Anda di halaman 1dari 7

PERAWATAN KULIT (SKIN CARE) YANG BENAR

UNTUK MEMPERLAMBAT PROSES PENUAAN

Nurrachmat Mulianto, MSc, SpKK

I. PROSES MENUA
Proses penuaan atau aging sebenarnya merupakan proses biologis yang alami dan
mengenai semua makhluk hidup. Meliputi seluruh organ tubuh seperti jantung, paru, otak,
ginjal, termasuk kulit. Usia tua dimulai setelah usia 23 tahun walaupun yang
dikelompokkan sebagai manula (manusia usia lanjut) adalah mereka yang berusia lebih
dari 55 tahun atau bahkan 65 tahun. Angka tersebut dipengaruhi kemajuan suatu negara
terutama sistem pelayanan kesehatannya. Di Amerika tahun 1900 penduduk usia lebih dari
65 tahun kira kira sebanyak 4%, dan pada thn 1980 menjadi 11%. Diperkirakan tahun 2030
akan meliputi 20% dari seluruh populasi. Sedangkan di Indonesia jumlah kelompok usia
diatas 55 tahun pada tahun 1988 kira kira 12 juta dan naik menjadi 22 juta pada thn 2000,
diperkirakan pada 2020 menjadi 11.34% (BPS,1992).
Menjadi tua dan kemudian diakhiri dengan kematian adalah hal yang sudah pasti,
walaupun mati itu sendiri dapat terjadi pada usia muda, anak bahkan bayi sekalipun.
Sebelum kematian datang pada usia tua terjadi proses menua secara lambat. Setiap manusia
tentulah menginginkan masa tuanya dengan kondisi sehat, dengan rasa damai dan bahagia;
ini dapat diperoleh dengan menjaga kesehatan, baik organ dalam tubuh maupun kulit.
Penampakan kulit yang sehat dan terlihat muda (awet muda) merupakan dambaan setiap
orang khususnya wanita. Kulit merupakan salah satu jaringan tubuh yang secara langsung
memperlihatkan tarjadinya proses menua dan dapat memberi petanda bahwa seseorang
telah memasuki usia senja. Hal ini disebabkan karena semua komponen yang ada dalam
kulit, seperti keratinosit, fibroblas, kolagen dan matrik ektra sel yang lain mengalami
proses menua dan terjadi apoptosis yaitu kematian sel yang terprogram

