Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kota Bandung adalah ibu kota dari provinsi dengan kepadatan penduduk tertinggi,
Jawa Barat. Kepadatan penduduk yang terus meningkat tiap tahunnya tentu saja
berpengaruh pada tingkat kebutuhan penduduk terhadap air. Banyak tempat yang bisa
dijadikan sumber air. Seperti mata air, danau, waduk, dan sungai.

Dalam Peraturan Pemerintah RI No. 35 Tahun 1991 Sungai adalah tempat-tempat


dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan
dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.

Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk tidak terlepas dengan


meningkatnya aktivitas manusia dan juga kegiatan industri. Terdapat beberapa industri
yang tidak bertanggung jawab yang sembarangan dalam pembuangan hasil limbah.
Beberapa industri melakukan pembuangan ke dalam tanah. Namun, sebagian besar
melakukan pembuangan ke aliran air yang mengarah ke laut. Salah satunya adalah
sungai. Sehingga, sungai menjadi tercemar. Penggunaan logam berat di industri pun
mempengaruhi bagaimana kandungan sungai yang dijadikan tempat pembuangan
limbah.
Salah satu contoh dari sungai yang tercemar adalah Sungai Citarum yang berada di
Kota Dayeuhkolot. Pencemaran yang terdapat pada Sungai Citarum disebabkan oleh
tingkat penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai semakin tinggi. Hal tersebut
diakibatkan oleh banyaknya penduduk yang menjadikan Sungai Citarum sebagai tempat
pembuangan sampah. Selain itu, meningkatnya jumlah industri pun menjadi salah satu
penyebab sungai menjadi tercemar.