Anda di halaman 1dari 14

NAMA : AHMAD FAIZAL

NIM : 4201417020

Busi Dingin Dan Busi Panas

Busi merupakan suatu sarana atau alat bagian dari sebuah sistem pengapian pada motor bakar
yang digunakan untuk menghasilkan energi percikan bunga api dan kemudian percikan ini
digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder pada akhir
langkah kompresi pada sebuah siklus mesin 4 langkah.

Pemakaian busi yang tepat pada mesin akan memberikan performa mesin yang lebih baik,
namun dalam pemakaiannya, kita harus memperhatikan beberapa faktor di bawah ini :
1. Suhu lingkungan tempat mesin itu berada. Sepeda motor dalam iklim panas dan dingin
memberikan radiasi panas berbeda kepada mesin.

2. Besarnya kapasitas silinder mesin. Mesin dengan kapasitas silinder besar akan memberikan
panas berlebih dari pada mesin CC kecil.
3. Besarnya perbandingan kompresi serta tekanan kompresi mesin. Semakin besar rasio
kompresi atau perbandingan kompresi mesin akan memberikan panas lebih banyak dari pada
mesin dengan rasio kompresi rendah. (Standar rasio kompresi motor masal adalah 9 : 1 )
Berikut akan dibahas terlebih dahulu definisi dari busi panas dan busi dingin.

Busi Panas
busi panas adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada sistem
pendinginan lebih lambat dari busi standarnya.
busi panas ini tidak diharapkan bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi, bila temperatur
ruang bakar mencapai sekitar 850 derajad celcius, maka akan terjadi proses "pre ignition",
dimana bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sebelum busi memercikkan bunga api.
"pre ignition" ini adalah proses yang tidak diharapkan dalam siklus pembakaran motor 4
langkah tipe "spark engine" atau mesin dengan penyalaan busi.
kondisi terjadinya pre ignition ini bisa dikatakan "over heating" (pemanasan extrem).
terjadinya pre ignition ini dapat merusak kinerja dari piston, valve, connecting rod, bahkan
crankshaft atau poros engkol.
warna yang tampak pada busi bila terjadi pre ignition adalah putih pucat, bahkan dalam kondisi
terburuk busi bisa meleleh.

Busi Dingin
busi dingin adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada
sistem pendingin lebih baik atau lebih cepat daripada busi standarnya.
busi dingin ini tidak diharapkan bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Jika
temperatur ruang bakar terlalu rendah hingga dibawah 400 derajad celcius, maka akan terjadi
proses "carbon fouling", dimana bahan bakar tidak mampu terbakar habis bahkan gagal
pembakaran sehingga bahan bakar tadi akan menumpuk pada busi.
apabila suhu ruang bakar semakin rendah, maka terjadi "miss fire" atau ketidakmampuan busi
membakar bahan bakar akibat suhu mesin tidak ideal.
penumpukan endapan karbon ini semakin semakin lama akan menyebabkna tumpukan kerak
karbon yang lama kelamaan menjadi keras dan akibatnya menjadi sumber panas kedua (arang)
setelah busi dan hal inilah juga yang menyebabkan gejala "detonasi" atau "knocking" atau
ledakan kedua setelah busi memercikkan bunga api.
gejala "detonasi" ini adalah proses pembakaran yang tidak diharapkan untuk mesin "spark
engine". Detonasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada piston.
terjadinya "carbon fouling" ini dapat mempercepat umur pakai busi.
warna yang tampak pada busi bila terjadi "carbon fouling" adalah hitam kering.

Memilih tingkat panas busi dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa faktor yang paling
dominan dalam memilih tingkat panas busi adalah

1. Suhu lingkungan tempat mesin atau sepeda motor anda berada.


Untuk daerah dengan cuaca iklim yang lebih dingin, seperti daerah pegunungan, dataran tinggi.
Maka direkomendasikan memakai tingkat panas busi yang lebih panas.
Pemakaian busi dingin akan menyebabkan terjadinya "carbon fouling" (penumpukan carbon).
Mesin akan susah hidup.
Untuk daerah dengan cuaca iklim lebih panas, seperti dataran rendah, perkotaan dengan tingkat
populasi tinggi, maka direkomendasikan menggunakan tingkat panas busi yang lebih dingin.
Memakai busi panas pada kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya "pre ignition" (pembakaran
dini) dapat menyebabkan part mesin jadi cepat aus.

