Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat
pada waktunya yang berjudul LAPORAN HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM KIMIA.

Makalah ini berisikan tentang laporan hasil praktikum kimia khususnya membahas mengenai
LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

Tasikmalaya, 8 Maret 2013


Penyusun,

i
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar ... i
2. Daftar isi .ii
3. Landasan teori 1
4. Alat dan bahan 3
5. Cara kerja 3
6. Hasil pengamatan .. 4
7. Uraian hasil pengamatan 4
8. Pertanyaan .. 5
9. Jawaban .. 5
10. Kesimpulan 6
11. Saran .. 6
12. Penutup .. 7
13. Daftar pustaka 8

ii
A.Landasan Teori
Larutan adalah campuran yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan
bersifat homogeny di setiap bagian campuran (baik fase, komposisi dan sifat fisik lainnya..
Berdasarkan daya hantarnya, larutan dapat di kelompokkan menjasdi dua macam, yaitu
larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

1. Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal tersebut
disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negative yang berasal dari senyawa elektrolit yang
terurai dalam larutan. Hantaran listrik melalui larutan dapat ditunjukkan dengan alat penguji
elektrolit. Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada
rangkaian itu dan/atau adanya suatu perubahan (missal timbul gelembung) pada salah satu atau
kedua elektrodenya.
Contoh ionisasi larutan elektrolit :
a) HCl H + Cl
b) KOH K + OH
c) NaCl Na + Cl
Berdasarkan daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi dua sebagai berikut:
a) Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik basar, sehingga
menyebabkan nyala lampu terang. Contoh: larutan asam kuat (HCl, HBr, HSO, HNO), basa
kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)), asam-asam oksihalogen (HClO, HlO, HClO, HlO), dan
garam-garam (NaCl, KCl).
b) Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil,
sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh:
CHCOOH, Al(OH), AgCl, CaCO.

2. Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik yang
dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral (tidak terurai menjadi ion-
ion) yang tidak bermuatan listrik. Contoh: larutan gula (CHO), urea (CO(NH)),dan
etanol (CHOH).
Secara sederhana Perbedaan Larutan Elektrolit dan nonelektrolit :
Larutan elektrolit : mengalami ionisasi, menghantarkan arus listrik
Larutan nonelektrolit : tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan
arus listrik

Jenis larutan elektrolit Khusus untuk larutan elektrolit terdiri dari 2 macam
larutan, yaitu larutan elektrolit kuat dan lerutan elektrolit lemah :
Pengertian larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit dimana zat
yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi
sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik.
Pengertian larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat
yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi
sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk.

1
Teori Ion Svante Arrhenius
Pada tahun 1887, Arrhenius berhasil menjelaskan hantaran listrik melalui elektrolit
dengan teori ionisasi. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantar listrik karena
mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik
melalui larutan.
Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu NaCl, HCl, NaOH, dan CHCOOH dalam air
terurai menjadi ion ion sebagai berikut :
NaCl Na + Cl
HCl H + Cl
NaOH Na + OH
CHCOOH CHCOO + H

Eektrolit Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar


a. Senyawa Ion
Seperti telah diketahui, senyawa ion terdiri atas ion-ion, misalnya NaCl dan NaOH. NaCl
terdiri ats ion-ion Na dan Cl, sedangkan NaOH terdiri atas Na dan OH. Dalam Kristal
(padatan), ion-ion itu tidak dapat bergerak bebes, melainkan diam pada tempatnya. Oleh karena
itu, padatan senyawa ion tidak menghantar listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dilelehkan atau
dilarutkan, maka ion-ionny dapat bergerak bebas, sehingga lelehan dan larutan senyawa ion
dapat menghantar listrik.
b. Senyawa Kovalen Polar
Berbagai zat dengan molekul polar, seperti HCl dan CHCOOH, jika dilarutkan dalam air
dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantar listrik. Hal itu terjadi karena
antar molekul polar tersebut terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-
ikatan tertenu dalam molekul tersebut. Meskipun demikian, tidak semua molekul polar dapat
mengalami ionisasi dalam air. Molekul nonpolar, sebagaimana dapat diduga, tidak ada yang
bersifat elektrolit.
Perbedaan antara elektrolit senyawa ion dengan senyawa kovalen polar disimpulkan
sebagai berikut.

Daya hantar Padatan Lelehan Larutan


Jenis
Elektrolit
Senyawa ion nonkonduktor Konduktor Konduktor
Senyawa kovalen nonkonduktor Nonkonduktor Konduktor

2
B. ALAT dan bahan
1. Alat:
1 set alat uji elektrolit
a) Sumber arus DC (adaptor)
b) Kabel
c) Bola lampu
d) Elektroda
e) Saklar
3 Gelas kimia
1 Tissue / pengering
1 Hamplas

2. Bahan:
Air (H2O)
Larutan gula (C12H22O11)
Larutan asam klorida (HCL)
Larutan asam cuka (CH3COOH)
Alkohol / Ethanol 70% (C2H5OH)
Larutan natrium hidroksida (NaOH)
Larutan garam dapur (NaCl)
Larutan asam sulfat (H2SO4)

C. CARA KERJA
1) Dibersihkan terlebih dahulu semua peralatan yang akan digunakan dan dikeringkan
2) Dimasukkan larutan secukupnya ke dalam gelas kimia yang bersih dan kering
3) Diuji daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara
mencelupkan elektroda ke dalam larutan
4) Diamati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala (catat dalam tabel pengamatan)
5) Dibersihkan dahulu elektroda dengan air dan dibersihkan
6) Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia

