Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

1. Lembar Pengesahan ..................................................................... i


2. Daftar Isi ........................................................................................ 1
3. Kata Pengantar.............................................................................. 2
4. Bab I Pendahuluan ........................................................................ 3
a. Latar Belakang ......................................................................... 3
b. Tujuan Pedoman ...................................................................... 5
c. Ruang Lingkup Pelayanan ....................................................... 5
d. Batasan Operasional ................................................................ 5
e. Landasan Hukum ..................................................................... 5
5. Bab II Standar Ketenagaan .......................................................... 6
a. Kualifikasi SDM ........................................................................ 7-12
b. Distribusi Ketenagaan .............................................................. 12
c. Pengaturan Jaga ...................................................................... 12
6. Bab III Standar Fasilitas ............................................................... 13
a. Standar Ruangan dan Denah .................................................. 13
b. Standar Fasilitas ..................................................................... 13
7. Bab IV Tata Laksana Pelayanan ................................................ 13
8. Bab V Logistik............................................................................. 14
9. Bab VI Keselamatan Pasien ........................................................ 14
10. Bab VII Keselamatan Kerja........................................................... 14
A. Keselamatan Kerja pada Instalasi SIM RS............................... 14
B. Keselamatan Kerja ditinjau dari Peralatan Kerja ...................... 14
C. Keselamatan Kerja ditinjau dari Budaya dan Perilaku Kerja .... 14
11. Bab VIII Pengendalian Mutu .......................................................... 15
12. Bab IX Penutup ........................................................................... 15

Hal 1 dari 15
KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.
Ruang Bedah sebagai unit organisasi pelayanan profesi keperawatan di
rumah sakit, berusaha menyediakan dan meningkatkan system yang kondusif bagi
terlaksananya pelayanan keperawatan yang berkualitas. Hali tersebut
membutuhkan pengelolaan yang professional, dengan dukungan data dan
pengetahuan keperawatan yang up to date. Untuk mendukung operasional kerja,
ruang bedah perlu menyusun pedoman pelayanan unit sebagai acuan yang jelas
baik secara konsep maupun teknis pelaksanaan program keperawatan, sehingga
diharapkan dapat mewujudkan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan
mampu memenuhi kebutuhan serta harapan masyarakat khususnya di ruang
bedah.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
tuntutan dan harapan masyarakat yang semakin tingi terhadap kualitas pelayanan,
maka pelayanan keperawatan harus senantiasa dinamis dan selalu memperbaiki
diri dari waktu ke waktu, untuk memberikan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Pedoman Pelayanan Ruang Bedah RSUD Dr.R.Soedjono Selong juga
dimaksudkan untuk mengatur dan mengontrol tata kelola informasi kepada
manajemen dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.
Selong, 14 Januari 2017
Kepala Ruang Bedah

Hal 2 dari 15
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam Undang Undang No 44 tentang Rumah Sakit disebutkan bahwa rumah
sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat
inap,rawat jalan dan gawat darurat.Oleh karenanya,sebuah Rumah Sakit harus
memiliki sarana dan prasarana yang memadahi baik dari sisi kwalitas maupun
kwantitas.Sarana dan prasarana tersebut meliputi sumber daya manusia dan
peralatan lainya yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan pelayanan
kepada masyarakat.Pelayanan paripurna adalah pelayanan kesehatan yang
meliputi preventif,promotif,kuratif dan rehabilitatif.Dalam hal ini Rumah sakit
memiliki kuwajiban untuk melakukan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.Dalam hal
memberikan pelayanan rawat inap yang paripurna RSUD,Dr. R.Soedjono Selong
memiliki layanan rawat inap yakni layanan rawat inap dengan fasilitas kelas
utama kelas I, kelas II dan kelas III ( kelas umum ).Hubungan kerja dalam
Instalasi lain dalam Rumah sakit saling berkaitan karena dalam pelayanan
pasien rawat inap diperlukan untuk saling berkoordinasi.Dan secara
administrative melakukan pelaporan terhadap management Rumag sakit ,dan
peningkatan sarana prasarana untuk meningkan pelayanan terhadap pasien .
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan
dan harapan masyarakat yang semakin tingi terhadap kualitas pelayanan, maka
pelayanan keperawatan harus senantiasa dinamis dan selalu memperbaiki diri
dari waktu ke waktu, untuk memberikan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Ruang Bedah sebagai unit organisasi pelayanan profesi keperawatan di rumah
sakit, berusaha menyediakan dan meningkatkan system yang kondusif bagi
terlaksananya pelayanan keperawatan yang berkualitas. Hali tersebut
membutuhkan pengelolaan yang professional, dengan dukungan data dan
pengetahuan keperawatan yang up to date. Untuk mendukung operasional kerja,
ruang bedah perlu menyusun pedoman perorganisasian unit sebagai acuan yang
jelas baik secara konsep maupun teknis pelaksanaan program keperawatan,
sehingga diharapkan dapat mewujudkan pelayanan keperawatan yang
berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan serta harapan masyarakat
khususnya di ruang bedah.

