Anda di halaman 1dari 2

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Hipokalemia

A.Pengkajian

1. Aktifitas atau istirahat


Gejala : kelemahan umum, latergi.

2. Sirkulasi
Tanda :
Hipotensi
Nadi lemah atau menurun, tidak teratur.
Bunyi jantung jauh.
Perubahan karakteristik EKG.
Disritmis, PVC, takikardia / fibrasi ventrikel.

3. Eliminasi
Tanda :
Nokturia, poliuria bila faktor pemberat pada hipokalemia meliputi GJK atau
DM.
Penurunan bising usus, penurunan mortilitas, usus, ilues paralitik.
Distensi abdomen.
Makanan/cairan
Gejala : Anoreksia, mual, muntah.

4. Neurosensori
Gejala:parestesia
Tanda :
Penurunan status mental / kacau mental, apatis, mengantuk, peka rangsangan,
koma, hiporefleksia, tetani, paralisis.
Penurunan bising usus, penurunan mortilitas, usus, ileus paralitik.
Distensi abdomen

5. Nyeri / kenyamanan

6. Gejala : nyeri / kram otot


7. Pernapasan
Tanda : hipoventilasi / menurun dalam pernapasan karena kelemahan atau
paralisis otot diafragma.(Marilyn E. Doenges 2002 hal 1048)
Karena hipokalemia dapat mengancam jiwa, penting artinya untuk
memantau timbulnya hipokalemia pad pasien-pasien yang beresiko. Adanya
keletihan, anoreksia, kelemahan otot, penurunan mortilitas usus, parestesia, atau
disritmia harus mendorong perawat untuk memeriksa konsentrasi kalium serum.
Jika tersedia, elektrokardiogram dapat memberikan informasi yang bernmanfaat.
Pasien-pasien yang menerima digitalis yang berisiko mengalami defisiensi kalium
harus dipantau dengan ketat terhadap tanda-tanda terjadinya toksisitas digitalis
karena hipokalemia meningkatkan aksi digitalis. Pada kenyataannya, dokter
biasanya memilih untuk mempertahankan kadar kalium serum lebih besar dari 3,5
mEq/L (SI : 3,5 mmol/L) pada pasien-pasien yang menerima digitalis. (Brunner &
Suddarth,2002)

B. Diagnoasa Keperawatan

Diagnosa yang sering ditemukan pada pasien hipokalemia secara teoritis adalah
sebagai berikut

1. Gangguan rasa nyaman; nyeri berhubungan dengan proses penyakit hipokalemia.


2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat kelelahan.
3. Hipertermi berhubungan dengan kegagalan untuk mengatasi infeksi akibat
penyakit hipokalemia.
4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan akibat penurunan fungsi otot
dalam tubuh.
5. Perubahan pola nutrisi berhubungan dengan anoreksi; mual muntah.
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi.