Anda di halaman 1dari 15

STERILISASI

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Prosedur ini untuk membunuh kuman pathogen dan apatogen pada perlatan kesehatan
dengan menggunakan alat sterilisator
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan sterilisasi dan memelihara alat medis
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi P Permenkes Nomer 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Alat sterilisasi ( Sterilisator kering)
2. Sarung tangan
3. Korentang
4. Handuk kering
5. Sabun cair
6. Sikat kecil
7. Larutan klorin 0,5%

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas menyiapkan larutan klorin 0,5%.


langkah 2. Petugas memasukkan alat yang kotor ke dalam klorin dan merendamnya selama 10
menit.
3. Petugas memakai sarung tangan dan mengangkata alat yang sudah direndam
4. Petugas mencuci alat dengan menggunakan sabun dan sikat, kemudian dibilas
dengan air mengalir.
5. Petugas mengeringkan alat dengan handuk kering .
6. Petugas memasukkan alat-alat logam/ stainless steel yang sudah bersih dan kering
7. Petugas menghidupkan sterilisator dengan menekan tombol power. Dalam waktu 20
menit sterilisator tersebut akan mati secara otomatis tunggu selama 20 menit.
8. Petugas memindahkan alat yang sudah steril dengan korentang ke tempat
penyimpanan steril.

Unit terkait Poli gigi, Poli Umum, Poli KIA, UGD

53 Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi | Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), cetakan 2017
GINGVITIS AKIBAT PLAK MIKROBIAL

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Gingivitis (peradangan gingivita) akibat palk adalah inflamasi gingival tanpa disertai kehilangan
pelekatan
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk menurunkan angka kesakitan dan
mengembalikan fungsi pengunyahan.
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes Nomer 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Scaller
5. Kapas steril
6. Bahan antiseptic dan desinfektan
6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien. Keluhan dapat berupa pasien merasa
langkah gusinya mudah berdarah dan berwarna kemerahan.
2. Petugas memakai sarung tangan dan masker.
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis berupa pembesaran pada tepi gusi dan gigi,
hiperemis gingival, ederna gingival, berdarah bila disentuh, perubahan bentuk dan
konsistensi ada kalkulus dan atau plak microbal.
4. Petugas melakukan penegakan diagnosis.
5. petugas melakukan pembersihan permukaan gigi dari plak dan kalkulus
6. petugas memberikan resep obat antibiotic (jika diperlukan) dan penggunaan alat
pembersihan mulut guna meningkatkan kemampuan pasien untuk membersihkan gii
geliginya.
7. Petugas melakukan pendidikan (KIE) kesehatan mulut dan instruksi pengendalian plak
mikrobal dirumah
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis

53 Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi | Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), cetakan 2017
PULPITIS

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Pulputis adalah kondisi inflamasi pulpa yang menetap dan simtomatik atau asimnomatik yang
disebabkan oleh suatu kuman dimana pulpa tidak dapat menanggulangi inflamasi yang terjadi
sehingga pulpa tidak dapat kembali ke kondisi sehat.
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk menurunkan angka kesakitan dan
mengembalikan fungsi pengunyahan.
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Alata untuk penambalan
4. Bur diamond dan bur poles
5. Alat dan bahan tumpatan GIC
6. Kapas steril dan cotton roll
6.Prosedur/Langkah- 1. Lakukan anmnesa terhadap pasien. Keluhan dapat berupa pasien merasa giginya
langkah berlubang, terasa nyeri yang berlangsung cepat dapat hilang dan timbul kembali.
Rasa sakit timbul karena rangsangan asam, manis, dan dingin.
2. Lakukan pemeriksaaan klinis berupa karies gigi mencapai dentin lebih dalam dan
kadang-kadang mencapai kamar pulpa, tes tekanan dapat positif/negative, thermal
test positif.
3. Penegakkan diagnosis.
4. Pada kunjungan pertama lakukan devitalisasi kemudian aplikasikan tambalan
sementara.
5. Berikan resep obat analgetik dan atau antibiotic.
6. Pada kunjungan berikutnya apabila gigi sudah nekrosis dan tidak ada keluhan sakit
maka lakukan LSTR dengan 3 mix dan aplikasikan tambalan tetap.
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
PENAMBALAN DENGAN GLASS IONOMER CEMENT (GIC)

