Anda di halaman 1dari 4

Pengamatan Perjalanan

Selama perjalanan, kami mengamati beberpa tempat yang mungkin kurang layak bagi
sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Seperti masalah jalan yang
kurang baik, sungai tercemar, masalah penghijauan, polusi air, polusi udara, dan berbagai
macam kerusakan alam. Berikut adalah tempat-tempat yang seharusnya diperbaiki dan ditata
ulang.
1. Sungai di kawasan Leuwigoong
2. Komplek Perumahan Angkatan Darat KODIKLAT
3. Jalan Poncol

Masalah dan Solusi


1. Sungai di kawasan Luwigoong
Sebenarnya kawasan Gang Leuwigoong dapat dibilang cukup ramai, sering menjadi jalur
lalul-lalang kendaraan bermotor, dan terdapat beberapa pohon yang rindang. Jalannya pun
bagus, tidak seperti gang-gang lainnya. Tetapi ada satu kendala yang cukup besar. Yaitu
masalah sungai di kawasan tersebut. Sungai disana tidak terawat dengan baik. Meskipun
disana sudah terdapat penyaring sampah yang cukup besar, tetapi alat tersebut tidak berfungsi
dengan baik. Masih ada sampah yang lolos dari penyaringan dan ada sampah menumpuk di
penyaringan itu. Sehingga hal itu mengekibatkan pencemaran air, yang mengakibatkan air
menjadi berwarna kecokelatan dan tidak dapat digunakan sebagai sumber air masyarakat
setempat.
Menurut saya, seharusnya alat tersebut dioperasikan kembali dengan baik, supaya dapat
menyaring sampah semaksimal mungkin, agar air menjadi lebih bersih, sehingga dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Selain itu, masyarakat pun harus sadar diri dengan
masalah yang dihadapi. Masalah ini, mungkin ada kaitannya dengan masalah kependudukan
yang cukup padat di kawasan tersebut.
2. Komplek Perumahan Angkatan Darat KODIKLAT
KPAD KODIKLAT merupakan tempat yang ramai. Banyak orang yang tinggal
disana, tak terkecuali anak-anak. Karena disana kawasan yang cukup ramai, tentu harus ada
perbaikan-perbaikan supaya mereka nyaman tinggal disana. Sebagian besar jalan disana
menurun. Dengan kondisi jalan yang menurun dan banyak hampir sebagian besar jalan dalam
keadaan rusak dan sepertinya tidak nyaman dilalui bagi pengguna jalan yang melewati jalan
tersebut. Disana juga masih minim dengan penghijauan. Sehingga disana terasa gersang dan
kurang sejuk.
Menurut saya, seharusnya jalan disana diperbaiki lagi dan dengan jalannya yang agak
menurun, maka sebaiknya jalan disana diberi polisi tidur, dan pengaman tepi lainnya seperti
trotoar supaya aman bagi para pengguna kendaraan bermotor, maupun pejalan kaki yang
melalui jalan di kawasan tersebut. Lalu, seharusnya disana juga diberi lahan untuk
penghijauan. Karena penghijauan di perumahan seperti itu sangat baik bagi kesehatan para
penghuninya.
3. Jalan Poncol
Jalan Poncol sebenarnya merupakan jalan alternatif bagi para pengendara kendaraan
bermotor untuk menuju ke arah tol Baros. Selain sebagai jalan alternatif, disana juga terdapat
Kolam Renang TirtaYudha, sehingga jalan disana cukup ramai. Kendala disana adalah
masalah jalan yang berlubang dan dapat membahayakan pengguna jalan.
Menurut saya, seharusnya jalan tersebut harus di perbaiki supaya jalan menjadi lebih
lancar dan tidak ada halangan lainnya. Lalu jalan disana juga harus diperlebar. Karena
mengingat jalan tersebut sering dilewati banyak mobil dan motor yang akan menuju daerah
Baros dan Gatot Subroto.
Penjelajahanku

Hari itu adalah hari yang cukup cerah. Aku bangun dari tidurku dan segera membuka
jendela yang berada di kamarku untuk merasakan udara pagi hari yang masih segar. Setelah
itu aku pun segera mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Setelah mandi dan sarapan
pagi aku pun segera pergi ke sekolah. Dengan menggunakan sepeda motor aku diantar
menuju sekolah oleh orang tua ku.

Sesampainya di sekolah, ku lihat dari gerbang teman-temanku sudah ada yang datang.
Aku pun segera masuk ke dalam kelas, menaruh tas dan mengambil sapu untuk
membersihkan ruang kelas belajar ku agar lebih nyaman saat belajar. Setelah terlihat cukup
bersih, aku segera mengembalikan sapu itu dan mulai membuka buku pelajaran untuk hanya
sekedar mengingat-ingat pelajaran kembali.

