Anda di halaman 1dari 4

Latar belakang Masalah

Perkembangan teknologi dari hari ke hari semakin berkembang pesat. Salah satunya
perkembangang kamera yang semakin hari semakin canggih. Dulu kamera hanya dapat
memfoto dengan hasil hitam putih, kemudian mulai berkembang dengan ditemukannya kamera
instan yang sangat populer pada tahun 60-an oleh perusahaan Polaroid. Hingga pada akhirnya
tergeser dan kurang diminati lagi setelah ditemukannya kamera digital yang mempunyai
teknologi yang lebih canggih dan lebih praktis.

Polaroid Corporation didirikan pada tahun 1937 oleh Land H. Edwin yang berbasis di
Minnetonka, Minnesota, Amerika Serikat dimana perusahaan ini umumnya menghasilkan
kamera dan produk optik yang dapat dinikmati dan digunakan untuk kegiatan perfilman.
Polaroid mulai dikenal dan populer setelah memproduksi kamera instan filmnya, yang sukses
di pasaran pada tahun 1948, dan terus menjadi andalan dari produk perusahaan. Pada tanggal
9 Januari 1986 Polaroid berhasil mengalahkan Kodak dalam perebutan hak paten, sehingga
Kodak meninggalkan bisnis kamera instannya.Melalui sejarahnya, Polaroid telah dikenal
sebagai perusahaan yang membangun kamera unik murah yang mempunyai kualitas yang
cukup baik.Kebanyakan kamera Polaroid memiliki sistem eksposur otomatis, dengan lensa
khusus untuk menentukan eksposur yang tepat. Kualitas dapat berkisar dari sangat baik, seperti
dalam produk kamera polaroid Pathfinder atau SX-70 dan kualitas yang kurang baik seperti
dalam produk Joycam. Kamera instan Polaroid digunakan oleh profesional sebagai layar-shot
kamera untuk instrumen ilmiah, paspor / identitas foto.

Sejak kamera digital ditemukan dan banyak digunakan, kamera langsung jadi (instant
camera) buatan Polaroid menjadi kurang diminati dan akibatnya keadaan keuangan perusahaan
ini menjadi terpuruk. Sejak tahun 1988, Polaroid Corporation menderita kerugian dan
menyatakan diri bangkrut pada 12 Oktober 2001. Sehingga perusahaan mau tidak mau harus
mengajukan perlindungan kebangkrutan federal pada tanggal 11 Oktober 2001, dan sebagian
besar bisnis itu kemudian dibeli dan dikelola oleh Bank One dan masih menggunakan nama
Polaroid yaitu Polaroid Holding Company. Kebangkrutan Polaroid secara luas diyakini sebagai
akibat dari kegagalan manajemen untuk melihat efek dari kamera digital pada bisnis film,
sebuah nasib yang juga menimpa saingan utamanya yaitu Kodak.
Perusahaan ini mendistribusikan produknya dalam lima segmen : Daerah Amerika,
Wilayah Eropa, Asia Pasifik, Global Operasi, dan Penelitian dan Pengembangan. Di kasus ini
akan membahas mengenai permasalahan yang ada pada perusahaan kamera Polaroid yang kini
telah mengalami kehancuran dalam industrinya hingga terancam menglami kebangkrutan.
Pada tahun 1990-an Pendapatan Polaroid merosot tajam pasalnya sebagai pasar untuk kamera
tradisional konsumen mulai bosan dengan produk kamera instan Polaroid .Bentuk antisipasi
Polaroid untuk permasalahan ini yaitu dengan cara memproduksi dan memasarkan kamera baru
yang mempunyai bentuk kamera yang kecil, trendi dan relatif murah yaitu dengan
mengeluarkan produk I-zona dan Joycam yang diharapkan mampu mengusai pasar secara
umum dan khususnya mengusai pasar kaum muda.
Polaroid juga bergeser dengan mengembangkan teknologinya ke teknologi digital.
Semakin tinggi jumlah kalangan pemuda yang kurang meminati kamera instan memberikan
margin yang lebih kecil pada produk, sehingga produk memiliki siklus hidup lebih pendek dan
kecenderungan menjadi barang usang lebih besar, kinerja yang buruklah dan berbagai bauran
produk baru memiliki ancaman untuk Polaroid dipaksa untuk mengurangi biaya,
merampingkan operasi dan menemukan cara untuk meningkatkan fleksibilitas rantai suplai.
Namun dalam upaya untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi biaya. Polaroid juga
berusaha meningkatkan kinerja keuangannya melalui pengurangan biaya persediaan dan
pendistribusian secara global dan ini upaya polaroid tersendiri dalam menangani problematika
yang ada di dalam industri polaroid sendiri secara kompleks.

Pembahasan
Distribusi kebutuhan industri Polaroid yang bervariasi oleh anak perusahaan di eropa.

Organisasi logistik Polaroid adalah bagian dari segmen operasi global, dengan
tanggung jawab utama untuk pergerakan bahan baku dan produk antara tempat pembuatan dan
dari penyelesaian barang manufaktur untuk pengecer. Perencanaan produksi, peramalan, dan
persediaan manajemen (kecuali untuk persediaan paket khusus) tidak tanggung jawab
organisasi logistik. Logistik memiliki tiga fungsi utama, layanan pelanggan, kemasan dan
penanganan, dan transportasi. Layanan pelanggan: Layanan pelanggan dengan kelompok
adalah bertanggung jawab untuk penanganan dan pengolahan pesanan pelanggan, bekerja satu
satu dengan kekuatan penjualan Polaroid dan pelanggan individu untuk memastikan
pengiriman produk tepat waktu ke pengecer.