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Tambalan Glass Ionomer adalah tambalan tetap sewarna gigi yang terdiri dari powder dan
liquid dapat dipergunakan pada gigi anterior dan posterior
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk menurunkan angka kesakitan dan
mengembalikan fungsi pengunyahan.
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat dignostik standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Plastic filling
5. Spatula agate
6. Bahan tambal GIC FUJI IX
7. Dentin conditioner
8. Kapas steril dan cotton roll
6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas menggunakan masker dan sarung tangan.
langkah 2. Petugas membuang jaringan karies pada gigi dengan bur diamond dan ekskavator.
3. Petugas mengeringkan kavitas dengan kapas kecil.
4. Petugas mengoleskan dentin conditioner pada kavitas.
5. Petugas mencuci dengan air mengalir.
6. Petugas melakukan isolasi daerah gigi.
7. Petugas mengeringkan kavitas sampai keadaan lembab.
8. Petugas mengaduk bahan GIC ( powder dan liquid sesuai paduan pabrik ) dengan
menggunakan paper slab sampai homogeny.
9. Petugas mengaplikasikan bahan tambal ke dalam kavitas dengan menggunakan
plastic filling.
10. Petugas memebentuk tambalan gigi sesuai anatomi gigi.
11. Petugas merapihkan tepi-tepi kavitas.
12. Petugas mengecek gigitan dengan gigi antagonis.
13. Petugas melakukan KIE penambalan GIC.
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
PENAMBALAN SEMENTARA

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Penambalan sementara adalah tindakan penambalan gigi yang dilakukan sebelum dilakukan
tambalan sementara.
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untu menurunkan angka kesakitan dan mengembalikan
fungsi pengunyahan
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Plastic filling
5. Bahan tambalan sementara
6. Kapas streil dan cotton roll
6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas menggunakan masker dan sarung tangan
langkah 2. Petugas membuang jaringan karies pada gigi dengan bur diamond dan ekskavator
3. Petugas mengeringkan kavitas dengan kapas kecil
4. Petugas megisolasi gigi dengan cotton roll.daerah kerja dalam mulut harus tetap
kering
5. Petugas menyiapkan obat gigi dan menyiapkan bahan tambalan sementaranya.
6. Petugas memasukkan kapas kecil (cotton pellet) dan menutup kavitas dengan
tambalan sementara
7. Petugas merapikan kavitas yang sudah ditambal
8. Petugas member instruksi pada pasien untuk tidak menggunakan gigi yang baru
ditambal selama 1 jam
9. Petugas member instruksi agar pasien kontrol 1 minggu kemudian
10. Petugas memberikan resep pada pasien apabila diperlukan

Unit terkait Poli gigi, Apotik


Dokumen Terkait Rekam medis
PENCABUTAN GIGI TETAP

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Pencabutan gigi adalah tindakan melepaskan gigi dari soketnya di rongga mulut
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan pencabutan gigi tetap
3. Kebijakan SK Kepala UPT puskesmas Jatiuwung Nomor 36/SK KAPUS PKM-JTU/VI/2016 Tentang
kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostik standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Alat dan bahan anastesi
5. Alat pencabutan
6. Kapas dan kasa steril

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien


langkah 2. Petugas memakai masker dan sarung tangan
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis
4. Petugas melakukan pengukuran tekanan darah
5. Petugas melakukan penegakan diagnosis
6. Petugas mempersilahkan pasien menandatangani informed consent
7. Petugas menyiapkan alat dan bahan anastesi
8. Petugas memberikan antiseptic pada daerah pencabutan dan anastesi
9. Petugas melakukan anastesi lokal / mandibular sesuai kebutuhan
10. Petugas melakukan pencabutan gigi
11. Petugas memeriksa kelengkapan gigi dan memeriksa soket
12. Petugas melakukan kompresi soket gigi
13. Petugas memeberikan KIE setelah pencabutan gigi
14. Petugas memberikan resep obat pada pasien
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
PENCABUTAN GIGI SULUNG

