Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN SEMENTARA SKENARIO D BLOK 11

2. 1 Pembahasan
Tutor : dr. Irfanuddin, SpKO, M.Pd.Ked.
Moderator : Ahmad Sebastian Akbar
Notulis : Reza Agustiantwo Putra
Sekretaris : Citra Olivia Dinanti
Hari, tanggal : Senin, 06 04 2015
Rabu, 08 04 2015
Waktu : 08.00 WIB sd. Selesai.
Rules :
1.

Skenario D Blok 11

Ny. Yenni, wanita, 38 tahun datang ke UGD RSUD Palembang Bari dengan keluhan
nyeri perut hebat sejak 14 jam yang lalu.pasien diangkat oleh keluarga karena tidak sanggup
untuk berjalan atau duduk. Nyeri mulai dirasakan di daerah uluhati kemudia menjalar ke perut
kanan bawah yang akhirnya nyeri seluruh perut. Nyeri juga dirasakan menjalar ke bahu kanan.
Nyeri terutama dirasakan saat bergerak, berjalan, bernapas, batuk, dan mengejan. Nyeri tidak ada
perubahan meskipun pasien telah meminum obat sakit maag yang biasa dikonsumsi sejak 3
tahun terakhir. Pasien mengeluh badan mulai terasa demam sejak 4 jam yang lalu. Ny. Yenni
diketahui menderita sakit maag sejak 3 tahun terakhir dan rutin mengkonsumsi jamu supaya
selalu bugar.
Keadaan umum : Lethargik
Tanda Vital : Tekanan Darah 85/53 mmHg, Nadi 112x/menit, pernapasan 24 x/menit,
Suhu 38,4oC
Pemeriksaan Fisik
Mata : Kelopak mata tidak cekung, konjungtiva tidak anemis
Leher : JVP tak meningkat, KGB tidak teraba membesar
Thoraks
Paru paru : Simetris, suara nafas vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)
Cor : Bunyi jantung I dan II normal,splitting (-), murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : datar, tegang, masa (-)
Palpasi : Nyeri tekan (+) seluruh abdomen tanpa jelas punctum maximum, nyeri
lepas (+), defans muskuler (+), cairan bebas sukar dinilai
Perkusi : pekak hati (-)
Auskultasi : Bising usus (-)
Ekstremitas : ujung jari teraba dingin, CRT Normal

Klarifikasi Istilah
1. Maag : Berkurangnya daya atau fungsi pencernaan dan rasa tidak nyaman pada
epigastrium
2. Nyeri perut : Perasaan tidak nyaman atau menderita pada daerah perut yang disebabkan
oleh rangsangan pada ujung saraf tertentu
3. Jamu :
4. Lethargik : Penurunan tingkat kesadaran ditandai dengan lesu, mengantuk, dan apatis
5. Punctum Maximum : titik dengan tempat kuantitas terbesar
6. Defans Muskular
7. Ulu Hati : Regio epigastrium

Identifikasi Masalah
1. Ny. Yenni, wanita, 38 tahun datang ke UGD RSUD Palembang Bari dengan keluhan
nyeri perut hebat sejak 14 jam yang lalu.pasien diangkat oleh keluarga karena tidak
sanggup untuk berjalan atau duduk.
2. Nyeri mulai dirasakan di daerah uluhati kemudia menjalar ke perut kanan bawah yang
akhirnya nyeri seluruh perut. Nyeri juga dirasakan menjalar ke bahu kanan. Nyeri
terutama dirasakan saat bergerak, berjalan, bernapas, batuk, dan mengejan.
3. Nyeri tidak ada perubahan meskipun pasien telah meminum obat sakit maag yang biasa
dikonsumsi sejak 3 tahun terakhir. Pasien mengeluh badan mulai terasa demam sejak 4
jam yang lalu.
4. Ny. Yenni diketahui menderita sakit maag sejak 3 tahun terakhir dan rutin mengkonsumsi
jamu supaya selalu bugar.
5. Keadaan umum : Lethargik
Tanda Vital : Tekanan Darah 85/53 mmH, Nadi 112x/menit, Pernapasan 24 x/menit,
Suhu 38,4 C.
6. Pemeriksaan Fisik
Mata : Kelopak mata tidak cekung, konjungtiva tidak anemis
Leher : JVP tak meningkat, KGB tidak teraba membesar
Thoraks
Paru paru : Simetris, suara nafas vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)
Cor : Bunyi jantung I dan II normal,splitting (-), murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : datar, tegang, masa (-)
Palpasi : Nyeri tekan (+) seluruh abdomen tanpa jelas punctum maximum, nyeri
lepas (+), defans muskuler (+), cairan bebas sukar dinilai
Perkusi : pekak hati (-)
Auskultasi : Bising usus (-)
Ekstremitas : ujung jari teraba dingin, CRT Normal

