Anda di halaman 1dari 14

Kasus1

Topik:AsmaIntermitenSeranganRingan

Tanggal(kasus):02Oktober2017 Persenter:dr.PutuAyuKartikaPutriSaraswati

Tangalpresentasi:19Oktober2017 Pendamping:dr.NiWayanSriRatni

Tempatpresentasi:PuskesmasTabananIII

Obyektifpresentasi:

Keilmuan Keterampilan Penyegaran TinjauanPustaka

DiagnostikManajemenMasalahIstimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi:Lakilaki,12datangdengankeluhansesaknapassejak1harisebelumkePuskesmas.Keluhandisertaidengan
batukberdahakdandemamsejak2hariyanglalu.

Tujuan:menegakkandiagnosisdanmemberikanterapiadekuatpadapenderitaasma

Bahanbahasan: TinjauanPustaka Riset Kasus Audit

Caramembahas: Diskusi Presentasidandiskusi Email Pos


Datapasien: Nama:IGPAJ NomorRegistrasi:0002278462713

Namaklinik:PuskesmasTabanan
Telp: Terdaftarsejak:2017
III

Datautamauntukbahandiskusi:
1. Diagnosis/GambaranKlinis:
Pasiendatangdengankeluhansesaknapassejakkemarin.Keluhandidahuluidenganbatukdandemamsejak2hariyanglalu.
Demamsaatitusempatmencapai38Cdansudahdiberikanobat,batukdisertaidengandahakberwarnaputih.Keesokanharinya
pasienmengeluhsesaknapas,namunkeluhansempatmembaikdenganistirahatdanobatyangdiberikan.Keluhansemakin
memberatsejaksemalamsehinggapasiensempatterbangunbeberapakali.Ibupasienjugamengatakanterdengarsuaranapas
ngikngik.

2. RiwayatPengobatan:
PasienmeminumobatpenurunpanasyaituParasetamoldanobatbatukAmbroxolsertaSalbutamolyangmasihtersisadirumah.

3. Riwayatkesehatan/Penyakit:
Keluhanyangsamaterakhirkalidialami2bulanyanglalu.Pasiendikatakanmemilikiriwayatasmasejakusia5tahundanjarang
kambuh.Asmakambuhkuranglebih12kalidalamsetahun.Namun,sejak1tahunterakhirinikeluhansesaknapassudahkambuh
sebanyak2kalihinggasaatini.Ibupasienmengeluhkanpasienseringterbangundimalamharijikaasmakambuh.Pasienmemiliki
riwayatalergiobatyaituIbuprofen
4. Riwayatkeluarga:
Adikdanayahpasienmengalamibatukdanpilek.Kakekpasiendikatakanmemilikiriwayatasma.Riwayatpenyakitlainseperti
hipertensi,diabetesmellitus,riwayatalergisertaanggotakeluargayangmerokokdisangkal.
5. Riwayatpekerjaan:
PelajarSMP
6. Lainlain:
Ibupasienmengatakanbahwapasiensehariharicukupaktifdantidakpernahadakeluhanjikaasmatidakkambuh.Pasiensedang
banyakkegiatandisekolahmulaidarikegiatantengahsemesterdanekstrakulikuleryangmenyebabkanpasienkelelahan.Pasien
dikatakansukaminumminumandingindanes.

DaftarPustaka:

a. Global Initiative for Asthma. Pocket guide for asthma management and prevention (for adults and children older than 5 years).
Global Initiative for Asthma. 2017; 1-29.

b. HorakF,DobererD,EberE,HorakE,PohlW,RiedlerJ,etal.Diagnosisandmanagementofasthmastatementonthe2015GINA
guidelines.TheCentralEuropeanJournalofMedicine.2016;16:11924.
c. Lynn S, Kushto-Reese K. Understanding asthma pathophysiology, diagnosis, and management. Am J Respir Crit Med. 2013; 188:7-8.