2. Besarnya kapasitas silinder (CC)


Untuk mesin dengan kapasitas silinder besar (>160), direkomendasikan menggunakan busi
dingin. (Standar 22 denso dan 7 ngk) (pembacaan kode busi ada di materi bawah).

3. Besarnya rasio kompresi dan tekanan kompresi


Mesin high performance dengan rasio kompresi tinggi (diatas 10:1) dan tekanan kompresi tinggi
(>1500kPa) direkomendasikan menggunakan busi type dingin.

4. Desain high performance & high speed engine


Mesin yang dirancang untuk kebutuhan balap, kompetisi sangat direkomendasikan memakai busi
dingin. Pemakaian busi panas akan menyebabkan pre ignition, detonasi berat yang dapat
menyebabkan kerusakan serius pada katub, piston, connecting rod dan crankshaft.
Contoh motor Honda CS1 type busi dingin U24ESR9, bila motor di bore up hingga 150cc type
race maka di ganti busi yg lebih dingin U27ESR9.
Engine Diesel

Motor diesel adalah jenis khusus dari mesin pembakaran dalam. Karakteristik utama pada
mesin diesel yang membedakannya dari motor bakar yang lain terletak pada metode pembakaran
bahan bakarnya.
Cara kerja mesin diesel ini adalah udara masuk ke dalam ruang bakar mesin diesel dan
dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin otto.
Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead
Center), bahan bakar diesel diijeksikan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nosel
supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala
dan membakar dengan cepat, ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran
mengembang dengan cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Siklus
diesel (ideal) pembakaran tersebut dimisalkan dengan pemasukan panas pada tekanan konstan.

Gambar 2.1 Diagram P-v Mesin Diesel aktual dan ideal

Keterangan Gambar :
P = Tekanan (atm)
V = Volume Spesifik (m3/kg)
Qin = Kalor yang masuk (kJ)
Qout = Kalor yang dibuang (kJ)
Gambar 2.2 Diagram T-S Mesin Diesel

Keterangan Gambar :
T = Temperatur (K)
S = Entropi (kJ/kg.K)
qin = Kalor yang masuk (kJ)
qout = Kalor yang dibuang (kJ)
Keterangan siklus :
1-2 Kompresi Isentropik
2-3 Pemasukan Kalor pada Tekanan Konstan
3-4 Ekspansi Isentropik
4-1 Pengeluaran Kalor pada Tekanan Konstan

Mesin diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam
(internal combustion engine). Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi
energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reaksi kimia (pembakaran) dari bahan
bakar (solar) dan oksidiser
(udara) di dalam silinder (ruang bakar). Pembakaran pada mesin diesel terjadi karena kenaikan
temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur
nyala.
Gambar 2.3 Langkah kerja mesin diesel

Proses kerja motor diesel terdiri dari 4 langkah sebagai berikut :

a). Langkah Hisap


Piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah), katup masuk
terbuka. Udara murni terhisap masuk ke dalam selinder akibat terjadinya kevakuman dalam
ruang silinder karena terjadi pembesaran volume ruang di atas torak (gerak dari TMA ke TMB).

b). Langkah Kompresi


Poros engkol terus berputar, piston bergerak dari TMB ke TMA, kedua katup tertutup. Udara
murni yang terhisap tadi terkompresi dalam ruang bakar. Karena terkompresi suhu dan tekanan
udara tersebut naik hingga mencapai 35 atm dengan temperatur 500 - 800 (pada perbandingan
kompresi 20 : 1).
c). Langkah Usaha
Poros engkol masih terus berputar, beberapa derajat sebelum torak mencapai TMA di
akhir langkah kompresi, bahan bahar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Karena suhu udara
kompresi yang tinggi terjadilah pembakaran yang menghasilkan tekanan eksplosif yang
mendorong piston bergerak dari TMA ke
TMB. Kedua katup masih dalam keadaan tertutup. Gaya dorong ke bawah diteruskan oleh
batang piston ke poros engkol untuk dirubah menjadi gerak rotasi. Langkah usaha ini berhenti
ketika katup buang mulai membuka beberapa derajat sebelum torak mencapai TMB.

