Anda di halaman 1dari 5

Naskah Drama

Tokoh Utama

- Dadang (anak cowo yang jadi tokoh utama, bad boy yang berubah menjadi good boy)
Bang Tian
- Ibu (lembut, baik, sabar, dan pekerja keras) Ka Tania
- Ayah (emosional, egois, dan suka bermain judi) Kevin
- Sri (Teman satu kelas Dadang yang rajin mengikuti kegiatan gereja dan Persekutuan
Mahasiswa/i kristen) Yohana
- Becca (teman tapi mesra dadang, temen UUS, nakal,pergaulan salah, bad girl yang
berubah menjadi good girl ) Vera
- Uus (Temen kuliah dadang, sigagap, tampan, namun bandal) Bang Moris

SESI 1
Kehidupan anak muda jaman sekarang banyak dipenuhi dengan hal hal negative seperti
pergaulan bebas, perokok, pemabuk, bahkan hal-hal yang dapat merugikan orang lain. Ini
semua sama halnya dengan seorang pemuda yang bernama DADANG.

DADANG adalah seorang pemuda yang memiliki pergaulan yang buruk. Ini disebabkan
karena hubungan kedua orang tua DADANG yang kurang harmonis.

DADANG : Mah, main dulu ya


MAMAH : Udahlah ga bosen keluar terus
DADANG : Daripada di rumah liat mamah sama papah berantem terus

Di club malam
UUS : Dari mana aja lu, lama amat nyampenya
DADANG: Biasalah us (diam sejenak)
UUS : Ih sor kali aku liat muka kusut mu itu dang.
DADANG : Lagi ada masalah di rumah, lu tau sendirilah
UUS : Santai ae bro (sambil menyodorkan minuman)
UUS : Udah lah, kenalin temen gue.
Becca : Hai gue Becca. (sambil menyodorkan tangan)
Dadang : Hai Becca, gue Dadang.
Becca : Yu kita happy happy aja malem ini.
(Mereka pun asik dengan keadaan di club malam itu sampai tidak sadar bahwa waktu
telah menujukan jam setengah 5 pagi. Mereka pun pisah dan memutuskan utk pulang
kerumah masing2)
*Di rumah DADANG
Dadang yang baru datang dari club melihat orang tuanya bertengkar
BAPA : Mana duit
MAMAH: Udah ga ada lagi pa
BAPA : Jangan bohong, cepatlah
MAMAH: Kerja kalo mau uang, bapa tuh kepala keluarga loh
(BAPA menampar mamahnya)
(DADANG kaget melihat kejadian tersebut dan pergi lagi dari rumah)

SESI 2

Dadangpun merasa pergaulannya bersama teman temannya membuat dirinya merasa


lebih baik, tetapi Ia tak sadar bahwa pergaulannya tsb akan membawanya semakin
terpuruk.

Hal negatif demi hal negatif menghantui kehidupan Dadang, mereka yang dia anggap
seorang sahabat bukanlah sahabat yang dapat membantunya keluar dari masalah. Hingga
suatu hari dadang pun sadar ketika efek negatif telah membuat kesehatan dan rohaninya
terganggu.

(Dadang bangun dari tidurnya setelah melakukan aktivitas negatifnya di sebuah Club
malam)

Dadang : Oh shit!, mual banget perut gua ( Sambil berlari kearah kamar mandi )

Dadang : Wroaaak, apa nih? Kok berdarah? ( Dadang melihat ada darah di muntahnya )

*Akhirnya muncul niat baik Dadang untuk memulai kehidupannya yang baik, Ia mulai
berpikir bahwa kehidupan nya sekarang membuatnya ingin lari dan keluar dari
kehidupannya saat ini. Namun yang berat saat ini untuk Dadang bukan keluar dari
kehidupan negatifnya melainkan Dadang harus membawa orang yang terlanjur
dicintainya juga meninggalkan kehidupan negatif tsb.

*Percakapan Dadang dan Becca disebuah Cafe.

Dadang : Ca, sebenernya ada yang mau aku omongin ke kamu saat pertama kita ketemu.
Becca : Mau ngomongin apa? Kayanya serius banget.
Dadang : Mau gak kau jadi pacar abang? Kalo mau ayo kita tinggalkan kebiasaan buruk
ini.
Becca : Kesenangan aku ada pada kebiasaan ini.. So, gamungkin dong gua ninggalin apa
yang bisa buat aku seneng. ( Sambil meninggalkan dadang )
*Dadang yang tidak mendapatkan respone positif dari Becca, membuatnya jadi bimbang
ingin keluar dan lari dari pegaulan negatifnya sekarang ini. Ia menjadi sering melamun
dan berpikiran utk tetap berada didalam pergaulan ini agar dia tidak kehilangan wanita
yang bisa membuatnya tersenyum walaupun dalam hal negatife. Namun tiba tiba.. (Lagu
masuk membuat dadang menangis dan mengubah lagi keputusannya tsb).