d.
Morris M. Asthma. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/296301-overview. [Accessed 4th October 2017].
Hasilpembelajaran:
1. DiagnosisAsma
2. PemeriksaanFisik
3. KlasifikasiAsma
4. TerapiAsma
5. KIEpadakasusAsma
Rangkumanhasilpembelajaranportofolio:
Subjektif: PasiendatangkeUGDPuskesmasTabananIIIdengankeluhansesaknapassejak1hariyanglalu.Keluhandikatakanmuncul
setelahmengalamibatukberdahak,pilekdandemamsejak2hariyanglalu. Demamsaatitusempatmencapai38Cdansudahdiberikan
obat, batuk disertai dengan dahak berwarna putih. Keesokan harinya pasien mengeluh sesak napas, namun keluhan sempat membaik
denganistirahatdanobatyangdiberikan.Keluhansemakinmemberatsejaksemalamsehinggapasiensempatterbangunbeberapakali.Ibu
pasienjugamengatakanterdengarsuaranapasngikngik. Pasiensudahmeminumparasetamol,ambroxoldansalbutamolkeluhanmasih
dirasakan.Pasiensudahpernahmengalamikeluhanyangsamasebelumnya2bulanyanglalu,danmemilikiriwayatasmasejakusia5tahun,
namunjarangkambuh.Ibupasienmengatakanasmakambuhkembalisejak1tahunterakhirinidansudahkambuh2kalihinggasaatini. Ibu
pasienmengeluhkanpasienseringterbangundimalamharijikaasmakambuh.PasienmemilikiriwayatalergiobatyaituIbuprofen.Pasien
didugatertularbatukpilekdariadikdanayahnya.Kakekpasiendikatakanmemilikipenyakitasma.PasienadalahpelajarkelasVIISMP
dimanasehariharicukupaktifdantidakpernahadakeluhanyangmenggangguaktivitas.Pasiendikatakansedangbanyakkegiatandisekolah
mulai dari kegiatan tengan semester dan ekstrakulikuler. Menurut ibu pasien, pasien akhirakhir ini memang kelelahan karena banyak
kegiatandansukameminumminumandingindanes.

Objektif

StatusPresent
Kesadaran :ComposMentis
Tekanandarah :120/70mmHg
Nadi :92x/menit
Respirasi :26x/menit
Suhu :37,30C
SpO2 :98%
Berat :47kg
Tinggi :150cm

StatusGeneral

Mata :Konjungtivaanemis(/),ikterus(/),oedempalpebra(/)
THT
Bibir :Mukosabasah(+),sianosis()
Hidung :Nafascupinghidung(),darah(),sekret()
Tenggorokan :Pharynghiperemi(+),TonsilT1/T1
Leher :KGBmembesar()
Thorax
Jantung
o Inspeksi :ictuscordistidakterlihat
o Palpasi :ictuscordistidakterlihat
o Perkusi :batasjantungkanandankiridalambatasnormal
o Auskultasi :bunyijantungIdanIIintensitasnormal,regular,murmur()
Paru
Inspeksi :Gerakandadasimetris,retraksi()
Palpasi :Vokalfremitusnormal/normal
Perkusi :Sonor/sonor
Auskultasi :Vesikuler(+/+),Rhonki(/)Wheezing(+/+)
Abdomen
Inspeksi :distensi(),scar()
Auskultasi :bisingususdalambatasnormal
Palpasi :nyeritekan(),hepatomegaly()splenomegaly()
Perkusi :timpani
Ekstremitas
Inspeksi :tidakadaedemadikeempatekstremitas
Palpasi :keempatekstremitasterabahangat,CRT<2detik

1. Assessment(TelaahKlinis)
Berdasarkan Global Initiative for Asthma (GINA), gejala asma berhubungan dengan obstruksi saluran napas yang luas dan bervariasi
dengan sifat reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan. Hal ini sesuai dengan keluhan pasien dimana pasien mengeluh
sesak napas sejak 1 hari, kemudian membaik dengan istirahat dan minum obat. Berdasarkan teori asma dapat terjadi karena faktor
genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik diantaranya riwayat atopi, pada penderita asma biasanya mempunyai keluarga dekat yang
juga memiliki alergi. Hipereaktivitas bronkus ditandai dengan saluran napas yang sangat sensitif terhadap berbagai rangsangan alergen
atau iritan. Alergen dapat berasal dari lingkungan sekitar, bahan iritan, makanan dan obat-obatan. Faktor yang berasal dari lingkungan
adalah infeksi saluran napas (infeksi virus), stress atau gangguan emosi, polusi udara, cuaca, dan aktivitas fisik. Pasien ini memiliki
riwayat asma sejak kecil, beberapa faktor yang kemungkinan menyebabkan timbulnya serangan pada pasien ini adalah riwayat keluarga
yang memiliki asma (kakek pasien), infeksi saluran napas atas, bahan-bahan iritan yang didapat dari minum minuman dingin dan es, serta
kelelahan akibat aktivitas fisik yang padat. Selain itu pasien juga memiliki riwayat alergi obat Ibuprofen.
Diagnosis asma dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Secara umum dari anamnesis
dapat ditemukan keluhan sesak napas yang memberat dimalam hari disertai dengan mengi dan batuk. Faktor risiko dan riwayat penyakit
sebelumnya juga didapat dari anamnesis. Hal ini sesuai dengan keluhan dan riwayat pasien yang telah disebutkan diatas. Pada
pemeriksaan fisik secara umum didapatkan takipnea, retraksi otot pernapasan, wheezing pada auskultasi thoraks. Penurunan saturasi dan
sianosis bisa didapatkan pada kasus-kasus yang berat. Pada pasien ini didapatkan respiratory rate 26x/menit yang tergolong takipnea,
pharyng hiperemi, serta wheezing pada kedua lapang paru. Namun, tidak didapatkan penurunan saturasi dan sianosis.
Penanganan asma ditentukan dari klasifikasi asma. Derajat asma secara umum dibagi menjadi intermiten, persisten ringan, persisten
sedang, dan persisten berat. Ini ditentukan dari frekuensi gejala (bulanan, mingguan, harian, kontinyu), timbulnya gejala malam dan
pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri.

