Anda di halaman 1dari 5

RENCANA APLIKASI RONDE KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN KASUS DECOMPENSANTIO CORDIS


DI RUANG ICU RSUD SAYANG CIANJUR
TANGGAL : 12 OKTOBER 2017

A. Latar belakang

Penyakit jantung merupakan masalah yang bertambah penting, sesuai dengan


pertambahan usia harapan hidup makin panjang usia seseorang, makin lama jantung bekerja
dengan sendirinya, makin besar risikonya menjadi lelah akibatnya kemampuan kontraksi
ototnya melemah dan juga cenderung berdilatasi. Ditambah dengan faktor lain, risiko payah
jantung dan gangguan lainnya menjadi makin besar. Penyakit jantung merupakan penyebab
kematian utama di Negara-negara industri di dunia. Penyakit jantung koroner, yaitu
Ischaemic Heart Disease (IHD) dan Acute Miocard Infark (AMI), serta gagal jantung atau
Decompensatio Cordis (DC) merupakan dua penyakit jantung dan pembuluh darah yang
paling mematikan. World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 117 juta orang
meninggal akibat penyakit jantung koroner pada tahun 2002 dan memperkirakan angka ini
akan terus meningkat hingga 11 juta orang pada tahun 2020. Penderita gagal jantung pada
tahun 2002 dalam laporan WHO tercatat 22 juta klien, dengan angka kejadian gagal jantung
baru setiap tahun sebanyak 500.000 penderita dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya.
Pada Ny. D dengan decompensantio cordis ini tentunya mengalami perubahan baik fisik
maupun perubahan dalam keseimbangan bio-psiko-sosio dan spiritualnya, sehingga pada
keadaan perubahan ini memerlukan dukungan dari orang terdekat maupun petugas kesehatan
dalam mengoptimalkan kemampuan koping klien. Menghadapi kasus penyakit seperti
decompensantio cordis ini merupakan stressor yang sangat berat bagi klien, maka bila tidak
mendapatkan fasilitasi dari sosial support dalam proses adaptasi maka kemungkinan besar
klien akan frustasi dan pada akhirnya akan melakukan koping yang destruktif. Dari pernyatan
diatas penulis tertarik untuk mengambil kasus Ny. D tersebut untuk dijadikan kasus ronde
keperawatan, berkaitan dengan kasus ini penulis ingin membantu menyelesaikan masalah
keperawatan yang muncul pada klien Ny. D bersama-sama dengan anggota tim keehatan
yang lain.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menyelesaikan masalah keperawatan yang muncul pada klien dengan kasus
decompensantio cordis.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan justifikasi masalah keperawatan pada klien dengan kasus
decompensantio cordis.
b. Mendiskusikan penyelesaian masalah keperawatan yang muncul dengan tim
kesehatan lain yang ada di ruang ICU Rsud Cianjur
c. Meningkatkan validitas data klien
d. Mampu menemukan masalah ilmiah terhadap masalah klien
e. Mampu memodifikasi rencana keperawatan sesuai masalah yang muncul
f. Mampu melanjutkan intervensi keperawatan sesuai masalah keperawatan
g. Mampu melanjutkan implementasi keperawatan sesuai masalah keperawatan
h. Mampu melanjutkan evaluasi keperawatan sesuai masalah keperawatan
i. Meningkatkan kemampuan mahasiswa melakukan report penulisan

C. Sasaran
Ny. D dengan kasus decompensantio cordis yang dirawat di ruang ICU Rsud Cianjur

D. Materi Yang didiskusikan


1. Teori asuhan keperawatan pada klien decompensantio cordis.
2. Masalah keperawatan yang muncul pada klien kelolaan dengan kasus
3. decompensantio cordis.
4. Intervensi keperawatan dan implementasi keperawatan yang telah dilakukan
5. Masukan dan saran dari anggota ronde yang lain untuk intervensi selanjutnya

