Anda di halaman 1dari 9

I.

JUDUL LAPORAN
Laporan ini berjudul PERKABELAN SISTEM PENGISIAN (ALTERNATOR) yang
telah dipraktikkan dan diketahui hasil analisanya.
II. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Utama : 1 kabel jepit atau kabel buaya
1 buah Multimeter
1 set Alat Tulis
2. Bahan : 1 papan pengkabelan alternator

III. KESELAMATAN KERJA


1. Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan praktik.
2. Menjaga kebersihan alat, bahan, tangan, dan lingkungan praktik.
3. Hati-hati saat bekerja dengan obyek yang berhubungan dengan arus listrik dan saat
menghidupkan mesin.
4. Gunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya.
5. Laksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja.
6. Tanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum.
7. Bersihkan alat dan bahan praktik, kemudian kembalikan alat dan bahan praktik ke tempat
semula.
8. Bersihkan area praktik setelah selesai melakukan kegiatan praktik.

IV. DASAR TEORI


Cara Kerja Sistem Pengisian Konvensional

Rangkaian sistem pengisian konvensional digambarkan pada skema di bawah


ini. Pada skema di bawah, terdapat dua bagian utama (dalam kotak garis putus -putus)
yaitu bagian alternator dan bagian regulator. Di dalam alternator terdapat beberapa
bagian, yaitu kumpatan stator ( stator coil), kumparan rotor ( rotor coil), enam buah
dioda yang dirangkai dengan sistem jembatan, dan terminal alternator (E, F, N, dan
B). Pada bagian regulator, terdapat beberapa bagian yaitu voltage regulator , voltage
relay, kontak poin, resistor, dan terminal -terminal regulator (Ig, N, F, E, L, dan B).
Semua komponen dalam alternator dan regulator dihu bungkan satu sama lain
sehingga membentuk rangkaian sistem pengisian. Berikut digambarkan hubungan
antar terminal regulator, alternator, dan komponen lainnya dalam sistem pengisian.
Rangkaian sistem pengisian konvensional

Prinsip kerja dari sistem pengisian dengan regulator tipe konvensional terbagi
menjadi empat bagian, yaitu pada saat kunci kontak ON mesin belum hidup, mesin
hidup putaran lambat, putaran sedang, dan putaran tinggi. Berikut dijelaskan cara
kerja sistem pengisian tipe konv ensional.

Saat kunci kontak ON mesin mati

Saat kunci kontak ON, mesin belum hidup :

1. Arusmengalir dari baterai ke Fusible link (FL), ke kunci kontak (KK) ke fuse ke
Charge Warning Lamp (CWL) ke L ke P0 ke P1 ke massa. Akibatnya lamp u
pengisian menyala.

2. Pada saat yang sama, arus dari baterai juga mengalir ke FL ke KK ke fuse ke Ig
ke Pl1 ke Pl0 ke terminal F regulator ke F alternator ke rotor coil (RC) ke massa.
Akibatnya pada RC timbul medan magnet.
Kecepatan rendah

Saat mesin berputar lambat

3. Setelah mesin hidup, stator coil (SC) menghasilkan arus listrik.

4. Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator , ke kumparan voltage


relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul meda n magnet,
sehingga terminal P 0 tertarik dan menempel dengan P 2. Akibatnya lampu
pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

5. Output dari SC disalurkan ke diode dan disearahkan menjadi arus searah (DC)

kemudian mengalir ke B alternator kemudian ke baterai. Terjadi pengisian baterai.

6. Arus dari terminal B juga mengalir ke B reg ke P2 ke P0 ke kumparan voltage


regulator ke massa. Akibatnya terjadi medan magnet pada kumparan voltage
regulator.
7. Karena putaran rendah, tegangan output alternator cenderung rendah. Bila
tegangan B kurang dari 13,8 medan magnet pada kumparan voltage regulator

lemah dan Pl 0 tetap menempel ke Pl 1 (karena adanya pegas pada Pl 0).

8. Akibatnya arus yang besar mengalir dari Ig , ke Pl1, ke Pl0, ke F regulator, ke F

alternator ke RC ke massa, maka arus yang mengalir ke RC besar dan medan


magnet pada RC kuat. Jadi, meskipun putaran lambat, output alternator tetap
cukup untuk mengisi baterai karena medan magnet pada RC kuat.
Putaran sedang

Gambar 8.28. Saat mesin putara n sedang

9. Bila putaran mesin naik menjadi putaran sedang, maka tegangan output alternator
di terminal B akan naik juga dan arusnya mengalir ke B reg ulator ke P2 ke P0 ke
kumparan voltage regulator, ke massa.
10. Akibatnya, medan magnet pada kumparan voltage regulator menjadi makin kuat
dan menarik Pl 0 sehingga lepas dari Pl 1 (Pl0 mengambang).
11. Akibatnya, arus dari B alternator mengalir ke Ig ke resistor (R) ke F regulator ke F
alternator ke RC ke massa. Kemagnetan pada RC melemah karena arus
melewati resistor.
12. Meskipun kemagnetan pada RC melemah, namun putaran naik ke putaran sedang

sehingga output alternator tetap cukup untuk mengisi baterai (tegangan antara

13,8 sampai 14,8 volt).