B. TUJUAN
Tersusunnya Pedoman Pelayanan Ruang Bedah init sebagai dasar acuan seluruh
kebijakan, prosedur dan program kerja yang terkait dengan kegiatan Ruang Bedah
di RSUD Dr.R.Soedjono Selong.

Hal 3 dari 15
C. RUANG LINGKUP
Pedoman Pelayanan Ruang Bedah ini juga menyediakan panduan bagi
pengembangan Ruang Bedah.

1. Perencanaan
a. Penyusunan Pedoman Pengelolaan Ruang Bedah.
b. Penyusunan berbagai Kebijakan dan Prosedur.
c. Penyusunan berbagai program kerja Ruang Bedah.
d. Pengorganisasian kegiatan dan aktivitas.
2. Pelaksanaan
a. Pelaksanaan penggunaan APD, hand hygiene dan SPO pelayanan di ruang
bedah
b. Pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan keperawatan bagi staf
c. Pelatihan/briefing penggunaan APD,APAR, BHD dll di tiap unit pelayanan
3. Pengawasan dan Evaluasi
Ruang Bedah memonitoring kepatuhan penggunaan APD, hand hygiene dan
identitas diri pemberi pelayanan
4. Analisa dan Rekomendasi
Pada prinsipnya menganalisis tingkat kepatuhan terhadap semua SPO
pelayanan dan upaya pengolahan data hasil monitoring yang dilakukan di ruang
bedah. Hasil analisis data tersebut kemudian berdiskusi dengan Pihak
Manajemen dan seluruh instalasi/unit kerja terkait untuk mencari solusi dan
rekomendasi perbaikan sistem pelayanan.
5. Rencana Tindak Lanjut
rencana pelaksanaan tindak lanjut atau kegiatan perbaikan agar sesuai dengan
perencanaan untuk mengarah pada kemajuan yang lebih baik atau unggul.

D. BATASAN OPERASIONAL
1. Rumah Sakit
Rumah Sakit adalah Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanana kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakana
pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat..
2. Pelayanan Keperawatan
Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan didasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan berbentuk pelayanan bio, fisiko, sosio, spiritual yang
konfrehenship, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit
maupun sehat yang mencakup seluruh kehidupan manusia.

Hal 4 dari 15
3. Tenaga Kesehatan
Tenaga Kesehatan adalah Setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta meiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan
dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya pelayanan kesehatan.
4. Perawat
Perawat adalah Seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan
serta mempunyai kewenangan untuk melaksanakan peran dan fungsinya.
5. Bidan
Bidan adalah Sorang wanita yang telah mengikuti dan telah menyelesaikan
pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan
persyaratan ynag berlaku
6. Pasien
Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatanya
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung
maupun tidak langsung di Rumah Sakit.

E. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Rumah
Sakit Bab V Bagian Kelima Pasal 13 2 ayat 3 berisi tentang tenaga kesehatan
tertentu yang bekerja di rumah sakit harus memiliki izin sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan Setiap tenaga kesehatan yang
bekerja di rumah sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi,standard
pelayanan rumah sakit, standard prosedur operasional yang berlaku, etika
profesi,menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien.

2. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


3. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 15 Tahun 2009 tentang
Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4 Tahun
2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lombok
Timur;
4. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pola Tata Kelola
Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono
Selong;
5. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 14 Tahun 2012 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong;
6. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 25 Tahun 2016 tentang Peraturan
Internal Rumah Sakit (Hospital Bylaws) pada Badan Layanan Umum Daerah
RSUD Dr. R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur.

Hal 5 dari 15
BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

1 KEPALA RUANGAN
a. NAMA JABATAN : Kepala Ruang Keperawatan ( Karu )

b. UNIT ORGANISASI : Ruang Rawat Bedah

c. SYARAT JABATAN :
a. Pangkat/Gol : Penata Muda Tk.I-III/b

b. Pendidikan Umum : S1 Keperawatan Ners


D III Keperawatan/
c. Pendidikan & Pelatihan : Managemen Keperawatan
Managemen Bangsal

d. Keterampilan/Pengetahuan a. Bisa bekerja sesuai kompetensi

b. Mampu berkoordinasi dengan tim


terkait.

e. Pengalaman Kerja : Sebagai Perawat 3- 5 tahun.

f. Kondisi Fisik : Sehat jasmani dan rohani

d. RINGKASAN TUGAS : Memimpin dan mengkoordinasi Ruang


Rawat Bedah
e. HASIL KERJA
1. Rencana kebutuhan tenaga dan fasilitas ruang bedah
2. Perencanaan program kerja mutu unit
3. Laporan hasil evaluasi

f. RINCIAN TUGAS
a. Melaksanakan fungsi perencanaan meliputi
Menyusun rencana kerja kepala ruangan.
Berperan serta menyusun tujuan pelayanan keperawatan ruang
bedah.
Menyusun rencana kebutuhan tenaga krperawatan dari segi jumlah
dan kualifikasi diruang rawat bedah,dan berkoordinasi dengan Bidang
Keperawatan
b. Melaksanakan fungsi pergerakan dan pelaksanaan
Mengatur dan dan mengkoordinasi seluruh kegiatan pelayanan di
ruang bedah melalui kerja sama petugas lain yang bekerja di ruang
bedah.
Menyusun jadwal dinas tenaga keperawatan.

Hal 6 dari 15
Melaksanakan orientasi tenaga keperawatan yang baru /tenaga lain
akan bekerja di ruang bedah.
Memberikan orientasi kepada mahasiswa Keperawatan yang
menggunakan ruang bedah sebagai lahan praktek.
Memberikan orientasi pada pasien/keluarganya meliputi penjelasan
tentang peraturan rumah sakit ,tata tertib ruang rawat inap,fasilitas
yang tersedia dan cara penggunaan alat serta kegiatan rutin sehari
hari.
Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan pelayanan /
Askep sesuai standard.
Mengadakan pertemuan berkala /sewaktu waktu dengan stap
Keperawatan dan petugas lain yang bertugas di ruangan tersebut.
Memberi kesempatan /ijin kepada staf Keperawatan untuk mengikuti
kigiatan ilmiah /pelatihan dengan koordinasi dengan Bidang
Keperawatan.
Mengusulkan pengadaan peralatan dan obat obatan sesuai kebutuhan
berdasarkan ketentuan /kebijakan RSUD,DR ,R Soedjono Selong.
Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan alat agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
Mendampingi visite dokterdan mencatat instruksi dokter,khususnya bila
ada perubahan program pengobatan pasien.
Mengelompokan pasien dan mengatur penempatan diruang rawat
menurut kegawatan ,infeksi/non infeksi,untuk kelancaran pemberian
Asuhan Keperawatan.
Mengendalikan kualitas system pencatatan dan laporan Askep dan
kegiatan lain secara tepat dan benar.
Memberi motivasi kepada kepada petugas dalam memelihara
kebersihan ruang rawat.
Meneliti pengisian sensus harian pasien ruang rawat.
Meneliti daftar permintaan makanan pasien berdasarkan macam dan
jenis makan pasien dan meneliti ulang pada saat menyajikanya (
sesuai program diitnya )
Menyimpan berkas rekam medis dalam masa perawatanya ,kemudian
mengembalikan berkas tersebut ke bagian remam medis bila pasien
keluar rumah sakit/ pulang dari rawat inap.
Mengecek pengisian berkas Asuhan Keperawatan yang sudah
dilaksanakan.
Membimbing mahasiswa Keperawatan yang menggunakan ruang
rawatnya sebagai lahan praktek.
Hal 7 dari 15
Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien/keluarga sesuai
kebutuhan dasar sesuai dengan batas kewenangannya.
Memantau dan ikut bewrperan dalam proses timbang terima pada
pergantian dinas.
c. Melaksanakan fungsi pengawasan,pengendalian,penilaian meliputi :
Mengendalikan dan menilai pelaksanaan Asuhan Keperawatan.
Mengawasi dan menilai mahasiswa Keperawatan untuk memperoleh
pengalaman belajar sesuai tujuan program bimbingan yang ditetapkan.
Melakukan kinerja Keperawatan diruang rawatnya.
Mengawasi,mengendalikan dan menilai pendaya gunaan tenaga
Keperawatan ,peralatan ,dan obat obatan.
Mengawasi ,mengendalikan dan menilai mutu Askep. Sesuai standard
yang berlaku secara mandiri/koordinasi dengan Tim Kendaki Mutu
Asuhan Keperawatan.
g. TANGGUNG JAWAB
Dalam mengalankan tugasnya Kepala Ruangan bertanggung jawab kepada
Kabid Keperawatan dalam hal :

Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan tenaga Keperawatan


Kebenaran dan ketepatan program pengembangan pelayanan
Keperawatan.
Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja tenaga Keperawatan.
Kelancaran kegiatan orientasi perawat yang baru bekerja di
RSUD.DR.R.Soedjono Selong.
Kebenaran dan ketepatan SPO pelayanan Keperawatan.
Kebenaran dan laporan berkala pelaksanaan pelayanan keperawatan
Kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan penggunaan peralatan
Keperawatan .
Kenenaran dan ketepatan saran serta bahan pertimbangan kepada
Kabid Keperawatan.

h. WEWENANG
Dalam menjalankan tugasnya Kepala ruanngan mempunyai wewenang sbb:

a. Meminta informasi dan pengarahan kepada Kabid Keperawatan


b. Memberi petunjuk dan bimbingan dalam pelaksanaan tugas tenaga
Keperawatan
c. Mengawasi ,mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga
d. Keperawatan ,peralatan dan mutu Keperawatan di ruang rawatnya.
e. Menanda tangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi
wewenang Kepala Ruang.

Hal 8 dari 15
f. Menghadiri rapat pertemuan berkala dengan Kabid Keperawatan kasi
Keperawatan maupun koordinasi dengan Instalasi lain yang terkait
dengan Pelayanan.

2 PERAWAT PELAKSANA
a. NAMA JABATAN : Pelaksana diruang rawat bedah

b. UNIT ORGANISASI : Ruang Rawat Bedah

c. SYARAT JABATAN :
a. Pangkat/Gol : PNS / kontrak.
b. Pendidikan Umum : D III Keperawatan /S 1 Kep Ners
c. Pendidikan & Pelatihan : -

d. Keterampilan/Pengetahuan Menguasi tindakan Keperawatan


e. Pengalaman Kerja : -

d. RINGKASAN TUGAS : Melaksanakan tugas sesuai dengan


jadwal yang sudah ditentukan.

e. HASIL KERJA :
1. Asuhan Keperawatan kepada pasien
2. Kepuasan Pasien dan keluarga
3. Laporan tindakan keperawatan

f. RINCIAN TUGAS
1. Melaksanakan tugas pagi,sore malam dan hari libur secara bergilir
sesuai jadwal dinas.
2. Memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkunganya.
3. Menerima pasien baru sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku
4. Memelihara peralatan Keperawatan dan Medis agar selalu dalam
keadaan siap pakai
5. Melakukan pengkajian Keperawatan sesuai batas kewenanganya.
6. Meyusun rencana Keperawatan sesuai standard yang ada.
7. Melakukan tindakan Keperawatan sesuai kebutuhan dan
batasKemampuan antara lain :
Melakukan tindakan pengobatan sesuai program pengobatan.
Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien /keluarga tentang
penyakitnya
8. Melatih dan membantu pasien untuk melakukan latihan gerak
9. Melakukan tindakan darurat pada pasien ( panas tinggi
,kolaps,perdarahan, keracunan henti jantung /nafas ) sesuai SPO yang
berlaku ,kemudian melaporkan tindakan yang dilakukan pada dokter
ruangan /dokter jaga .
10. Melakukan evaluasi tindakan Kep.sesuai batas kemampuan.

