Anda di halaman 1dari 6

Narator (Della Nuraini)

Pesien/Px (Elsy Julianti)

Perawat 1 (Rifqoh Alfalih)

Perawat 2 (Milla Meiza)

Keluarga (Yunita)

ROLE PLAY ISOLASI SOSIAL (MENARIK DIRI) PENDERITA DIABETES MILITUS

Di RSMH Palembang ada dua orang perawat yang akan melakukan perawatan khusus kepada px

baru dengan masalah isolasi social(menarik diri) karena penyakit Diabetes Militus yang

diderritanya. Dan mula-mula perawat tersebut melakukan perkenalan dan pendekatan dengan px,

tp px masih terlihat malu dan tidak banyak bicara, dan menghindar.

Perawat 1 : Assalammualaikum, selamat pagi ibu, perkenalkan nama saya suster Rifqoh ,

saya yang akan membantu merawat ibu selama di sini. Apakah benar dengan ibu

Elsy Julianti? Senangnya dipanggil siapa?

Px : (hanya menunduk, memalingkan kepalanya, tidak nberani melihat lawan

bicaranya).

Keluarga : waalaikumsallam sus, iya benar sus namanya. Panggil saja Elsy sus

Perawat : Ouwhh, nama yang bagus, seperti orangnya,.

Mengapa ibu elsy sangat murung dan tidak mau bicara ya bu?

Keluarga : saya tidak tahu sus, semenjak masuk rumah sakit dia jadi lebih suka menyendiri

Perawat : kenapa bu? Mungkin ibu Elsy bisa cerita dengan saya. Disini saya akan

membantu menyelesaikan masalah ibu.

Px : (diam dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya)

Perawat :Baiklah kalau ibu mungkin tidak mau sekarang, bagaimana kalau besok?

Px : (diam dan hanya mengangguk saja).

Perawat : dimana bu? apakah di tempat ini saja?

Px : (diam, menggelengkan kepalanya dan menunjuk ketempat yang diinginkan)

Perawat : ohh,, di taman bunga situ ya bu? Ternyata ibu pintar memilih tempat yang bagus

ya? Hehe . Jam berapa bu? Bagaimana kalau jam 8 pagi saja?

Px : (diam dan mengangguk saja)


Perawat : baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ya bu? Sampai ketemu besok ya bu?

Assalammualaikum

Keluarga : Waalaikumsaallam. Terimaksih ya sus

Px : (membalas salam dengan nada pelan).

Perawat : iya bu sama-sama

Pada hari berikutnya perawat mengajak satu orang temanya untuk menemui px. Dan pasien

sudah nampak sedikit mau bicara, dan rasa malunya sedikit menghilang.

Perawat : Selamat pagi bu? Sesuai janji saya kemaren disini saya akan membantu

menyelesaikan masalah ibu.

Px : (hanya mengangguk dan melihat kearah teman perawat yang diajak dengan rasa

penasaran).

Perawat : oh iya pak, perkenalkan juga, ini teman saya suster Milla , dia juga seorang

perawat disini.

Perawat 2 & Px : (sama-sama mengangguk dan senyum)

Perawat 1 : baiklah bu mari kita ke taman. Mohon izin mengajak si Ibu keluar sebentar ya bu

(perawat meminta izin kepada keluarga)

Keluarga : silahkan sus.

Dan merekapun pergi ke taman bertiga (perawat 1, perawat 2 dan px)

Perawat : baiklah, kira-kira bapak mau ngobrol dengan kita berapa lama?

Px : 15 menit saja.

Perawat 1 : oke, pertama tama saya ingin tau kenapa bapak menjadi suka menyendiri seperti

sekarang ini? Apa penyebabnya?