Bell sekolah pun berbunyi ku lihat ke luar jendela sudah banyak teman-temanku yang
bergegas untuk segera memasuki ruang kelasnya masing-masing. Tetapi tidak ku pedulikan
mereka, aku tetap melanjutkan belajar agar nilai ulanganku mendapatkan hasil yang terbaik.
Setelah guru Bahasa Indonesia datang dan memasuki ruang kelas ku, aku pun segera
menyiapkan teks pidato ku, karena saat itu akan diadakan tes pidato. Aku mengambil tema
pemanasan global untuk pidato ku. Setelah aku lama menunggu giliran untuk maju, dan
menyampaikan pidato, akhirnya bel sekolah pun berbunyi kembali, yang menandakan waktu
telah selesai, dan akhirnya aku harus mengambil giliran minggu depan.

Tidak lama kemudian bell berbunyi kembali, itu menandakan aku harus segera
mengganti baju dengan seragam olah raga. Setelah aku mengganti baju aku pun segera
bergegas untuk baris, dan mengikuti pemanasan. Setalah pemanasan telah usai, ketua kelas
pun segera mencari guru olah raga untuk menerima materi lebih lanjut. Setelah ketua kelas ku
kembali, dan menginformasikan bahwa guru olahraga kami tidak dapat mengajar dahulu,
karena ada kakak-kakak yang sedang tes mengajar di sekolah SMP 1 Cimahi, dah akhirnya
kelas kami dibimbing oleh dua orang mahasiswa. Dan materi pelajaran yang di ajarkan saat
itu yaitu mengenai jelajah. Kami pun segera keluar dari kawasan sekolah dan berjalan
mengikuti alur yang dilalui mahasiswa tersebut.

Panasnya udara di Bandung ini tidak saya rasakan. Adanya pohon rindang
disepanjang jalan raya membuat udara terasa sejuk. Apalagi bila di kanan dan kiri tertata
tanaman hias yang dapat menarik pandangan orang yang melintasi jalan itu.

Mobil pribadi, kendaraan roda dua, dan angkutan kota berpacu dengan waktu saling
mendahului. Lebarnya jalan raya seakan tidak berarti, macet sekarang sudah ada dimana-
mana, dari kota besar hingga kota yang kecil sekali pun. Terbayang dipikiran saya adanya
jalan layang bagi kendaraan pribadi, sehingga akan mengurangi kemacetan di kota kecil ini.
Sesekali saya harus menghentikan langkah saya hanya untuk memberikan jalan
kepada kendaraan bermotor yang akan lewat. Disisi lain ada gerobak dorong pedagang yang
buru-buru untuk mengais rejeki. Seakan sedang berlomba cepat. Semua orang lalu lalang
dengan kesibukannya masing-masing.

Teriakan para pedagang yang menjajakan dagangannya masing-masing menambah


bisingnya pagi itu. Terdengar deru mobil dan motor maupun kendaraan bermotor lain
bergantian dengan suara klakson pengendara yang sedang buru-buru mengejar waktu. Semua
hal ini sudah merupakan hal biasa, bahkan bagian dari menu sarapan pagi mereka yang
tinggal di kota ini.

Asap tebal mengepul semakin tebal pada saat bus dan truk ikut serta memadati ruas
jalan raya ini. Bandung..., Pasar Baru..., Stasion..., Pasar Atas..., silih berganti mereka
tariakan guna mencari penumpang sambil mengejar setoran. Terbayang dipikiran saya
terhadap susahnya mencari uang demi menyambung hidup. Musim hujan yang datang
beberapa bulan ini sangat berpengaruhsekali terutama dengan rusaknya struktur jalan dan
menumpuknya sampah dibeberapa lokasi. Pemandangan yang indah menjadi tidak sedap
dipandang, karena menggunungnya sampah yang sudah tidak terkendali dibeberapa ruas
jalan, yang tidak seharusnya ada sampah. Bau yang menyengat merusak segarnya udara yang
biasanya sejuk.

Langkah ini semakin terasa berat seiring dengan bergeraknya matahari yang semakin
membakar. Tak terasa keringat mulai mengucur di dahi, dan jatuh satu per satu membasahi
wajah. Kaos yang ku kenakan pun mulai basah dengan keringat, dahaga kurasakan. Tetapi
tidak putus asa aku segera berlari atau hanya sekedar berjalan cepat agar dapat mendahului
teman teman ku. Setelah aku berada di bagian depan barisan, dan teman-teman yang lain
tertinggal cukup jauh, aku bersama dengan kedua temanku yang berada di depan barisan
segera mencari tempat duduk hanya untuk sekedar beristirahat, dan sambil menunggu
rombongan teman-teman ku yang lainnya.

