Anda di halaman 1dari 7

Berdirinya Gereja: Kisah Para Rasul 1:1 8:3

Pendahuluan

Kisah Para Rasul membentuk sebuah jembatan antara catatan tentang kehidupan

Yesus Kristus dan ajaran-ajaran dalam keempat kitab Injil dengan tulisan dan kerja

daripada rasul-Nya.

Kisah Para Rasul mengilustrasikan bagaimana Juruselamat melanjutkan untuk

mengarahkan gerejaNya melalui ilham dari Roh Kudus kepaa mereka yang

memegang kunci-kunci Imamat.

Roh Kudus mengungkapkan kebenaran kepada para rasul yang kemudian memimpin

dan mengajar gereja.

Para rasul juga mengadakan tanda dan mujizat dalam nama Yesus Kristus Tuhan.

Melalui kitab ini kita dapat belajar bagaimana Gereja Yesus Kristus mulai menyebar

dari Yerusalem sampai ke ujung bumi.

Latar Belakang [1]

Kisah Para Rasul menceritakan sejarah gereja Kristen awal setelah naiknya Yesus

Kristus ke surga.

Dalam kitab ini tercatat peristiwa penyebaran injil Yesus Kristus dari Yerusalem,

seluruh Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi yang dilakukan para rasul dan murid

Yesus setelah mereka menerima kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi (Kis 1:8).
Mereka punya keberanian yang ilahi, mereka menjadi orang-orang pemberani untuk

memberitakan Injil Yesus Kristus padahal sebelumnya mereka adalah orang-orang

penakut, menyangkal Yesus seperti yang pernah dilakukan Petrus, pengkhianat dan

penjual Yesus seperti yang dilakukan Yudas Iskariot. Juga mereka adalah orang-orang

biasa dari Galilea tapi karena kuasa Roh Kudus turun ke atas mereka spontan mereka

menjadi pemberita Injil yang dahsyat dan luar biasa.

Keberanian mereka dalam memberitakan injil pada masa itu sangat mempengaruhi

dunia sedemikian rupa sehingga terjadi kegerakan besar (lompatan besar) dalam

kurun waktu antara masa pelayanan Yesus di dunia dan kemunculan gereja dalam

perhitungan sejarah.

Kegerakan besar ini dimulai oleh Petrus sebagai pewarta injil Yesus Kristus pertama

di Yerusalem dan bagi orang Yahudi.

Kisah Para Rasul merupakan lanjutan dari injil Lukas (Volume 2) yang ditulis oleh

Lukas seorang tabib (dokter) berlatarbelakang Yunani kepada seorang pria bernama

Teofilus seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Romawi (Kis 1:1-2).

Dalam injil Lukas (Volume 1, surat Lukas kepada Teofilus) tercatat tentang segala

sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus sampai pada hari Ia terangkat ke surga.

Kisah 1:1-11

Sebelum Yesus naik ke surga, Ia menampakkan diriNya berulang kali kepada murid-

muridNya selama 40 hari untuk membuktikan bahwa Dia hidup.


Dia memerintahkan para murid untuk tetap tinggal di Yerusalem menantikan janji

Bapa. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan

dibaptis dengan Roh Kudus (Kis 1:4-5).

Janji Bapa ini juga disampaikan Yesus dalam Yoh 14:16-19 bahwa Yesus

menjanjikan penghibur, seorang penolong yang menyertai para murid selama-

lamanya. Yesus tidak membuat para murid menjadi yatim piatu, Dia datang kembali

dan tinggal sesaat lagi.

Para murid tetap tinggal di Yerusalem dan tepat pada Hari Raya Pentakosta, janji

Bapa digenapi. Para murid dan semua orang percaya yang setia (120 orang)

mengalami kepenuhan Roh Kudus di sebuah rumah (upper room), Kis 2:1-4.

Tujuan Penulisan

- Meneguhkan iman para murid dan orang percaya terutama pada masa itu

karena adanya kegerakan gereja yang besar di tengah-tengah paham Yudaisme

yang begitu kental.

- Memberi suatu catatan sejarah yang dapat dimengerti tentang pernyataan Allh

kepada manusia dalam karya Kristus baik lewat kehidupan pribadi Yesus

sendiri maupun melalui gerejaNya.