Hal 9 dari 15
11. Mengobservasi kondisi pasien ,melakukan tindakan tepat berdasarkan
hasil observasi sesuai batas kemampuan.
12. Berperan serta dengan tim kesehatan dalam membahas kasus dan
upaya meningkatkan mutu Askep.
13. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh kepala ruangan.
14. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang Keperawatan
melalui pertemuan ilmiah /pelatihan atas izin kepala ruangan/atau
persetujuan atasan langsung.
15. Melaksanakan sitem pencatatan dan pelaporan Askep yang tepat dan
benar sesuai Standar Asuhan Keperawatan .
16. Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara
lisan dan tertulis pada saat pergantian dinas.
17. Melatih pasien menggunakan alat bantu yang dibutuhkan seperti tongkat
penyangga dll.
18. Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan Keperawatan dirumah
misalnya : merawat luka,melatih anggota gerak dll.
19. Menyiapkan pasien yang akan pulang meliputi :
Mengecek formulir untuk penyelesaian administrasi ,seperti : surat
keterangan istirahat,maupun surat keterangan sakit.
Surat Rujukan atau atau surat control.
Penyuluhan kesehatan setelah pulang dari rumah sakit
Petunjuk diet.
Resep obat untuk dirumah.

g. TANGGUNG JAWAB
Dalam menjalankan tugasnya perawat pelaksana bertanggung jawab kepada
Karu/Ka UPF

h. WEWENANG

3 PENANGGUNG JAWAB SHIF


a. NAMA JABATAN : Penanggung Jawab Shif pagi,sore dan
malam.

b. UNIT ORGANISASI : Ruang Rawat Inap Bedah

c. SYARAT JABATAN :
a. Pangkat/Gol : PNS dan tenaga Kontrak
b. Pendidikan Umum : S 1 Kep dan D III Kep.
c. Pendidikan & Pelatihan : -

d. Keterampilan/Pengetahuan -
e. Pengalaman Kerja : -

d. RINGKASAN TUGAS : Memberi Asuhan Keperawatan

Hal 10 dari 15
e. HASIL KERJA
Mengkoordinasikan semua pekerjaan pemberian asuhan keperawatan
dengan anggota tim kerjanya.

f. RINCIAN TUGAS
a. Mengkoordinasi dan mengkomunikasikan semua kegiatan tim yang
berdinas .
b. Memberikan pengarahan dan konsultasi dalam pemberian Asuhan
Keperawatan.
c. Melakukan pengkajian keperawatan sesuai batas kewenangan pada
pasien baru sesuai SPO yang ada.
d. Menyusau rencana keperawatan sesuai dengan masalah yang ada pada
masing masing pasien.
e. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai kebutuhan dan batas batas
tertentu .
f. Mengevaluasi dan mengobservasi semua tindakan keperawatan yang
telah dilaksanakan serta masalah masalah yang terjadi pada pasien.
g. Merevisi dan merencanakan ulang terhadap masalah dan tidakan yang
belum berhasil dilaksanakan.
h. Mengevaluasi ulang terhadap keluhan pasien serta tindakan yang telah
dilakukan.
i. Melaksanakan serah terima tugas dengan tim tugas berikutnya.

g. TANGGUNG JAWAB
Membuat laporan dinas waktu timnya jaga,baik waktu jaga pagi,sore dan
malam.

h. WEWENANG
Mengarahkan dan mengkoordinasikan dengan timnya terhadap asuhan
keperawatan yang di berikan waktu berdinas.
.
4 PETUGAS ADMINISTRASI
a. NAMA JABATAN : Petugas administrasi

b. UNIT ORGANISASI : Ruang rawat Inap

c. SYARAT JABATAN :
g. Pangkat/Gol : PNS/ Kontrak
h. Pendidikan Umum : Sarjana / D3/dan SMA
i. Pendidikan & Pelatihan :
: -Administrasi perkantoran
Teknis/Fungsional : -Tata arsip
-Menguasai

j. Keterampilan/Pengetahuan Menguasai perangkat computer


e. Pengalaman Kerja : Mampu melaksanakan tugas
pengadministrasien.