Analisis Masalah
1. Ny. Yenni, wanita, 38 tahun datang ke UGD RSUD Palembang Bari dengan keluhan
nyeri perut hebat sejak 14 jam yang lalu.pasien diangkat oleh keluarga karena tidak
sanggup untuk berjalan atau duduk.
a. Apa sistem yang terlibat pada kasus ini?
b. Bagaimana anatomi dan fisiologi organ dan sistem yang terlibat pada kasus ini?
c. Bagaimana histology dari organ dan sistem yang terlibat pada kasus ini?
d. Apa makna nyeri hebat sejak 14 jam yang lalu?
e. Bagaimana etiologi dari nyeri hebat pada kasus ini?
f. Bagaimana mekanisme nyeri hebat pada kasus ini?
g. Bagaimana klasifikasi dari nyeri?
h. Apa makna pasien diangkat oleh keluarga karena tidak sanggup untuk berjalan
atau duduk?
i. Bagaimana hubungan jenis kelamin dan usia pada keluhan pasien?
2. Nyeri mulai dirasakan di daerah uluhati kemudia menjalar ke perut kanan bawah yang
akhirnya nyeri seluruh perut. Nyeri juga dirasakan menjalar ke bahu kanan. Nyeri
terutama dirasakan saat bergerak, berjalan, bernapas, batuk, dan mengejan
a. Apa makna nyeri ulu yang mulai dirasakan dari daerah ulu hati kemudian
menjalar ke perut kanan bawah?
Jawab :
Kemungkinan telah terjadi perforasi gaster yaitu dengan gejala nyeri
timbul mendadak terutama dirasa didaerah epigastrium akibat rangsangan
peritoneum oleh asam lambung, empedu, dan atau enzim pankreas. Cairan
lambung dan duodenum akan mengalir kekelok parakolika kanan bawah,
kemudian menyebar keseluruh perut menimbulkan nyeri seluruh perut
(Sjamsuhidajat,2010).

b. Mengapa nyeri terutama dirasakan saat bergerak, berjalan, bernapas, batuk, dan
mengejan?
Jawab :
Karena hiperestesia atau hiperalgesia sering ditemukan dikulit jika ada
peradangan pada rongga dibawahnya. Pada gawat abdomen, hiperestesi sering
ditemukan pada pasien peritonitis lokal maupun peritonitis umum.
Nyeri peritoneum parietalis dirasakan pada tempat terangsangnya
peritoneum sehingga penderita dapat menunjukkan dengan tepat dan pada tempat
itu terdapat nyeri tekan, nyeri gerak, nyeri batuk dan nyeri lepas serta rangsang
peritoneum lain dan defans muskuler (Sjamsuhidajat,2010).

c. Bagaimana mekanisme penjalaran nyeri sampai ke bahu kanan?