Px : begini sus,saya malu dengan keadaan saya saat ini. (menangis)

Perawat 1 : ( Perawat mendengarkan dengan penuh perhatian ) Kenapa ibu Elsy malu
dengan keadaan ibu saat ini? InsyaAllah, ibu akan diberi kesembuhan.
Px : Pokoknya, saya malu sus, saya ingin mati saja (menangis) saya malu dengan
keadaan saya ini karena saya tidak bisa seperti orang lain yang degan mudah
berkumpul dan saya tidak mau mendapat bantuan apapun.!
Perawat 1 : Ibu Elsy , saya mengerti apa yang ibu rasakan . Tetapi, Ibu Elsy tidak perlu malu
dengan keadaan ibu sendiri, dengan ibu lebih sabar dan tegar ibu pasti akan bisa
menjalani semua ini.( Perawat berusaha mengklarifikasi ).
Ibu Ani pun terdiam sejenak. Lalu perawat memberikan tambahan informasi untuk
memfasilitasi klien dalam mengambil keputusan
Perawat 2 : Ibu Elsy , dengan pengobatan yang ibu jalani sekarang dan dengan kesabaran
ibu,itu akan membantu ibu untuk menyembuhkan penyakit ibu. ( Perawat
memberikan kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan ).
Px : tapi sus,, saya merasa hidup saya sudah tidak berguna lagi. Lihatlah sus, kaki
saya,, (menunjukkan kakinya dan menangis meronta)
Perawat 2 : ibu,, ibu tenang dulu, semua penyakit pasti da obatnya, tapi obat itu tak aka nada
gunanya, jika kita juga tidak berniat dari hati bahwa kita bisa sembuh. Banyak orang
diluar sana yang masih membutuhkan bantuan ibu.
Px :(meng hela nafas) baik sus, saya akan berusaha sabar dan tegar, suatu saat nanti
pasti penyakit saya ini akan sembuh.
Perawat 1 : (Perawat memberikan penghargaan dengan tersenyum pada Ibu Elsi)
Keputusan itu sangat baik Ibu Elsi, mudah-mudahan ibu cepat sembuh dan dapat
beraktifitas seperti biasanya.
Px : Terima kasih sus atas motivasi yang kalian berikan.
Perawat 1 & 2 : Sama-sama Ibu Elsy
Ny. A : yang terpenting saya akan selalu berdoa untuk kesembuhan saya. Jika nanti takdir
berkata lain, sayasudah siap menerimanya sus.
P : nah, ibu,,, semua itu sudah diatur sama Allah. Dan kita harus bisa menerimanya.
Ny. A : baik sus..

Perawat : baiklah, mumpung masih pagi, gimana kalau kita bertiga jalan-jalan mengitari

taman sambil olahraga.

Teman : wah, ide bagus itu, biar sehat !!!

Px : baiklah . . .

Semua : (semuanya berjalan-jalan dan akhirnya duduk lagi di tempat semula)

Perawat : gimana perasaan bapak sekarang setelah kita melakukan aktifitas bersama-sama?

Apakah sudah baik?

Px : terima kasih mas perawat, saya sangat senang karena sebelumnya saya jarang

sekali melakukan aktifitas bersama-sama seperti ini.

Perawat : baiklah pak, kita rasa cukup untuk hari ini, kita berharap dengan ini bapak sudah

tidak suka menyendiri lagi dan mau berbaur dengan orang lain.

Px : iya mas.

Perawat : besok kita akan datang lagi menemui bapak, apakah di waktu dan tempat yang

sama?

Px : iya pak, disini saja.


SP3

Dan hari esok yang dinanti pun tiba, perawat menemui px sendiri, tidak dengan orang lain seperti

sebelumnya. Perawat juga merencanakan mengajak px keliling RS untuk dikenalkan dengan

komunitas-komunitas yang ada disitu. Selain itu px jg berhasil mendapat kenalan baru yang

nantinya akan dikenalkan kepada perawat.

Perawat : semangat pagi pak?

Px : pagi juga mas . . .

Perawat : nah, untuk sekarang ini saya ingin mengajak bapak untuk berjalan-jalan ke

tempat komunitas-komunitas yang ada di sekitar sini, apakah bapak bersedia?

Px : ahh tidak mas,, saya malu kalau dilihat banyak orang.

Perawat : tidak apa pak, mereka baik-baik kok pak..

Px : baiklah mas, ayo.

(mereka pun akhirnya berjalan-jalan ketempat komunitas yang ada di sekitar situ, dan perawat

pun mengenalkan komunitas tersebut kepada px)

Perawat : nah, sekarang bagai mana perasaan bapak?

Px : saya senang sekali mas, karena di ajak ke tempat-tempat yang ramai seperti tadi,

karena saya jarang sekali ke tempat-tempat yang ramai.

