Anda di halaman 1dari 51

Makalah Tabel Distribusi Frekuensi

MAKALAH STATISTIKA
TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Wahyu Ajis Saputra ( 2C114121 )

2KBO4

SISTEM KOMPUTER

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang telah digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan
masa lalu dan juga untuk mengambil rencana masa mendatang. Selain itu pimpinan
mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan yang perlu
dalam menjalani tugasnya. Statistika juga bias digunakan untuk mengetahui apakah
cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara lama
Untuk mengetahui hal-hal diatas, perlu diadakan penilaian dengan statistika. Kata
statistika berarti kumpulan data, bilangan atau non-bilangan yang disusun dalam tabel
ataupun diagaram. Statistika dibagi menajdi dua yaitu statistika induktif dan statistika
deskriptif. Distribusi frekuensi dan ukuran gejala pusat merupakan bagian dari
statistik deskriptif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan makalah
ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Distribusi Frekuensi?
2. Bagaimana cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi?
3. Membuat Tabel Distribusi Frekuensi.
4. Apa saja macam-macam Tabel Distribusi Frekuensi?
C. Tujuan Pembahasan
1. Memahami pengertian distribusi frekuensi
2. Mengetahui cara membuat daftar distribusi frekuensi
3. Mengetahui cara menghitung distribusi frekuensi
4. Mengetahui macam-macam distribusi frekuensi

BAB II
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN
Distribusi (bahasa inggris) berarti penyaluran pembagian atau pencaran jadi
distribusi frekuensi dapat diberi arti penyaluran fekuensi pembagian frekuensi atau
pencaran frekuensi dalam statistik distribusi frekuensi kurang lebih mengandung
pengertian suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau
variabel yang dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi, atau terpencar.
Distribusi frekuensi adalah penyusunan data dalam kelas-kelas interval.
Distribusi Frekuensi adalah membuat uraian dari suatu hasil penelitian danmenya
jikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk yang baik, yaitu bentuk stastistik popular
yang
sederhana sehingga kita dapat lebih mudah mendapat gambaran tentangsituasi hasil p
enelitian.
Jadi dapat disimpulkan distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-
kelas tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Selanjutnya
distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi dimana frekuensinya
dijumlahkan secara meningkat dan kelas intervalnya terbuka, ada kurang dari dan
lebih dari.

2. CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI


A. Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal
Sebelum dikemukakan mengenai cara pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi Data
Tunggal,terlebih dahulu perlu dikemukakan bahwa Tabel Distribusi Frekuensi Data
Tunggal ada dua macam,yaitu: Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal yang semua
skornya berfrekuensi 1, dan Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal yang sebagian
atau seluruh skornya berfrekuensi lebih dari satu.
B. Cara membuat tabel distribusi frekuensi data kelompokan.
Tabel distribusi frekuensi data kelompok digunakan untuk menyusun data yang
memiliki kuantitas yang besar dengan mengelompokkan ke dalam interval-interval
kelas yang sama panjang.
untuk menyajikan data di atas dalam bentuk Tabel Distribusi Frekuensi maka perlu
ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1) mengurutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar
2) Menentukan banyak kelas ( n )
3) Menghitung rentang data (Range)
Caranya :

Rentang = DataTerbesar Data


Terkecil

4) Menentukan Jumlah Kelas Interval untuk menentukan Kelas Interval


ditentukan dengan rumus Sturges

K=1+3,3LogN

5) Menghitung Panjang kelas


Caranya :
PanjangKelas = Rentang / Jumlah Kelas

6) Menentukan batas bawah kelas pertama , diambil dari data terkecil atau data
terkecil dikurangi 1
7) Menyusun Kelas Interval dan memasukan data menggunakan tally
3. MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Frekuensi
kumulatif Frekuensi
Tinggi Badan Frekuensi (fx)
Kurang dari kumulatif relatif
(Fkk)

145-150 1 0 3,3%

150-155 3 4 13,3%

155-160 6 10 33,3%

160-165 8 18 60%

165-170 12 30 100%

Total 30

4. MACAM-MACAM TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

a. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif


Dimaksud dengan Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif ialah salah satu jenis tabel
statistik yang didalamnya disajikan frekuensi yang dihitung terus meningkat atau
selalu ditambah-tambahkan , baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah.

b. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif


Tabel Distribusi Frekuensi Relatif juga dinamakan Tabel Persentase.
Dikatakan frekuensi relatif sebab frekuensi yang disajikan di sini bukanlah
frekuensi yang sebenarnya, melainkan frekuensi yang dituangkan dalam bentuk
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kata statistika berbeda dengan statistik. Statistik dipakai untuk menyatakan
kumpulan data, bilangan atau non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun
diagaram. Dalam statistika dibagi menajdi dua yaitu statistika induktif dan statistika
deskriptif. Distribusi frekuensi dan ukuran gejala pusat merupakan bagian dari
statistik deskriptif.
Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas tertentu atau
menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Selanjutnya distribusi frekuensi
kumulatif adalah distribusi frekuensi dimana frekuensinya dijumlahkan secara
meningkat dan kelas intervalnya terbuka, ada kurang dari dan lebih dari.

B. Saran
Dalam membuat suatau daftar distribusi frekuensi kita harus memperhatikan
dengan teliti langkah-langkah yang kita lakukan. Karena jika kita mempunyai data
yang semakin banyak, maka kita harus semakin teliti dalam pengerjaannya.
makalah statistik distribusi frekuensi

Start here

About

BAB I

PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang

Statistik memegang peran penting dalam penelitian,baik dalam penyusunan


model,perumusan hipotesa dalam pengembangan alat dan instrumen pengumpulan
data,dalam penyusunan desain penelitian ,dalam penentuan sampel dan dalam analisa
data.dalam bayak hal ,pengolahan dan analisa datya tidak luput dari penerapan tehnik
dan metode statistik tertentu ,yang mana kehadiranya dapat memberikan dasar
bertolak dalam menjelaskan hubungan-hubungan yang terjadi.statistik dapat
digunakan sebagai alat untuk memgetahui apakah hu bungan kualitas antara dua atau
lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kualitas empiris atau
hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja.

Di dalam statistik deskriptif kita selalu mengusahakan agar data dapat disajikan
dalam bentuk yang lebih berguna, lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti.
Jika data yang ada hanya sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan
mengerti angka-angka itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak sekali jumlahnya,
maka untuk mengerti data tersebut kita akan mengalami kesulitan. Untuk
memudahkannya data harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi
frekuensi

1. B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah
ini adalah :

1. Apa pengertian distribusi prekuensi ?


2. Cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi ?
3. Macam-macam Distribusi Frekuensi ?

1. C. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dalam makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui distribusi Frekuensi


2. Untuk mengetahui cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi
3. Untuk mengetahui macam-macam Distribusi Frekuensi
BAB II

DISTRIBUSI FREKUENSI

1. A. Pengertian Distribusi frekuensi

Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok (kelas)


dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas. Distribusi
frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi data secara
kuantitatif.

