Anda di halaman 1dari 17

MODUL DESAIN PELATIHAN

DECISION MAKING

I. Latar Belakang
Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah kehidupan yang selalu bergumul
dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah
mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur situasi dasar,
peluang munculnya situasi dasar, dan aktifitas pencapaian keputusan. Lantas
pertanyaannya, apakah setelah evaluasi alternatif serta merta begitu saja hadir keputusan?
Iya, secara rasional kesimpulan tersirat dalam premis-premis sehingga hanya kepentingan
perumusan saja. Walaupun berbagai literatur yang memandang keputusan sebagai proses
menampilkan tersurat kata keputusan di dalam modelnya.
Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah
mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur situasi dasar,
peluang munculnya situasi dasar, dan aktifitas pencapaian keputusan. Pengambil
keputusan yang baik mengidentifikasi keuntungan dan resiko dari setiap pilihan yang ada,
menggunakan setiap bukti (informasi) yang tersedia untuk menentukan bobot tiap pilihan
secara logis, dan kemudian memutuskannya.
Secara umum pengambilan keputusan adalah upaya untuk menyelesaikan
masalah dengan memilih alternatif solusi yang ada. Sebagai seni, pengambilan keputusan
adalah proses mengambil keputusan pada situasi dan kondisi yang berbeda (karena
adanya keragaman yang bersifat unik). Sebagai ilmu, pengambilan keputusan adalah
suatu aktivitas yang memiliki metode, cara, dan pendekatan tertentu secara sistematis,
teratur dan terarah.

II. Tujuan
Agar siswa dapat melakukan pengambilan keputusan dengan tepat dalam tuntutan
dan tugas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pilihannya merupakan keputusan yang
tepat bagi dirinya dan menunjang kesejahteraan hidupnya. Mengidentifikasi apa yg harus
dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi
alternatif yg tersedia yg berhubungan dg kriteria & mengidentifikasi risiko yang melekat
pada keputusan tersebut.
III. Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelatihan ini adalah :
1. Membantu siswa meninjau kemungkinan pilihannya dalam pengambilan keputusan;
2. Membantu siswa dalam mempertimbangkan keputusan pilihan;
3. Membantu siswa mengevaluasi pilihan;
4. Membantu siswa menyusun rencana kerja.

IV. Konsep Pengambilan Keputusan


A. Definisi Pengambilan Keputusan
Definisi-definisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :

Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai pemilihan alternatif kelakuan


tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
2) Harold Koontz dan Cyril ODonnel
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai
sesuatu cara bertindakadalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan
tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau
reputasi yang telah dibuat.
3) Theo Haiman
Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara
bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak
yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk
mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
4) Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari
sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
5) Chester I. Barnard
Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam
gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian
tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan
keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk masalah. Secara umum
pengambilan keputusan adalah upaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih
alternatif solusi yang ada.
B. Teori Pengambilan Keputusan
Pola dasar berpikir dalam konteks organisasi meliputi: (1) Penilaian situasi
(Situational Approach): untuk menghadapi pertanyaan apa yg terjadi?. (2) Analisis
persoalan (Problem Analysis): dari pola pikir sebab-akibat. (3) Analisis keputusan
(Decision Analysis): didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan. (4) Analisis
persoalan potensial (Potential Problem Analysis): didasarkan pada perhatian peristiwa
masa depan, yang mungkin & dapat terjadi.
C. Inti Pengambilan Keputusan
Berarti memilih alternatif, alternatif yg terbaik (the best alternative).
Pengambilan keputusan terletak dlm perumusan berbagai alternatif tindakan sesuai
dengan yang sedang dalam perhatian & dalam pemilihan alternatif yang tepat.
Pengambilan keputusan tersebut dilakukan setelah evaluasi/ penilaian mengenai
efektifitasnya dlm mencapai tujuan yang dikehendaki pengambil keputusan.
D. Lingkungan Situasi Keputusan
Lingkungan eksternal meliputi aspek sosial, budaya, ekonomi, politik, alam
dan pembatasan-pembatasan suatu negara berupa quota. Sedangkan lingkungan
internal meliputi mutu rendah, kurangnya promosi, pelayanan konsumen tidak
memuaskan dan sales/ agen tidak bergairah.
E. Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1) Fisik
Didasarkan pada rasa yang alami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman,
atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang
menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang
memberikan kesenangan.
2) Emosional
Didasarkan pd perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi
secara subjective.
3) Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi,
memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4) Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan.
Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui
kemampuanya dalam bertindak.
5) Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu
orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6) Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan
mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku
tertentu.
F. Tahapan Pengambilan Keputusan
Menurut Savickas (2001) terdapat empat tahapan pengambilan keputusan,
tahapan tersebut diantaranya:
1. Perencanaan
2. Eksplorasi
3. Informasi
4. Pengambilan Keputusan
G. Jenis-jenis Keputusan
Jenis-jenis keputusan diklasifikasikan dalam 2 kategori, yaitu keputusan yang
direncanakan/ diprogram dan keputusan yang tidak direncanakan/ tidak terprogram.
1) Keputusan yang diprogram
Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan
dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur
tertentu. Keputusan yang diprogram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan
baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Permasalahan ini umumnya
agak sederhana dan solusinya relatif mudah. Di perguruan tinggi keputusan yang
diprogram misalnya keputusan tentang pembimbingan KRS, penyelenggaraan
Ujian Akhir Semester, pelaksanaan wisuda, dan lain sebagainya (Gitosudarmo,
1997).
2) Keputusan yang tidak diprogram
Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstrutur
dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur
tertentu untuk menangani suatu masalah, apakah karena permasalahannya belum
pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat kompleks dan penting.
Keputusan yang tidak diprogram dan tidak terstruktur dengan baik, apakah karena
kondisi saat itu tidak jelas, metode untuk mencapai hasil yang diingankan tidak
diketahui, atau adanya ketidaksamaan tentang hasil yang diinginkan
(Wijono,1999).
Keputusan yang tidak diprogram memerlukan penanganan yang khusus
dan proses pemecahan masalah dengan intuisi dan kreatifitas. Tehnik pengambilan
keputusan kelompok biasanya dilakukan untuk keputusan yang tidak diprogram.
Hal ini disebabkan oleh karena keputusan yang tidak diprogram biasanya bersifat
unik dan kompleks, dan tanpa kriteria yang jelas, dan umumnya dilingkari oleh
kontroversi dan manuver politik (Wijono, 1999). Gillies (1996), menyebutkan
bahwa keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan kreatif yang tidak
tersusun, bersifat baru, dan dibuat untuk menangani suatu situasi dimana strategi/
prosedur yang ditetapkan belum dikembangkan.

V. Lokasi dan Waktu Kegiatan


Pelatihan ini akan dilakukan di
:
Nama Instansi/ Organisasi : SMA Kartika
Objek Pelatihan : Siswa Kelas XII
Jumlah Peserta : 25 siswa
Tanggal Pelaksanaan : 20 Agustus 2017