Sesudah sekian lama kami berjalan, rasa haus dan lelah mulai terasa. Tenggorokanku
pun sangat sulit untuk diajak kompromi, sehingga langkahku pun sempat terhenti sejenak
hanya untuk memuaskan dahaga. Air yang hanya tinggal setengah botol habis ku teguk.
Segar... rasanya.

Hanya dengan seteguk air dapat membuat tubuh saya segar kembali. Sambil melihat
jam yang menempel di pergelangan tangan. Jam tangan yang tidak terlalu bagus tetapi sangat
besar manfaatnya dalam membantu ku menunjukan waktu. Saya bergegas mengejar teman-
teman yang sudah jauh di depan.

Terbayang pertanyaan di pikiran saya, akankah seperti ini atau bahkan lebih dari yang
saya lihat keramaian kota Cimahi pada sepuluh tahun lagi yang akan datang. Seandainya saya
menjadi pejabat pemerintah banyak sekali hal yang ingin saya ubah. Pasti akan saya kelola
kota Cimahi agar dapat lebih baik lagi dari masa sekarang ini. Taman kota yang penuh
dengan tumpukan sampah akan saya ubah menjadi taman yang dihiasi dengan tanaman hias
dan arena bermain untuk anak atau keluarga sehingga kota cimahi akan semakin bersih, rapi,
dan sehat. Tempat pembuangan sampah terakhir sebaiknya di pinggiran kota sehingga tidak
mengganggu tata kota dan tidak menyebabkan polusi udara yang terdapat pada kota tersebut.
Di sepanjang jalan terotoar disediakan tempat sampah, sehingga masyarakat tidak harus
membuang sampah sembarangan.

Perjalanan kami sampai pada jalan sempit perkampungan. Setelah beberapa saat saya
melewati sungai yang memiliki arus yang tidak terlalu deras, di sungai itu terdapat besi-besi
yang menyerupai jeruji sehingga mampu menyaring sampah agar tidak ikut terbawa arus
lebih jauh lagi. Hal ini mampu mengurangi penyebab banjir, dengan jalan mengeruk sampah
yang berada di tempat penyaringan sampah di sungai tersebut. Mungkin karena hari sudah
agak siang jadi lelah dan letih mulai kembali kami rasakan.

Persawahan yang kami lewati sangatlah memprihatinkan. Kamarau panjang dan


musim penghujan yang akan datang meninggalkan dampak yang sangat merugugikan bagi
petani khususnya patani padi. Tanaman padi yang harusnya tumbuh subur hijau atau
menguning karena sudah siap panen, kini sirna sudah harapan itu bagi para petani padi.

Pada waktu saya masih Sekolah Dasar, mungkin tujuh atau delapan tahun yang lalu.
Masih banyak sekali tanaman padi yang dapat tumbuh dengan subur, sungai yang bersih,
udara yang masih cukup bersih, dan polusi yang masih sedikit dikarenakan banyaknya
tanaman hijau disepanjang jalan yang sering saya lalui. Berbeda dengan sekarang persawahan
menjadi komplek perumahan. Dulu negara kita swasambada beras sekarang beras saja harus
mengimport dari luar negeri.

Air sungai yang dulunya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air dianataranya mencuci,
tetapi sekarang jarang sekali kita temukan sungai yang memiliki air yang jernih. Sampah
dimana-mana bahkan sudah jadi tradisi sungai identik dengan tempat pembuangan sampah.
Kurangnya kepedulian masayarakat terhadap lingkungan yang sehat merupakan salah satu
faktor utama penyebab pembuangan sampah di sungai. Hal ini merupakan sifat buruk
masayarakat yang harus segera diberipengarahan oleh badan yang berwajib, agar dapat
menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal tersebut.

Tidak sedikit pula pabrik-pabrik yang dengan sengaja membuang sisa-sisa limbahnya
di sungai, hal ini menyebabkan semakin rusaknya ekosistem makhluk hidup di air. Ikan-ikan
di sungai, dan tumbuhan sungai lainnya jadi mati karena air yang menjadi habitatnya
terancam dengan limbah atau zat kimia lainnya yang sangat berbahaya bagi kelangsungan
makhluk kidup. Banyaknya penduduk yang berdatangan kali ini dekarenakan berbagai
macam faktor. Meningkatnya kesejahteraan atau ekonomi adalah faktor terbesar yang
menjadi alasan orang-orang untuk datang ke kota besar seperti Bandung, Cimahi, dan kota-
kota besar lainnya. Setelah kurang lebih empat puluh lima menit lamanya kami menelusuri
jalan setapak, maupun jalan besar dan perkampungan, maupun perumahan, akhirnya kami
kembali ke sekolah. Kami pun segera beristirahat, dan diberi pengarahan sedikit oleh guru
olah raga kami. Setelah itu kami kembali ke kelas dan segera berganti pakaian dan
mempersiapkan diri untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.