Hal 11 dari 15
d. RINGKASAN TUGAS : Melakukan tugas mengadministrasikan
pasien yang ada diruangan serta
kebutuhan pelaporan yang lain.
e. HASIL KERJA
Terpenuhinnya semua administrasi serta pelaporan secara baik.

f. RINCIAN TUGAS
a. Mengentri billing system.
b. Melengkapi kelengkapan surat jaminan pasien.
c. Melengkapi blangko blangko yang dibutuhkan oleh perawat /bidan
d. Melengkapi kelengkapan bahan habis pakai baik medis/ATK berserta
rekapitulasi laporanya.
e. Merincikan biaya pasien pulang ( billing pasien ).
f. Mengembalikan Status pasien ke Rekam Medis 1 x 24 jam.
g. Mengantar berkas klaim pasien ke Unit Kerjasama.
h. Mengecek kelengkapan sensus harian.
g. TANGGUNG JAWAB
Memelihara dan mempersiapkan semua kebutuhan yang berhubungan
dengan pengadministrasian pasien maupun pelaporan lain yg dibutuhkan.
h. WEWENANG
Perencanaan perlengkapan kebutuhan admistrasi beserta blangko blangko
pelaporan yang diperlukan.

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
1. Kondisi Ketenagaan berdasarkan lokasi

Kebutuhan Tenaga
No Nama Jabatan Kekurangan Lokasi
tenaga yg ada
Kepala
1 1 1 - Ruang Karu
Ruangan
1 Ketua ship 4 4 - Ruang Jaga
Perawat
2 14 14 Ruang Jaga
pelaksana
3 Petugas Adm 1 1 Ruang Adm

Jumlah tenaga 20 20

C. PENGATURAN JAGA
Distribusi ketenagaan mengenai jumlah staf di Ruang Bedah menunjukkan bahwa
jumlah staf yang ada di Ruang Bedah sudah mencukupi dalam menunjang
Pelayanan kesehatan kepada pasien.

Jadwal Shift : Sihift Pagi : 07.00 14.00


Shift Siang : 14.00 20.00
Shift Malam : 20.00 07.00

Hal 12 dari 15
BAB III
STANDAR FASILITAS

A. STANDAR RUANGAN DAN DENAH


Ruangan Karu
Ruangan Karu adalah ruang khusus bagi kepala ruangan untuk melakukan
kegiatan kepala ruangan dan kegiatan lain yang kerbaitan dengan tugas dan fungsi
keperawatan.
Ruangan Jaga
Ruangan Jaga adalah ruangan yang digunakan untuk melakukan aktivitas
keperawatan yang posisinya terbuka untuk memudahkan pasien berkomunikasi
dengan petugas jaga.
Ruangan Administrasi
Ruangan Administrasi adalah ruang yang digunakan oleh tenaga administrasi untuk
melakukan kegiatan pengadministtasian pasien.
B. STANDAR FASILITAS
Standar Fasilitas Ruang Bedah adalah memiliki komponen-komponen berikut ini:
1. Memiliki Fasilitas Ruangan Perawatan :
a. Kelas I ( 2 tempat tidur )
b. Kelas II ( 6 Tempat tidur )
c. Kelas IIIA ( 8 Tempat Tidur )
d. Kelas IIIB ( 8 Tempat Tidur )
e. Isolasi ( 3 tempat tidur )

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. PELAYANAN DI RUANG BEDAH


a. Pelayanan Rawat Inap
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan pada ruang bedah
memberikan pelayanan rawat bedah antara lain bedah umum ,bedah tulang,dan
bedah urologi.
b. Pelayanan konsultasi
Ruang bedah juga menerima konsul dari ruangan lain yang memerlukan demi
penegakan diagnose dan keselamatan pasien.
Baik konsulan spesialis bedah umum,bedah tulang maupun bedah urologi.