Tabel 1. Klasifikasi derajat asma berdasarkan gejala klinis secara umum

Derajat Asma Gejala Gejala Malam Faal Paru

Intermiten Bulanan APE80%

- Gejala<1x/minggu 2 kali sebulan - VEP180% nilai prediksi


- Tanpa gejala diluar serangan APE80% nilai terbaik
- Serangan singkat - Variabiliti APE<20%
Persisten Ringan Mingguan APE>80%
- Gejala>1x/minggu, tetapi <1x/hari > 2 kali sebulan - VEP180% nilai prediksi
- Serangan dapat mengganggu aktivitas APE80% nilai terbaik
dan tidur - Variabiliti APE 20-30%
Persisten Sedang Harian APE 60-80%

- Gejala setiap hari > 2 kali sebulan - VEP1 60-80% nilai prediksi
- Serangan mengganggu aktivitas dan tidur APE 60-80% nilai terbaik
- Membutuhkan bronkodilator setiap hari - Variabiliti APE>30%
Persisten Berat Kontinyu APE 60%

- Gejala terus menerus Sering - VEP1 60% nilai prediksi


- Sering kambuh APE60% nilai terbaik
- Aktivitas fisik terbatas - Variabiliti APE>30%
APE = Arus Puncak Ekspirasi (PEFPeak expiration flow), VEP1 = Volume Ekspirasi Paksa detik pertama (FEV1Force expiration
volume)

Derajat berat serangan asma dapat dibagi menjadi serangan ringan, serangan sedang, dan serangan berat. Klasifikasi ini ditentukan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi asma merupakan gabungan dari derajat asma
berdasarkan gejala klinis secara umum (Tabel 1) dan derajat asma pada saat serangan (Tabel 2). Gejala yang muncul pada pasien ini
jarang terjadi yaitu dalam hitungan bulanan (gejala terakhir muncul 2 bulan yang lalu), gejala tidak muncul setiap minggu, gejala tidak
muncul ketika tidak kambuh, gejala asma yang muncul 2 kali sebulan, namun spirometri tidak pernah dilakukan. Jika dari gejala secara
umum pasien ini dapat digolongkan sebagai asma intermiten. Pada saat serangan pasien masih dapat berjalan, menjawab pertanyaan saat
anamnesis, serta kesadaran pasien masih baik. Pada saat pemeriksaan fisik ditemukan takipnea, heart rate 96x/menit, saturasi oksigen
98%, tidak ada retraksi otot bantu pernapasan, serta terdengan wheezing pada kedua lapang paru. Pada pasien ini tidak dilakukan
pemeriksaan spirometri dan analisa gas darah untuk mengetahui PaCO2. Karakteristik serangan pada pasien ini termasuk asma serangan
ringan. Jadi, asma pada pasien ini termasuk asma intermiten serangan ringan.
Tabel 2. Klasifikasi derajat berat serangan asma
2. Plan:
Diagnosis:Diagnosispadakasusiniadalahasmaintermitenseranganringan

Differentialdiagnosis:Differentialdiagnosisdariasmaadalahpneumonia,gastroesophagealrefluxdisease(GERD),bronchitis

Pada pasien ini dari keluhan dan pemeriksaan fisik yang didapat mengarah kepada diagnosa asma intermiten serangan ringan. Diagnosis
asma pada pasien ini dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Terlebih lagi pasien memiliki riwayat asma sejak kecil
dan ada anggota keluarga yang memiliki riwayat asma. Pemeriksaan penunjang harus disesuaikan dengan sarana yang ada pada masing-
masing fasilitas pelayanan kesehatan. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah spirometri, foto rontgen thoraks,
analisis gas darah (AGD) dan uji alergi ataupun IgEuntuk pemeriksaan terakhir ini jarang dilakukan. Pemeriksaan spirometri
merupakan cara yang paling cepat dan sederhana untuk menegakkan diagnosis asma dengan melihat respon respon pengobatan
menggunakan bronkodilator. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator hirup golongan adrenergik beta.
Dinyatakan asma bila didapat peningkatan volume ekspirasi paksa detik pertama/VEP1 sebanyak 12% atau (200ml). Bila respon yang
didapat 12% atau (200ml) belum pasti menunjukkan bahwa pasien tersebut tidak menderita asma, hal tersebut dapat dijumpai pada
pasien yang sudah dalam keadaan normal atau mendekati normal. Foto rontgen thoraks didapatkan gambaran normal pada pasien asma,
sedangkan pada pasien pneumonia didapatkan gambaran infiltrat pada lapang parupada umumnya terdengar suara rhonki pada lapang
paru. Pada kasus bronkitis gejala serta pemeriksaan fisik yang didapatkan bisa menyerupai asma, namun pada foto thoraks didapatkan
gambaran corakan bronkovaskuler yang meningkat, air bronchogram, gambaran infiltrat peribronkial. Pemeriksaan AGD biasanya
dikerjakan pada kasus-kasus asma yang berat. Uji alergi atau pemeriksaan IgE dilakukan untuk mengetahui faktor pencetus.
Pengobatan:KonseppenatalaksaanasmayangdirekomendasikanGINAsejaktahun2006adalahasthmacontroldantherapysteps.Konsepini
sepertiyangditunjukkanpadagambar1.

