Anda di halaman 1dari 44

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakan

Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara

sistematik dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode

ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Untuk dapat menghasilkan

suatu penelitian yang baik, maka si peneliti bukan saja harus

mengetahui aturan permainan, tetapi juga harus memiliki

keterampilan-keterampilan dalam melaksanakan penelitian. Untuk

menerapkan metode ilmiah dalam praktek penelitian, maka diperlukan

suatu rancangan atau desain penelitian yang sesuai dengan kondisi,

seimbang dengan dalam dangkalnya penelitian yang akan

dilaksanakan. Desain penelitian harus mengikuti metode penelitian.

Setelah menemukan permasalahan yang akan diteliti, maka

langkah selanjutnya adalah merumuskan rancangan penelitian. Dalam

rancangan penelitian tersebut, akan tergambar langkah-langkah

operasional yang akan dilakukan selama tahapan penelitian. Dengan

demikian, pembuatan rancangan penelitian adalah sesuatu yang

harus didahulukan oleh peneliti, sebelum melakukan serangkaian

kegiatan penelitian

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari penelitian?

2. Apa saja jenis-jenis penelitian menurut tujuannya ?

3. Apa saja jenis-jenis penelitian menurut sifat dasar ?

4. Apa saja jenis-jenis penelitian menurut pendekatan ?

5. Apa saja jenis-jenis penelitian menurut metode ?

6. Apa pengertian rancangan penelitian ?

7. Bagaimana hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian

hipotesis ?

8. Bagaimanakah rancangan penelitian survey ?

9. Bagaimanakah rancangan penelitian percobaan ?

10. Bagaimanakah rancangan penelitian quasi eksperimental ?

11. Bagaimankaha rancangan penelitian klinik ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi dari penelitian?

2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis penelitian menurut

tujuannya.

3. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis penelitian menurut sifat

dasar.

4. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis penelitian menurut

pendekatan.

5. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis penelitian menurut metode

2
6. Untuk mengetahui pengertian rancangan penelitian.

7. Untuk mengetahui bagaimana hubungan rancangan penelitian

dengan pembuktian hipotesis.

8. Untuk mengetahui bagaimanakah rancangan penelitian survey

9. Untuk mengetahui bagaimanakah rancangan penelitian percobaan

10. Untuk mengetahui bagaimanakah rancangan penelitian quasi

eksperimental.

11. Untuk mengetahui bagaimankaha rancangan penelitian klinik.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Penelitian

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penelitian adalah

kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang

dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu

persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan

prinsip-prinsip umum.

B. Jenis Jenis Penelitian

1. Jenis penelitian menurut tujuannya

a. Penelitian Eksploratif

penelitian yang bertujuan untuk menggali (mengeksplorasi)

sebanyak-banyaknya cirri-ciri fenomena alam untuk

menemukan cirri-ciri baru secara deskriptif

b. Penelitian Verificatif

Adalah penelitian berupa pengamatan yang bertujuan untuk

menguji kebenaran suatu peristiwa (ilmu) yang diragukan

kebenarannya.

c. penelitian Exolanatory

adalah penelitian berupa pengamatan yang bertujuan mencari

hipotesis dan menjelaskan hubungan yang ada

d. penelitian Basic/pure

4
adalah penelitian berupa pengamatan yang bertujuan untuk

menemukan ilmu (science), teori, dalil baru yang dijabarkan

secara umum

e. penelitian Applide

adalah penelitian berupa pengamatan yang bertujuan untuk

menemukan cara-cara pemecahan masalah sehari-hari atau

masalah pembangunan

2. Jenis penelitian menurut sifat dasar

a. Penelitian observasional

Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan

(observasi) dan mencatat ciri-ciri/fenomena alam

b. Penelitian Experimental

Adalah penelitian yang dikakukan melalui pengamatan atau

perlakuan sering juga disebut dengan penelitian treatment

terhadap factor (variable bebas) kemudian dilihat akibatnya

(variable terikat)

c. Penelitian Ex Post Facto

Adalah penelitian melalui pengamatan terhadap akibat suatu

peristiwa (variable bebas tidak dapat dimanipulasi), sehingga

penelitian ini bersifat retrospektif.

5
3. Jenis penelitian menurut pendekatan

a. Penelitian Cross Sectional (Studi Potong Lintang)

Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan

pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, untuk

mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko)

dengan variabel dependen (efek).

Penelitian cross sectional yang dinilai adalah subyek yang

baru dan sudah lama menderita penyakit atau kelainan yang

sedang diselidiki. Dan tidak dapat menunjukkan hubungan

sebab akibat.

Langkah-langkah pada study cross sectional yaitu :

1) Merumuskan pertanyaan penelitian beserta hipotesis

yang sesuai

Maksudnya pertanyaan penelitian yang akan dijawab

harus dikemukakan dengan jelas. Dalam studi cross

sectional analitik hendaklah di kemukakan hubungan

antar variable yang diteliti.