Di dalam statistik deskriptif kita selalu mengusahakan agar data dapat disajikan
dalam bentuk yang lebih berguna, lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti.
Jika data yang ada hanya sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan
mengerti angka-angka itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak sekali jumlahnya,
maka untuk mengerti data tersebut kitaakan mengalami kesulitan. Untuk
memudahkannya data harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi
frekuensi.

1. Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi

Contoh: Penjualan agen tiket PT Garuda per hari dalam jutaan rupiah

21.36 5.45 19.84 29.34 10.85 34.82 19.71 20.84


10.37 22.50 32.50 18.40 22.49 17.50 12.25 11.50
33.55 19.87 20.63 6.12 12.72 24.15 36.90 23.81
18.25 26.70 24.25 31.12 7.83 11.95 17.35 33.82
26.43 12.73 8.89 19.50 17.84 26.42 22.50 5.57
24.97 37.81 27.16 23.35 25.15 34.75 13.84 23.05
14.67 24.81 15.95 27.48 21.50 16.44 24.61 10.00
27.49 17.75 31.84 18.75 26.80 21.75 28.40 22.46
24.76 15.10 23.11 30.26 16.30 18.64 9.36 17.89
17.45 28.50 13.52 21.50 14.59 14.59 29.30 29.65

1. Menentukan Jumlah Kelas

K = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 Log 80

= 7,28 7

1. Mencari Range

Nilai Terkecil : 5,45

Nilai Terbesar : 37,82

Range = Nilai terbesar Nilai terkecil

= 37,82 5,45

= 32,37 .. 32

1. Menentukan Panjang Kelas

Panjang Kelas = Range / Jumlah Kelas

= 32/7

= 4,57 . 5

1. Menentukan Kelas

Penjualan
Kelas
(Dalam Jutaan Rp)
Kelas I 5 9,99
Kelas II 10 14,99
Kelas III 15 19,99
Kelas IV 20 24,99
Kelas V 25 29,99
Kelas VI 30 34,99
Kelas VII 35 39,99

1. C. Macam-Macam Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya:

1. Ditinjau dari jenisnya


1. Distribusi frekuensi numerik
2. Distribusi kategorikal
3. Ditinjau dari nyata tidaknya frekuensi
1. Distribusi frekuensi absolut
2. Distribusi frekuensi relatif
3. Ditinjau dari kesatuannya
1. Distribusi frekuensi satuan
2. Distribusi frekuensi kumulatif

1. 1. Distribusi frekuensi numerik dan kategorikal

Distribusi frekuensi numerik adalah Distribusi frekuensi yang didasarkan pada data-
data kontinum yaitu data yang berdiri sendiri dan merupakan suatu deret hitung,
sedangkan yang dimaksud dengan Distribusi frekuensi kategorikal adalah Distribusi
frekuensi yang didasarkan pada data-data yang terkelompok. Jika data masih
berbentuk kontinum, maka harus diubah lebih dahulu menjadi data kategorikal dan
selanjutnya beru dicari frekuens masing-masing kelompok.

Contoh:
Penelitian terhadap nilai pembaca S1 Jurusan Teknik Informatika untuk mata kuliah
statistik pada suatu perguruan tinggi. Dari hasil pengambilan sampel secara
random(acak) terambil sampel sebanyak 30 nilai statistik.

Dari sampel tersebut diperoleh data dengan penyebarannya sebagai berikut:

75 80 30 70 20 35 65 65 70 57
55 25 58 70 40 35 36 45 40 25
15 55 35 65 40 15 30 30 45 40

Pada contoh diatas merupakan contoh Distribusi frekuensi numerik. Mengingat


Distribusi frekuensi numerik didasarkan padadata apa adanya maka ada kemungkinan
daftar Distribusi akan panjang (terutama untuk data yang mempunyai rentangan
panjang). Jika hal ini terjadi maka usaha yang semula bertujuan mempermudah dalam
membaca data melalui penyusunan distribusi frekuensi tidak akan tercapai. Hal ini
disebabkan karena daftar distribusi masih panjang yang berkemungkinan besar masih
mengacaukan pembaca. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah distribusi
frekuensi kategorikal yaitu data yang sudah dikelompokkan seperti tabel dibawah ini:

Nilai F
15-25 5
26-36 7
37-47 6
48-58 4
59-69 3
70-80 5
30

Perubahan data numerik ke data kategorikal harus menggunakan aturan-aturan


tertentu, itu berarti bahwa pengelompokkan tersebut harus memuat aturan-aturan
tertentu, sehingga tidak akan terjadi suatu rentangan atau kelompok yang tidak
berfrekuensi.

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kelas bagi distribusi frekuensi
kategorikal:

1. Jumlah kelas
2. Lembar kelas
3. Batas kelas
Jumlah kelas

Tidak ada aturan umum yang menentukan jumlah kelas. H.A. Sturges pada tahun
1926 menulis artikel dengan judul: The Choice of a Class Interval dalam Journal of
the American Statistical Association, yang mengemukakan suatu rumus untuk
menentukan banyaknya kelas sebagai berikut:

K = 1 + 3,3 log n

Dimana:

K = banyaknya kelas

n = banyaknya nilai observasi

rumus ini disebut Kriterium Sturges dan merupakan suatu perkiraan tentang
banyaknya kelas. Misalnya data dengan n = 100, maka banyaknya kelas K adalah
sebagai berikut:

K = 1 + 3,3 (2) = 1 + 6,664 = 7,644 8

Jadi jumlah kelas/kelompok yang dianjurkan pada data di atas adalah 8.

Ada kemungkinam jumlah kelompok hasil perhitungan rumus di atas merupakan


pecahan, tetapi di sini untuk memudahkannyakita akan melakukan pembualatan.
Langkah berikutnya adalah mencari rentangan (interval) tiap kelas.

Lebar kelas atau interval

Disarankan interval atau lebar kelas adalah sama untuk setiap kelas. Pada umumnya,
untuk menentukan besar kelas (panjang interval) digunakan rimus:

Dimana:

c = lebar kelas

k = banyaknya kelas
= nilai observasi terbesar

= nilai observasi terkecil

nilai F
48-54 1
55-61 2
62-68 7
69-75 12
76-82 7
83-89 3
90-6 2
34

Nilai 48-54 disebut kelas interval. Urutan kelas interval disusun mulai data terkecil
hingga terbesar. Urutan kelas interval pertama adalah 48-54, dan urutan kelas
unterval kedua adalah 55-61, demikian seterusnya. Semua kelas interval berada di
kolom sebelah kiri. Sedangkan nilai yang berada disebelah kanan adalah nilai
frekuansi yang disingkat f. f = 1 berarti yang mempunyai nilai antara 48 sampai 58
sebanyak 1. Nilai-nilai dikiri kelas interval (48,55,62,69,76,83,90) disebut batas
bawah kelas. Nilai 48 disebut batas bawah kelas pertama, nilai 55 disebut batas
bawah kelas kedua, dan sterusnya. Sedangkan nilai-nilai yang di kanan kelas interval
(54,61,68,75,82,89,96) disebut batas atas kelas.

