Anda di halaman 1dari 1

Biosintesis Sel

Gambar 1. Perkembangan dan pertumbuhan lempeng sel


Selama mitosis, pada telofase, fragmoplas meluas dan membentuk barisan atau
deretan. Pada waktu yang sama, di daerah ekuator dibentuk cawan sel, yang dihasilkan
oleh protoplas baru yang mulai membentuk fragmoplas di bagian dalam. Di daerah
tempat dibentuknya cawan sel, mikrotubula fragmoplas tidak tampak. Semakin meluas
cawan sel, mikrotubula fragmoplas semakin mendekati dinding sel yang membelah.
Ketika cawan sel sudah mencapai semua bagian dinding sel yang membelah, fragmoplas
akan lenyap. Pada tahap ini kekentalan cawan sel meningkat dan secara bertahap cawan
sel akan berubah bentuk menjadi senyawa antar sel atau lamela tengah.

Gambar 1. Pembentukan dinding sel

Pembentukan cawan sel dimulai dengan pemusatan dan penggabungan sejumlah


besar kantong kecil turunan badan Golgi dan kemungkinan juga kantong kecil dari RE.
Mikrotubula dan fragmoplas mengarahkan kantong kecil ini menuju daerah ekuator.
Pembentukan lamela ini merupakan tahap permulaan dalam perkembangan dinding
baru sel anak. Pada perhubungan dinding baru dengan dinding sel induk, lamela tengah
lama dan baru terpisah oleh dinding primer sel induk. Pada dinding primer sel induk, pada
tempat perhubungan dinding lama dan baru terdapat suatu rongga yang seperti segitiga
pada penampang melintangnya. Rongga ini terus membesar sampai mencapai lamela
tengah sel induk dan terjadilah hubungan antara lamela tengah sel induk dengan lamela
tengah baru. Apabila rongga ini terus tumbuh dan senyawa antar sel tidak mengisinya,
akan terbentuk rongga antar sel. Dinding sekunder berkembang pada permukaan dalam
dinding primer. Lignin pertama kali tampak sebagai senyawa antar sel dan dinding
primer, kemudian menyebar ke arah sentripental ke dalam dinding sekunder.Dinding
primer tidak mengandung lignin, sedangkan dinding sekunder berlignin.

Sumber : Mulyani, Sri. Anatomi Tumbuhan. (Yogyakarta: Kanisius). 2006.