Kemasan dan penanganan Polaroid memiliki tiga besar pusat distribusi di AS, yang
terletak di Oak Brook IL, Anaheim CA, dan Norton MA, yang menyimpan persediaan barang
jadi untuk pengiriman ke pelanggan. Pengecer biasanya memesan produk Polaroid dalam
desain paket yang unik dan khusus platform. Konfigurasi paket ini sering berubah untuk
berbagai penawaran khusus atau pengecer memiliki promosi sepanjang tahun. Oleh karena itu
kamera massal belum tentu sudah bentuk barang jadi ke pengecer.

Studi kasus Polaroid adalah contoh dari cara bagaimana perubahan logistik utama
adalah bertemu dengan ketidakpastian, pengawasan dan perlawanan. Kasus ini memberikan
sistem pelaksanaan distribusi langsung untuk anak perusahaan di Eropa. Kebutuhan dan
permintaan yang bervariasi oleh anak perusahaan di Eropa akan produk polaroid menimbulkan
suatu masalah mengenai pendistribusian produk tersebut yang semula menggunakan sistem
distribusi yang tidak langsung dengan mendirikan gudang sebagai tempat penyimpanan dan
penyaluran, di rasa hal tersebut kurang efekif karena memekan banyak waktu dan biaya
perawatan, penyimpanan, biaya tranportasi, biaya tenaga kerja dll.

Kemudian Lee Brewer yang diangkat sebagai Wakil Presiden Pemasaran Internasional
mengusulkan distribusi langsung mempunyai manfaat yaitu mengurangi biaya biaya termasuk
biaya administrasi sehingga dapat melakukan penghematan yang cukup besar.Tetapi harus
didukung oleh adanya sistem komputerisasi. Diperkirakan bahwa usulan tersebut akan
menghasilkan biaya yang signifikan tabungan, pengiriman tepat waktu dan penghematan besar
pada kemasan dan transportasi.

Rekomendasi

1. Dalam pendistribusian
Menurut kelompok kami polaroid harus menggunakan strategi distribusi
langsung dalam pendistribusian produknya ke pasar Eropa dengan menggandeng mita
kerja dengan Perusahaan besar di Eropa untuk kemudian di distribusikan ke tingkat
pengecer di Eropa. Dengan ini diharapkan barang dari pabrik yang disimpan di gudang
perusahaan polaroid disalurkan ke gudang distributor atau wholesaler atau pedagang
dalam jumlah yang besar di Eropa, dan pada waktunya nanti pedagang besar
menyalurkan dalam jumlah yang lebih kecil kepada retailer atau pengecer. Pasalnya
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gedung sendiri atau dapat juga menyewa
dari pihak lain untuk penyimpanan barang. Gudang ini digunakan untuk menimbun
barang sebelum disalurkan ke pihak pengecer seperti toko toko kamera. Kemudian
pedagang besar akan mendistribusikan produk kamera polaroid ke para pengecer atau
retailer untuk selanjutnya produk dijual langsung kepada para pelanggan, pembeli atau
pengguna barang tersebut.

2. Melakukan inovasi produk


Jika dulu Polaroid yang mempengaruhi konsumennya dengan menggunakan
strategi pembagian segmen, maka sekarang Polaroid harus mencari tahu keinginan
konsumen akan produk yang sedang tren dipasar itu seperti apa dan menciptakan
produk sesuai dengan keinginan para konsumen itu. Dan tidak menciptakan produk
yang beragam, hanya menciptakan produk yang memiliki keunggulan dibandingkan
dengan produk pesaing lainnya agar saat melakukan inovasi produk baru tidak
terjadinya kanibalis produk.

3. Memanfaatkan teknolgi yang sudah berkembang


Dalam melakukan distribusi langsung ada baiknya Polaroid juga memanfaatkan
teknologi berupa sosial media, dimana disana Polaroid menawarkan produk produknya
dengan menyediakan website agar para konsumen dapat dengan mudah mengakses
melalui smartphone yang disana konsumen juga dapat membeli secara langsung ke
perusahaan Polaroid tersebut.

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan untuk memenuhuhi kebutuhan anak


perusahaan Polaroid di Eropa yang semakin bervariasi sehingga memunculkan masalah
pendistribusian produk di Eropa. Maka dari itu strategi yang cocok untuk polaroid adalah
menggunakan strategi distribusi langsung yaitu dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan
besar di Eropa sebagai mitra kerja pasalnya perusahaan besar tentunya mempunyai gudang
penyimpanan yang besar. Selain itu dengan distribusi langsung polaroid tidak perlu
mengeluarkan biaya perawatan ataupun biaya tenaga kerja dibandingkan apabila perusahaan
polaroid mendistribusikan lewat anak perusahaan tentunya akan memakan biaya perawatan
produk dan biaya tenaga kerja. Akan tetapi yang menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan
polaroid adalah bagaimana caranya perusahaan mampu menunjuk distributor yang profesional.