Anda di halaman 1dari 1

Pandangan Islam tentang Plagiarisme

Plagiat, pembajakan atau penjiplakan, dalam dunia Islam bisa dimasukkan ke dalam koridor ghasab.
Karena pengertian ghasab sendiri adalah menguasai hak orang lain dengan jalan tidak benar dan dzalim.
Hak bisa mencakup harta (mal), atau selain harta (seperti anjing, kotoran binatang, dan kulit bangkai).
Sang plagiator telah mengambil dan menggagahi hak milik, hak cetak, ataupun hak distribusi yang
dimiliki oleh yang berhak. Karena telah menggashab, maka hukuman bagi si plagiator adalah wajib
mengembalikan apa yang telah diambilnya. (Hasyiyah Bujayromy Alal Khathib, VIII, 348; Nihayatuz
Zain, 264)

Namun, jika plagiator tadi tidak hanya mengambil, tapi juga mangakui bahwa yang diambil tadi adalah
miliknya, maka perbuatan tersebut masuk dalam kategori mencuri (sariqah). Karena dalam definisinya,
mencuri adalah mengambil harta orang lain secara diam-diam dari tempat penyimpannya. Tidak hanya
menguasai hak, tapi juga menjadikan hak itu adalah miliknya. (Kifayatul Akhyar, II, 151)