2) Mengidentifikasikan variable bebas dan tergantung

Maksudnya semua variable yang diteliti dalam studi

prevalens harus diidentifikasikan dengan cermat

3) Menetapkan subyek penelitian

a) Menetapkan populasi penelitian

6
Bergantung kepada tujuan penelitian, maka

ditentukan dari populasi terjangkau mana subyek

penelitian yang akan dipilih, apakh dari rumah

sakit/fasilitas kesehatan, atau dari masyarakat umum

b) Menentukan sampel dan memperkirakan besar

sampel

Besar sampel harus diperkirakan dengan formula

yang sesuai

Pemilihan sampel harus dilakukan dengan cara

yang benar, agar dapat mewakili populasi

terjangkau

4) Melaksanakan pengukuran

a) Pengukuran factor resiko

Penetapan factor resiko dapat dilaksanakan

dengan berbagai cara, tergantung pada sifat

factor resiko

Dapat digunakan kuesioner, catatan medic, uji

laboratorium, pemeriksaan fisis atau prosedur

pemeriksaan khusus

b) Pengukuran efek atau penyakit

Terdapatnya efek atau penyakit tertentu dapat

ditentukan dengan kuesioner, pemeriksaan fisis

7
atau pemeriksaan khusus, bergantung kepada

karakteristik penyakit yang dipelajari

Harus ditetapkan criteria diagnosisnya dengan

batasan operasional yang jelas

5) Melakukan analisis

Analisis ini dapat berupa suatu uji hipotesis ataupun

analisis untuk memperoleh risiko relative. Hal yang

terakhir inilah yang lebih sering dihitung dalam study

cross sectional untuk mengidentifikasikan factor risiko.

Kelebihan dan kekurangan penelitian cross sectional :

Kelebihan

Keuntungan yang utama dari desain cross

sectional adalah memungkinkan penggunaan

populasi dari masyarakat umum, tidak hanya

para pasien yang mencari pengobatan, hingga

generalisasinya cukup memadai .

Desain ini relative murah, mudah, dan hasilnya

cepat dapat diperoleh

Dapat dipakai untuk meneliti banyak variable

sekaligus

Kekurangan

Sulit untuk menentukan sebab dan akibat

karena pengambilan data risiko dan efek

8
dilakukan pada saat yang bersamaan (temporal

relationship tidak jelas)

Study prevalens lebih banyak menjaring subyek

yang mempunyai masa yang panjang dari pada

yang mempunyai masa sakit yang pendek,

karena individu yang cepat sembuh atau cepat

meninggal mempunyai kesempatan yang lebih

kecil untuk terjaring dalam study

Dibutuhkan jumlah subyek yang cukup banyak,

terutama bila variable yang dipelajari banyak

Tidak menggambarka perjalanan penyakit,

insidens maupun prognosis

Tidak praktis untuk meneliti kasus yang sangat

jarang, misalnya kanker lambung, karena pada

populasi usia 45-49 tahun diperlukan paling

tidak 10.000 subyek untuk mendapatkan suatu

kasus

b. penelitianLongitudinal

Bahasa Inggris: longitudinal research) adalah salah satu jenis

penelitian sosial yang membandingkan perubahan subjek

penelitian setelah periode waktu tertentu. Penelitian jenis ini

sengaja digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena

9
memakan waktu yang lama (Follow Up Research) Karakteristik

dan cakupan utama dari penelitian longitudinal meliputi

1. Data dikumpulkan untuk setiap variabel pada dua atau

lebih periode waktu tertentu.

2. Subjek atau kasus yang dianalisis sama, atau setidaknya

dapat diperbandingkan antara satu periode dengan

periode berikutnya.

3. Analisis melibatkan perbandingan data yang sama dalam

satu periode dengan antar metode yang berbeda.

Terdapat tiga macam penelitian longitudinal, yaitu :

1. Studi panel (Panel-study) merupakan jenis penelitian yang

dilaksanakan dalam waktu yang berlainan, namun tetap

menggunakan sampel yang sama.

2. Waktu berjalan (time series) merupakan jenis penelitian

yang dilaksanakan dalam waktu yang berlainan dan belum

tentu menggunakan sampel yang sama dalam sebuah

populasi yang sama.

3. Cohort-study merupakan penelitian yang dilakukan pada

sekelompok orang yang memiliki kebudayaan, latar

belakang, atau pengalaman yang sama.

c. Penelitian Prospektif

10
Adalah penelitian yang dilakukan berupa pengamatan terhadap

peristiwa yang belum dan yang akan terjadi (Follow Up

Research) dilakukan satu kali atau lebih.

d. Penelitian Retrospektif

Adalah penelitian berupa pengamatan terhadap peristiwa-

peristiwa yang yang telah terjadi bertujuan untuk mencarifaktor

yang berhubungan dengan penyebab.

4. Penelitian Menurut Metode.

a. Penelitian Survey

Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil,

tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang

diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-

kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar

variabel sosilogis maupun psikologis.

Langkah-langkah dalam penelitian survey yaitu :

Planning (perencanaan)

Defining the population (menentukan populasi)

Sampling (menarik sampel dalam populasi)

Constructing instrument (membuat instrument)

Conducting survey (melakukan survey)

Processing the data (memproses data : analisis dan

interpretasi

11
Tekhnik Pengumpulan Data Pada Penelitian survey

Personal interview

Telephone interview

Mailed questionnaire

Directly administered queirtionnare

Jenis instrument untuk penelitian survey

Intervieuw guide (pedoman wawancara)

Questionnaire (angket)

Observation checklist (Lembar observasi)

Penelitian survey terdiri dari :

1) Survey Deskriptif (Exploratory Study)

Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian

yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-

fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun

fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa

bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan,

kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu

dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72).

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang

berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan

sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada,

pendapat yang berkembang, proses yang sedang

12
berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang

kecendrungan yang tengah berlangsung.

Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian

deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk

memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat

penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam

penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan

atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis

sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.

2) Karakteristik Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik

seperti yang dikemukakan Furchan (2004) bahwa :

a) Penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu

fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara

teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan

dilakukan secara cermat.

b) Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau

dikendalikan, dan

c) Tidak adanya uji hipotesis.

3) Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

Bentuk bentuk pelaksanaan Penelitian Deskriptif dapat

dikategorikan menjadi beberapa macam, antara lain :

13
a) Survey (survey)

SURVEY adalah Suatu cara penelitian Deskriptif

yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang

biasanya cukup banyak dalam jangka waktu

tertentu.

TUJUAN Survey adalah Untuk membuat Penilaian

terhadap suatu Kondisi dan Penyelenggaraan

suatu program di masa sekarang dan hasilnya

digunakan untuk menyusun perencanaan

perbaikan program tersebut.

SURVEY bukan hanya dilaksanakan untuk

membuat deskripsi tentang suatu keadaan saja,

tetapi juga untuk menjelaskan Hubungan antara

berbagai variabel yang diteliti.

Mutu / Kualitas Desain Survey tergantung dari :

1. Jumlah Sampel,

2. Taraf ke-Representatif-an Sampel,

3. Tingkat Kepercayaan Informasi yang

diperoleh dari Sampel tersebut. Dalam

penelitian kesehatan, jenis masalah dalam

Desain Survey

14
Kebaikan Desain Survey :

Dalam Survey biasanya dilibatkan banyak orang

(sampel) untuk mencapai Generalisasi atau

kesimpulan yang bersifat umum yang dapat

dipertanggungjawabkan.

Dapat digunakan berbagai teknik pengumpulan

data seperti Angket, Wawancara atau Observasi

sesuai kebutuhan/pilihan peneliti.

Sering tampil masalah masalah yang sebelumnya

tidak diketahui atau diduga, sehingga sekaligus

dapat bersifat Eksploratif.

Dengan survey, peneliti dapat membenarkan atau

menolak teori tertentu.

Biaya relatif lebih murah.

Kelemahan Desain Survey :

Desain Survey, biasanya hanya meneliti pendapat

atau perasaan populasi yang tidak mendalam

apalagi bila menggunakan Angket.

Pendapat populasi yang disurvey mudah berubah

ubah karena pengaruh berbagai faktor dari luar.

Tidak ada jaminan bahwa Angket yang diedarkan

akan dijawab semua oleh Populasi/Sampel.

15
b) Case study (studi kasus)

Case Study (Studi Kasus) merupakan penelitian

/ penyelidikan yang mendalam ( indepth study )

tentang suatu aspek lingkungan social termasuk

manusia didalamnya yg dilakukan sedemikian

rupa sehingga menghasilkan gambaran yang

terorganisasikan dengan baik dan lengkap.

Case Study dapat dilakukan terhadap seorang

Individu, sekelompok individu (keluarga,

kelompok ibu hamil, ibu menyusui, manula, balita

dsb) ; segolongan manusia (guru, bidan,

perawat, suku Batak dsb) ; lingkungan hidup

manusia (Desa, Kota, Pesisir dsb) ; atau

lembaga sosial (perkawinan perceraiana,

pendidikan, agama dsb).

Case Study dilakukan dengan cara meneliti

suatu permasalahan melalui suatu kasus yang

terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang

dimaksud dapat berarti Satu Orang, Sekelompok

Penduduk yang terkena suatu masalah, atau

Sekelompok Masyarakat di suatu daerah. Unit

yang menjadi kasus tersebut secara mendalam

dianalisis, baik dari segi yg berhubungan dengan

16
keadaan kasus itu sendiri, faktor2 yang

mempengaruhi, kejadian2 khusus yang muncul

sehubungan dengan kasus, maupun tindakan

dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan

tertentu.

Meskipun dalam Case Study ini yang diteliti

hanya berbentuk Unit Tunggal, namun dianalisis

secara mendalam meliputi aspek yang cukup

luas, serta penggunaan berbagai teknik secara

integrative.

Namun demikian, hasil penelitian Case Study ini

masih perlu dikaji ulang dengan menggunakan

jumlah Sample yang lebih banyak agar data

yang dianalisa semakin representatif sehingga

lebih dapat di Generalisasikan.

c) Colleration study (studi kolerasi)

Penelitian Korelasional bertujuan untuk

mengungkapkan hubungan Korelatif antar

Variabel walaupun TIDAK diketahui apakah

hubungan tersebut merupakan hubungan Sebab

Akibat atau bukan.

Yang dimaksud Hubungan Korelatif adalah

Hubungan yang menyatakan adanya adanya

17
perubahan pada satu variabel yang diikuti oleh

perubahan pada variabel yang lain.

Dalam hubungan korelatif dilihat keeratan

hubungan antara kedua veriabel, oleh karenanya

dalam penelitian ini Harus Melibatkan paling

sedikit Dua Variabel.

Untuk Uji Statistik, menggunakan Analisis

Korelasi. Dalam analisis ini nantinya akan

didapatkan suatu angka yang dinamakan

Koefisien Korelasi.

Angka Korelasi yang mendekati angka 1

ditafsirkan sebagai Korelasi yang Sangat Kuat.

Sedangkan angka koefisien korelasi yang

mendekati Nol ditafsirkan sebagai Korelasi yang

Tidak Kuat (Lemah), dan Angka Korelasi sama

dengan Nol ( = 0 ) ditafsirkan sebagai Tidak Ada

Korelasi.