Jawab :
rangsangan peritoneum oleh asam lambung, empedu, dan atau enzim pankreas.
Cairan lambung dan duodenum akan mengalir kekelok parakolika kanan bawah,
kemudian menyebar keseluruh perut menimbulkan nyeri seluruh perut
(Sjamsuhidajat,2010).

d. Apa kemungkinan penyakit yang bisa menyebabkan keluhan berupa referred pain
atau nyeri yang menjalar?
3. Nyeri tidak ada perubahan meskipun pasien telah meminum obat sakit maag yang biasa
dikonsumsi sejak 3 tahun terakhir. Pasien mengeluh badan mulai terasa demam sejak 4
jam yang lalu.
a. Mengapa nyeri tidak ada perubahan meskipun pasien telah meminum obat maag?
b. Apa kandungan, indikasi, kontraindikasi pada obat maag?
c. Apa makna pasien mengeluh badan mulai terasa demam sejak 4 jam yang lalu?
d. Bagaimana mekanisme demam pada kasus ini?
4. Ny. Yenni diketahui menderita sakit maag sejak 3 tahun terakhir dan rutin mengkonsumsi
jamu supaya selalu bugar.
a. Apa hubungan sakit maag sejak 3 tahun terakhir dengan keluhan pasien?
b. Apa hubungan rutin mengkonsumsi jamu dengan keluhan pasien?
5. Keadaan umum : Lethargik
Tanda Vital : Tekanan Darah 85/53 mmH, Nadi 112x/menit, Pernapasan 24 x/menit,
Suhu 38,4 C.
a. Bagaimana interpretasi dari keadaan umum dan tanda vital pada kasus ini?
Jawab :
No. Pemeriksaan Umum Hasil Pemeriksaana Interpretasi
1. Keadaan umum letargik Abnormal
2. Tekanan darah 85/53 mmHg Hipotensi
3. Nadi 112 x/ menit Takikardi
4. Pernapasan (RR) 24 x /menit takipneu
5. Temperatur 38,4 C Febris
b. Bagaimana mekanisme abnormal dari keadaan umum dan tanda vital pada kasus
ini?
6. Pemeriksaan Fisik
Mata : Kelopak mata tidak cekung, konjungtiva tidak anemis
Leher : JVP tak meningkat, KGB tidak teraba membesar
Thoraks
Paru paru : Simetris, suara nafas vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)
Cor : Bunyi jantung I dan II normal,splitting (-), murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : datar, tegang, masa (-)
Palpasi : Nyeri tekan (+) seluruh abdomen tanpa jelas punctum maximum, nyeri
lepas (+), defans muskuler (+), cairan bebas sukar dinilai
Perkusi : pekak hati (-)
Auskultasi : Bising usus (-)
Ekstremitas : ujung jari teraba dingin, CRT Normal
a. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan fisik pada kasus ini? (inspeksi,
palpasi, perkusi, auskultasi abdomen dan ekstremitas)
b. Bagaimana mekanisme abnormal dari pemeriksaan fisik pada kasus ini?
7. Bagaimana cara menegakkan diagnosis pada kasus ini?
8. Bagaimana differential diagnosis pada kasus ini?
Jawab :
1. Peritonitis et causa Perforasi Gaster
2. Peritonitis et causa Perforasi Appendiksitis

9. Apa pemeriksaan penunjang pada kasus ini?


10. Apa working diagnosis pada kasus ini?
11. Apa etiologi pada kasus ini?
12. Apa epidemiologi pada kasus ini?
13. Bagaimana tatalaksana pada kasus ini?
14. Apa komplikasi pada kasus ini?
15. Bagaimana prognosis pada kasus ini?
16. Apa SKDU pada kasus ini?
17. Bagaimana pandangan islam pada kasus ini?

Kesimpulan :
Ny. Yenni, wanita, 38 tahun mengalami nyeri akut abdomen (peritonitis) et causa
perforasi gaster.

Kerangka Konsep
1.1. Kerangka konsep

Rutin konsumsi jamu Riwayat sakit maag


dan obat maag

Ketidak seimbangan
faktor agresif dan
defensif

Lama kelamaan terjadi


perforasi gaster

Pengeluaran getah
lambung ke rongga
abdomen

Peritonitis
Rebound Gangguan Defans Nyeri perut
tenderness tanda vital muskuler (+) hebat
(+)

Perforasi Organ Abdomen

Peritonitis

Akral dingin Gangguang Nyeri perut Defans


tanda vital muskuler (+)