggunakan kertas saring
5. Penambahan sedikit pelarut organik yang berbeda
6. Sentrifugasi
Jika senyawa-senyawa yang akan dilakukan
ekstraksi pelarut berasal dari plasma maka kemungkinan
senyawa tersebut terikat pada protein, sehingga recovery
yang dihasilkan rendah. Teknik yang dapat digunakan
untuk memisahkan senyawa yang terikat pada protein
meliputi :
Penambahan detergen
Penambahan pelarut organik yang lain
Penambahan asam kuat
Pengenceran dengan air
Penggantian dengan senyawa yang mampu mengikat
lebih kuat
Konstanta
Pelarut
Dielektrik

Pentana 1,8

Hexana 1,9

Sikloheksana 1,0

Benzen 2,3

Toluena 2,4

Dietil Eter 4,3

Dimetil
4,7
Sulfoksida

Kloroform 4,8

Etil asetat 6,0

Asam Asetat 6,2

Dklorometana 9,1

Piridin 12,3

Aseton 20,7

Metanol 32,6

Asetanitlir 37,5
6. Air 78,5