Disamping itu, dikenal juga Korelasi Positif dan

Korelasi Negatif.

KORELASI POSITIF :

Diperoleh Hubungan yg Setara, artinya :

kenaikan nilai satu variabel diikuti dengan

kenaikan nilai variabel yang lain.

18
KORELASI NEGATIF :

Diperoleh Hubungan yg Bertolak Belakang,

artinya : Kenaikan nilai pada satu variabel diikuti

Penurunan nilai variabel lain.

d) Comparative study (studi perbandingan)

Penelitian dengan menggunakan Metode Studi

Perbandingan

(Comparative Study) dilakukan dengan cara

membandingkan Persamaan dan Perbedaan

sebagai fenomena untuk mencari Faktor

Faktor apa / Situasi bagaimana yang dapat

menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu.

Study ini dimulai dengan mengadakan

pengumpulan fakta tentang faktor faktor yang

menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu,

kemudian dibandingkan. Setelah mengetahui

persamaan dan perbedaan penyebab,

selanjutnya ditetapkan bahwa sesuatu faktor

yang menyebabkan munculnya suatu gejala

pada objek yang diteliti, itulah yang sebenarnya

yang menyebabkan munculnya gejala tersebut.

Atau dengan memperbandingkan Faktor atau

Variabel mana yang paling berpengaruh

19
terhadap perubahan yang terjadi pada hasil

penelitian yang sedang dilakukan.

Perlu ditekankan di sini, bahwa dalam desain

penelitian ini tidak ada perlakuan atau intervensi

sama sekali dari peneliti

e) Predicition study (studi prediksi)

Study Prediksi ini digunakan untuk

memperkirakan tentang kemungkinan

munculnya suatu gejala berdasarkan gejala lain

yang sudah muncul dan diketahui sebelumnya

Contoh :

Kemungkinan keberhasilan penurunan angka

kematian bayi berdasarkan padabesarnya

cakupan imunisasi.

Dalam bidang Kesehatan, Studi Prediksi

digunakan untuk :

i. Membuat perkiraan terhadap suatu atribut

dari atribut lain. Contoh :

Memperkirakan penurunan angka

kematian akibat kecelakaan dari

berlakunya aturan penggunaan helm

standart bagi semua pengendara motor.

20
ii. Membuat perkiraan terhadap auatu atribut dari

hasil pengukuran. Contoh :

Memperkirakan kemungkinan wabah diare dari

hasil pemeriksaan air minum penduduk.

iii. Membuat perkiraan terhadap suatu pengukuran

dari suatu atribut. Contoh :

Memperkirakan Status Gizi Balita dari Tingkat

Sosial Ekonomi orang tua mereka.

iv. Membuat perkiraan terhadap pengukuran dari

pengukuran lain. Contoh :

Memperkirakan status gizi dari pengukuran

berat badan perumur pada balita.

Untuk uji statistik pada Study Prediktif ini biasanya

digunakan Analisis Regresi. Sebagaimana dalam

analisis korelasi, maka dalam analisis regresi ini

penafsiran hasil analisa didasarkan pada angka

Koefisien yang diperoleh

Dalam analisis Regresi ini, akan dilihat apakah

munculnya suatu gejala itu ada hubungannya dengan

gejala lain atau tidak dan sampai seberapa besar derajat

hubungan tersebut.

21
f) Evaluation study (studi evaluasi)

Penelitian Evaluasi dilakukan untuk menilai suatu

program yang sedang atau sudah dilakukan.

Misalnya : Penelitian evaluasi tentang perkembangan

pelayanan puskesmas, penelitian tentang program

pemberantasan penyakit menular, penelitian evaluasi

tentang program perbaikan gizi, penelitian

evaluasitentang cakupan pelayanan imunisasi balita,

penelitian evaluasi tentang mutu layanan fasilitas

kesehatan dll.

Hasil dari penelitian ini digunakan untuk perbaikan atau

peningkatan program program tersebut.

Dalam mengolah atau menganalisa data pada desain

studi evaluasi ini hanya menggunakan statistik

sederhana saja, misalnya analisa presentase saja

Langkah-langkah penelitian deskriptif yaitu :

Secara umum Langkah Langkah (Teknis) yang harus ditempuh dalam

Penelitian Deskriptif tidak berbeda dengan desain penelitian-penelitian

yang lain, yang meliputi :

1) Memilih masalah yang akan diteliti,

2) Merumuskan dan Mengadakan pembatasan masalah; kemudian

berdasarkan masalah tersebut melakukan study pendahuluan untuk

22
menghimpun informasi dan teori teori sebagai dasar menyusun

kerangka konsep penelitian

3) Membuat asumsi atau anggapan-anggapan yang menjadi dasar

perumusan hipotesis Penelitian.

4) Merumuskan hipotesis Penelitian, Bila Ada

5) Merumuskan dan memilih Teknik, pengumpulan data

6) Menentukan Kriteria atau Kategori untuk mengadakan klasifikasi data

7) Menentukan Teknik dan Alat pengumpul data Data yang akan

digunakan

8) Melaksanakan Penelitian atau Pengumpulan Data untuk menguji

hipotesis

9) Melakukan pengolahan dan analisis Data

10) Menarik kesimpulan atau generalisasi

11) Menyusun dan Mempublikasikan laporan Penelitian.