Kaitan Dengan Kitab-Kitab Lain Dalam Alkitab

Kisah Para Rasul mengutip sejumlah ayat dari bagian Alkitab yang lain dan juga

dirujuk dalam sejumlah bagian misalnya surat-surat Paulus. Berikut sebagian kaitan

kitab lain dengan Kisah Para Rasul:

- Kitab Kejadian, sejumlah kisah dikutip oleh Stefanus yang dicatat dalam

Kisah Para Rasul 7.

- Kitab Keluaran, sejumlah kisah dikutip oleh Stefanus yang dicatat dalam

Kisah Para Rasul 7.

- Kitab Mazmur, dikutip antara lain oleh Petrus yang dicatat dalam Kisah Para

Rasul 1.

- Kitab Yesaya, sejumlah ayat dikutip oleh Stefanus yang dicatat dalam Kisah

Para Rasul 7.

- Kitab Yoel, sejumlah ayat (Yoel 2:28-32) dikutip oleh Petrus yang dicatat

dalam Kisah Para Rasul 2.

- Kitab Amos, sejumlah ayat dikutip oleh Stefanus yang dicatat dalam Kisah

Para Rasul 7.

- Injil Matius, kisah kematian Yudas Iskariot pada Kisah Para Rasul 1 saling

melengkapi dengan catatan pada Matius 27.

- Injil Markus memuat kisah kenaikan Yesus (Markus 16) sebagaimana pada

Kisah Para Rasul 1.

- Injil Lukas, sebagaimana tertulis pada Lukas 1. Kisah Para Rasul ditujukan

kepada seorang bernama Teofilus (Kis 1:1). Lukas 24 memuat kisah kenaikan

Yesus yang dijabarkan lebih lanjut pada Kisah Para Rasul 1.


Permulaan Gereja [2]

Kata Gereja atau Jemaat dalam bahasa Yunani adalah Ekklesia () dari

kata Kaleo artinya Aku memanggil/memerintahkan.

Secara umum Ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Secara khusu

Ekklesia dalam perjanjian baru adalah pertemuan orang-orang Kristedn sebagai

jemaat untuk menyembah kepada Kristus.

Gereja dimulai 50 hari sesudah kenaikan Yesus (sekitar tahun 30-34 Masehi).

Berdirinya gereja sebenernya sudah dinubuatkan oleh Yesus sendiri uaitu di Matius

16:18, Dan Akupun berkata kepadamu; engkau adalah Petrus dan di atas batu karang

ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.

Dari ayat ini Yesus sendiri yang akan mendirikan gerejaNya. Batu karang bicara

tentang pribadi Yesus sendiri.

Alam maut bicara tentang ketakutan, ancaman, penganiayaan, kemiskinan, sakit

penyakit, penindasa, tekanan, penderitaan bahkan kematian. Semua hal tentang alam

maut tidak dapat menguasai greja Tuhan yang berdiri/berfokus pada pengajaran

Yesus.

Gereja akan terus bertumbuh justru di tengah kegoncangan yang terjadi sebab ada

kuasa otoritas dari tempat yang Mahatinggi yang menguasai dan memampukan

gerejaNya untuk bertahan bahkan bertumbuh.


Datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2:1-4), Gereja (kumpulan yang

dipanggil keluar) secara resmi dimulai.

Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman.

Catatan Peristiwa: Kisah Para Rasul

Tradisi dari gereja mula-mula menyatakan Lukas, seorang dokter dan teman dekat

Rasul Paulus sebagai orang yang menulis Injil Lukas dna kitab Kisah Para Rasul [3].

Tidak ada alasan yang dapat menyangkal bahwa Lukas dan Kisah Para Rasul adalah

karangan dalam dua volume. Keduanya dimaksudkan untuk meneguhkan iman dan

memberikan suatu catatan sejarah yang dapat dimengerti tentang pernyataam Allah

kepada manusia dalam karya Kristus baik melalui jalan kehidupan pribadiNYa

maupun melalui gerejaNya.

Kolose 4:14, Timotius 4:11, kitab Kisah Para Rasul kemungkinan besar ditulis dalam

kurun waktu antara tahun 61-64 [4].

Ikhtisar

Kisah Para Rasul dapat dibagi menjadi lima bagian utama:

I. Pembukaan, Kis 1:1-11

II. Tempat asal gereja: Yerusalem, Kis 1:12 8:3

III. Masa Peralihan: Samaria, Kis 8:4 11:18

IV. Perluasan kepada orang bukan Yahudi, Kis 11:19; Kis 21:16
Misi