VI. Rundown Kegiatan


Waktu Kegiatan PIC
07.00 07.30 Pembukaan kegiatan oleh kelompok besar dan ..
pembagian kelompok besar
07.30 07.45 Menuju ruangan yang digunakan untuk All Crew
pelatihan
07.45 08.00 Pembukaan, pengenalan dan pembagian sub All Crew
kelompok dalam kelas
08.00 08.15 Pemberian pre test All Crew
08.15 08.45 Sesi I : Looking for opportunities
08.45 09.05 Sesi II : Eksploring your opinion
09.05 09.15 Coffee break
09.15 09.20 Ice breaking
09.20 09.50 Sesi III : Pentingnya informasi untuk kita
09.50 09.55 Ice breaking
09.55 10.25 Sesi IV : Pengambilan keputusan karir
10.25 10.30 Ice breaking
10.30 10.40 Pemberian post test All Crew
10.40 10.50 Penutupan All Crew
VII. Uraian Kegiatan
A. Pembukaan
1. Trainer mengucapkan salam dan meperkenalkan anggotanya satu persatu
2. Trainer menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan
3. Trainer menjelaskan aturan-aturan yang harus dipatuhi peserta selama kegiatan
berlangsung
B. Pembagian Kelompok
Trainer membagi peserta menjadi 5 sub kelompok yang teridiri dari 6 7
siswa. Pembagian kelompok tersebut melalui teknik berhitung sesuai urutan tempat
duduk saat itu. Prosedur pembagian kelompoknya yaitu, siswa diminta untuk
berhitung mulai dari angka 1 sampai 5, berurutan dari siswa yang duduk di meja
paling depan sebelah kanan, kemudian berhitung dan bergerak ke kiri secara spiral.
Siswa yang menyebutkan angka 1 berkumpul dengan siswa yang juga menyebutkan
angka 1 ketika berhitung, begitu seterusnya hingga terkumpul menjadi 5 kelompok.
Tiap-tiap kelompok diberikan kebebasan untuk memberikan nama untuk
kelompoknya dengan tema nama jenis pekerjaan.
C. Pengukuran Pre Test
Sebelum melaksanakan kegiatan peserta di ukur tingkat pengetahuannya
mengenai perencanaan karirnya. Dengan cara para peserta mengisi kuesioner yang di
berikan para trainer kepada tiap peserta (contoh terlampir).
D. Materi
1. Sesi I (Looking for opportunities)
a. Trainer : Emma Silviana Azizah
b. Metode : Game (Indoor)
c. Tujuan : Mempersiapkan diri dalam mendapatkan atau merebut
peluang yang ada, dan mampu menumbuhkan daya
saing.
d. Durasi : 30 menit
e. Property : Kursi, Sound, Mic
f. Uraian Kegiatan :
1) Peserta berkumpul sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
2) Pada tiap kelompok disediakan kursi sejumlah 5 buah dan di tata secara
melingkar dengan jarak dan posisi acak.
3) Semua peserta dalam tiap kelompok diminta berdiri disekitar kursi.
4) Saat musik dimainkan, peserta diminta untuk berjoget mengelilingi kursi.
5) Saat musik dihentikan secara acak waktunya, peserta harus berebut untuk
menduduki kursi yang tersedia.
6) Bagi peserta yang tidak mendapatkan kursi, harus keluar dari permainan
dan tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.
7) Selanjutnya masing-masing kelompok jumlah kursi yang disediakan
dikurangi 2 kursi.
8) Peserta kembali diminta berjoget saat diputarkan musik, dan berebut
menduduki kursi yang tersedia saat musik berhenti.
9) Siswa yang tidak mendapatkan kursi diminta keluar.
10) Pada putaran ketiga jumlah kursi kembali dikurangi 2, sehingga hanya
tersisa 1 kursi untuk diperebutkan dengan metode yang sama.
11) Selanjutnya siswa yang menjadi pemenang di tiap kelompok digabungkan
dalam 1 kelompok besar.
12) Trainer menyediakan 4 kursi untuk para pemenang, kemudian para
pemenang kembali diminta berjoget saat diputarkan musik, dan berebut
menduduki kursi yang tersedia saat musik berhenti.
13) Setelah tersisa 4 orang, trainer menyingkirkan semua kursi dan disisakan 1
buah.
14) Kursi tersebut akan diperebutkan oleh peserta yang tersisa dengan cara
yang sama.
g. Refleksi :
Jika permainan telah selesai, maka trainer melemparkan pertanyaan