Survey Analitik (Explanatory Study)

Adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali

bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi.

Kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena,

baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar faktor risiko,

maupun antar faktor efek.

Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dari adanya

faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena yang

23
mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). Secara garis besar

survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis), yakni

Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case Control

(Retrospective), dan Survey Analitic Cohort (Prospective).

Penelitian Retrospektif ( Retrospective Study)

Adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut

bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan

pendekatan retrospektif. Dengan kata lain efek (penyakit atau

status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor

risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang

lalu. Adapun tahap-tahap penelitian case control ini adalah

sebagai berikut :

- Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko atau

efek)

- Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel)

- Identifikasi kasus

- Pemilihan subyek sebagai kontrol

- Melakukan pengukuran retrospektif (melihat

kebelakang) untuk melihat faktor risiko.

- Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi

antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel-

variabel objek kontrol.

24
Penelitian sectional silang (cross sectional study) dan

Ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi

antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara

pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus

pada suatu saat (point time approach). Penelitian cross

sectional ini sering disebut juga penelitian transversal, dan

sering digunakan dalam penelitian-penelitian epidemiologi.

Prospektif (prospective Study)

Penelitian cohort sering disebut penelitian prospektif adalah

suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik

dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek

(penyakit). Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari

diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan secara

prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu

indikator status kesehatan.

Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain

sebagai berikut :

- Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek

- Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi dan

sampel)

- Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari subjek

dengan efek negative

25
- Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok

control.

- Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas

waktu yang ditentukan

- Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua

kelompok

- Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek

yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat

efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun

kelompok kontrol

b. Penelitian Experimental

Menurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen

merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam

melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain,

penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan

percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok

eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-

kondisi yang dapat di kontrol.

Karakteristik

1. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai garis

dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai

perlakuan eksperimental.

2. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen.

26
3. Harus mempertimbangkan kesahihan ke dalam (internal validity)

4. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar (external validity)

Tahapan dan Macam Eksperiment

1. Eksperimentasi permulaan

2. Rancangan Faktorial.

3. Kelompok eksperimen dan kelompok control

4. Validitas Eksperimen

5. Variabel yang Terkait dengan Eksperimentasi.

6. Rancangan Eksperimen

Langkah Pokok Eksperiment

1. Melakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang

akan digarap.

2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.

3. Merumuskan hipotesis, berdasarkan atas penelaahan

kepustakaan.

4. Mengidentifikasikan pengertian-pengertian dasar dan variable-

variabel utama.

5. Menyusun rencana eksperimen.

6. Melakukan eksperimen.

7. Mengatur data kasar itu dalam cara yang mempermudah analisis

selanjutnya dengan menempatkan dalam rancangan yang

27
memungkinkan memperhatikan efek yang diperkirakan akan

ada.

C. Macam Macam Rancangan Penelitian

1. Pengertian rancangan penelitian

Ketika kita akan melakukan penelitian, terlebih dahulu

kita sebagai peneliti harus mempersiapkan segala sesuatu

yang berhubungan dengan penelitian. Mulai dari membuat

perencanaan, merencanakan kerja sama dan memahami

macam-macam etika penelitian. Menurut Margono, (2010:100)

Rancangan itu adalah alur kegiatan peneliti dalam

memecahkan masalah . Disusun secara matang dan cermat

sehingga nantinya akan sangat membantu peneliti maupun

orang yang membaca hasil penelitiannya dalam memahami

masalah serta cara mengatasinya.

Rancangan penelitian dapat juga dikatakan sebagai

skema atau bagan karena rencana itu membuat atau memuat

peta kegiatan yang akan kita laksanakan dan digunakan

sebagai petunjuk. Rancangan juga mengingatkan kita untuk

melakukan ini, jangan melakukan yang itu, hati-hati dalam

melakukan ini, ini tidak penting dan seterusnya. Ini merupakan

sebuah petunjuk dan pedoman seorang peneliti dalam

menyelesaikan penelitiannya dan mendapatkan hasil yang

memuaskan.

28
Menurut Soegeng dalam Tahir (2011:51) Rancangan

penelitian adalah langkah-langkah penelitian yang terstruktur,

Ekonomis dan Sesuai dengan Tujuan Penelitian sehingga data-

data yang didapatkan adalah data yang akurat. Sedangkan

menurut Sukardi (2003:69), perencanaan penelitian yaitu

bayangan untuk seorang peneliti tentang apa yang akan kita

lakukan saat menelitian dan menemukan cara mengatasi

masalah yang menjadi objek penelitiannya.

Kerlinger dan Lee dalam Setyosari (2010:170)

mengemukakan bahwa Kegunaan rancangan penelitian yang

pertama adalah pedoman dalam menemukan hasil/ cara

mengatasi suatu permasalahan, yang dulu sebelum kita

melakukan penelitian menjadi tanda tanya yang akan kita

temukan jawabannya dan setelah melakukan penelitian

bertolak dari rancangan itu sendiri kini pertanyaan-pertanyaan

itu terjawab semua dan merupakan hasil penelitian . Kedua

adalah mengontrol atau mengendalikan variabel yang saling

berhubungan, variabel-variabel apa yang harus kita dahulukan.

2. Hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian

hipotesis

a. Hubungan kausal

Bentuk-bentuk hubungan kausal

29
1) Hubungan asimetris : ada dua hubungan variable,tetapi

tidak ada mekanisme pengaruh mempengarui,masing-

masing bersifat mandiri.