d). Langkah Buang


Poros engkol masih terus berputar, piston bergerak dari TMB ke TMA, katup buang terbuka. Gas
sisa hasil pembekaran terdorong keluar dari ruang bakar (ruang silinder di atas torak) menuju
udara luar melalui katup buang yang terbuka. Karena gas sisa tersebut masih bertekanan tinggi.
Boiler ( Ketel Uap )
Ketel uap adalah pesawat energi yang mengubah air menjadi uap dengan kapasitas dan
tekanan tertentu dan terjadi pembakaran di dapur ketel uap. Komponen-komponen utama dalam
ketel uap antara lain :
Dapur berfungsi sebagai alat untuk mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi kalor.
Alat penguapan (evaporator) berfungsi untuk mengubah energy pembakaran bahan bakar
menjadi energi tekanan uap.
Komponen pendukung ketel uap :
Sistem pemipaan yang digunakan adalah pipa-pipa api.
Cerobong asap adalah alat yang digunakan untuk mengalirkan gas asap pembakaran dari ketel
uap keluar menuju udara bebas sehingga dapur dapat berfungsi secara efektif.
Sistem pemanas uap lanjut, sistem pemanas udara pembakaran dan sistem pemanas air pengisi
ketel, berfungsi sebagai alat untuk menaikan efisiensi ketel.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan ketel uap :
Temperatur dan tekanan kerja ketel
Kapasitas ketel
Jenis bahan bakar
Ruang bakar
Air isian ketel
Biaya pembuatan, operasi dan pemeliharaan.
Syarat - syarat ketel uap yang ideal yaitu :
Dapat menghasilkan jumlah uap yang maksimum dengan jumlah bahan bakar yang minimum.
Kapasitas uap dan tekanan kerja harus konstan.
Perangkat pembakaran mampu membakar unsur-unsur bahan bakar secara sempurna sehingga
di dapat hasil yang optimal.
Sirkulasi air harus baik agar diperoleh suhu yang merata pada seluruh bagian ketel, maka
penyerapan kalor oleh air lebih efektif.
Konstruksi ketel sederhana, sehingga biaya pembuatan, operasi dan perawatan lebih ekonomis
dan hemat tempat.
Alat-alat perlengkapan ketel harus berfungsi dengan baik sehingga ketel dapat beroperasi
dengan baik dan aman.
Klasifikasi Ketel Uap
Ketel uap pada dasarnya terdiri dari drum yang tertutup pada ujung pangkalnya dan
dalam perkembangannya dilengkapi dengan pipa-pipa api maupun pipa-pipa air. Ketel uap juga
telah banyak mengalami perkembangan dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang modern.
Banyak orang mengklasifikasikan ketel uap tergantung kepada sudut pandang masing-masing.
Klasifikasi ketel uap berdasarkan :
1. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
a. Ketel uap pipa api (fire tube boiler)
Ketel uap pipa api adalah dimana yang mengalir dalam pipa adalah gas panas hasil pembakaran
yang membawa energy kalor untuk memindahkan ke air ketel melalui bidang pemanas.
b. Ketel uap pipa air (water tube boiler)
Ketel uap pipa air adalah fluida yang mengalir didalam pipa adalah air, sedangkan pemanasan air
dilakukan oleh gas-gas asap yang beredar disekitar pipa-pipa air.
2. Berdasarkan pemakaiannya
a. Ketel stasioner atau ketel tetap (stasionery boiler)
Ketel stasioner adalah ketel yang didudukan di atas pondasi yang tetap, seperti contohnya pada
ketel uap pembangkit tenaga dan ketel uap pada industri.
b. Ketel mobil (mobile boiler)
Ketel mobil adalah ketel yang dipasang pada pondasi yang dapat berpindah-pindah (mobile),
contohnya seperti ketel lokomotif, lokomobil dan ketel kapal (marine boiler).
3. Berdasarkan letak dapur (furnace positition)
a. Ketel uap pembakaran di dalam (internally fired steam boiler)
Dalam ketel uap ini pembakaran terjadi di bagian dalam ketel, kebanyakan ketel pipa api
memakai sistem ini.
b. Ketel dengan pembakaran di luar (outernally fired steam boiler)
Dalam ketel uap ini pembakaran terjadi di bagian luar ketel, kebanyakan ketel pipa air memakai
sistem ini.
4. Menurut jumlah lorong (boiler tube)
a. Ketel uap dengan lorong tunggal (single tube steam boiler)
b. Ketel uap dengan lorong ganda (multi tubuler steam boiler)
5. Tergantung pada poros tutup drum (shell)
a. Ketel uap tegak (vertical steam boiler)
contohnya : ketel Cochran, ketel Clarkson.
b. Ketel uap mendatar (horizontal steam boiler)
contohnya : ketel Cornish, ketel Lancashire, ketel Scotch.
6. Menurut bentuk dan letak pipa
a. Ketel uap dengan pipa lurus, bengkok dan berlekak - lekuk
b. Ketel uap dengan pipa miring - datar dan miring tegak
7. Menurut sistem peredaran air ketel (water circulation)
a. Ketel dengan peredaran alam (natural circulation steam boiler)
Peredaran air di dalam ketel terjadi secara alami, yaitu air yang ringan naik sedang air yang berat
turun, seperti ketel Lancarshire, ketel Babcock & Wilcox.
b. Ketel dengan peredaran paksa (forced circulation steam boiler)
Peredaran air di dalam ketel terjadi secara paksa yang diperoleh dari pompa sentrifugal yang
digerakkan dengan elektrik motor. Sistem aliran paksa dipakai pada ketel-ketel yang bertekanan
tinggi, seperti ketel Benson, ketel La Mont, ketel Loeffer dan ketel Velcan.
8. Tergantung sumber panasnya (heat source)
a. Ketel uap dengan bahan bakar alami
b. Ketel uap dengan bahan bakar buatan
c. Ketel uap dengan dapur listrik
d. Ketel uap dengan energi nuklir
Jenis - jenis Ketel Uap
Ketel Uap Pipa Api
Pada ketel uap pipa api, nyala api dan gas panas yang dihasilkan dari pembakaran, mengalir
melalui pipa pipa api yang dikelilingi oleh air. Panas kemudian dikonduksikan melalui dinding
pipa dari gas panas ke air di sekeliling pipa tersebut.