untuk merefleksi permainan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut
diantaranya :
1) Bagaimana perasaan siswa yang berhasil menjadi juara?
2) Usaha apa yang dilakukan sehingga bisa menjadi juara?
3) Bagaimana perasaan siswa yang gagal untuk mendapatkan kursi?
4) Apa yang harus diperbaiki?
5) Apa yang kalian rasakan setelah melakukan permainan ini?
6) Apa makna dari permainan ini?
h. Learning point yang diperoleh :
Kursi ibarat peluang kerja yang tersedia, semakin lama semakin
terbatas. Para peserta harus mencari posisi kursi yang tepat serta harus
berusaha memperebutkan peluang itu dengan para pesaing. Dalam hal ini poin
yang dikembangkan adalah eksplorasi, informasi, serta perencanaan karena
mereka harus memiliki keterampilan dalam hal ini kecepatan untuk
memperebutkan peluang yang ada. Peserta juga harus mencari tempat kursi
yang paling bisa dijangkau oleh mereka secepat mungkin seperti peluang kerja
yang datangnya tidak terduga.
2. Sesi II (Eksploring your opinion)
a. Trainer : Agus Aqulita Q.S
b. Metode : Game (Indoor)
c. Tujuan : Mengembangkan kemampuan eksplorasi dalam
memecahkan masalah
d. Durasi : 30 menit
e. Property : Kertas flipchart dan spidol
f. Uraian Kegiatan :
1) Peserta berkumpul dan duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
2) Trainer memberikan sebuah masalah kepada kelompok untuk didiskusikan.
Masalah tersebut berupa pertanyaan : Kalian diberikan kesempatan untuk
menuju daerah terpencil dengan pilihan daerah pantai atau daerah
gunung. Jika telah menentukan tujuan kalian diperbolehkan membawa 10
benda penting yang dapat digunakan didaerah tersebut serta sebutkan
alasan dan kemungkinan yang akan terjadi.
3) Masing-masing kelompok harus memilih seorang juru tulis. Juru tulis ini
harus menggali ide sebanyak mungkin dari anggota kelompoknya selama
5 menit. Setelah seluruh ide terkumpul maka dilanjutkan dengan diskusi
pendapat berlangsung selama 15 menit.
4) Setelah 15 menit selesai, masing-masing kelompok harus mengungkapkan
ide yang dihasilkan dari diskusi kelompok dengan diwakili 1 orang dari
setiap kelompok. Kemudian ide-ide yang sudah terkumpul dalam bentuk
tulisan tersebut disetorkan dan dikumpulkan kepada trainer.
g. Refleksi :
Jika permainan telah selesai, maka trainer melemparkan pertanyaan
untuk merefleksi permainan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut
diantaranya :
1) Tim mana yang memiliki ide paling banyak? Mengapa?
2) Apakah setiap orang terkejut dengan jumlah ide yang dihasilkan?
3) Apakah ide aneh dan menggelikan dapat mengarahkan peserta untuk
menggali lebih banyak ide produktif?
4) Siapa yang memiliki masalah dengan konsep tidak ada diskusi pada saat
pertama ide dikeluarkan?
5) Anggota kelompok mana saja yang memberikan semangat kepada anggota
lain untuk mengeluarkan lebih banyak ide?
3. Sesi III (Pentingnya Informasi Untuk Kita)
a. Trainer : Guntur
b. Metode : Studi Kasus (Indoor)
c. Tujuan : Memahami pentingnya informasi dalam pengambilan
keputusan
d. Durasi : 30 menit
e. Property : Mic, speaker/ sound, boardmaker, papan tulis
f. Uraian Kegiatan :
1) Peserta berkumpul dan duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
2) Trainer membagikan kertas yang berisi uraian kasus dengan judul
Pentingnya Informasi Dibalik Dampak Negatifnya
3) Selanjutnya trainer menyuruh peserta melakukan diskusi dengan
kelompoknya untuk menganalisis dan memaparkan solusi terhadap kasus
yang diberikan.
4) Setelah semuanya selesai, selanjutnya trainer meminta perwakilan 2 orang
dari tiap-tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya didepan kelas.
5) Setelah itu diberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk
memberikan tanggapan, saran, solusi ataupun pertanyaan kepada
kelompok yang sedang presentasi didepan kelas.
6) Setalah semuanya selesai, selanjutnya trainer memberikan pertanyaan-
pertanyaan kepada kelompok untuk mengetahui sejauh mana pehamanan
mereka terhadap materi yang disampaikan.
g. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk
menguji sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Adapun pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut :
1) Menurut kalian seberapa penting informasi itu?
2) Apa yang akan terjadi seandainya di dunia ini begitu susahnya
mendapatkan informasi dan semuanya serba rahasia?
3) Menurut kalian bagaimana pentingnya informasi untuk pengambilan
keputusan?
4) Apa manfaat yang begitu nyata adanya internet bagi kalian?
5) Lalu bagaimana cara kalian memanfaatkan internet sebagai sumber
informasi secara baik dan bijaksana?
4. Sesi IV (Pengambilan Keputusan)
a. Trainer : One Fitri Erdianti
b. Metode : Ceramah (Indoor)
c. Tujuan : Mengetahui apa saja yang harus dipertimbangkan
dalam membuat pilihan dalam kehidupan sehari-hari
sehingga peserta mampu membuat pilihan yang tepat
dan sesuai dengan harapannya.
d. Durasi : 40 menit
e. Property : Laptop, LCD, proyektor, mic, speaker/ sound.
f. Uraian Kegiatan :
1) Trainer menjelaskan apa itu Decission making atau pengambilan
keputusan.
2) Trainer menjelaskan situasi yang menuntut seseorang harus mengambil
keputusan.
3) Trainer menjelaskan ciri-ciri dan jenis-jenis pengambilan keputusan
4) Trainer menerapkan pengambilan keputusan terhadap keputusan.
5) Trainer menjelaskan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk membuat
keputusan.
6) Selanjutnya trainer menjelaskan aspek-aspek yang diperlukan dalam
pembuatan keputusan.
7) Setelah itu trainer menjelaskan satu persatu aspek.
8) Trainer membuat kesimpulan dengan point-point materi yang disampaikan
9) Selanjutnya trainer membuka pertanyaan atau tanggapan dari siswa.
10) Trainer menjawab pertanyaan siswa dan menjelaskan tentang apa yang
belum di mengerti.
g. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk
menguji sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan,
adapun pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut :
1) Menurut kalian apakah membuat keputusan itu susah?
2) Apa yang perlu di perhatikan dalam membuat keputusan?
3) Apakah pentingnya informasi dalam membuat keputusan?
4) Menurut kalian pentingkah perencanaan sebelum membuat keputusan?
5) Apa yang kalian dapatkan dari penyampaian materi barusan?
D. Ice breaker
1. Nama ice breaking : Ku Cari Teman dan Kelompokku
Property : Kertas yang berisi tulisan nama-nama profesi
diantaranya adalah penyanyi, kondektur, tentara, tukang parkir
Durasi : 5 10 menit
Langkah langkah :
a) Semua peserta diminta untuk membuat lingkaran menjadi satu
b) Trainer memberikan kertas berisi tulisan nama-nama profesi satu-persatu
kepada peserta, namun kertas tersebut tidak boleh dibuka ataupun dilihat
terlebih dahulu sebelum ada perintah untuk membuka dari trainer.
c) Trainer menjelaskan terlebih dahulu bahwa didalam kertas tersebut ada tulisan
nama-nama profesi, dan setelah peserta nanti membuka kertas tersebut, peserta
harus melakukan aktivitas yang menunjukan ciri khas atau dapat
menggambarkan profesi tersebut tanpa menyebutkan nama profesinya.
d) Jika peserta sudah paham, setelah hitungan ketiga trainer meminta peserta
untuk membuka kertas tersebut, dan seluruh peserta mencari profesi yang
sama sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Nama ice breaking : One, two, three claps
Property : Speaker Durasi : 1 3 menit Langkah
langkah :