Contoh :

Kebetulan : kenaikakan gaji dosen dengan turunnya

hujan. sama-sama merupakan akibat dari

factor(variable bebas) yang sama: hubungan antara

tinggi badan dan berat badan,keduanya merupakan

variabel tergantung dari variabel bebas

pertumbuan.

Indikator dari konsep yang sama : ubungan antara

dua kekuatan kontraksi otot dengan kontraksi otot

2) Hubungan simetris :korelasi antara dua variabel, dengan

satu variabel(bebas) bersifat mempengaruhi variabel

lain(tinggi kadar lipoprotein berat jenis benda dalam dara

mengakibatkan aterosklerosis).

3) Hubungan timbal balik: korelasi antara dua variabel

saling mempengarui.

Contoh : korelasi antara malnutrisi dan mal absorsi

b. Validitas eksternal dan internal

Membicarakan validitas sebagai terminologi

penelitian, setidak-tidaknya akan sampai pada dua

pengertian , yakni berkaitan dengan pengukuran dan yang

30
kedua berkaitan dengan penelitian itu sendiri. validitas

berkaitan dengan tiga unsur; alat ukur, metode ukuran dan

pengukur(peneliti).

Validitas ukur adalah suatu keadaan dimana alat ukur

yang di gunakan untuk mengukur karakteristik seperti yang

diinginkan oleh peneliti untuk di ukur.

Validitas penelitian mempunyai pengertian yang berbeda

dengan validitas pengukuran , walaupun untuk termencapai

validitas penelitian syarat validitas pengukuran harus

terpenuhi pula. Ada dua macam validitas penelitian yakni :

1. Validitas internal : ikwal kesahihan penelitian

yangmenyangkut pernyataan ; sejauh mana perubahan

yang diamati dalam suatu penelitian (terutama

penelitian ekprimental) benar-benar hanya terjadi

karena perlakuan yang di berikan dan bukan pengaruh

factor lain (variabel luar). Faktor- Faktor yang

mempengaruhi validitas internal:

a. Sejarah (history) : peristiwa yang terjadi pada waktu

lalu dan kadang-kadang dapat berpengaruh

teradap variabel terikat

b. Kematangan (muturitas) : adanya perubahan baik

secara biologis maupun non biologis yang

prosesnya dapat berpengaruh.

31
c. Seleksi(selection) : adanya perubahan cirri-ciri atau

sifat-sifat dari suatu populasi

d. Prosedur (testing) : terjadinga stress yang dapat

berpengaruh terhadap hasil tes

e. Instrumen : adanya pengaruh yang diakibatkan oleh

alat ukur terhadap hasil tes

f. Mortalitas : adanya perubahan yang terjadikarena

adanya anggota dari populasi yang drop out.

g. Nilai rata-rata : terjadinya perubahan akibat adanya

nilai ekstrim tinggi atau yang rendah seingga

mempengaruhi hasil tesnya

2. Validitas eksternal : ikhwal penelitian yang menyangkut

pertanyaan, sejauh mana hasil suatu penelitian dapat

digeneralisasikan pada populasi induk (asal sampel)

penelitian diambil.

Contoh : apabila kita meneliti tingkat efektifitas suatu

metode penyuluhan baru mengenai program imunisasi

dengan mengambil sampel di suatu desa dan ternyata

baik hasilnya.

Factor-faktor yang mempengaruhi validitas

a. Efek seleksi berbagai anggota sampel

b. Gangguan penanganan perlakuan berganda

32
3. Rancangan penelitian survey

Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil

sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai

lat pengukuran data yang pokok, tanpa memberikan intervensi

kepada sampel ynag diteliti. Salah satu keuntungan utama

penelitian survey adalah mungkinnya membuat generalisasi

untuk populasi yang besar. Penelitian survey sering disebut

penelitian observasional, tetapi penelitian observasional

mengharuskan ada metode observasi (menggunakan indra

penglihatan) untuk mengamati suatu fenomena.

Penelitian survey digunakan untuk maksud:

a. Penjajagan (eksploratif) yaitu penelitian yang masalahnya

bersifat terbuka, masih tmencari-cari, belum cukup untuk

dilakukan penelitian deskriptif.

b. Deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk

menggambarkan fenomena, mengembangkan konsep dan

menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian

hipotesis.

c. Penjelasan (explanatory atau confirmatory) atau analitik

yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian

hipotesis.

d. Evaluasi yaitu penelitianuntuk menilai sejauh mana tujuan

digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai

33
tanda-tanda yang tercapai. Secara umum terdapat dua

penelitian evaluasi, yakni evaluasiformatif dan evaluasi

sumatif. Evaluasi formatif biasanya untuk melihat dam

meneliti pelaksanaan suatu program, mencapai umpan

balik untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.

Evaluasi sumatif biasnya dilaksanakan pada akhir program

untuk mengukur apakah tujuan tersebut tercapai.

e. Prediksi atau proyeksi / meramalkan kejadian tertentu di

masa yang akan datang.

f. Penelitian operasional (operation research) yaitu penelitian

yang pusat perhatiannya adalah variable-variabel yang

berkaitan dengan aspek opresional suatu program. Setelah

diidentifikasi hambatan-hambatan operasional, penelitian

dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.

