Anda di halaman 1dari 8

PEMERIKSAAN POSTNATAL

CARE (ANC)
No. : SOP/ /PKM-
Dokumen MK/2017
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal : 2017
Terbit
Halaman : 1/7

PUSKESMAS Djeni Septyan Viktor Madoli, SKM


MEKO Nip. 19790130 200604 1 012

1. Pengertian Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk


mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu
menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya
kesehatan reproduksi secara wajar.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah untuk melakukan pemeriksaan Antenatal
Care (ANC).
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor SK/042/VII.1.1.1/UKP/PKM-MK/2017
Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Buku Pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil kemenkes RI tahun 2011

5. Prosedur PERSIAPAN
a. Alat
1) Leanec
2) Doppler
3) Meteran / Pengukur fundus uteri
4) Meteran pengukur LILA
5) Selimut
6) Refleks hammer
7) Air hangat
8) Timbangan berat badan dewasa
9) Tensimeter air raksa
10) Stetoscope
11) Bed obstetric
12) Lampu halogen / Senter
13) Kalender kehamilan

1/7
b. Bahan
1) Sarung tangan
2) Kapas steril
3) Kassa steril
4) Alkohon 70%
5) Jelly
6) Sabun antiseptik
7) Wastafel dengan air mengalir
c. Persiapan
1) Mempersiapkan alat dan bahan medis yang diperlukan
2) Mempersiapkan mengosongkan kandung kencing
3) Petugas mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan bilas dengan
air mengalir dan keringkan
PELAKSANAAN
a. Anamnesa
1) Riwayat perkawinan
2) Riwayat penyakit ibu dan keluarga
3) Status riwayat haid, HPHT
4) Riwayat imunisasi ibu saat ini
5) Kebiasaan ibu
6) Riwayat persalinan ibu terdahulu
Dari anamnese haid tersebut, tentukan usia kehamilan dan buat tafsiran
kehamilan.
b. Pemeriksaan
1) Pemeriksaan Umum
Keadaan umum ibu
Ukur TB, BB, LILA
Tanda-tanda Vital : Tensi, Nadi, Pernapasan, Suhu
Pemeriksaan fisik menyeluruh (dari kepala sampai ekstremitas)
Kepala : Masa, simetris, hematom, luka, vertigo, sakit kepala
Rambut : rontok, kotor.
Muka : asimetris, bells palsy.
Mata : Konjungtiva, sclera
Telinga : berdengung, nyeri, tuli, keluar cairan, lain-lain.
Hidung : asimetris, epistaksis, lain-lain.

1/7
Mulut : asimetris, bibir pucat, stomatitis, sianosis, kelainan
kongenital
Gigi : caries, tambal, berlubang
Lidah : kotor, mukosa kering, gerakan asimetris, pucat.
Tenggorokan : faring merah, sulit menelan, tonsil membesar
Leher : pembesaran kelenjar tiroid, pembesaran vena
jugularis, keterbatasan gerak
Dada : asimetris, retraksi dinding dada, ronchi, weezing,
nyeri dada, takikardi, bradikardi
Payudara : benjolan, puting menonjol, hiperpigmentasi, ASI
atau kolostrum.
Abdomen : meteorismus, acites, tegang, bekas luka operasi
Genital : perdarahan, asites, keputihan, benjolan
Ekstremitas : refleks patela, oedema.
2) Pemeriksaan Khusus
Umur kehamilan <20 minggu
a) Inspeksi
1. Tinggi Fundus Uteri (TFU)
2. Hyperpigmentasi (pada areola mammae, linea nigra)
3. Strie
b) Palpasi
1. Tinggi Fundus Uteri (TFU)
2. Keadaan perut
Umur kehamilan >20 minggu
a) Inspeksi
1. Tinggi Fundus Uteri (TFU)
2. Hyperpigmentasi (pada areola mammae, linea nigra)
3. Strie
4. Keadaan dinding perut
b) Palpasi
Lakukan pemeriksaan leopold. Pemeriksa berada disisi
kanan ibu hamil, menghadap bagian lateral kanan.
1. Leopold 1
Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak
fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus.