a) Semua peserta diminta untuk berdiri dan mendengarkan penjelasan trainer


b) Jika trainer mengatakan one claps maka semua peserta tepuk tangan 1x,
kaki 1x dan kembali tepuk tangan 1x. Namun, jika trainer mengatakan two
claps maka peserta tepuk tangan 2x, kaki 2x dan tepuk tangan lagi 2x, begitu
sebaliknya jika trainer mengatakan three claps maka peserta melakukan
seperti awal namun tepuknya 3x.
c) Jika sudah dilakukan dengan baik, lakukan lebih cepat dan secara langsung
trainer mengatakan one, two, three claps maka lakukan semua mulai dari
tepuk 1x sampai 3x.
3. Nama ice breaking : Up, Down, Cheese
Durasi : 5 10 menit
Langkah langkah :
a) Semua peserta diminta untuk membuat bentuk lingkaran (sesuai jumlah
peserta)
b) Jika trainer mengatakan up maka pserta pegang pundak peserta yang ada
didepannya sambil goyang, jika trainer mengatakan down maka peserta
pegang pinggul peserta didepannya sambil goyang, dan jika trainer
mengatakan chese maka peserta berbalik arah.
c) Lakukan itu berkali-kali dan beri applause untuk semua peserta atas
partisipasinya.
4. Nama ice breaking : Lempar spidol
Property : Spidol
Durasi : 5 10 menit
Langkah langkah :
a) Semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.
b) Peserta diminta bertepuk tangan ketika trainer melemparkan spidol udara, dan
pada saat spidol ditangkap lagi dengan tangan, semua peserta diminta berhenti
bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.
c) Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga
bersenandung. (bergumam) : Mmmmm.!. Ulangi proses ke 3 ini
beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri
dengan satu anti klimaks : spidol trainer tidak dilambungkan, tapi hanya
melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerak tipu
yang cepat).
E. Pengukuran Post Test
Setelah melaksanakan kegiatan peserta di ukur tingkat pengetahuannya
kembali mengenai perencanaan karirnya. Dengan cara para peserta mengisi kuesioner
yang di berikan para trainer kepada tiap peserta (contoh terlampir)
F. Evaluasi
G. Penutupan Kegiatan
DAFTAR PUSTAKA

Saraswati. 2002.Komunikasi Efektif. Penulis Modul: Jakarta.


Tyastuti, dkk., 2008, Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan, Yogyakarta:
Fitramaya.
Uripni. 2003. Komunikasi Kebidanan, Jakarta: EGC.
studygs.net/indon/problem1.htm pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. diakses 14
Juni 2017
Dasar dalam Pengambilan Keputusan fk.undip.ac.id/pengembangan-pendidikan/78-clinical-
reasoning-dan-berpikir-kritis.html. di akses 14 Juni 2017
https://bukunnq.wordpress.com/makalah-pengambilan-keputusan-secara-objektif-dan-
konstruktif/ klana.files.wordpress.com/2007/06/teori-pengambilan-keputusan.ppt -
diakses 14 Juni 2017
LAMPIRAN