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Pencabutan gigi sulung persistensi adalah tindakan yang dilakukan terhadap gigi sulung yang
belum tanggal tetapi gigi tetap penggangtinya sudah tumbuh, atau gigi sulung sudah sangat
goyang dan mengganggu, meskipun gigi tetap belum tumbuh
2. Tujuan Instruktur kerja ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan pencabutan gigi
sulung/persistensi.
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Alat dan bahan anastesi topical atau anastesi local
5. Bahan antiseptic/ desinfektan
6. Alat pencabutan
7. Kapas dan kassa steril

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas mengondisikan pasien agar tidak cemas sehingga kooperatif


langkah 2. Petugas memakai masker dan sarung tangan
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis
4. Petugas mempersilahkan orang tua/wali pasien menandatangani informed consent
5. Petugas mengkondisikan pasien agar tidak cemas sehingga kooperatif
6. Petugas melakukan sterilisasi daerah kerja
7. Petugas melakukan anastesi topical atau local sesuai dengan indikasi
8. Petugas melakukan pencabutan gigi dengan cara luksasi ke arah
buccal/lingual/palatal dan rotasi, tarik gigi kea rah labial atau buccal
9. Petugas meletakkan kassa yang telah diolesi betadine pada soket gigi yang telah
dicabut selama 15 menit
10. Petugas melakukan KIE pasca ektraksi, yaitu pasien diminta untuk mengigit kassa
selama 30 menit, tidak berkumur-kumur, tidak makan minum yang panas-panas,
tidak mengisap-isap
11. Petugas memberikan resep obat analgetik (jika diperlukan)

Unit terkait Poli gigi, Apotik


Dokumen Terkait Rekam medis
PERSISTENSI GIGI SULUNG

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :1/1

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Persistensi gigi sulung adalah suatu keadaan gigi belum tanggal, gigi tetap sudah erupsi
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk meurunkan angka maloklusi dan mengembalikan
fungsi pengunyahan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Alat dan bahan anastesi
5. Alat pencabutan
6. Kapas dan kasa steril

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien atau melalui wali pasien. Keluhan
langkah berupa adanya gigi baru yang tumbuh sementara gigi yang lama belum lepas
2. Petugas memakai masker dan sarung tangan
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis tampak gigi sulung atau gigi tetap sejenis
dalam rongga mulut, posisi bias dilabial/buccal/lingual/palatal. Derajat kegoyangan
bisa positif atau negatif. Gingivitis bisa positif atau negative, dikaitkan dengan
kesulitan pembersihan gigi
4. Petugas melakukan penegakkan diagnosis
5. Petugas mempersilahkan pasien menandatangani informed consent
6. Petugas melakukan anastesi topical atau local sesuai dengan indikasi
7. Petugas melakukan pencabutan gigi
8. Ptugas memberikan resep obat analgetik bila diperlukan
9. Petugas melakukan KIE pencabutan gigi pada pasien

Unit terkait Poli gigi, Apotik


Dokumen Terkait Rekam medis
IRITASIO PULPA

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Iritasio pulpa adalah lesi karies akibat trauma yang mengenai email gigi dengan keluhan ngilu.
Perawatan dapat dilakukan dengan satu kali kunjungan berupa tambalan permanen
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untukn menurunkan angka kesakitan dan
mengembalika funsi pengunyahan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Bur diamond dan bur poles
5. Alat dan bahan tumpatan GIC
6. Kapas streeil dan cotton roll

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien. Keluha dapat berupa pasien merasa
langkah giginya berlubang, tidak terasa ngilu/ tidak sakit, kamaknan sering menyangkut atau
terselip
2. Petugas memakaia masker dan sarung tangan
3. Petugas melkukan pemeriksaan klinis berupa karies pada email, tes sonde negatif,
tes tekanan negatif, thermal tes positif
4. Petugas melakukan penegakkana diagnosis
5. Petugas mempersilahkan pasien menandatangani informed consent
6. Petugas melakukan pembuangan jaringan karies
7. Petugas melakukan preparasi gigi seminimal mungkin
8. Petugas memcuci dan mengeringkan karies
9. Petugas melakukan isolasi gigi dengan cotton roll
10. Petugas melakukan aplikasi tumpatan tetap
11. Petugas mengecek oklusi
12. Metugas memoles tumpatan dengan bur poles