Perawat : nah, karena itu pak, kalau bapak ingin cepat pulang, bapak harus mau

berinteraksi dengan orang-orang yang ada disini, perkembangan bapak sangat

baik, bapak tinggal mengasah lagi rasa percaya diri bapak.

Px : iya mas,, terima kasih banyak yam as..

Perawat : iya pak, terima kasih juga atas kerja samanya,, selamat siang

Px : siang mas . . .

SP1 KELUARGA

Perawat berencana mendatangi keluarga dengan tujuan mendiskusikan masalah yang dihadapi

keluarga dalam merawat px di rumah, dan cara menyelesaikanya.

Perawat : selamat pagi pagi bu?

Keluarga : iya, pagi


Perawat : sedang apa bapak sekarang?

Keluarga : sedang tidur mas.

Perawat : bagaimana keadaan bapak sekarang? Apakah ada kemajuan?

Keluarga : sekarang jadi pendiam mas, jika tidak diajak bicara, tidak mau bicara, juga

jarang sekali keluar rumah.

Perawat : lahh, maka dari itu bu, kalau melihat bapak sedang diam saja atau melamun,

lebih baik anda ajak ngobrol, dan jangan biarkan bapak sendiri dirumah, kalau ada

aktifitas misalnya kerja bakti, ya suruh saja ikut.

Keluarga : iya mas, akan saya coba.

Perawat : baik bu, besok saya akan kesini lagi jam 9.00 untuk membahas perkembanganya.

Keluarga : iya mas . ..

SP2 KELUARGA

Hari selanjutnya perawat mengevaluasi masalah yang didiskusikan kemarin, serta memberi

solusi penyelesaian masalahnya.

Perawat : pagi bu

Keluarga : pagi juga mas

Perwat : sesuai janji kemarin, saya datang lagi kesini guna membantu menyelesaikan

masalah yang dihadapi oleh keluarga ini.

Keluarga : iya mas, silahkan

Perawat : bagaimana yang kemarin bu? Apakah sudah anda coba? Dan bagaimana

hasilnya?

Keluarga : tidak ada perkembangan mas, masih pendiam dan lebih suka menyendiri

Perawat : nah, kalau begitu coba nanti bapak ibu ajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang

ramai dan anda juga harus banyak mengajaknya ngobrol, jangan dibiarkan diam,

pokoknya usahakan beri dia waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan orang

lain, jangan di biarkan sendiri.

Keluarga : iya mas, nanti akan saya ajak jalan-jalan

Perawat : iya bu, selamat mencoba ya,, kalau begitu saya tinggal dahulu, dan besok saya

akan kesini lagi seperti tadi.

Keluarga : iya mas . ..


SP3 KELUARGA

Keesokan harinya perawat mendatangi lagi keluarga, dan perawat pun terkejut setelah tau px

sudah menunjukan perkembangan yang lebih baik.

Perawat : selamat pagi bu?

Keluarga : pagi mas (dengan senyum senang)

Perawat : ada apa bu? Sepertinya ibu kelihatan senang sekali? Bagaimana masalahnya?

Apakah masih sama seperti kemarin? (dengan rasa penasaran)

Keluarga : terimah kasih mas,,

Px : halo sus

Perawat : baik pak, baik,, ( dengan rasa heran) , bapak mau kemana?

Px : itu mas, saya mau keliling-keliling rumah sakit sus, saya tinggal dulu ya mas?

Perawat : oh, iya pak, silahkan,,

Keluarga : terima kasih yam as, sekarang keadaan bapak sudah jauh lebih baik,

Perawat : iya bu,, tapi juga harus anda ingat,, jangan anda biarkan bapak banyak sendiri,

berikan dia aktifitas yang cukup, terutama sering-sering berinteraksi seperti

sekarang ini, karena dengan demikian si ibu bisa mempunyao semangat untuk

sembuh

Keluarga : iya mas.

Perawat : baiklah, saya rasa cukup untuk pertemuan kita, apabila ada masalah lagi saya

harap keluarga untuk segera melapor ke kita. Kami permisi dulu ya bu

Keluarga : iya mas . . .

(dan akhirnya keluarga pun merasa senang, perawat juga ikut senang karena berhasil membantu)