Selisih positif antara batas bawah dengan batas atas harus sama yang disebut lebar
kelas.

Misalnya kita memiliki data terbesar 95 dan data terkecil 10 dengan jumlah kelas 9,
maka di dapat:

Pembulatan pada penentuan interval sebaiknya ke atas, walaupun angka di belakang


koma kecil, karena pembulatan kebawah akan menanggung resiko yaitu ada data
yang tidak masuk dalam kelompok yang telah ditentukan.

Batas kelas

Batas kelas bawah menunjukkan kemungkinan nilai data terkecil pada suatu kelas.
Sedangkan batas kelas atas mengidentifikasi kemungkinan nilai terbesar dalam suatu
kelas.
Contoh:

Berikut ini adalah data tenteng nilai pembaca:

48 50 37 43 51 52 47 48 48 41
42 45 48 37 53 52 51 48 43 41

Jawab

Langkah 1 urutkan data dari yang terkecil hinga yang terbasar

37 37 41 41 42 43 43 45 47 48
48 48 48 48 50 51 51 52 52 53

Langkah 2 tentukan nilai max dan min

Nilai max = 53 dan nilai min = 37

Langkah 3 tentukan range (selisih nilai max dan min)

Range = 53-37=16 (kelas interval harus mampu menampung semua data observasi)

Langkah 4 tentukan jumlah kelas dengan menggunakan rumus sturges

k = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 20 = 1 + 3,3 * 1,3 = 5,29 5

Langkah 5 tentukan c (lebar kelas/interval)

Langkah 6 membuat tabel distribusi frekuensi

Nilai Frekuensi
37-40 2

41-44 5

45-48 7
49-52 5

53-56 1

1. 2. Distribusi frekuensi absolut dan relative

Distribusi frekuensi absolut adalah suatu jumlah bilangan yang menyatakan


banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Distribusi ini disusun berdasarkan data
apa adanya, sehingga tidak menyulitkan peneliti dalam membuat distribusi
ini.Sedangkan Distribusi frekuensi relatif adalah suatu jumlah persentase yang
menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Dalam hal ini pembuat
distribusi terlebih dahulu harus dapat menghitung persentase pada masing-masing
kelompok. Distribusi akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang posisi
masing-masing bagian dalam keseluruhan, karena kita dapat melihat perbandingan
antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.walaupun demikian kita
masih belum memperoleh gambaran yang jelastentang penyebab adanya perbedaan
tersebut. Berikut adalah rumus mencari Distribusi frekuensi relatif:

Tabel frekuensi relatif dan frekuensi kumulatif

X f fr fk* fk**
X1 f1 f1/n*100 f1 f1+f2++fi++fk
X2 f2 f2/n*100 f1+f2 f2++fi++fk
. . . . .
. . . . .
. . . . .
Xi fi fi/n*100 f1+f2++fi fi++fk
. . . . .
. . . . .
. . . . .
Xk fk fk/n*100 f1+f2++fi++fk fk
Contoh:

Dari soal diatas didapat frekuensi relatifnya adalah:

nilai Frekuensi (2/20)*100

Frek. Relatif
37-40 2 10
41-44 5 25
45-48 7 35
49-52 5 25
53-56 1 5
total 20

Contoh lain:

Data pengukuran tinggi badan atas 100 orang. Setelah dilakukan penyederhanaan
data(tinggi badan dikelompokkan menjadi 7 kelompok/kelas), maka distribusi
frekuensi absolut dan relatif dapat dikihat pada tabel dibawah ini:

Tinggi badan(cm) Frekuensi (5/100)*100%

Frek. Relatif
150-154 5 5
155-159 10 10
160-164 25 25
165-169 30 30
170-174 19 19
175-179 8 8
180-184 3 3
Total 100 100

1. 3. Distribusi frekuensi satuan dan kumulatif


Distribusi frekuensi Satuan adalah frekuensi yang menunjukan berapa banyak data
pada kelompok tertentu. Contoh-contoh Distribusi frekuensi diatas menunjukkan
Distribusi frekuensi satuan, baik yang numerik maupun relatif. Yang dimaksud
distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang menunjukkan jumlah
frekuensi pada sekelompok nilai tertentu mulai dai kelompok sebelumnya sampai
kelompok tersebut.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat kami simpulkan beberapa hal, yaitu:

Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok


(kelas) dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap
kelas. Distribusi frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu
klasifikasi data secara kuantitatif.
Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi:

1. Menentukan Jumlah Kelas


2. Mencari Range
3. Menentukan Panjang Kelas
4. Menentukan Kelas

Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya:

1. Ditinjau dari jenisnya


2. Distribusi frekuensi numerik
3. Distribusi kategorikal
1. Ditinjau dari nyata tidaknya frekuensi
2. Distribusi frekuensi absolut
3. Distribusi frekuensi relatif
1. Ditinjau dari kesatuannya
2. Distribusi frekuensi satuan
3. Distribusi frekuensi kumulatif
DAFTAR PUSTAKA

Dajan, Anto. Pengantar Metode Statistik jilid I, PT. Perdja. Jakarta: 1985

Meilia N. I. Susanti. S.T. M.Kom, Statistika Deskriptif & induktif , Graha Ilmu, 2010

Prof. Drs. Mangkuatmodjo, Soegyarto. Pengatar Statistik, Rineka Cipta, Jakarta. 1997

Ronald E. Walpole, Pengantar Statistika, Gramedia pustaka Utama, Jakarta, 1995

Apakah tulisan ini berguna untukmu?


MASALAH DISTRIBUSI FREKUENSI

MAKALAH
MASALAH DISTRIBUSI FREKUENSI
Dosen Pengampu: Drs. Rizalman,M.Pd

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 4
Anton
Siti Ummi Rosyidah

JURUSAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH


IAIN SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Swt yang telah
melimpahkan rahmat dan karunian-Nya kepada penulis sehingga
makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Didalam makalah ini penulis
membahas tentang Masalah Distribusi Frekuensi, Cara Membuat Tabel
Distribusi Frekuensi Grafik Poligon dan Grafik Histogram.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih
banyak terdapat kekurangan baik dari segi isi maupun dalam penyajian
materinya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
sifstnya membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Amiiin.....

Jambi,10 April 2012

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Adalah menyajikan atau mendeskripsikan data angka yang telah


berhasil dihimpun itu secara teratir,rinkas,mudah dimengerti,hingga
dengan secara jelas dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai
ciri atau sifat yang terkandung didalam data angka tersebut. Dengan
diketahuinya ciri atau sifat yang terkandung dalam kumpulan data angka
itu berarti kumpulan data angka Setiap kali kita melakukan kegiatan
pengumpulan data statistik,maka pada umumnya kegiatan tersebut akan
menghasilkan kumpulan data angka yang keadaannya tidak
teratur,berserak dan masih merupakan bahan keterangan yang sifatnya
kasar dan mentah. Dikatakan kasar dan mentah,sebab kumpulann
data dalam kondisi seperti yang disebutkan diatas belum dapat
memberikan informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri ataun sifat
yang dimiliki oleh sekumpulan angka tersebut.

