Anda di halaman 1dari 1

Diagnosis Differensial

Paramolar merupakan molar supernumerari yang biasanya rudimenter, terletak di


sebelah bukal atau palatal dari molar maksila ataupun terletak pada ruang interproksimal
sebelah bukal antara molar dua dan molar tiga. Differensial diagnosis bagi paramolar berupa
struktur lain yang dapat terjadi pada daerah maksila molar adalah tuberkulum paramolar
(paramolar tubercle) dan gigi supernumerari fusi (fused supernumerary tooth). Paramolar
tubercle adalah istilah bagi tonjol anomali atau supernumerari inklusi atau penonjolan yang
terjadi pada permukaan bukal gigi premolar dan molar atas maupun bawah. Paramolar
tubercle juga dikenal sebagai "parastyle" dan "paramolar cusp". Cirinya berupa bentukan
cingulum pada permukaan bukal dari tonjol mesiobukal (paracone) gigi molar atas. Pada
kasus yang langka, cingulum dapat terletak pada tonjol distobukal (metacone) gigi molar atas
dan permukaan bukal gigi premolar atas (Nagaveni dkk, 2010).

Diagnosis differensial lain dari paramolar adalah fused supernumerary tooth. Fusi
merupakan amomali dalam perkembangan morfologi gigi yang dikarenakan penyatuan dua
benih gigi terpisah atau partial splitting dari satu benih gigi. Fusi dapat komplit atau
inkomplit sehingga akar gigi dapat terpisah ataupun menyatu. Fusi dapat terjadi pada gigi
supernumerari seperti mesiodens atau paramolar yang menyatu pada bagian mahkota atau
akar pada gigi yang berdekatan (Taheri dkk, 2005).

Daftar Pustaka

Nagaveni, N. B., Umashankara, K. V., Radhika, N. B., Reddy, P., dan Manjunath, 2010,

Maxillary paramolar: report of a case and literature review, Archives of Orofacial

Sciences, 5(1): 24-28.

Taheri, J. B., Baharvand, M., dan Vahidi-Ghahrrodi, A. R., 2005, Unilateral Fusion of a

Mandibular Third Molar to a Supernumerary Tooth: A Case Report, Journal of

Dentistry, 2(1): 33-35.