Asmaringan:terapistep1ataustep2
Asmasedang:terapistep3
Asmaberat:terapistep4ataustep5
Berdasarkanalgoritmapenatalaksanaanasmapadasaatserangan,harusditentukanduluderajatberatnyaserangan.Kasusinitermasukasma
seranganringan,jadiprinsippenanganannyaadalahpemberianoksigen,administrasishortactingbetaagonists(SABA)410puffsetiap20
menit, prednisolon dengan dosis 1mg/kgBB/hari maksimal 50 mg pada dewasa sedangkan pada anakanak adalah 12 mg/kgBB/hari
maksimal 40 mg. Untuk controller pada asma serangan ringan adalah dapat tidak diberikan controller atau sesuai dengan step 2
kortikosteroidinhalasi(ICS)dosisrendahatauteofilindosisrendah.Padapasieninidiberikanterapiberupaoksigendengannasalkanul,
ventolin(salbutamoltermasukSABA)sebanyak1puff.Pasiendievaluasikembali20menitkemudian,sesakdikatakansudahberkurang,
wheezing masih terdengar namun lebih baik dibandingkan pada saat awal pemeriksaan. Ventolin diberikan lagi sebanyak 1 puff dan
dievaluasi kembali setelah 20 menit dan wheezing tidak terdengar lagi. Controller pada pasien ini diberikan salbutamol 3x2 mg dan
dexamethasone3x0,5mgkarenakortikosteroidinhalasitidaktersediadancukupsulitdidapatkan.Obatobatanlainyangdiberikanadalah
paracetamol3x500mgdanambroxol3x7,5mgsesuaidengangejala.Pasiendisarankanuntukkontrolkembali3harilagiuntukevaluasi
keluhanpasien
Prognosisasmaditentukandariklasifikasinyayaitugejalasecaraumumsertaberatnyaserangan.Halinijugamenentukankualitashidup
pasienkedepannya.Padapasieninidenganasmaintermitenseranganringan,prognosisnyacukupbaikdengankualitashidupyangbaikjuga
karenatidakterdapatgejaladiantaraseranganasma.

Pendidikan:

Menjelaskankepadapasien dankeluarganya mengenaipenyakit asma,faktorpencetus,gejala,rencanaterapi,sertaedukasiuntuk


mencegahseranganasma. Denganadapemahamanterhadappenyakitmakalebihmudahbagipasienuntukmengubahkebiasaan
kebiasaanyangbisamencetuskanasma.

Mengedukasipasiendankeluargauntukmenghindaribahanbahaniritanataupunalergenbaikdarimakanan,obatobatansertapolusi
udara,melindungidiriagarjangansampaitertularISPAdenganmenjagadayatahantubuhataupenggunaanmasker.
Mengedukasipasienagarmengaturwaktulebihbaiksehinggakegiatansekolahdanbersitirahatdapatseimbang.Menyarankanuntuk
berolahragasecararutinsehinggabisameningkatkanstaminadandayatahantubuh.

Mengedukasipasiendankeluargamengenaidosispemberianobat.

Kontrol: Pasien dianjurkan kontrol 3hari setelah pengobatan untukmengevaluasi keberhasilan pengobatan. Dianggap berhasil jika
keluhanmenurunataumenghilang.

Kegiatan Periode Hasilyangdiharapkan


Kepatuhanmenggunakanobatdan Setiaptigaharisetelahpengobatan Keluhansesaknapas,batukberdahaksertademam
pemantauankeberhasilanterapi yangpertama membaikataumenghilang
Edukasi Setiaptigaharisetelahpengobatan Kepatuhanmenggunakanobattetapterjaga.Menghindari
yangpertama kebiasaanataufaktorpencetusterjadinyaasma