Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN
Sinyal memegang peranan penting dalam kehidupan modern karena saat ini
masyarakat tidak lepas dari telekomunikasi terutama handphone yang mana piranti
ini sarat dengan pengolahan sinyal.Tanpa disadari di alam sinyal juga dapat
ditemukan di sekitar manusia dalam bentuk sinyal elektromagnetik tubuh makhluk
hidup.
Agar sinyal dapat bermanfaat sesuai kebutuhan manusia dengan efisien dan
optimal, maka diperlukan pengolahan sinyal dengan menggunakan suatu sistem
elektronika analog maupun yang digital.
Terdapat dua metode dasar untuk menganalisis sikap atau respon sistem linear
terhadap sinyal masukan tertentu yaitu solusi langsung dari persamaan masukan-
keluaran untuk sistem dan konvolusi sinyal.Namun dalam makalah ini kami hanya
membahas mengenai konvolusi saja khususnya konvolusi pada sistem waktu
kontinyu.
Hampir sebagian besar data geofisika yang diamati dipermukaan adalah sebagai
hasil konvolusi antara fungsi green dan fungsi sumber dimana fungsi pertama
berhubungan dengan kondisi bawah permukaan.
Pada makalah ini kami hanya membahas mengenai konvolusi itu sendiri, sifat-sifat
konvolusi, langkah-langkah konvolusi, serta kegunaan konvolusi.
BAB II
PEMBAHASAN

Konvolusi
Konvolusi adalah cara matematik untuk mengkombinasikan dua buah sinyal
menjadi sinyal dalam bentuk lain. Konvolusi menggabungkan tiga buah sinyal yaitu
sinyal masukan, sinyal keluaran, dan respon impuls.
Rumus konvolusi muncul dari adanya sifat linearitas dan invarian waktu pada
sistem.Sebagai konsekuensinya, respon sistem terhadap setiap sinyal masukan yang
berubah-ubah dapat dinyatakan dari segi respon cuplikan unit sistem.
Misalnya kita mempunyai sinyal x[n] yang berubah-ubah, maka x[n] dapat
didekomposisi menjadi jumlahan bobot (skala) deret cuplikan unit yang digeser
(impuls)

A. RumusKonvolusi
Misal juka sinyal masukan x[n] dinyatakan sebagai jumlahan bobot impuls, yakni :

Maka respon sistem terhadap x[n] adalah numlah bobot keluaran yang tepat, yakni
:

Jika respon sistem LTI terhadap deret cuplikan unit, donotasikan dengan h[n],

yakni: maka dengan sifat invarian waktu, respon sistem terhadap


tunda deret cuplikan unit (respon impuls), k], adalah :

Sehingga, persamaan diatas dapat ditulis sbb:


+

y[n] = x[k]h[n k]
=
B. Langkah-langkah Konvolusi
+

y[n] = x[k]h[n k]
=

a. Pencerminan (Folding)
Cerminkan h[k] pada k=0 untuk memperoleh h[-k].
b. Pergeseran (Shifting)
Geser h[-k] dengan n0 ke kanan (kiri) jika n0 positif (negatif) untuk memperoleh
h[n0-k].
c. Perkalian (Miltiplication)
Kalikan x[k] dengan h[n0-k] untuk memperoleh produk vn0[k]=x[k]h[n0-k].
d. Penjumlahan (summation)
Jumlahkan seluruh nilai deret produk vn0[k] untuk memperoleh nilai pada
waktu n=n0.
Untuk menghitung integral konvolusi, dibagi beberapa bagian t:
-< t 0 karena tidak ada bagian dari x atau h yang saling tumpang tindih

0 t < T h(t-).x()=A untuk 0 t (bidang yang diarsir), selain itu bernilai nol.

T t. H(t-).x()=A untuk 0 t (bidang yang diarsir), selain itu bernilai nol.

Sehingga keseluruhan nilai y(t):

C. Contoh Konvolusi
Respon impuls dari suatu sistem LTI adalah
Tentukan respon sistem terhadap sinyal masukan

Penyelesaian:
Untuk menjawab permasalahan diatas dapat dilakukan dengan dua cara -> secara
grafik dan secara analitik.
D. Kegunan Konvolusi
Perbaikan kualitas citra (image enhancement)
Penghilangan derau (noise)
Penghalusan/Pelembutan citra
Deteksi tepi/penajaman tepi

E. Konvolusi (Convolution) dalam Geofisika


Secara umum konvolusi didefinisikan sebagai cara untuk
mengkombinasikan dua buah deret angka yang menghasilkan deret angka yang
ketiga. Didalam dunia seismik deret-deret angka tersebut adalah wavelet sumber
gelombang, reflektivitas bumi dan rekaman seismik.
Secara matematis, konvolusi adalah integral yang mencerminkan jumlah
lingkupan dari sebuah fungsi a yang digeser atas fungsi b sehingga menghasilkan
fungsi c. Konvolusi dilambangkan dengan asterisk ( *).
Sehingga, a*b = cberarti fungsi a dikonvolusikan dengan fungsi b menghasilkan
fungsi c.
Konvolusi dari dua fungsi a dan fungsi b dalam rentang terbatas [0, t] diberikan
oleh:

Contoh:
a = [1, 2, 3] dan b = [4,5,6] makaa*b :

Sehingga a*b adalah [4,13,28,27,18]


Dari contoh diatas terlihat bahwa jumlah elemen c adalah jumlah elemen a
ditambah jumlah elemen b dikurangi 1
(3+3-1 = 5).

Konvolusi dikawasan waktu (time domain) ekuivalen dengan perkalian dikawasan


frekuensi dan sebaliknya konvolusi dikawasan frekuensi ekuivalen dengan
perkalian dikawasan waktu [Bracewell, 1965]

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Konvolusi adalah cara matematik untuk mengkombinasikan dua buah sinyal
menjadi sinyal dalam bentuk lain.konvolusi menggabungkan tiga buah sinyal yaitu
sinyal masukan, sinyal keluaran, dan respon impuls.
- Langkah-langkah konvolusi terdiri atas empat bagian :
Pencerminan (Folding)
Pergeseran (Shifting)
Perkalian (Miltiplication)
Penjumlahan (summation)
Secara teori dekonvolusi itu adalah kebalikan dari proses konvolusi.
Dimana dalam seismologi data sesismik yang didapat dari hasil perekaman
merupakan hasil konvolusi dari wavelet dengan koefisien refleksi (RC). Jadi jika
kita terapakan dalam seismik, kita menganggap A merupakan wavelet (sumber
gelombang) dan B merupakan koefisien refleksi (RC), dan C adalah hasil
konvolusi-nya yang berupa trace seismik yang akan kita olah. sehingga dengan
melakukan dekonvolusi berarti kita ingin membalikan proses konvolusi, dimana
tujuannya adalah kita ingin mendapatkan koefisien refleksinya. kita mengharapkan
dengan mendapatkan RC kita dapat mendefinisikan lapisan di bawah permukaan
dengan baik.