Unit terkait Poli gigi, Apotik


Dokumen Terkait Rekam medis
ANASTESI BLOK MANDIBULA

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman : 1/1

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian 1. Anastesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa sakit pada
tepat yang dituju
2. Anastesi blok adalah tindakan menghilangkan rasa sakit pada suatu daerah tertentu
karena pemberian anastesi pada pusat syaraf
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan anastesi blok mandibula
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 Buku petunjuk praktis anastesi local, EGC tahun1993
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Kapas dan kassa steril

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien


langkah 2. Petugas memakai masker dan sarung tangan
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis
4. Petugas melakukan pengukuran tekanan darah
5. Petugas melakukan penegakan diagnosis
6. Petugas memoersilahkan pasien menandatangan informed consent
7. Petugas menyiapkan alat dan bahan anastesi
8. Petugas melakukan perabaan dengan ujung jari telunjuk dimulai dari gigi premolar
pertama. Ujung jari digerakkan ke posterior sampai terasa cekungan (coronoid
notch). Jari terus digerakkan ke posterior sampai tersa peninggian tulang lagi (linea
oblique interna)
9. Petugas memasukkan jarum dari arah gigi premolar yang berlawanan jarum
ditusukkan ditengah ujung jari yaitu linea oblique interna. Jarum menelusuri tulang
ke arah posterior sejajar dengan bidang oklusal sampi tidak terasa menyentuh
tulang. Kemudia jarum diarahkan ke posisi semula seperti dari arah premolar kontra
lateral sampai terasa tulang
10. Petugas melakukan aspirasi, jika keluar darah tarik jarum kembali dan lakukan
ulang. Jika tidak keluar darah, depositkan anestetikum 1,5cc perlahan-lahan
11. Petugas menarik jarum separuhnya, lalu melakukan aspirasi lagi, bila tidak ada
darah depositkan anastetikum sebanyak 0,25cc
12. Petugas menarik jarum keluar
13. Petugas memasukkan jarum di mukobukal fold
14. Petugas melakukan aspirasi, jika keluar darah tarik jarum kembali dan lakukan
ulang. Jika tidak keluar darah, depositkan anestetikum 0,2cc perlahan- lahan
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
GANGREN RADIX

No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman : 1/1

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian Sisa bagian akar yang ada didalam rongga mulut
2. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk menurunkan angka kesakitan dan
mengembalikan fungsi pengunyahan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Dental unit lengkap
2. Alat diagnostic standar
3. Masker dan sarung tangan
4. Alat dan bahan anstesi
5. Kapas dan kasa steril

6.Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan anamnesa terhadap pasien. Berupa keluhan gigi tinggal akar,
langkah biasanya tidak sakit. Namun apabila terdapat infeksi (abses) dapat timbul keluhan
sakit
2. Petugas masker dan sarung tangan
3. Petugas melakukan pemeriksaan klinis berupa gigi tinggal akar, tidak sakit, perkusi
negatif, kadang-kadang timbul bau tidak enak. Pada kasus infeksi (abses) terdapat
pembengkakan di intra oral
4. Petugas melakukan pengukuran tekana darah
5. Petuas melakukan penengakkan diagnosis
6. Petugas mempersilahkan pasien menandatangani informed consent
7. Petugas melakukan sterilisasi daerah kerja
8. Petugas melakukan anastesi local
9. Petugas melakukan pencabutan gigi
10. Petugas memberikan resep obat antibiotic, analgetik, dan anti inflamasi pada psien
11. Petugas melakukan KIE pencabutan gigi

Unit terkait Poli gigi, Apotik


Dokumen Terkait Rekam medis
No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan

6.Prosedur/Langkah-
langkah
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan

6.Prosedur/Langkah-
langkah
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan

6.Prosedur/Langkah-
langkah
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis
No. Dokumen : SOP/UKP/RJ/01
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/08/2017
Halaman :

Klinik Pradhana Dewi Puspa Sari


1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes Nomor 46 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan

6.Prosedur/Langkah-
langkah
Unit terkait Poli gigi, Apotik
Dokumen Terkait Rekam medis