Tidak terlepas hubungannya dengan pernnyataan diatas,maka salah satu


tugas dari statistik sebagai ilmu pengetehuan tadi telah dapat berbicara
dan karenanya kita berhasil memperoleh informasi-informasi yang
berguna sejalan dengan maksud dan tujuan pengumpulan data.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Variabel dan Frekuensi?


2. Bagaimana cara membuat tabel distribusi frekuensi grafik poligon?
3. Bagaimana cara membuat distribusi frekuensi dalam grafik histigram?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini secara umum adalah untuk


menyelesaikan tugas dari Bapak Drs. Rizalman,M.Pd selaku dosen mata
kuliah StatistikPendidikan, namun tujuan penulisan ini secara khusus
adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Pengertian Variabel dan Frekuensi
2. Untuk mengetahui cara membuat Tabel distribusi frekuensi grafik
poligon
3. Untuk mengetahui cara membuat distribusi frekuensi dalam grafik
histogram.

BAB II
PEMBAHASAN
MASALAH DISTRIBUSI FREKUENSI

2.1 Pengertian Variabel


Katavariabel berasal dari bahasa inggris variable dengan
artiubahan,faktor tak tetap,ataugejala yamg dapat diubah-ubah.
Dalam contoh yang telah disebutkan dimuka,nilai-nilai ujian semester
dari sejumlah 80 mahasiswa itu kita sebut variabel. Variabel pada
dasarnya bersifat kualitatif namun dilambangkan dengan angka.
Contoh
usia adalah gejala kulitatif,akan tetapi gejala yang bersifat kualitatif
itub dilambangkan dengan angka; misalnya:
17tahun,25tahun,50tahun,dan sebagainyaNilai Ujian Pada dasarnya
adalah gejala kualitas yang dilambangkan dengan angka seperti:
5,6,7,40,70,90,dan sebagainya.
2.2 Pengertan Frekuensi
Frekuensi yang dalam bahasa inggrisnya adalah Frequency berarti
kekerapan,atau jarang kerapnya,dalam statistik frekuensi
mengandung penngertian: Angka (bilangan) yang menunjukkan berapa
kali suatu variabel ( yang dilambangkan dengan angka-angka itu)
berulangdalam deretan angka tersebut;atau berapa kalikah suatu
variabel(yang dilambangkan dengan angka itu) mu cul dalam deretan
angka tersebut.
Contoh
Nilai yang berhasil dicapai oleh 10 orang siswa SMA dalam
tweshasil belajar bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam adalah:
60 50 70 60 80 40 60 70 100 65
Jika kita amati, maka dalam deretan nilai hasil tes tersebut,jika 60
muncul sebanyak 3kali;atau bahwa siswa yang memperoleh nilai 60
sebanyak 3orang. Maka disini kita dapat katakan bahwa nilai 60 itu
berfrekuensi 3.
Nilai 70 hanya muncul sebanyak 1 kali saja;ini berarti bawa nilai 70 itu
berfrekuensi 1
Nilai 75 dicapai oleh 2 orang siswa,atau nilai 70 itu ada sebanyak 2
buah;disini kitakatakan bahwa nilai 70 berfrekuensi 2. Dan begitulah
seterusnya.

2.3 Pengertian Distribusi Frekuensi


Distribusi yang dalam bahasa inggris disebut dengan distribution
berarti penyaluran,pembagian,atau pencaran. Jadi distribusi
frekuensi dapat diberi arti penyaluran frekuensi,pemmbagian
frekuensi atau pencaran frekuensi. Dalam statistik,distribusi
frekuensi kurang lebih mengandung pengertian: suatu keadaan yang
menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang
dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur,terbagi,atau terpencar.
Contoh
Jika data yang berupa nilai hasil THB dalam bidang studi IPA dari 10
orang siswa SMA kita sajikan dalam bentuk tabel,maka pembagian atau
pancaran frekuensi dan nilai hasil tes akan tampak dengan nyata:
Tabel 1.0.
Distribusi Frekuensi Nilai Hasil THB dalam Bidang Studi IPA dari 10
Orang Siswa SMA

Nilai Banyaknya
(x) (orang)

100 1
80 1
75 2
70 1
60 3
50 1
50 1
40 1

Total 10
2.3 Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi Dalam Bentuk Grafik Poligon(
Poligon Frequensy)
Sebelum dikemukakan tentang cara melukiskan distribusi
frekuensi dalam bentuk grafik poligon,terlebih dulu dapat difahami
bahwa grafik poligon dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu; (1)
Grafik poligon data tunggal, dan (2) Grafik Poligon Data Kelompokan.
1 .Contoh Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi Dalam Bentuk Grafik
Poligon Data Tunggal
Misalkan data yang berupa nilai hasil ulangan haraian dalam
bidang studi matematika yang diikuti oleh 40 orang murid Madrasah
Ibtidaiyah seperti tertera pada tabel:
Tabel 1.1.Distribusi Frekuensi nilai hasil Ulangan Harian Matematika
yang diikuti 40 Orang Murid Madrasah Ibtidaiyah
Nilai Tanda jari-jari /tallies f
(x)
10 // 2
9 /// 3
8 //// 5
7 //// 5
6 //// //// 10
5 //// // 7
4 //// 5
3 /// 3
Total 40=N
Data di atas kita sajikankembali dalam bentuk grafik poligon,maka
langkah yang harus dilakukan berturut-turut adalah:
a. Membuat sumbu horizontal (abscis),lambangnya X
b. Membuat sumbu vertikal (ordinal),lambangnya Y
c. Menetapakan titik nol,yaitu perpotongan X dengan Y.
d. Menempatkan nilai hasil ulangan umum bidan studi Matematika pada
abscis X,berturut-turut dari kiri ke kanan,mulai dari nilai terendah sampai
dengan nilai tertinggi.
e. Menempatkan frekuensi pada ordinal Y.
f. Melukiskan Grafik Poligonnya. Hasilnya dapat dilihat pada grafik
berikut:
Grafik 1.0
.Poligon Frekuensi Tentang Nilai-nilai Hasil Ulangan
Harian Bidang Studi Matematika Dari Sejumlah 40
Orang Murid Madrasah IbtidaiyaH

2. Contoh Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi Dalam Bentuk Grafik


Poligon Data Kelompokan
Misalkan data tentang nilai hasil EBTA dalm bidang studi Biologi
dari 80 jumlah siswa kelas III jurusn Fisika yang di sajikan pada tabel
berikut:
Tabel 1.2.Perhitungan nilai Tengah untuk masing-masing interval dari
Data Tertera
f Midpoint (x)
Interval
78 2 (78+80):2=79
-80 2 (75+77):2=76
75-77 3 (72+74):2=73
72-74 4 (69+71):2=70
69-71 5 (66+68):2=67
66-68 10 (63+65):2=64
63-65 17 (60+62):2=61
60-62 14 (57+59):2=58
57-59 11 (54+56):2=55
54-56 6 (51+53):2=52
51-53 4 (48+50):2=49
48-50 2 (45+47):2=46
45-47
Total: 80=N _