1. Mengembangkan indikator-indikator sosial. Indikator-indikator sosial


dapat dikembangkan berdasarkan survey-survey yang dilakukan
secara berkala. Misalnya biro pusat statistic (BPS), menerbitkan
secara teratur buku indicator kesejahteraan rakyat yang didasarkan
pada
a. Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS)
b. Sensus Penduduk
c. Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)
d. Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENA)

Rancangan Penelitian Survey

Penetapan rancangan penelitian survey bertujuan :

34
1. Untuk mencari informasi faktul yang mendetail yang mencandra
gejala yang ada.
2. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk
mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang
sedang berlangsung.
3. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain
dalam menangani masalah atau situasi yang sama,agar dapat
belajar dari mereka untuk kepentngan pembuatan rencana dan
pengambilan keputusan di masa depan

4. Rancangan penelitian percobaan

a. Prinsip dasar

1) Ulangan

Ulangan adalah diterapkannya satu perlakuan kepada lebih dari satu

satuan percobaan. Ulangan merupakan hal yang penting dalam suatu

penelitian dan mempunyai fungsi untuk (1) Menyediakan galat

percobaan; (2) Meningkatkan presisi dengan menurunkan simpangan

baku); (3) Meningkatkan generalisasi (kalau ulangan dilakukan a.l. pada

tempat, waktu, bahan yang berbeda). Besarnya ulangan ditentukan

oleh: (1) besarnya perbedaan yang ingin dideteksi; dan (2) keragaman

data dan jumlah perlakuan.

2) Pengacakan

Pengacakan adalah yang mendasari metode statistika dalam rancangan

percobaan. Pengacakan adalah penerapan perlakuan kepada satuan

percobaan sehingga semua/setiap satuan percobaan mempunyai

35
peluang yang sama untuk menerima suatu perlakuan. Konsep

pengacakan ini berlaku juga untuk pengambilan subsampelatau

penentuan satuan pengamatan.

Pengacakan berfungsi: (1) Menghindarkan bias yaitu menjamin

penduga tidak bias untuk nilai tengah perlakuan dan galat percobaan;

(2) Menjamin adanya kebebasan antar pengamatan; (3) Mengatasi

sumber keragaman yang diketahui namun tidak dapat diduga

pengaruhnya.

3) Pengelompokkan

Pengelompokkan adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan

ketelitian percobaan. Pengelompokan dilakukan kalau terdapat

sumber keragaman yang dapat diketahui dan pengaruhnya dapat

diperkirakan. Bahan percobaan disusun ke dalam kelompok-kelompok

satuan percobaan yang relatif seragam. Fungsi pengelompokan:

a. Meningkatkan presisi.

Pengelompokan meningkatkan presisi (sensitivitas percobaan dalam

mendeteksi perbedaan) dengan memisahkankeragaman

antarkelompok (sumber keragaman yang dapat diduga pengaruhnya)

dari galat percobaan sehingga galat percobaan dapat diperkecil. Dalam

hal ini perlakuan dibandingkan pada kondisi yang hampir sama.

b. Meningkatkan informasi.

Pengelompokan dapat meningkatkan informasi karena kelompok

dapat diletakkan pada tempat, waktu, dan bahan yang berbeda.

b. Jenis rancangan percobaan (RAI/RAK)

36
Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen

(atau dapat dianggap homogen), misalnya percobaan-percobaan yang

dilaksanakan di laboratorium atau rumah kaca dimana pengaruh

lingkungan secara nisbi lebih mudah dikendalikan. Perlu dijelaskan

disini bahwa yang disebut "lingkungan" adalah faktor-faktor lain diluar

faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan RAL setiap unit

percobaan ditempatkan secara acak serta tidak mengikuti suatu pola

baris atau lajur tertentu.

Rancangan Acak Kelompok (RAK) Diterapkan pada percobaan yang

dilakukan pada lingkungan tidak homogen (heterogen), misalnya

percobaan-percobaan yang dilaksanakan di lapangan, dimana terdapat

1 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK

setiap unit percobaan ditempatkan secara acak dan mengikuti suatu

pola baris atau lajur tertentu, tegak lurus dari sumber keragaman yang

ada di lapangan.

c. Percobaan factorial

Percobaan faktorial adalah suatu percobaan dimana dalam satu

keadaan (unit percobaan) dicobakan secara bersamaan dari beberapa

(2 atau lebih) percobaan-percobaan tunggal. Dari percobaan faktorial,

selain dapat diketahui pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang

diujikan, dapat diketahui pula pengaruh gabungan (interaksi) dari

masing-masing faktor yang diujikan.

5. Rancangan quasi eksperimental

37
Kuasi eksperimental adalah sebuah studi eksperimental

yang dalam mengontrol situasi penelitian menggunakan cara

non random. Desain ini berasal dari riset ilmu sosial yang

kemudian diadopsi oleh epidemiologi untuk mengevaluasi

dampak intervensi kesehatan masyarakat. Untuk memperoleh

taksiran dampak perlakuan yang sebenarnya maka peneliti

harus memilih kelompok kontrol yang memiliki karakteristik

variable perancu yang sebanding dengan kelompok

perlakuan.

Kuasi eksperimental ini dilakukan sebagai alternatif

eksperimen randomisasi, tatkala pengalokasian faktor

penelitian pada subjek penelitian tidak mungkin, tidak etis atau

Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM

tidak praktis dilaksanakan dengan randomisasi, misalnya ketika

ukuran sampel terlalu kecil.

