Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

SKRIPSI/TUGAS AKHIR

PERANCANGAN MESIN PENGERING BIJI KOPI


MENGGUNAKAN SUMBER PANAS SISTEM REFRIGERASI

Disusun Oleh :

Cecep Maulana Ahsan 22414295


Jajang Nuryana 25414579
Suhendra 2A414495

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
HALAMAN PERSETUJUAN

Nama Kegiatan dan Tema : Skripsi/Tugas Akhir


PERANCANGAN ALAT PENGERING BIJI
KOPI MENGGUNAKAN SUMBER PANAS
SISTEM REFRIGERASI

Jenis Kegiatan : Inisiatif


Tanggal Pengajuan Proposal : 26 September 2017
Perancang/Kelompok : 1. Cecep Maulana Ahsan (22414295)
2. Jajang Nuryana (25414579)
3. Suhendra (2A414495)

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Dr. Heru Kuncoro) (Dr. Heru Kuncoro)

Ketua Jurusan Teknik Mesin


Universitas Gunadarma

(Dr. Rr. Sri Poernomo Sari, ST., MT.)


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kopi merupakan komoditas yang cukup mejanjikan di Indonesia, maka tak
heran jika banyak sekali pesanan kopi dari dalam negri ,maupun luar negri kepada
para petani kopi di Indonesia. maka dari
Mesin Pengering merupakan alat yang dapat mengurangi kadar air pada
suatu bahan yang akan dikeringkan. Heat Exchanger adalah suatu alat untuk
memindahkan panas dari suatu fluida ke fluida yang lain. Sebagian besar dari
industri yang berkaitan dengan pemprosesan selalu menggunakan alat ini,
sehingga Heat Exchanger ini mempunyai peran yang penting dalam suatu proses
produksi atau operasi. Salah satu tipe dari Heat Exchanger yang banyak dipakai
adalah Shell and Tube Heat Exchanger. Alat ini terdiri dari sebuah shell silindris
di bagian luar dan sejumlah tube di bagian dalam, dimana temperatur fluida di
dalam tube bundle berbeda dengan di luar tube (di dalam shell) sehingga terjadi
perpindahan panas antara aliran fluida didalam tube dan di luar tube. Adapun
daerah yang berhubungan dengan bagian dalam tube disebut dengan tube side dan
yang di luar dari tube disebut shell side.
Heat Exchanger bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai
pendingin. Biasanya, medium pemanas yang dipakai adalah air yang dipanaskan
sebagai fluida panas dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Heat
Exchanger dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat
berlangsung secara efisien. Untuk efisiensi, Heat Exchanger dapat dirancang
dengan berbagai macam cara, seperti pada bentuk shell dan tube yang bisa
divariasikan. Kinerja Heat Exchanger juga dapat dipengaruhi oleh fluida yang
digunakan tidak selalu harus menggunakan air biasa namun bisa divariasikan
dengan penambahan-penambahan fluida lain.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang dihadapi dalam
Heat Exchanger ini adalah bagaimana untuk mengetahui analisa pada suatu Heat
Exchanger untuk mendapatkan harga koefisien perpindahan yang efektif dengan
mendesain bentuk dari tube dan juga mengganti jenis fluida kerjanya.

1.3 Pembatasan Masalah


Untuk mempermudah pemahaman dan penafsiran dalam penulisan ini,
maka perlu diberikan beberapa batasan permasalahan agar permasalahan tidak
meluas dan menyimpang dari tujuan. Adapun batasan permasalahan dari sistem
yang dirancang adalah :
1. Bahan untuk shell yang digunakan adalah Alumunium dengan bentuk
silinder.
2. Bahan untuk tube yang digunakan adalah Alumunium dengan bentuk
rectangular & segitiga.
3. Fluida pendingin yang digunakan adalah Nano Partikel yang di campur
dengan air.

1.4 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui harga koefisien perpindahan panas yang diperoleh dari hasil
pengujian dengan bentuk tube rectangular.
2. Mengetahui harga koefisien perpindahan panas yang diperoleh dari hasil
pengujian dengan bentuk tube segitiga.
3. Mengetahui perbandingan hasil pengujian dari tube bentuk rectangular
dengan tube bentuk segitiga.
4. Mengetahui harga koefisien perpindahan panas yang diperoleh dari hasil
pengujian menggunakan nano fluida.

1.5 Metode Penulisan


Metode yang akan diterapkan sebagai dasar dari laporan ini dalam
mencapai tujuan yaitu :
1. Studi literatur
Mengumpulkan dan mempelajari teori dan materi dari buku-buku acuan
yang menyangkut permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan.
Terutama berbagai hal yang berhubungan dengan komposisi struktur
material, perhitungan spesifikasi material serta analisis.
2. Pengumpulan data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan analisa terhadap Heat
Exchanger.
3. Pengujian analisa Heat Exchanger
Pengujian dilakukan setelah selesai mengumpulkan data.
4. Analisa setelah dilakukan pengujian
Analisis data dilakukan setelah penulis mendapatkan data-data
berdasarkan hasil dari pengujian Heat Exchanger dan perhitungan yang
diujikan dengan didasari teori-teori yang diperoleh sehingga pada akhirnya
dapat diperoleh suatu kesimpulan.

1.6 Sistematika Penulisan


Untuk mempermudah dalam penulisan, maka disusun dengan sistematika
sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, permasalahan, pembatasan
masalah, tujuan perancangan, metode penelitian, dan sistematika
penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI


Berisi tentang dasar-dasar teori yang digunakan sebagai bahan
acuan dalam pengujian Heat Exchanger

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN


Menjelaskan pengujian Heat Exchanger dengan menggunakan
bentuk tube dan penggunaan nano fluida.

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA


Berisi tentang data perhitungan dan analisa proses dari koefisien
perpindahan panas pada Heat Exchanger.

BAB V PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil Heat Exchanger
yang telah dilakukan.

II. TEMA SKRIPSI/TUGAS AKHIR


PENGARUH BENTUK TUBE SEGITIGA & RECTANGULAR PADA
HEAT EXCHANGER DENGAN NUMERICAL ANALYSIS DAN
MENGGUNAKAN NANO FLUIDA