Anda di halaman 1dari 3

BAB II

ISI

A. BAHAN MAKANAN ALAMI


Selain bahan makanan yang berbasis kimia. Bahan makanan juga di dapat dari
bahan alam atau tanpa proses kimia. Yang justru lebih bergizi dan lebih aman
dalam makanan. Berikut ini ulasannya :

1. Pengawet
Berikut ini ialah bahan pengawet dari alam :

a. Gula tebu
Gula tebu memberi rasa manis dan bersifat mengawetkan. Buah-buahan yang
disimpan dalam larutan gula pekat akan menjadi awet karena mikroorganisme
sukar hidup di dalamnya.

b. Gula merah
Selain sebagai pemanis gula merah juga bersifat mengawetkan seperti halnya
gula tebu.

c. Garam
Garam merupakan pengawet alami yang banyak dihasilkan dari penguapan air
laut. Ikan asin dapat bertahan hingga berbulanbulan karena pengaruh garam.

d. Kunyit
Kunyit, selain sebagai pewarna, juga berfungsi sebagai pengawet. Dengan
penggunaan kunyit, tahu atau nasi kuning menjadi tidak cepat basi.

e. Kulit kayu manis


Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pengawet
karena banyak mengandung asam benzoat. Selain itu, kayu manis juga
berfungsi sebagai pemanis dan pemberi aroma.

f. Cengkih
Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga tanaman
cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi sebagai penambah
aroma.
2. Pewarna
Berikut ini adalah bahan pewarna alami untuk makanan :

a). Kunyit kuning


Bahan alami ini merupakan akar tanaman Curcuma Longa L. yang larut dalam
etanol. Ia juga memiliki kemampuan mewarnai dan merupakan anti-panas yang
baik. Bubuk kuning ini akan berwarna keemasan di bawah PH 7 dan berwarna
kemerahan di atas PH7. Ia dapat digunakan untuk mewarnai permen karet, kue,
bumbu, es krim, roti, mentega, dan sebagainya.

b). Gardenia hijau


Adalah pigmen alami yang diekstrak dari campuran buah gardenia biru dan
kuning. Ia dapat menghasilkan warna hijau muda dan hijau gelap. Ia mudah
larut di dalam air dan larutan etanol. Ini biasanya digunakan untuk bir, soda pop,
jus, selai, permen, kue, jelly, es krim, roti, dan lain-lain.

c). Kubis merah


Merupakan bubuk berwarna ungu kemerahan yang dapat larut dalam air dan
larutan asetat, namun tidak dengan minyak. Ia menghasilkan warna ungu
kemerahan jika PH kurang dari 6 dan ungu kemerahan yang tidak stabil pada
PH lebih dari 7. Ini memiliki stabilitas yang baik untuk panas dan cahaya,
terutama dalam kondisi asam. Hal ini juga berlaku untuk anggur, minuman
ringan, jus, selai, es krim, kue, dan sebagainya.

3. Penyedap Rasa
Berikut ini ialah penyedap rasa alami yang dipakai untuk makanan :

a). Daun Pandan


Daun Pandan memang mempunyai aroma yang khas yang dapat menambah
aroma lezat dan cita rasa makanan. Daun pandan dapat dijadikan sebagai
penyedap alami, bukan hanya sekedar penyedap alami saja, daun pandan pun
bisa dijadikan sebagai pewarna makanan yang alami. Biasanya pandan diolah
pada pembuatan bubur kacang hijau, kolak, dan gula merah cair.

b). Bawang Putih


Bawang putih merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak
digunakan. Cara membuat bawang putih untuk bahan penyedap alami pengganti
MSG yaitu dengan memarkan bawang putih yang telah dikupas, dan tumis
dengan sedikit minyak hingga layu, sebelum Anda memasukkan bahan-bahan
lainnya.

Bawang putih juga bisa dihaluskan, kemudian ditumis agar lebih merata dengan
bahan lainnya. Cara lainnya adalah dengan membuat bubuk bawang putih
goreng.

c). Kaldu Ayam


Kaldu ayam atau sapi dibuat dari tulang belulang atau daging yang direbus
dalam air selama beberapa waktu. Ternyata kaldu ayam/sapi ini bisa dijadikan
bahan penyedap alami untuk pengganti MSG dan pengganti penggunaan garam.