1/7
Perhatikan agar jari tersebut tidak mendorong
uterus kebawah.
Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang
memfiksasi uterus bawah) kemudian atur posisi
pemeriksa sehingga menghadap kebagian kepala
ibu.
Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
fundus uteri dan rasakan bagian bayi yang ada
pada bagian tersebut dengan jalan menekan lembut
dan menggeser telapak tangan kiri dan kanan
secara bergantian.
2. Leopold 2
Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut
lateral kanan dan telapak tangan kanan pada
dinding perut lateral kiri ibu sejajar dan pada
ketinggian yang sama.
Mulai dari bagian atas, tekan secara bergantian
atau bersamaan telapak kiri dan kanan kemudian
geser ke arah bawah dan rasakan adanya bagian
yang rata dan memanjang (punggung) atau bagian
yang kecil (ekstremitas)
3. Leopold 3
Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan
menghadap kebagian kaki ibu.
Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding
lateral kiri bawah, telapak tangan kanan pada
dinding lateral kanan bawah perut ibu, tekan secara
lembut bersama atau bergantian untuk menentukan
bagian bawah bayi (bagian keras, bulat hampir
homogen adalah kepala, sedangkan tonjolan yang
lunak dan kurang simetris adalah bokog.
4. Leopold 4
Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
dinding lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-
ujung jari tengah kiri dan kanan berada pada tepi

1/7
atas simfisis.
Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian
rapatkan semua jari-jari tangan kanan yang meraba
dinding bawah uterus.
Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri
dan kanan (konvergen/ divergen)
Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada
bagian terbawah bayi (bila persentasi kepala,
upayakan memegang bagian kepala didekat leher
dan bila presentasi bokong upayakan untuk
memegang pinggang bayi)
Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggul,
kemudian letakkan jari-jari tangan kanan diantara
tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa
jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas
panggul.
c) Auskultasi
Pemeriksaan bunyi dan frekuensi jantung janin
d) Pemeriksaan tambahan
Laboratorium rutin : HB, Albumin
AKHIR PEMERIKSAAN
a. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan
b. Buat prognosa dan perencanaan penatalaksanaan
c. Catat hasil pemeriksaan pada buku KIA dan status pasien.
d. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu yang meliputi :
Usia kehamilan, letak janin, posisi janin, tafsiran persalinan, resiko yang
ditemukan atau adanya penyakit lain.
e. Jelaskan untuk melakukan kunjungan ulang
f. Jelaskan rencana asuhan ANC berkaitan dengan hasil pemeriksaan.
g. Jelaskan pentingnya imunisasi.
h. Jelaskan menjadi akseptor KB setelah melahirkan
i. Beri alasan bila pasien dirujuk kerumah sakit.
6. Bagan alir
Siapkan alat dan bahan yang
diperlukan

1/7
Anjurkan ibu hamil untuk
mengosongkan kandung kemih

Petugas cuci tangan dengan sabun


atiseptik, bilas dan keringkan

ANAMNESA

PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN UMUM

PEMERIKSAAN KHUSUS

Umur Kehamilan >20 minggu


Umur kehamilan <20minggu
1. Inspeksi
1. Inspeksi
2. Palpasi (Leopold 1,2,3 dan
2. Palpasi (Leopold 1)
4)
3. Auskultasi

Pemeriksaan tambahan

Akhir pemeriksaan
1. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan
2. Buat prognosa dan pemeriksaan
3. catat hasil pemeriksaan pada buku KIA dan
status pasien
4. jelaskan :
Hasil pemeriksaan
Waktu kunjungan ulang
Rencana asuhan ANC
Pentingnya imunisasi
Akseptor KB
Alasan jika dirujuk

1/7
7. Unit Terkait 1. Ruang KIA/KB
2. Laboratorium
3. Apotik
4. Dokumen 1. Rekam Medik
Terkait
5. Rekam
No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai di
Histori
berlakukan
Perubahan

1/7
1/7