3
d. HASIL PENGAMATAN
Percobaan Pengamatan Pada
Bahan Yang Diuji Ket.
Ke- Lampu Elektroda
1. Air (H2O) Tidak Manyala Ada Gelembug
Tidak Ada
2. Larutan gula (C12H22O11) Tidak Manyala
Gelembung
Banyak
3. Larutan asam klorida (HCL) Menyala Terang
Gelembung
Sedikit
4. Larutan asam cuka (CH3COOH) Tidak Menyala
Gelembung
Alkohol / Ethanol 70% Tidak Ada
5. Tidak Manyala
(C2H5OH) Gelembung
Larutan natrium hidroksida Banyak
6. Menyala Terang
(NaOH) Gelembung
Banyak
7. Larutan garam dapur (NaCl) Menyala Terang
Gelembung
Sedikit
8. Larutan asam sulfat (H2SO4) Tidak Manyala
Gelembung

e. URAIAN HASIL PENGAMATAN


1. Air (H2O) lampu tidak menyala dan ada gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk
larutan elektrolit lemah.
2. Larutan gula (C12H22O11) lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, hal ini membuktikan
bahwa termasuk larutan nonelektrolit.
3. Larutan asam klorida (HCL) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini membuktikan
bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
4. Larutan asam cuka (CH3COOH) lampu tidak menyala dan sedikit gelembung, hal ini
membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit lemah.
5. Alkohol / Ethanol 70% (C2H5OH) lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, hal ini
membuktikan bahwa termasuk larutan nonelektrolit.
6. Larutan natrium hidroksida (NaOH) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini
membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
7. Larutan garam dapur (NaCl) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini membuktikan
bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
8. Larutan asam sulfat (H2SO4) lampu tidak menyala dan sedikit gelembung, hal ini membuktikan
bahwa termasuk larutan elektrolit lemah.

4
f. PERTANYAAN
1. Diantara larutan yang diperiksa, larutan manakah yang merupakan larutan elektrolit
kuat dan larutan elektrolit lemah?
2. Berdasarkan eksperimen tersebut, bagaimanakah cirri-ciri masing-masing larutan
elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah?
3. Diantara larutan elektrolit tersebut, larutan manakah yang mengandung zat terlarut:
I. Senyawa ion
II. Senyawa kovalen
4. Senyawa kovalen tertentu jika dilarutkan dalam air dapat terurai menjadi ion-ion.
Diantara senyawa kovalen dalam eksperimen tersebut, manakah yang dapat terurai
menjadi ion-ion jika dilarutkan dalam air?
5. Bandingkan hasil eksperimen kelompok anda dengan kelompok lain!

G. Jawaban
1. Larutan elektrolit lemah: air, asam cuka, asam sulfat.
Larutan elektrolit kuat : larutan asam klorida, larutan asam natrium hidroksida,
larutan garam dapur
2. Larutan elektrolit lemah lampunya menyala redup dan ada gelembung, atau lampu
tidak menyala dengan ada gelembung. Sedangkan Larutan elektrolit kuat lampunya
menyala terang dan banyak gelembung.
3. I. senyawa ion: NaCl, H2SO4
II.senyawa kovalen: HCL, larutan gula, alcohol.
4. Larutan HCL disebabkan karena HCL dalam air ditarik oleh molekul-molekul air
sehingga terurai menjadi ion H+ dan CL-
5. Hasil eksperimen kelompok lain ada yang berbeda yaitu pada larutan garam, lampunya
menyala redup, mungkin diakibatkan oleh rangkaian lampu yang kurang bagus.

5
H. kesimpulan
KESIMPULAN
o Bila alat uji elektrolit menyala terang dan banyak gelembung berarti larutan yang diuji coba
termasuk larutan elektrolit kuat.
o Bila alat uji elektrolit menyala redup dan ada sedikit gelembung berarrti larutan yang diuji coba
termasuk larutan elektrolit lemah.
o Bila alat uji elektrolit tidak menyala tetapi ada gelembung berart larutan yang diuji coba termasuk
larutan elektrolit lemah.
o Bila alat uji elektrolit tidak menyala dan tidak ada gelembung berarti larutan yang diuji adalah
termasuk larutan nonelektrolt.
o
I. SARAn
o Periksa alat uji elektrolit secara teliti, karena alat ui yang tidak benar akan mempengaruhi hasi
percobaan
o Bersihkan alat uji elektrolit terlebih dahulu sebelum digunakan agar kotoran yang menempel bisa
hilang
o Laurtan yang diuji jika seperti air jeruk, air toat, air kapur air garam, air sabun usahakan dengan
mencampurkn air secukupnya, jangan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit
o Lebih baik percobaan dilakukakan lebih dari 1 kali, tuuannya untuk lebih meyakinkan atau
memastikan terhadap hasinya
o Bersihkan alat uji elektrolit supaya larutan yang telah diujikan tidak lagi menempel pada elektroda
o Usahakan menuangkan larutannya seckupnya saja agar larutan yang akan diuji tidak tumpah
o Untuk pengujian air aki lakukan dengan hai-hati kalit kita akan terasa gatal bila terpecik/terkena
larutan tersebut
o Dan yang palin utama dalam melakukan ercobaan secara berkelompok adalah menjaga
kekompakan antar anggota, agar percobaan bisa mudah terlakasanakan, saling membantu
diantara anggota yang membutuhkan dalam kelompok dan menjauhi sifat egoisme maupun
menang sendiri, karena kerjasama yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.

6
j. penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam laporan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahan, karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang ada
hubungannya dengan pembahasan makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik
dan saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini. Semoga
makalah ini dapat beranfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi para
pembaca yang budiman.
7
k. daftar pustaka
Buku KIMIA kelas X
http://tsidha.blogspot.com/2012/07/laporan-praktikum-larutan-elektrolit.html
http://daddysunsek.com/kimia-kelas-x/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-materi-kimia-
sma-kelas-x-semester-2