II. PROSES MENUA KULIT


Proses menua kulit berlangsung secara lambat tetapi pasti, terutama pada wajah
seperti terlihat keriput-keriput, lipatan-lipatan kulit, garis garis eksprersi yang lebih jelas,
penurunan kulit (kendor) terutama pada dagu. Kulit muka menjadi kering, tipis dan kasar,
elastisitasnya berkurang, kadang disertai bercak bercak hiperpigmentasi dan bentukan
tumor sehingga akan sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Penampilan kulit wajah
yang kurang menarik ini sebagai tanda telah terjadi usia senja yang umumnya ditakuti dan
tidak disenangi terutama oleh kaum perempuan.. Kapan mulainya usia senja, tidak sama
pada setiap orang. Pada orang-orang tertentu dapat terjadi sesuai usia, tetapi pada sebagian
orang proses menua kulit lebih awal atau disebut penuaan dini (premature aging). Banyak
factor yang mempengaruhi baik dari dalam tubuh (faktor internal/intrinsik) maupun dari
luar (faktor eksternal/ekstrinsik). Penuaan kulit dapat terjadi melalui dua proses :
1 Proses menua intrinsik, atau proses menua sejati, oleh karena berlangsung
alamiah, dari dalam tubuh sendiri secara fisiologis. Perubahan kulit menyeluruh
sejalan dengan bertambahnya usia.
2 Proses menua ekstrinsik, terjadi akibat berbagai faktor dari luar tubuh
(lingkungan) seperti sinar matahari, kelembaban udara dan iklim yang dapat
mempercepat proses menua pada kulit. Perubahan pada kulit terutama ditempat
terpajan seperti wajah, leher, tangan.
Radiasi sinar matahari merupakan factor yang paling utama dan penuaan karena
pajanan sinar matahari yang berlebihan disebut photo aging.
Faktor yang mempengaruhi proses menua:
Faktor yang mempengaruhi proses menua dapat dari dalam atau faktor internal ataupun
luar (eksternal).
A. Faktor internal antara lain: keturunan (genetik), ras, hormonal, penyakit sistemik
keadaan umum yang buruk atau malnutrisi
B. Faktor eksternal :
1. Sinar surya (SS) merupakan faktor utama terjadinya proses menua kulit (photoaging).
Pada daerah yang sering terkena paparan terutama wajah, leher dan punggung tangan
terjadi kerusakan (photoaging) yang akan memperberat (superimposed) kelainan
yang terjadi karena penuaan fisiologik, sehingga perubahan yang tampak berasal
dari kombinasi proses penuaan ekstrinsik maupun intrinsik. Pajanan SS pada kulit
manusia dapat menyebabkan reaksi akut, berupa gangguan pigmentasi, terbakar
surya, gosong kulit dan kronis berupa gangguan pigmentasi, penuaan dini, gangguan
pigmentasi, pre kanker dan kanker kulit. Hal ini disebabkan efek biologik SS yang
sampai ke bumi, terdiri dari beberapa spektrum yaitu sinar ultraviolet-A (UVA) dan
ultraviolet-B (UVB). Efek UVA dan UVB pada kulit menyebabkan :
- pada tingkat seluler, inti sel mengalami kerusakan DNA (bagian dari inti yang
berfungsi menyandi sintesa protein dan merupakan perangkat genetik yang
menurunkan sifat individu). Kerusakan ini akan memacu reaksi perbaikan DNA.
Kegagalan perbaikan DNA sangat beresiko menghasikan gena mutan dan
hilangnya sebagian protein atau mutasi gena yang dapat menyandi protein protein
berakibat terbentuknya kanker kulit.
-pada membrana sel pajanan SUV mengaktifkan radikal bebas ROS Pembentukan
radikal bebas menyebabkan kerusakan sel, jaringan dan enzim-enzim tertentu dan
memicu transkripsi DNA, sintesis tyrosinase dan berakhir sebagai sintesis
melanin yang akan menyebabkan bercak kecoklatan yang tak merata pada kulit
wajah.
- Menurunnya respon imun (sistem kekebalan tubuh) karena terjadinya reaksi
fotoisomerisasi yang diakibatkan oleh perubahan bentuk molekul tereksitasi
setelah pajanan SUV.
2. Pengaruh kekeringan kulit, yang terjadi biasanya oleh karena :
- cara merawat kulit salah, antara lain menggunakan kosmetik yang tidak sesuai
dengan kondisi kulit dan lingkungan pemakai, seperti terlalu sering memakai
sabun atau pembersih berkadar alcohol tinggi pada jenis kulit yang normal
- kelembaban udara yang rendah seperti di daerah pegunungan atau dataran tinggi,
ruang ber-AC, paparan angin, suhu dingin atau panas, akan mempercepat
penguapan air sehingga kulit menjadi kering.
3. Faktor lain yang menyebabkan proses penuaan dini dari luar, antara lain :
- pernyakit menahun pada organ dalam tubuh (penyakit sistemik)
- keadaan gizi yang buruk, seperti kekurangan protein,vitamin dll
- kebiasaan merokok, minuman keras, kopi yang berlebihan
- sering mengalami stres
- penurunan berat badan yang terlalu cepat
- penggunaan otot otot muka yang tak diperlukan dan berlebihan, seperti suka
cemberut, mengerutkan kening, berkedip-kedip waktu bicara dsb.

IV. PERUBAHAN YANG TERJADI PADA PROSES MENUA KULIT


Gambaran klinis penuaan kulit sebagai berikut:
1. Kulit kering, disebabkan karena menurunnya fungsi/aktifitas kelenjar minyak, kelenjar
keringat dan hormon estrogen, serta penguapan air yang berlebihan. Jumlah kelenjar
keringat aktif menurun sehingga produksi keringat berkurang
2. Permukaan kulit kasar, tipis dan bersisik, karena lapisan tanduk mudah lepas dan ada
kecenderungan sel sel yang mati saling melekat di permukaan kulit. Selain itu terjadi
kelainan pada proses keratinisasi, disertai perubahan ukuran dan bentuk sel lapisan
tanduk, sebagian berkelompok dan mudah lepas sehingga terlihat sebagai sisik yang
kasar.
3. Kulit menjadi kendor terutama pada dagu, elastisitas berkurang, menggelantung dengan
kerutan atau keriput (wrinkles) dan garis ekspresi lebih jelas. Keadaan ini disebabkan
oleh karena perubahan faktor penunjang kulit, antara lain :
- Sel pembentuk kologen berkurang, menyebabkan pembentukan baru dan
penggantian yang tua menjadi lambat sehingga jumlah berkurang
- Serat elastin lebih mengeras dan menebal sehinggga daya kenyal berkurang dan
kulit menjadi kurang lentur, tak dapat tegang
- Proses menua pada tulang dan otot mengecil (atrofi) dan jaringan lemak bawah kulit
menipis disertai kehilangan daya kenyalnya
- Pengaruh kontraksi otot mimik yang tidak diikuti kontraksi kulit yang sesuai
sehingga terlihat alur keriput didaerah wajah
4. Bercak pigmentasi tidak merata pada permukaan kulit karena perubahan distribusi
pigmen melanin dan prolifrasi sel pembuat pigmen (melanosit), disertai fungsi yang
menurun sehingga pengumpulan pigmen melanin tidak teratur.
5. Bentukan tumor baik jinak maupun ganas. Hal ini disebabkan karena efek kronis sinar
surya menyebabkan kerusakan pada DNA sel kulit. Kerusakan mungkin dapat
dilakukan perbaikan namun bila tidak, terjadi mutasi gena sehingga proliferasi sel
berlebihan dan terbentuk tumor kulit jinak seperti keratosis seboroik, skin tag, kerato
akantoma atau tumor ganas seperti karsinoma sel basal.