Jenis Desain Eksperimen Kuasi Kuasi eksperimental dapat

dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

1. One group pre and post test design Merupakan kuasi

eksperimental dimana masing-masing subjek menjadi kontrol

bagi dirinya sendiri dan pengamatan variabel hasil dilakukan

sebelum dan sesudah perlakuan. Kelompok kontrol untuk

dirinya sendiri disebut dengan kontrol internal.

38
Desain One Group pre and post test design

2. After only with control design Mengamati variable hasil pada

saat yang sama terhadap kelompok perlakuan dan kelompok

control, setelah perlakuan diberikan kepada kelompok

perlakuan (subjek). Dengan cara non random peneliti memilih

kelompok control yang memiliki karakteristik atau variable

variable perancu potensial yang sebanding dengan kelompok

perlakuan.

After only with control design

3. After and Before with control design Desain ini mirip dengan

RCT kecuali penunjukan kelompok subjek tidak dilakukan

dengan random. Pengaruh perlakuan ditentukan dengan

39
membandingkan perubahan nilai-nilai variable hasil pada

kelompok perlakukan dengan perubahan nilai-nilai pada

kelompok control. Desain ini lebih baik dari dua desain

eksperimen kuasi yang terdahulu, karena mengatasi

kemungkinan variasi eksternal yang diakibatkan perubahan

waktu serta menggunakan kelompok pembanding eksternal

After and Before with control design

4. Desain campuran Desain campuran mengkombinasikan

elemen-elemen pembanding internal dan eksternal. Kombinasi

tersebut meningkatkan kemampuan mengatasi ancaman

validitas selanjutnya meningkatkan kemampuan untuk manrik

inferensi kausal.

Kelemahan dan Kekuatan Kuasi Eksperimental Kuasi

eksperimental mempunyai kekuatan lebih mungkin diterapkan

dan lebih murah dibandingkan eksperimen randomisasi,

terutama pada penelitian yang ukuran sampel sangat besar

atau sangat kecil. Sedangkan kelemahan dari kuasi

40
eksperimental antara lain; karena pada desain ini tidak

dilakukan randomisasi maka peneliti kurang mampu

mengendalikan factor-faktor penganggu. Alokasi non random

ini bahkan dapat mengakibatkan bias yang sulit dikontrol pada

analisis data.

6. Rancangan penelitian klinik

7.
8. a.perkembangan penelitian klinik
9. perkembangan penelitian klinik adalah sejalan dengan
perkembangan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran sebagai ilmu
alamia berkembang melalui dua cara, yaitu melalui observasi
dan eksperimen. Cara observasi ini dilakukan dengan mencatat
sifat-sifat dan gejala-gejalah yang terjadi secara alamia, dan
dengan cara ini kemudiaan diperoleh informasi tentang
perjalanan alamia penyakit dan faktor-faktoryang
mempengaruhi nya. Sedangkan cara esperimen , dilakukan
dengan mengatur kondisi tertentu terhadap objek ,kemudian
menggamati terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada
objek tersebut . di dalam ilmu kedokteran/ kesehatan, kedua
cara ini menunjang dan saling melengkapi.
10. b.Tahap-tahap penelitian
11. tujuan penelitian klinik adalah untuk menguji efektifitas obat
pada manusia . Dengan sendirinya sebelum obat tersebut
dicobakan pada manusia terlebih dahulu harus dipercobakan
pada binatang percobaan.berdasarkan tujuan nya,penelitian
klinik dibagi menjadi 4, yaitu :
12. 1.Tahap pertama
13. Tahap klinik ini merupakan pemberian obat untuk pertama
kali pada manusia, setelah obat bersangkutan telah lolos dari
penelitian farmakologi dan teksiologi pada binatang percobaan.
Tujuan penelitian klinis tahap ini untuk memperlihat efek
farmakologi klinik suatu obat pada sekelompok kecil penderita
atau sukrelawan sehat .pengukuran dalam penelitian ini
menyangkut khasiat obat,dengan data yang di kumpulkan
adalah :jenis obat,hubungan antara dosis dengan respons,
lama kerja obat pada dosis tunggal,metabolisme dan interaksi.

41
14. 2.Tahap kedua
15. Tujuan penelitian tahap ini untuk menentukan apakah kerja
untuk farmakologi yang telah dibuktikan pada tahap pertama
tersebut berguna untuk pengobatan.Indikator dari pengukuran
penelitian tahap ini adalah penyembuhan penyakit. Tetapi
karena kesembuhan biasanya ini terjadi waktu yang panjang,
maka efek frmakologia yang dijadikan indicator, misalnya kadar
gula darah, penurunan tekanan darah, dan sebagiannya. Selain
itu perlu di kumpulkan data tentang efek samping cukup untuk
memperkirakan secara dini rasio antara resiko dan keuntungan.
Dari penelitian pada tahap ini dapat di tentukan manfaat obat
yang bersangkutan di banding dengan obat atau cara
pengobatan yang lain yang telah ada. Dalam tahap ini pula
dapat ditantukan hubungan dosis dan kadar obat dalam plasma
atau jaringan dengan efek klinik.

42
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

Berdasarkan makalah yang telah di susun ini penulis dapat

mengemukakan saran bahwa dalam melakukan suatu penelitian

seorang peneliti tidak merekayasa dan memalsukan informasi dalam

penelitian karena rancangan penelitian sangat membantu kita dalam

melakukan penelitian sehingga data-data atau informasi yang di dapat

akan benar.

DAFTAR PUSTAKA

43
44