Keuntungan ketel uap pipa api :


Tidak membutuhkan air isian ketel dengan kualitas yang tinggi
Konstruksi sederhana sehingga perawatan lebih mudah
Endapan lumpur lebih mudah dibersihkan.
Kelemahan ketel uap pipa api :
Pemanasan awal membutuhkan waktu lama
Tekanan uap yang dihasilkan rendah
Kapasitas uap yang dihasilkan kecil.
Contoh ketel uap pipa api :
Ketel Uap Pipa Air
Pada ketal uap pipa air, air mengalir di dalam pipa pipa, sedangkan pemanasan air dilakukakan
oleh gas gas asap yang beredar disekitar pipa itu.

Keuntungan ketel uap pipa air :


Sanggup bekerja dengan tekanan tinggi.
Berat ketel yang relatif ringan.
Kapasitas yang besar.
Dapat dioperasikan dengan cepat, jadi dalam waktu yang singkat telah dapat memproduksi uap.
Kelemahan dari ketel uap pipa air :
Kontruksi ketel sudah tidak sederhana lagi, sehingga
perawatan lebih sulit dilakukan.
Menuntut air isian harus selalu bersih, agar tidak tejadi
pembentukan batu ketel.
Perencanaan lebih sulit sehingga harganya mahal.
Contoh ketel uap pipa air :