E. Metode
Ronde Keperawatan

F. Media
1. Dokumen klien
2. Sarana diskusi (buku, bollpoint)
3. Materi disampaikan secara lisan
G. Ronde
1. Kepala ruang, , perawat ruangan, mahasiswa, ahli gizi, tenaga medis lain (dokter)
mengadakan pertemuan di ruang ners station
2. Kepala ruangan membuka acara ronde keperawatan dengan memperkenalkan anggota
tim ronde keperawatan, dilanjutkan dengan penjelasan topik/ kasus yang akan
dirondekan
3. Kepala ruangan dan tim ronde keperawatan melakukan kunjungan ke klien yang akan
dilakukan ronde keperawatan
4. Kepala ruangan sebagai fasilitator mempersilahkan kepada mahasiswa yang
bertanggung jawab pada klien yang akan dilakukan ronde untuk memulai pelaksanaan
ronde keperawatan
5. Mahasiswa yang bertanggung jawab mulai melaksanakan kegiatan ronde keperawatan
dengan memperkenalkan klien kepada anggota tim ronde, menjelaskan riwayat
singkat penyakit klien, masalah keperawatan yang dihadapi klien, intervensi yang
sudah diberikan dan perkembangan klien.
6. Kepala ruang, perawat ruangan, dan pembimbing melakukan validasi atas penjelasan
yang telah diuraikan mahasiswa
7. Mahasiswa memberikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk berdiskusi tentang
masalah keperawatan klien
8. Mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada klien dan keluarga untuk berdiskusi
tentang masalah keperawatan klien
9. Kepala ruang mempersilahkan anggota tim ronde keperawatan untuk kembali ke ners
station guna melanjutkan diskusi dari hasil pelaksanaan ronde keperawatan
10. Kepala ruang, perawat ruangan dan pembimbing memberikan alternatif pemecahan
masalah
11. Kepala ruang menyimpulkan hasil evaluasi dan proses pemecahan masalah klien
sekaligus menutup acara ronde
H. Mekanisme Kegiatan

No Waktu Kegiatan Pelaksanaan Klien dan Tempat


keluarga
1 1. Pra ronde : Karu R. ICU
a. Menentukan kasus Katim
sebelum pelaksanaan PA
ronde
b. Informed consent
c. Menentukan literatur
d. Diskusi pelaksanaan

2 5 menit Ronde Pembukaan : Karu Ners


a. Salam pembukaan Katim Station
b. Memperkenalkan tim PA
ronde PP
c. Menyampaikan topik Ahli gizi
ronde yang akan Dokter
disampaikan

3 15 Menit Penyajian masalah Karu Bed Pasien


a. Menjelaskan riwayat Katim
singkat penyakit klien PA
b. Menjelaskan masalah PP
yang timbul pada Ahli gizi
klien, intervensi dan Dokter
implementasi yang
sudah dilakukan serta
hasil evaluasi

4 10 Menit Validasi Data Karu Bed PAsien


1. Memberi salam dan Katim
memperkenalkan klien PP
kepada tim ronde Ahli gizi
2. Mencocokkan dan Dokter
menjelaskan kembali
data yang telah
disampaikan
5 5 Menit Pasca Ronde Karu Ners
1. Evaluasi pelaksanaan Katim Station
ronde PA
2. Revisi dan perbaikan PP
Ahli gizi
Dokter

I. Kriteria Evaluasi
1. Bagaimana koordinasi persiapan dan pelaksanaan ronde
2. Bagaimana partisipasi dan peran klien saat ronde
3. Bagaimana peran mahasiswa, perawat ruangan, ahli gizi, tenaga medis lain (dokter)
dalam pelaksanaan pengorganisasian ronde

J. Pengorganisasian :
Kepala Ruangan : Fetrika, S.Kep.
Katim I : Siti Hajar., S.Kep.
Perawat Associate : Nandang.,S.Kep
Parawat Associate : Hari Harmawan,. S.Kep
Perawat Associate : Mita Arfa Muhajiroh,. S.Kep
Perawat Supervisi : Siti Alam Toraja,.S.Kep
Ahli Gizi : Redi Satriadi RH Amd. Gizi
Dokter : Dr. Andrian Waluya Adi
Pasien : Kakang Parmana