Data di atas kita sajikan kembali dalam bentuk Poligon Frekuensi,maka


langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan sumbu horizontal atau abscis X.


b. Menyiapkan sumbu vertikal atau ordonal Y.
c. Menetapakan titik nol(perpotongan dari sumbu X dan Y.
d. Menetapkan atau mencari nilai tengah (midpoint) masing-masing
interval yang ada.
e. Menetapkan Nilai-nilai tengah dari masing-masing interval pada absscis
X.
f. Menempatkan frekuensi dari masing-masing interval pada ordinal Y.
g. Membuat garis pertolongan(koordinat).
h. Melukiskan grafik poligonnya.
Adapun Grafik Poligonnya adalah seperti pada Grafik berikut ini:
Grafik 1.1
Poligon Frekuensi Tentang Nilai Hasil EBTA dalam Bidang Studi
Biologi,yang Diikuti Oleh Sejumlah 80 Orang Siswa Kelas III SMA
Jurusan Fisika

2.5 Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi Dalam Bentuk Grafik


Histogram(Histogram Frequency)
Seperti halnya grafik poligon,grafik histogram juga dapat
dibedakan menjadi dua macam,yaitu;(1) Grafik Histogram Data
Tunggal,(2) Grafik Histogram Data Kelompokan
1.Contoh cara melukiskan grafik histogram data tunggal
Kita ambil data berupa nilai hasil ulangan Matematika yang diikuti
40 siswa Madrasah Ibtidaiyah,jika dikehendaki data tersebut disajikan
dalam bentuk grafik histogram,maka langkah yang akan ditempuh adalah
sebagai berikut:
a. Mennyiapkan sumbu horizontal atau abscis X.
b. Menyiapkan sumbu vertikal atau ordinal Y.
c. Menetapkan titik nol(perpotongan X dan Y.
d. Mmenetapkan atau menghitung nilai nyata (True Value) tiap-tiap interval
yang tertera.
e. Menetapkan nilai nyata masing-masing skor(nilai) yangada pada abscis
x.
f. Menempatkan frekuensi tiap-tiap skor(nilai) yang ada pada ordinal Y.
g. Membuat grafik pertolongan(koordinat).
h. Melukiskan grafik histogram.
Tabel 1.3. Perhitungan Nilai Nyata Untuk Masing-masing Skor(Nilai)
(X) f Nilai Nyata
10 2 9,50-10,50
9 3 8,50-9.50
8 5 7,50-8,50
7 5 6,50-7,50
6 10 5,50-6,50
5 7 4,50-5,50
4 5 3,50-4,50
3 3 2,50-3,50

Grafik 1.2
Histogram Frekuensi Tentang Nilai Harian Bidang Studi Matematika dari
Sejumlah 40 Orang Murid Madrasah Ibtidaiyah

2. Contoh cara melukiskan Distribusi Frekuensi dalam bentuk Grafik


Histogram Data Kelompokan
Kita dapat mengambil kembali data nilai hasil EBTA dalam bidang
studi Biologi,yang diikuti oleh 80 orang siswa kelas III SMA Jurusan
Fisika. Untuk melukiskan grafik histogramnya diperlukan langkah kerja
sebagai berikut:
a. Menyiapkan sumbu horizontal atau abscis X.
b. Menyiapkan sumbu vertikal atau ordinal Y
c. Menetapkan titik nol(perpotongan sumbu X dengan Y.
d. Mencari atau menetapkan nilai nyata dari masing-masing interval
e. Menempatkan nilai nyata masing-masing interval,pada sumbu mendatar
atau abscis X.
f. Menempatkan frekuensi masing-masing interval,pada sumbu vertikal
atau ordinal Y.
g. Membuat garis pertolongan(koordinat).
h. Mellukiskan grafik histogramn

Tabel 1.4
. Perhitungan nilai Masing-masing Interval Untuk Data yang Tertera
pada tabel
Interval f Nilai Nyata
78-80 2 77,50-80,50
75-70 2 74,50-77,50
72-74 3 71,50-74,50
69-71 4 68,50-71,50
66-68 5 65,50-68,50
63-65 10 62,50-65,50
60-62 17 59,50-62,50
57-59 14 56,50-59,50
54-56 11 53,50-56,50
51-53 6 50,50-53,50
48-50 4 47,50-50,50
45-47 2 44,50-47,50

Total 80=N _

Grafik 1.3
Histogram Frekuensi Tentang Nilai Hasil EBTA dalam Bidang Studi
Biologi,yang diikuti Oleh Sejumlah 80 Orang Siswa Kelas III SMA
Jurusan Fisik

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Variabel,Frekuensi serta Distribusi Grafik sangat dibutuhkan untuk
melakukan penelitian. Didalam dunia statistik kita mengenal distribusi
frekuensi bermacam-macam. Diantaranya adalah Distribusi frekuensi
dalam bentuk grafik Poligon dan Distribusi frekuensi dalam bentuk
Histogram. Dan kita dapat menggunakan Distribusi-distribusi frekuensi
tersebut untuk melakukan penelitian dan pengumpulan data.