DADANG yang selalu melihat orang tuanya bertengkar merasa bosan dengan hal
tersebut. Sampai pada akhirnya dia bertemu seseorang yang Ia kenal di kampusnya
bernama Sri. Sri adalah orang yang aktif dalam pelayanan gereja. Sri melihat dadang
seperti tidak pada biasanya, sifat orang yang sering bercengkrama dengan teman2nya
sekarang menjadi seorang pelamun.

(DADANG yang sedang melamun membuat Sri mendatanginya utk menawarkan sebuah
kegiatan kpd Dadang)

SRI : DADANG kan?


DADANG: Iya kenapa?
SRI : Kamu mau gak bantuin kita?
DADANG : Bantuin apa?
SRI : Kita butuh pemain gitar buat kebaktian minggu ini. Pemain kita lagi pada sibuk.
Bersedia gak?
DADANG : Kenapa aku? Masi ada yang lain.
SRI : Ayolah, please bantu kami ya Dang, ini utk kegiatan gereja lhoo.
DADANG : Liat ntar deh ya, ntar gua kabarin.
SRI : Ok, di tunggu kabarnya ya dang (Sambil meninggalkan Dadang)

*Setelah sri pergi, Dadang memikirkan tawaran yang di berikan Sri kepadanya..

STOP! *PERSEMBAHAN PUJIAN SPRTI YANG KAU INGINI

Dadangpun merasa ini sebuah langkah awal untuk meninggalkan kebiasaan buruknya.

Dadang kembali menemui Sri yang sedang asik dengan Laptopnya.

Dadang : Hi Sri, boleh aku duduk?


Sri : Hi Dang, boleh dong.. Ada apa nih?
Dadang : Atas tawaran kamu tadi, aku mau bantu kalian deh.
Sri : Wah serius nih? Bagus deh, Duh tapi maaf nih aku ada kelas.. Nanti kita ngobrol
lagi ya (Sambil meninggalkan Dadang)
Dadang : Ok (emot tangan OK)
*notes: marboto itu cewe sama cowo semarga dan gabisa buat pacaran apalagi
nikah.

SESI[ 3

Setelah hampir 2bulan lamanya mereka saling mengenal Dadang dan Sri pun semakin
dekat, mereka menjadi sering berbagi cerita satu sama lain. Dadangpun mendapatkan
kembali Senyum dan tawanya setiap dia bercerita dengan Sri. Sri yang sebenarnya juga
sedang merasa sakit hati bisa terhibur dengan hadirnya dadang dalam kehidupannya.
Namun perasaan yang meliputi hati mereka saat ini berbanding terbalik.

*Chat line*

Dadang : Hi, sri.. Aku takut besok ketika aku nyanyi aku gugup.
Sri : Aku yakin kok kamu pasti bisa dang, Tuhan Yesus memberkati ya dang.
Dadang : Kamu paling bisa deh buat aku semangat, makasih ya Sri utk selama ini.
Sri : Sama sama dang. Eh, kamu tuh marga apa sih aku gatau sampe sekarang?
Dadang : Aku marga Sinaga sri, kamu boru apa?
Sri : *Yah ternyata kita marito*(Cemberut) Wah ternyata kita Mar ito ya, aku juga Sinaga
dang.
Dadang : Yah ternyata dia "boto" aku *Dalamhati dan cemberut*

Dadang : Aku ajak papah mamah ah *Sambil berjalan keluar kamar*

(Dadang berjalan pindah ke ruang TV)

Dadang : Mah, pah besok datang ya ke gereja.. Aku persembahan pujian di gereja. (Papah
nonton tv, mamah nyetrika)

Mamah: Iya nak, besok mamah pasti datang kok.

Papah : Ya.

*Keesokan harinya, Mereka yang diundang oleh dadang menepati janjinya untuk datang
kegereja.. Hatinya senang karena ia menantikan momen ini, ia ingin menunjukan bahwa
ada di jalan kebenaran membuat senyuman ini terasa lebih sempurna. Dadangpun
bernyanyi dengan damai, mereka yang melihat dan mendengarkan merasakan ada
kebahagiaan yang tidak pernah mereka rasakan selama ini. Rasa haru dan penyesalan
hadir disetiap alunan musik yang mereka dengarkan. Serentak mereka semua ikut
bernyanyi, Ikut memuji Dia sang pencipta.
*PERSEMBAHAN PUJIAN CHOIR

Selesai bernyanyi mereka bercengkrama..


*Mamah dan papah saling bergandengan, menebarkan senyuman.
*Becca nyemperin dadang..

Becca : Hi, selamat hari minggu.. Kamu kereen tadi.


Dadang : Hi ca, Makasih udah datang yaa..
Uus : Dang, selamat hari minggu ya, lu keren banget sumpah.
Dadang : Wah bisa aja nih, thanks ya udah pada datang.

*Sri datang : Hi dadang, Congrats ya dang.. Tadi itu sempurna.

* Dadang : Wah makasih sri, ini berkat kamu juga.

Uus : Sri, sini deh.. Aku pengen ngobrol sama kamu. (Meninggalkan dadang dan Becca
berdua)

*Akhir cerita senyum terpancar dari mereka semua...