Hal 13 dari 15
BAB V
LOGISTIK

Seluruh Pengadaan alat-alat yang dibutuhkan oleh ruang bedah diamprah digudang
Persediaan Rumah Sakit antara lain
a. BMHP diamprah digudang BMHP
b. Peralatan Keperawatan diamprah di Instalasi CSSD
c. Alat Kesehatan diamprah digudang Alat Kesehatan
d. Alat dan Bahan Kebersihan serta ATK diamprah di gudang .

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

Keselamatan dan kesehatan bagi pasien di ruang bedah perlu diperhatikan, terutama
penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di ruang bedah misalnya
penanganan pasien post of, pasien cidera kepala, pasien fraktur, resiko pasien jatuh dll

BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Keselamatan dan kesehatan kerja bagi petugas di ruang bedah dan fasilitas medis
lainnya perlu diperhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang
ada di ruang bedah serta metode penanganan program keselamatan dan kesehatan
kerja perlu dilaksanakan, misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun
non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain
sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit,
keselamatan dan hak-hak pasien yang masuk kedalam program patient safety.

A. Keselamatan Kerja pada Instalasi SIM RS

Keselamatan kerja pada instalasi SIM RS berfokus kepada peralatan-peralatan utama


dan penunjang yang digunakan oleh staf SIM RS selama melaksanakan tugasnya.
Selain dari perangkat teknis, budaya kerja staf SIM RS juga turut memengaruhi
keselamatan staf tidak hanya dari sisi fisik tapi juga dari sisi psikologis.

B. Keselamatan Kerja ditinjau dari Peralatan Kerja


Dari segi peralatan kerja di ruang bedah, penggunaan dan peletakan
peralatan dan penataan yang tepat sehingga tidak beresiko mencelakakan
staf. Misalnya : kabel-kabel yang tidak rapi dan terkelupas, tidak menaruh
alat medis pada tempatnya
Penggunaan PC yang terlalu lama juga memengaruhi kesehatan staf dari sisi
penglihatan dan paparan radiasi komputer dalam jangka waktu yang lama.

Hal 14 dari 15
Penempatan benda/ barang yang mudah memicu terjadinya kebakaran pada
tempat yang sembarangan seperti B3 dll.
C. Keselamatan Kerja ditinjau dari Budaya dan Perilaku Kerja
Budaya dan perilaku staf ruang bedah masih menempatkan barang
sembarang tempat sehingga dapat mengaruhi kenyamanan Fisik dan
psikologis staf lainnya.
Pengaturan jadwal shift dan jam kerja yang tidak tepat akan mengganggu
kenyamanan staf dalam bekerja.
Pembiaran Staf yang indisipliner dan tidak adanya rewards bagi staf yang
berprestasi dan bekerja ektra diluar jam dinas dapat mengganggu psikologis
staf.

B VIII

PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu ruang bedah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai


berikut :

1. Hendaknya dalam melakukan tindakan sesuai dengan SPO dan SPM


2. Hendaknya memperhatikan dan mematuhi standar pengendalian dan
pencegahan infeksi ( PPI )
3. Hendaknya mengidentifikasi pasien dengan resiko
4. Melakukan evaluasi kepatuhan terhadap SPO

BAB V

PENUTUP

Pedoman Pelayanan ruang bedah diharapkan dapat memberikan kejelasan peran,


fungsi dan kewenangan ruangan sehingga dapat meningkatkan kinerja dari ruang
bedah.
Pedoman ini bukanlah sesuatu yang permanen, akan tetapi akan berubah mengikuti
perubahan peraturan yang berlaku, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi,
kebijakan pimpinan serta kondisi dan situasi lingkungan . Untuk itu pedoman ini harus
dievaluasi secara berkala.
Diharapkan pedoman ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi unit terkait dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi khususnya dalam melakukan pelayanan pasien
di ruang bedah.

Hal 15 dari 15