DAFTAR PUSTAKA
Prof. Drs., Sudijono Anas (2009). Pengantar Statistik Pendidikan.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Amral Syamsu,M., Metode Statistik,jilid I dan II,Bandung:Ganaco,1963
Amudi Pasaribu,Dr.,Pengantar Statistik,Medan:Imballo,1965.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kinerja suatu perusahaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat
dilatarbelakangi dengan beberapa faktor penunjang yang menyebabkan perusahaan
tersebut mengalami kemajuan. Faktor utamanya adalah perusahaan yang
menghasilkan produk yang berkualitas, untuk hasil yang berkualitas harus melakukan
perhitungan-perhitungan dan pengambilan data atau sampel untuk mengetahui
peluang-peluang yang akan terjadi pada perusahaan tersebut atau pada hasil
produknya. Hal ini besar kaitannya dengan teori probabilitas. Probabilitas dan
statistik mempunyai hubungan yang erat. Probabilitas adalah suatu ukuran tentang
kemungkinan suatu peristiwa atau yang bisa disebut juga event yang akan terjadi
dimasa mendatang dalam dunia industri yang dikelola. Manfaat dari probabilitas
dalam dunia industri adalah untuk mengambil suatu keputusan yang tepat, seperti
peluang produk yang dihasilkan perusahaan (sukses atau tidak). Teori probabilitas
menyimpan materi-materi yang bisa dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari dalam
dunia industri maupun tidak, seperti distribusi frekuensi, ukuran pemusatan dan
penyebaran, distribusi binomial, distribusi poisson, distribusi hipergeometrik,
distribusi normal, dan probabilitas.
Distribusi frekuensi adalah pengelompokkan data yang disajikan dalam
bentuk daftar yang berisi kelas interval dan jumlah obyek (frekuensi) yang termasuk
dalam kelas interval. Distribusi frekuensi dipergunakan untuk mempermudah
perhitungan dan pengolahan data. Alasan digunakannya distribusi frekuensi adalah
mengetahui parameter data yang telah dihitung dan distribusi frekuensi juga
bermanfaat dalam kegiatan yang meliputi pengolahan data, PT.Ghozkia Bangun
Sarana akan membuat jam tangan dengan terlebih dahulu mengambil sampel
mengukur pergelangan tangan manusia sebanyak 30 sampel. Data-data yang telah
diamati dan dibuat akan diolah dengan menggunakan perhitungan distribusi
frekuensi. Distribusi frekuensi pada dasarnya sebagian besar dipergunakan pada
perhitungan ukuran pemusatan dan penyebaran.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud distribusi frekuensi?
b. Apa yang dimaksud dengan probabilitas, permutasi dan kombinasi?
1.3 TUJUAN
a. Untuk mengetahui pengertian distribusi frekuensi
b. Untuk mengetahui pengertian probabilitas, permutasi dan kombinasi
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 DISTRIBUSI FREKUENSI
2.1.1 Pengertian Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok
(kelas) dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas.
Distribusi frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi
data secara kuantitatif.
Di dalam statistik deskriptif kita selalu mengusahakan agar data dapat
disajikan dalam bentuk yang lebih berguna, lebih mudah dipahami dan lebih cepat
dimengerti. Jika data yang ada hanya sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk
membaca dan mengerti angka-angka itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak
sekali jumlahnya, maka untuk mengerti data tersebut kitaakan mengalami kesulitan.
Untuk memudahkannya data harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam
distribusi frekuensi.

1. Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi

Contoh: Penjualan agen tiket PT Garuda per hari dalam jutaan rupiah
21.36 5.45 19.84 29.34 10.85 34.82 19.71 20.84
10.37 22.50 32.50 18.40 22.49 17.50 12.25 11.50
33.55 19.87 20.63 6.12 12.72 24.15 36.90 23.81
18.25 26.70 24.25 31.12 7.83 11.95 17.35 33.82
26.43 12.73 8.89 19.50 17.84 26.42 22.50 5.57
24.97 37.81 27.16 23.35 25.15 34.75 13.84 23.05
14.67 24.81 15.95 27.48 21.50 16.44 24.61 10.00
27.49 17.75 31.84 18.75 26.80 21.75 28.40 22.46
24.76 15.10 23.11 30.26 16.30 18.64 9.36 17.89
17.45 28.50 13.52 21.50 14.59 14.59 29.30 29.65
2. Menentukan Jumlah Kelas
K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 Log 80
= 7,28 7
3. Mencari Range
Nilai Terkecil : 5,45
Nilai Terbesar : 37,82
Range = Nilai terbesar Nilai terkecil
= 37,82 5,45
= 32,37 .. 32
4. Menentukan Panjang Kelas
Panjang Kelas = Range / Jumlah Kelas
= 32/7
= 4,57 . 5
5. Menentukan Kelas
Kelas Penjualan (Dalam Jutaan Rp)
Kelas I 5 9,99
Kelas II 10 14,99
Kelas III 15 19,99
Kelas IV 20 24,99
Kelas V 25 29,99
Kelas VI 30 34,99
Kelas VII 35 39,99

2.1.2 Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi


Cara untuk melukiskan distribusi frekuensi terdiri dari beberapa cara yaitu:
a. Distribusi Frekuensi dalam Bentuk Grafik Poligon( Poligon Frequency)
Distribusi frekuensi dalam bentuk grafik poligon terbagi menjadi 2 yaitu
grafik poligon data tunggal dan grafik poligon data kelompokan.
b. Distribusi Frekuensi dalam Bentuk Grafik Poligon Data Kelompokan
c. Distribusi Frekuensi dalam Bentuk Grafik Histogram (Histogram Frequency)
Distribusi frekuensi dalam bentuk grafik poligon terbagi menjadi 2 yaitu
grafik poligon data tunggal dan grafik poligon data kelompokan.
2.1.3 Macam Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya:
1. Ditinjau dari jenisnya
a. Distribusi frekuensi numerik
b. Distribusi kategorikal
2. Ditinjau dari nyata tidaknya frekuensi
a. Distribusi frekuensi absolut
b. Distribusi frekuensi relatif
3. Ditinjau dari kesatuannya
a. Distribusi frekuensi satuan
b. Distribusi frekuensi kumulatif
Distribusi frekuensi numerik dan kategorikal
Distribusi frekuensi numerik adalah Distribusi frekuensi yang didasarkan pada
data-data kontinum yaitu data yang berdiri sendiri dan merupakan suatu deret hitung,
sedangkan yang dimaksud dengan Distribusi frekuensi kategorikal adalah Distribusi
frekuensi yang didasarkan pada data-data yang terkelompok. Jika data masih
berbentuk kontinum, maka harus diubah lebih dahulu menjadi data kategorikal dan
selanjutnya beru dicari frekuens masing-masing kelompok.
Contoh:
Penelitian terhadap nilai pembaca S1 Jurusan Teknik Informatika untuk mata
kuliah statistik pada suatu perguruan tinggi. Dari hasil pengambilan sampel secara
random(acak) terambil sampel sebanyak 30 nilai statistik.
Dari sampel tersebut diperoleh data dengan penyebarannya sebagai berikut:
75 80 30 70 20 35 65 65 70 57
55 25 58 70 40 35 36 45 40 25
15 55 35 65 40 15 30 30 45 40
Pada contoh diatas merupakan contoh Distribusi frekuensi numerik.
Mengingat Distribusi frekuensi numerik didasarkan padadata apa adanya maka ada
kemungkinan daftar Distribusi akan panjang (terutama untuk data yang mempunyai
rentangan panjang). Jika hal ini terjadi maka usaha yang semula bertujuan
mempermudah dalam membaca data melalui penyusunan distribusi frekuensi tidak
akan tercapai. Hal ini disebabkan karena daftar distribusi masih panjang yang
berkemungkinan besar masih mengacaukan pembaca. Untuk mengatasi masalah
tersebut dibuatlah distribusi frekuensi kategorikal yaitu data yang sudah
dikelompokkan seperti tabel dibawah ini:
Nilai F
15-25 5
26-36 7
37-47 6
48-58 4
59-69 3
70-80 5
30
Perubahan data numerik ke data kategorikal harus menggunakan aturan-aturan
tertentu, itu berarti bahwa pengelompokkan tersebut harus memuat aturan-aturan
tertentu, sehingga tidak akan terjadi suatu rentangan atau kelompok yang tidak
berfrekuensi.
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kelas bagi distribusi
frekuensi kategorikal:

