Anda di halaman 1dari 5

I.

JUDUL LAPORAN
Laporan ini berjudul OVERHAUL ALTERNATOR yang telah dipraktikkan dan diketahui
hasil analisanya.
II. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Utama : 1 Tool box
1 buah Multimeter
1 set Alat Tulis
2. Bahan : alternator

V. KESELAMATAN KERJA
1. Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan praktik.
2. Menjaga kebersihan alat, bahan, tangan, dan lingkungan praktik.
3. Hati-hati saat bekerja dengan obyek yang berhubungan dengan arus listrik dan saat
menghidupkan mesin.
4. Gunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya.
5. Laksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja.
6. Tanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum.
7. Bersihkan alat dan bahan praktik, kemudian kembalikan alat dan bahan praktik ke tempat
semula.
8. Bersihkan area praktik setelah selesai melakukan kegiatan praktik.

VI. DASAR TEORI

Komponen sistem pengisian regulator mekanik terdiri dari :

Alternator yang berfungsi merubah energi gerak menjadi energi listrik. Listrik yang
dihasilkan merupakan arus bolak-balik (AC), untuk merubah arus AC menjadi arus DC
digunakan diode yang dipasang menjadi satu bagian dengan alternator.

Regulator berfungsi untuk mengatur tegangan dan arus yang dihasilkan alternator dengan
cara mengatur kemagnetan pada rotor altenator. Regulator juga berfungsi untuk mengatur
hidup dan matinya lampu indikator pengisian. Sekering untuk memutus aliran listrik bila
rangkaian dialiri arus berlebihan akibat hubungan singkat.

Kunci kontak untuk menghubungkan atau memutus aliran ke lampu indicator dank e
regulator. Aliran listrik ke regulator diteruskan ke altenator berfungsi untuk menghasilkan
magnet pada altenator. Baterai menyimpan arus listrik dan stabilizer tegangan yang
dihasilkan sistem pengisian.
Alternator yang berfungsi merubah energi gerak menjadi energi listrik. Listrik yang
dihasilkan merupakan arus bolak-balik (AC), untuk merubah arus AC menjadi arus DC
digunakan diode yang dipasang menjadi satu bagian dengan Alternator.

Prinsip kerja Alternator

Bila pada generator DC sebuah penghantar dibentuk U, di ujung penghantar dipasang


komutator, pada komutator menempel sikat. Sikat A merupakan sikat positip dan sikat B
adalah sikat negatip, maka pada generator AC (altenator) kedua ujung penghantar
dihubungkan ke slip ring dan jenis sikat sudah tidak jelas karena berubah ubah sesuai posisi
penghantar. Saat penghantar diputar maka penghantar tersebut akan memotong medan
magnet sehingga menghasilkan induksi elektromagnetik. Arah arus yang dihasilkan akan
berubah-ubah, pada posisi (1) arah arus menuju sikat A, namun pada posisi (2) arah arus
berubah menuju sikat B. Perubahan tersebut dapat digambarkan dalam fungsi gelombang
sinus.

Pada regulator terdapat 6 terminal mempunyai terminal B,E,F,N, IG dan L. Empat dari 6
terminal tersebut berhubungan dengan terminal altenator yaitu B, E,F, N. Dua terminal
regulator yang lain yaitu terminal IG dan L, berhubungan dengan terminal IG kontak dan
lampu.

KOMPONEN UTAMA ALTERNATOR


Pulley
Berfungsi untuk tempat V belt penggerak alternator yang memindahkan gerak putar mesin
untuk memutar alternator.
Kipas (fan)
Berfungsi untuk mendinginkan komponen altenator yaitu diode maupun kumparan pada
alternator.

Rotor
Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan
tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan
melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip
berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal
E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik
yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding
dengan putaran mesin.

Rotor Alternator
Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip
baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai.
Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada
variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat,
namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi
kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka
voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat
tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.
VII. GAMBAR PERKABELAN ALTERNATOR

VII. LANGKAH KERJA

1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan praktikum.
2. Membongkar Alternator
3. Pembongkaran Alternator

Beri tanda pada host/bagian depan dan belakang supaya mudah pada saat perakitan lagi
Lepas roda dan puli dengan alat yag sesuai.
Lepas baut pengikat bagian belakang dengan depan dan pisahkan unit belakang dari
unit bagian depan
Rotor dilepas dengan cara dipres menggunakan alat khusus kemudian kontrol
kelonggaran bantalan. Bila aus lepas pengikat bantalan rotor dan lepas bantalan rotor
dari host dengan dipres.
Lepas pelat diode dari bagian belakang, lepas stator dari diode dengan menggunakan
solder
Lepas rumah sikat sikat dan meng-ukur panjangnya. Bila terlalu pendek ganti dengan
menggunakan solder, jaga gulungan stator jangan lecet (akibat benturan benda keras)
Pres bantalan pada rumah belakang (beri oli supaya pengepresan mudah)
Solder sikat arang pada rumahnya. Jepit kabel sikat dengan tang lancip supaya panas
mengalir ke tang kemudian pasang rumah sikat

4. Mengidentifikasi posisi terminal dan warna kabel pada konektor.

5. Mengidentifikasi voltage regulator dan voltage relay.


6. Memeriksa tahanan (R) dari kemungkinan terbakar atau putus hubungan.
7. Memeriksa kontak point dari kemungkinan terbakar atau kotor. Membersihkan dengan amplas
dan menyetel celah point (spec: 0,4 1,2 mm).
8. Membuat rangkaian sistem pengisian pada engine stand, lalu mengkonsultasikan dengan
instruktur.
9. Mengamati kerja regulator untuk kecepatan rendah, sedang, dan tinggi.
10. Melakukan penyetelan pada voltage regulator, mengukur besar arus dan tegangan pada
terminal B (output) alternator.
11. Mematikan mesin, membersihkan alat dan training objek yang digunakan.
12. Melaporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek.
13. Mengembalikan alat dan bahan praktikum pada tempatnya dan membersihkan tempat
praktikum.

VIII. HASIL PMERIKSAAN


PEMERIKSAAN STANDAR HASIL
PEMERIKSAN
HUBUNGAN ANTAR SLIP 3,9-4,2 OHM 4 OHM
RING
HUBUNGAN SLIP RING DGN ARUS TIDAK TIDAK ADA
BODY ROTOR HUBUNGAN HUBUNGAN
PERIKSA SLIP RING DARI 32,3-32,5 32,4
KERUSAKAN
HUBUNGAN UJUNG HARUS ADA ADA HUBUNGAN
KUMPARAN PD KUMPARAN HUBUNGAN
STATOR
UJUNG KUMPARAN STATOR ARUS TIDAK TIDAK ADA
DENGAN MASSA HUBUNGAN HUBUNGAN
UKUR PANJANG SIKAT 12,5 LIMIT 5,5 TIDAK ADA SIKAT
GERAKAN PEGAS SIKAT HARUS LEMBUT DAN LEMBUT DAN
TIDAK MENYANGKUT TIDAK
MENYANGKUT
PEMERIKSAAN DIODA + HARUS ADA ADA HUBUNGAN
HUBUNGAN
PEMERIKSAAN DIODA - HARUS ADA ADA HUBUNGAN
HUBUNGAN
BANTALAN DARI KEAUSAN HARUS TIDAK GOYANG ATAU
GOYANG OLENG

IX.TROBEL SHOUTING