Putaran Tinggi

Saat mesin putaran tinggi

13. Bila putaran naik menjadi putaran tinggi, maka tegangan


output pada terminal B alternator akan cenderung makin
tinggi. Bila tegangan tersebut melebihi 14,8 volt, maka
kemagnetan pada kumparan voltage regulator semakin
kuat sehingga kontak Pl 0 tertarik dan menempel dengan
pl 2.

14. Akibatnya arus yang berasal dari Ig mengalir ke R ke Pl0


ke Pl2 ke massa (tidak
mengalir ke RC). Hal ini menyebabkan medan magnet
pada RC drop.

15. Output dari terminal B alternator menjadi turun. Bila


tegangan output kurang dari tegangan standar (13,8
14,8 V) maka kemagnetan pada voltage regulator
melemah lagi, sehingga Pl 0 lepas lagi dari Pl 2.

16. Arus dari Ig ke R kembali mengalir ke RC ke massa,


sehingga medan magnet
pada RC kembali menguat sehingga tegangan output
alternato r naik lagi.

17. Bila tegangan di B naik lagi dan melebihi 14,8 volt, maka
prosesnya berulang ke proses no 13 di atas secara
berulang -ulang dan Pl 0 lepas dan menempel dengan Pl2
secara periodik sehingga output alternator menjadi stabil.
Berdasarkan cara ke rja sistem pengisian seperti dijelaskan di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa terjadinya tegangan output alternator dipengaruhi oleh tiga hal
penting, yaitu 1) adanya medan magnet yang dihasilkan oleh rotor coil, 2) adanya
kumparan di sekitar medan magnet, yaitu stator coil, dan 3) adanya pemotongan

medan magnet oleh kumparan. Pemotongan medan magnet ini terjadi karena adanya
putaran poros alternator yang menyebabkan rotor coil berputar dan medan magnet
yang ada padanya juga berputar memotong kumparan pada stator coil.

V. GAMBAR PERKABELAN ALTERNATOR

VI. LANGKAH KERJA


1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan praktikum.
2. Mempelajari rangkaian sistem pengisian.
3. Membuka tutup regulator.
4. Mengidentifikasi posisi terminal dan warna kabel pada konektor.
5. Mengidentifikasi voltage regulator dan voltage relay.
6. Memeriksa tahanan (R) dari kemungkinan terbakar atau putus hubungan.
7. Memeriksa kontak point dari kemungkinan terbakar atau kotor. Membersihkan dengan
amplas dan menyetel celah point (spec: 0,4 1,2 mm).
8. Membuat rangkaian sistem pengisian pada engine stand, lalu mengkonsultasikan dengan
instruktur.
9. Mengamati kerja regulator untuk kecepatan rendah, sedang, dan tinggi.
10. Melakukan penyetelan pada voltage regulator, mengukur besar arus dan tegangan pada
terminal B (output) alternator.
11. Mematikan mesin, membersihkan alat dan training objek yang digunakan.
12. Melaporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek.
13. Mengembalikan alat dan bahan praktikum pada tempatnya dan membersihkan tempat
praktikum.
VII.TROUBLE SHOOTING
1. Lampu pengisian tidak menyala saat kunci kontak ON
Apabila lampu tidak menyal a pada saat kunci kontak ON, maka beberapa
langkah yang perlu dilakukan adalah seperti yang dijelaskan pada diagram alir

berikut.
2. Lampu pengisian tidak mati setelah m esin hidup

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah seperti yang dijelaskan pada


diagram alir berikut.

Gambar 8.76. Pemeriksaan lampu pengisian tidak mati setelah mesin hidup

3. Lampu pengisian menyala redup saat mesin hidup

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah seperti yang dijelaskan pada


diagram alir berikut.
4. Lampu kadang-kadang menyala saat mesin hidup

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah seperti yang di jelaskan pada


diagram alir berikut.

Gambar 8.78. Pemeriksaan lampu kadang-kadang menyala saat mesin hidup

5. Baterai lemah atau kosong

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah seperti yang dijelaskan pada


diagram alir berikut.