1. Jumlah kelas
2. Lembar kelas
3. Batas kelas

a. Jumlah kelas
Tidak ada aturan umum yang menentukan jumlah kelas. H.A. Sturges pada tahun
1926 menulis artikel dengan judul: The Choice of a Class Interval dalam Journal of
the American Statistical Association, yang mengemukakan suatu rumus untuk
menentukan banyaknya kelas sebagai berikut:
K = 1 + 3,3 log n
Dimana:
K = banyaknya kelas
n = banyaknya nilai observasi
Rumus ini disebut Kriterium Sturges dan merupakan suatu perkiraan tentang
banyaknya kelas. Misalnya data dengan n = 100, maka banyaknya kelas K adalah
sebagai berikut:
K = 1 + 3,3 (2) = 1 + 6,664 = 7,644 8
Jadi, jumlah kelas/kelompok yang dianjurkan pada data di atas adalah 8.
Ada kemungkinam jumlah kelompok hasil perhitungan rumus di atas
merupakan pecahan, tetapi di sini untuk memudahkannyakita akan melakukan
pembualatan. Langkah berikutnya adalah mencari rentangan (interval) tiap kelas.
b. Lebar kelas atau interval
Disarankan interval atau lebar kelas adalah sama untuk Nilai F
setiap kelas. Pada umumnya, untuk menentukan besar kelas 48-54 1
(panjang interval) digunakan rumus: 55-61 2
Dimana: 62-68 7
c = lebar kelas 69-75 12
k = banyaknya kelas 76-82 7
= nilai observasi terbesar
83-89 3
= nilai observasi terkecil
90-6 2
Nilai 48-54 disebut kelas interval. Urutan kelas
34
interval disusun mulai data terkecil hingga terbesar. Urutan kelas interval pertama
adalah 48-54, dan urutan kelas unterval kedua adalah 55-61, demikian seterusnya.
Semua kelas interval berada di kolom sebelah kiri. Sedangkan nilai yang berada
disebelah kanan adalah nilai frekuansi yang disingkat f. f = 1 berarti yang mempunyai
nilai antara 48 sampai 58 sebanyak 1. Nilai-nilai dikiri kelas interval
(48,55,62,69,76,83,90) disebut batas bawah kelas. Nilai 48 disebut batas bawah kelas
pertama, nilai 55 disebut batas bawah kelas kedua, dan sterusnya. Sedangkan nilai-
nilai yang di kanan kelas interval (54,61,68,75,82,89,96) disebut batas atas kelas.
Selisih positif antara batas bawah dengan batas atas harus sama yang disebut
lebar kelas.
Misalnya kita memiliki data terbesar 95 dan data terkecil 10 dengan jumlah
kelas 9, maka di dapat:
Pembulatan pada penentuan interval sebaiknya ke atas, walaupun angka di
belakang koma kecil, karena pembulatan kebawah akan menanggung resiko yaitu ada
data yang tidak masuk dalam kelompok yang telah ditentukan.
c. Batas kelas
Batas kelas bawah menunjukkan kemungkinan nilai data terkecil pada suatu
kelas. Sedangkan batas kelas atas mengidentifikasi kemungkinan nilai terbesar dalam
suatu kelas.
Contoh:
Berikut ini adalah data tenteng nilai pembaca:
48 50 37 43 51 52 47 48 48 41
42 45 48 37 53 52 51 48 43 41
Jawab

Langkah 1 urutkan data dari yang terkecil hinga yang terbasar

37 37 41 41 42 43 43 45 47 48
48 48 48 48 50 51 51 52 52 53
Langkah 2 tentukan nilai max dan min

Nilai max = 53 dan nilai min = 37

Langkah 3 tentukan range (selisih nilai max dan min)

Range = 53-37=16 (kelas interval harus mampu menampung semua data observasi)

Langkah 4 tentukan jumlah kelas dengan menggunakan rumus sturges

k = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 20 = 1 + 3,3 * 1,3 = 5,29 5

Langkah 5 tentukan c (lebar kelas/interval)

Langkah 6 membuat tabel distribusi frekuensi

Nilai Frekuensi
37-40 2
41-44 5
45-48 7
49-52 5
53-56 1

Distribusi frekuensi absolut dan relative


Distribusi frekuensi absolut adalah suatu jumlah bilangan yang menyatakan
banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Distribusi ini disusun berdasarkan data
apa adanya, sehingga tidak menyulitkan peneliti dalam membuat distribusi
ini.Sedangkan Distribusi frekuensi relatif adalah suatu jumlah persentase yang
menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Dalam hal ini pembuat
distribusi terlebih dahulu harus dapat menghitung persentase pada masing-masing
kelompok. Distribusi akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang posisi
masing-masing bagian dalam keseluruhan, karena kita dapat melihat perbandingan
antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.walaupun demikian kita
masih belum memperoleh gambaran yang jelastentang penyebab adanya perbedaan
tersebut. Berikut adalah rumus mencari Distribusi frekuensi relatif:
Tabel frekuensi relatif dan frekuensi kumulatif
X f fr fk* fk**
X1 f1 f1/n*100 f1 f1+f2++fi++fk
X2 f2 f2/n*100 f1+f2 f2++fi++fk
. . . . .
. . . . .
. . . . .
Xi fi fi/n*100 f1+f2++fi fi++fk
. . . . .
. . . . .
. . . . .
Xk fk fk/n*100 f1+f2++fi++fk Fk
Contoh:
Dari soal diatas didapat frekuensi relatifnya adalah:
Nilai Frekuensi (2/20)*100
Frek. Relatif
37-40 2 10
41-44 5 25
45-48 7 35
49-52 5 25
53-56 1 5
Total 20
Contoh lain:
Data pengukuran tinggi badan atas 100 orang. Setelah dilakukan
penyederhanaan data(tinggi badan dikelompokkan menjadi 7 kelompok/kelas), maka
distribusi frekuensi absolut dan relatif dapat dikihat pada tabel dibawah ini:
Tinggi badan(cm) Frekuensi (5/100)*100%
Frek. Relatif
150-154 5 5
155-159 10 10
160-164 25 25
165-169 30 30
170-174 19 19
175-179 8 8
180-184 3 3
Total 100 100
Distribusi frekuensi satuan dan kumulatif
Distribusi frekuensi Satuan adalah frekuensi yang menunjukan berapa banyak
data pada kelompok tertentu. Contoh-contoh Distribusi frekuensi diatas menunjukkan
Distribusi frekuensi satuan, baik yang numerik maupun relatif. Yang dimaksud
distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang menunjukkan jumlah
frekuensi pada sekelompok nilai tertentu mulai dai kelompok sebelumnya sampai
kelompok tersebut.
2.2 PROBABILITAS
2.2.1 Pengertian Probabilitas
Probabilitas adalah hasil bagi dari banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi
dalam jangka panjang jika kondisi stabil. Probabilitas terbagi menjadi 2 yaitu
permutasi dan kombinasi
Dalam pengaturan beberapa unsur kita akan menghadapi beberapa masalah.
Masalah tersebut erat kaitannya dengan kombinasi dan permutasi. Jadi simplenya,
kombinasi dan permutasi biasanya digunakan untuk menentukan cara beberapa unsur
tersebut akan diatur. Yang membedakan kombinasi dan permutasi adalah untuk
kombinasi urutan tidak membedakan, sedangkan untuk permutasi, urutan
membedakan. Contohnya, saat kita mengambil 2 bola dari sebuah wadah yang berisi
10 bola dengan komposisi 5 bola merah dan 5 bola putih. Bila kita mengasumsikan
bahwa saat kita mengambil 2 bola tersebut, yang terambil pertama putih, lalu yang
terambil kedua merah, dengan saat kita mengambil bola pertama merah dan yang
kedua tersebut putih, dan 2 kejadian tersebut dianggap sama, maka disebut dengan
kombinasi. Jika kedua kejadian tersebut diangap beda, maka disebut permutasi.
Contoh lain untuk permutasi adalah ketika pemilihan panitia, ataupun jabatan-jabatan
dalam suatu organisasi maupun instansi.
2.2.2 Permutasi