V. USAHA MENGHAMBAT/MENCEGAH PROSES MENUA KULIT


Upaya mencegah/menghambat proses menua merupakan aplikasi dari anti-aging
medicine. Dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang terpenting adalah melakukan
perawatan kulit (skin care) pada kulit, dimulai sedini mungkin.
Perawatan kulit terutama pada usia lanjut bertujuan untuk:
- mengurangi keriput/garis garis halus pada kulit, dengan melakukan pijatan dan gerakan
isometric, misal pada dahi gerakan memutar mula2 kesamping kemudian berputar
kedalam; pada leher gerakan arahnya keatas.
Dapat pula dengan pemberian vit A asam (Retinoic acid) krim 0.05% malam hari, dan
siang hari diberi tabir surya.
- Mencegah/menghindari faktor yang menyebabkan kekeringan kulit dan
mempertahankan kelembaban kulit. Untuk itu perlu melakukan pemeliharaan dan
perawatan kulit dengan kosmetik yang sesuai kondisi kulit dan lingkungan pemakai.
Tahap tahap melakukan skin care adalah menggunakan:
- Pembersih atau cleanser, pilih pembersih dengan bahan dasar minyak (cleansing
cream, cold cream) atau cleansing milk. Hindari terlalu sering memakai sabun/detergen,
bila perlu gunakan sebum lunak seperlunya dan hindari pembersih yang berkadar
alkkohol tinggi.
- Penyegar (toner): atau skin freshner, face tonic, adstringent merupakan campuran air
dan alkohol 20-40% ditambah bahan lain. Berguna untuk membersihkan sisa2 lemak
atau sisa2 perbersih serta kotoran yang menutup pori2 kulit.
- Pelembab (Moisturizer, emolient), digunakan siang atau malam hari terutama untuk
lingkungan dengan kelembaban rendah, ruangan ber-AC dan sebagainya. Pilih
pelembab yang menutup kulit dengan membentuk lapisan lemak tipis di permukaan
kulit untuk mencegah penguapan air, misalnya yang mengandung lanolin, emolien
poly unsaturated fatty acid (PUFA) dan lain lain.
- Pelindung, gunakan krim tabir surya (sunscreen cream) untuk mencegah kekeringan
kulit karena sinar matahari, terutama didaerah tropis
- Kosmetika rias, dipilih yang banyak mengandung unsur lemak/ bentuk krim,
digunakan untuk memperindah , misalnya memakai beautiful foundation make up,
kemudian baru memakai face powder atau compact powder.

Teknologi perawatan kulit pada akhir akhir ini mengalami kemajuan yang berarti.
Pada awalnya atau first generation skin care menggunakan kosmetik krim atau lotion untuk
penampakan kulit yang halus dan rasa nyaman saja dengan memakai moiturizer dan
emollient. Namun ini bersifat sementara dalam memperbaiki kulit. Kemudian teknologi
selanjutnya sebagai second generation skin care digunakan bahan2 untuk perlindungan
kulit dari pengaruh lingkungan seperti polutan, radikal bebas dan SUV yang merupakan
faktor penyebab penuaan. Produk yang digunakan termasuk krim antioksidan, vitamin dsb,
yang diperlukan kulit, tapi bukan sebagai anti-aging yang sebenarnya.
Selain dengan perawatan kulit perlu pula mencegah proses menua karena faktor
lain seperti :
- mengurangi atau kalau bisa menghentikan kebiasaan merokok, minuman keras, minum
kopi yang berlebihan
- menghindari hal-hal yang menimbulkan stress
- meningggalkan kebiasaan suka cemberut, diusahakan banyak banyak rileks, mudah
tersenyum
- selalu berpikir positive (positive thinking) dan yang terpenting selalu tawaqal pada
Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa, terutama saat menghadapi cobaan/musibah.

Catatan :

1. Melayani konsultasi masalah-masalah :


kecantikan
penyakit kulit non infeksi dan infeksi
masalah kesehatan kewanitaan
penyakit kelamin
pelangsingan tubuh (body countouring)
2. Menyediakan produk-produk perawatan kulit yang sehat dan aman, tidak
menyebabkan ketergantungan dalam pemakaiannya.
Konsultasi dapat via email ke nurrachmatdv@yahoo.com atau datang langsung ke alamat
Apotik Nurrita, Jl. Gatot Subroto no 230 Surakarta pukul 13.00 16.00 WIB