Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PELAYANAN PEMERIKSAAN

LABORATORIUM

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSU BAKTI MULIA 001/SPO/AP/RSUBM/ /2017 01 1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur,
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

22 Juni 2017 dr. Caesar Ardianto, M.Kes

PENGERTIAN 1. Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium adalah sarana


yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran,
penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari
manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk
penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi
kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan perorangan dan masyarakat;
2. Pasien adalah Pasien yang memerlukan pemeriksaan
Laboratorium;
3. Pasien rawat jalan adalah pasien dari unit-unit pelayanan
rawat jalan di RSKB Hasta Husada, fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya serta yang datang atas inisiatif sendiri;
4. Pasien rawat inap adalah pasien dari unit-unit pelayanan
rawat inap di RSKB Hasta Husada;
5. Spesimen adalah sampel atau bahan untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium yang berasal dari cairan tubuh
(air kencing, darah, feses, sputum, cairan pleura, cairan
semen, cairan nanah, dan lain-lain) dan kerokan kulit;
6. Puasa adalah tidak makan dan minum (kecuali air putih)
mulai saat makan dan minum terakhir sampai dengan
diambil spesimennya.
TUJUAN Prosedur pelayanan pemeriksaan Laboratorium ini bertujuan
untuk menetapkan tata cara pelaksanaan pelayanan laboratorium
PROSEDUR PELAYANAN PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSU BAKTI MULIA 001/SPO/AP/RSUBM/ /2017 01 2/3

serta menyediakan informasi melalui pemeriksaan laboratorium


yang mendukung dalam penegakan diagnosis, terapi dan
pencegahan terhadap penyakit serta evaluasi terhadap pengobatan
yang dilakukan. Melalui pemeriksaan laboratorium diharapkan
diagnosis dan tindakan medik dapat dilaksanakan secara cepat
dan tepat.
KEBIJAKAN Permintaan pemeriksaan dari dokter atau bidan, Pasien yang datang
atas inisiatif sendiri menemui dokter laboratorium untuk
mendapatkan lembar permintaan pemeriksaan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Nomor 016/SK/AP/RSUBM/ /
2017 tentang pelayanan pemeriksaan laboratorium
PROSEDUR 1. Persyaratan pasien.
1.1.Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang representative
sebaiknya spesimen diambil pukul 07.00-09.00 dan pasien
tidak melakukan aktifitas sebelumnya;
1.2.Untuk pemeriksaan glukosa darah puasa dan asam urat
pasien puasa 10-12 jam;
1.3.Untuk pemeriksaan profil lemak pasien puasa 12-14 jam;
1.4.Untuk pemeriksaan kultur pasien menghentikan
penggunaan antibiotika selama 5x24 jam atau atas petunjuk
dokter;
1.5.Untuk pemeriksaan analisa sperma pasien tidak melakukan
hubungan seksual 3-5 hari sebelumnya.
2. Persyaratan administrasi.
2.1.Pasien rawat jalan menyerahkan lembar permintaan
pemeriksaan (telah diisi lengkap dan ditandatangani dokter atau
bidan serta menunjukkan bukti pembayaran pemeriksaan atau
bukti jaminan);
2.2.Pasien rawat inap menyerahkan lembar permintaan
pemeriksaan (telah diisi lengkap dan ditandatangani dokter).
3. Pengambilan spesimen.
PROSEDUR PELAYANAN PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSU BAKTI MULIA 001/SPO/AP/RSUBM/ /2017 01 3/3

3.1.Spesimen pasien rawat jalan diambil oleh analis


laboratorium;
3.2.Spesimen pasien rawat inap diambil dan diantarkan ke
laboratorium oleh petugas rawat inap kecuali untuk
pemeriksaan Faal Hemostatis (oleh analis laboratorium).
4. Registrasi pasien.
Data pasien dicatat dalam buku register spesimen untuk
mendapatkan identitas nomor lanoratorium.
5. Pemeriksaan spesimen dilakukan sesuai dengan SPO terkait;
6. Laporan hasil pemeriksaan yang telah dicetak diverifikasi
oleh analis dan diekspertisi oleh dokter spesialis Patologi
Klinik (selama dokter ada ditempat).
7. Penyampaian laporan hasil pemeriksaan.
7.1.Laporan hasil pemeriksaan pasien rawat jalan diserahkan ke
pengirim melalui pasien atau keluarganya;
7.2.Laporan hasil pemeriksaan pasien rawat inap diantarkan
petugas laboratorium dua kali (pagi dan siang) pada hari dan
jam kerja untuk diserahterimakan kepada petugas ruangan
pengirim atau dapat diambil petugas ruangan jika segera
diperlukan;
7.3.Hasil permintaan pemeriksaan yang bersifat CITO segera
dilaporkan melalui telepon, laporan tertulis diberikan
menyusul;
7.4.Hasil laboratorium yang berdasarkan penilaian petugas
pemeriksa dinilai berisiko terhadap pasien akan dilaporkan
melalui telepon meskipun jenis permintaan pemeriksaan biasa
(NON CITO), laporan tertulis diberikan menyusul.
UNIT TERKAIT 1. Pusat Administrasi Terpadu;
2. Unit Pelayanan Rawat Inap;
3. Unit Pelayanan Rawat Jalan.