Permutasi adalah suatu penyusunan atau pengaturan beberapa objek ke dalam


suatu aturan tertentu.
nPr =
dengan n adalah jumlah unsur, dan r adalah unsur yang akan diambil.
contoh soal:
Misalkan ada 10 mahasiswa, akan diambil 4 untuk menjadi inti dari sebuah
kepanitian, berapakah caranya?
solusi:
10P4 = P(10;4) = n!/(n-r)!
= 10!/(10-4)!
= 3628800/720
= 5040
Jadi ada 5040 cara untuk mengambil 4 mahasiswa dari 10 mahasiswa.
2.2.3 Kombinasi
Kombinasi adalah suatu penyusunan beberapa objek tanpa memperhatikan
urutan objek tertentu

dengan n adalah jumlah unsur dan r adalah unsur yang akan diambil.
contoh soal:
Tentukan kombinasi-5 dari 8 huruf yang berbeda, misalnya ABCDEFGH.
solusi:
Karena r = 5 dan n = 8 maka kombinasi-5 dari 8 huruf ABCDEFGH adalah
8C5 = C(8; 5) = n!/(n-r)!r!
= 8!/(8-5)!5!
= 40320/(6x120)
= 56
Jadi ada 56 cara menyusun 5 huruf dari 8 huruf ABCDEFGH tersebut.
2.2.4 Mnentukan Ruang Sampel Percobaan

Percobaan Statistika
Percobaan pelemparan sebuah dadu bermata enam.
Jika sebuah dadu mata enam di lemparkan maka kejadian acak yang akan
muncul ada enam buah yaitu munculnya mata dadu 1, 2, 3, 4, 5, 6

Percobaan pelemparan sekeping uang logam


Jika sekeping uang logam dilemparkan maka kejadian acak yang akan muncul
ada dua yaitu : gambar (g) atau angka (a)
Percobaan pelemparan dua dadu
Jika dua buah dadu dilemparkan kejadian acak yang terjadi sebanyak 6 x 6 =
36 buah. Sebagaimana di buktikan pada tabel dibawah ini.
Mata Dadu I
1 2 3 4 5 6
Mata Dadu II
1 (1,1) (2,1) (3,1) (4,1) (5,1) (6,1)
2 (1,2) (2,2) (3,2) (4,2) (5,2) (6,2)
3 (1,3) (2,3) (3,3) (4,3) (5,3) (6,3)
4 (1,4) (2,4) (3,4) (4,4) (5,4) (6,4)
5 (1,5) (2,5) (3,5) (4,5) (5,5) (6,5)
6 (1,6) (2,6) (3,6) (4,6) (5,6) (6,6)

Ruang Sampel dan Titik Sampel


Ruang sampel adalah himpunan yang unsur unsurnya merupakan hasil yang
mungkin dari suatu percobaan. Banyaknya ruang sampel di notasikan n(s)=N. Titik
sampel adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam ruang sampel.
Contoh:
Pelemparan dua buah uang logam, hasil yang mungkin muncul dapat dinayatakan
dalam tiga cara yaitu :
a. Diagram pohon
b. Tabel
c. Mendaftar
Penyelesaian:
a. Dengan diagram pohon
A : AA
A
G : AG

A : GA
G
G : GG
Ruang Sampel :

b. Dengan Tabel
Uang Logam I
A G
Uang Logam II
A (AA) (AG)
G (GA) (GG)
Ruang Sampel :

c. Dengan Mendaftar
Kejadian yang mungkin terjadi adalah:
(A,A),(A,G),(G,A),(G,G)
Ruang Sampel :
BAB III
PENUTUP
3.1.1 KESIMPULAN
1. Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok (kelas)
dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas. Distribusi
frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi data secara
kuantitatif.
2. Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi yaitu menentukan jumlah kelas,
mencari range, menentukan panjang kelas, menentukan kelas.
3. Cara Melukiskan Distribusi Frekuensi ada 3 yaitu bentuk grafik poligon (Poligon
Frequensy), bentuk grafik poligon data kelompokan, bentuk grafik histogram
(Histogram Frequency)
4. Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya ditinjau dari jenisnya
(Distribusi frekuensi numeric, Distribusi kategorikal), ditinjau dari nyata tidaknya
frekuensi (Distribusi frekuensi absolute, Distribusi frekuensi relatif), ditinjau dari
kesatuannya (Distribusi frekuensi satuan, Distribusi frekuensi kumulatif).
5. Probabilitas adalah hasil bagi dari banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi dalam
jangka panjang jika kondisi stabil.
6. Probabilitas terbagi menjadi 2 yaitu permutasi dan kombinasi.
7. Permutasi adalah suatu penyusunan atau pengaturan beberapa objek ke dalam suatu
aturan tertentu.
8. Kombinasi adalah suatu penyusunan beberapa objek tanpa memperhatikan urutan
objek tertentu

DAFTAR PUSTAKA
Ariaanang. 2013. Makalah Statistik Distribusi Frekuensi. https://ariaanang.
wordpress.com/2013/06/18/makalah-statistik-distribusi-frekuensi/. Diakses Senin 21
September 2015
Dajan, Anto. Pengantar Metode Statistik jilid I, PT. Perdja. Jakarta: 1985
Meilia N. I. Susanti. S.T. M.Kom, Statistika Deskriptif & induktif , Graha Ilmu, 2010
Muhammad. 2012. Kombinasi dan Permutasi. http://batakngapak.blogspot.co.id
/2012/06/kombinasi-dan-permutasi.html. Diakses Senin 21 September 2015
Prof. Drs. Mangkuatmodjo, Soegyarto. Pengatar Statistik, Rineka Cipta, Jakarta. 1997
Putra. 2012. Pengertian Probabilitas. http://putrasipagimbar.blogspot.co.id/2012/07
/pengertian-probabilitas.html. Diakses Senin 21 September 2015
Ronald E. Walpole, Pengantar Statistika, Gramedia pustaka Utama, Jakarta, 1995