IDENTITAS PRIBADI
Nama : ______________________________________________________________
Kelas : _______________
Jenis Kelamin : L / P
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET:
1. Berikut ini terdapat beberapa pernyataan yang menggambarkan kondisi tertentu. Setiap
pernyataan memiliki lima pilihan jawaban, pilihlah jawaban dan berilah tanda centang ()
pada salah satu jawaban yang menurut anda paling menggambarkan diri anda. Pilihan
jawaban tersebut diantaranya :
a. (SS) Sangat Sesuai, yaitu apabila pernyataan tersebut sangat sesuai dengan keadaan
diri anda.
b. (S) Sesuai, yaitu apabila pernyataan tersebut sesuai dengan keadaan diri anda.
c. (CS) Cukup Sesuai, yaitu apabila pernyataan tersebut cukup sesuai dengan keadaan
diri anda.
d. (TS) Tidak Sesuai, yaitu apabila pernyataan tersebut tidak sesuai dengan keadaan diri
anda.
e. (STS) Sangat Tidak Sesuai, yaitu apabila pernyataan tersebut sangat tidak sesuai
dengan keadaan diri anda.
2. Apabila terjadi kesalahan dalam menjawab, berilah tanda lingkaran pada tanda yang
telah dibuat, kemudian berilah tanda yang baru pada jawaban yang dikehendaki.
3. Apabila anda telah selesai mengisi angket ini, mohon untuk diperiksa dan dipastikan
kembali tidak ada aitem yang terlewatkan.
Perlu diketahui bahwa angket ini bukanlah tes, sehingga tidak ada jawaban yang
benar atau salah, baik atau buruk. Jawaban yang diberikan tidak berpengaruh terhadap
apapun yang berhubungan dengan penilaian akademis pada sekolah tempat anda
menuntut ilmu. Informasi identitas serta hasil pengisian angket ini akan dijamin
kerahasiaannya berdasarkan kode etik penelitian. Atas kesediaan dan kerjasamanya, saya
mengucapkan terimakasih.
No. PERNYATAAN STS TS CS S SS
1. Memikirkan pilihan karir merupakan hal yang penting bagi
saya
2. Saya antusias dalam mencapai cita-cita
3. Menurut saya apa yang akan dilakukan dikemudian hari,
hendaknya dipikirkan dari sekarang
4. Saya senang jika merencanakan pekerjaan dari sekarang
5. Saya lebih menyukai bermain dari pada memikirkan
pekerjaan.
6. Hingga saat ini saya belum memikirkan tentang pilihan karir
saya.
7. Belum saatnya bagi saya untuk memikirkan pekerjaan saya
di masa mendatang.
8. Saya memahami tugas dan pekerjaan yang saya inginkan
9. Saya berusaha mengetahui persyaratan-persyaratan yang
harus dipenuhi untuk melamar suatu pekerjaan
10. Saya tidak memerlukan informasi lebih banyak mengenai
jenis-jenis dan perbedaan pekerjaan, sebelum saya membuat
sebuah keputusan.
11. Dalam setiap hal, saya lebih suka mendengarkan pendapat
orang lain karena saya malas menentukan pendapat saya
sendiri.
12. Saya tidak mempunyai banyak informasi untuk membuat
keputusan karir saat ini.
13. Saya mencari tahu informasi karir disetiap tempat
14. Saya aktif bertanya kepada Bapak/ Ibu guru disekolah terkait
informasi karir
15. Saya tidak malu bertanya kepada orang-orang yang sudah
mapan dalam karir
16. Saya senang memiliki banyak informasi pekerjaan sehingga
saya bisa memilih karir sesuai dengan keinginan saya
17. Saya sudah membaca buku-buku tentang pekerjaan yang
akan saya pilih
18. Hingga saat ini saya tidak tahu bagaimana cara memperoleh
informasi tentang pilihan pekerjaan saya.
19. Saya hanya memperoleh informasi karir dari sekolah saja.
20. Saya membuat perencanaan terhadap karir saya kelak
21. Saya memiliki alternatif pilihan karir
22. Saya selalu berusaha untuk meraih apa yang saya inginkan
23. Pendirian saya tentang masa depan pernah berubah karena
terpengaruh oleh orang lain.
24. Saya tidak tahu apa yang perlu dipersiapkan agar berhasil
dalam pekerjaan yang saya idamkan.
25. Saya mengetahui bakat yang saya miliki
26. Bakat yang saya miliki sesuai dengan pilihan karir yang saya
pilih
27. Saya akan menentukan pilihan pekerjaan sesuai dengan yang
saya inginkan
28. Saya tidak dapat membuat sebuah pilihan karir saat ini
karena saya tidak mengetahui apa kemampuan saya.
29. Saya menemukan minat saya, tetapi saya tidak yakin bahwa
hal tersebut akan bermanfaat untuk karir saya.
30. Saya merasa salah masuk jurusan.
31. Saya kurang memiliki pengalaman sehingga saya sulit
mengambil keputusan.
32. Mencari pengalaman adalah alasan saya untuk bekerja
33. Menurut saya, pendapat orangtua/ guru tidak penting dalam
mempertimbangkan pilihan karir.
34. Saya tahu karakter pekerjaan yang akan saya ambil
35. Saat ini saya sudah mempersiapkan syarat-syarat untuk
memasuki lapangan kerja/ perguruan tinggi
36. Saya melakukan pertimbangan khusus tentang profesi yang
akan saya ambil
37. Saat ini saya sudah mengetahui keterampilan apa saja yang
dibutuhkan dalam bekerja
38. Menurut saya, memilih suatu pekerjaan itu sangat sulit
karena harus mempertimbangkan banyak hal.
39. Memilih pekerjaan adalah hal yang harus saya putuskan
sendiri
40. Saat ini saya sudah mempunyai gambaran pekerjaan untuk
masa depan saya
41. Saat ini saya sudah mantap dengan pilihan pekerjaan saya
42. Saya menerima masukan dari banyak orang, tetapi saya
menentukan pilihan karir sendiri
43. Saya telah memutuskan sebuah karir dan merasa nyaman
dengan hal tersebut
44. Keharusan untuk membuat keputusan karir mengganggu
saya.
45. Saya memiliki kesulitan untuk memutuskan diantara pilihan-
pilihan karir yang ada.
46. Saya merasa patah semangat hingga saya merasa semua yang
saya pilih tidak jelas.