Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PENENTUAN PRIORITAS MASALAH DENGAN

METODE NON-SKORING ABC

Ilmu Kedokteran Keluarga dan Komunitas


Blok 29

Oleh:
Aswir Vembrinaldi 04011181419073
Cornellia Agatha 04011181419059
Ian Ervan S. 04011281419089
Rini Astika 04011181419035
Tesar Arafat 04011181419203

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ........................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 4


2.1. Prioritas Masalah .................................................................................. 4
2.2. Metode Analisis ABC (Always, Better, Control) ................................. 4
2.3. Langkah- Langkah Menentukan Prioritas Masalah Menggunakan
Metode Analisis ABC .......................................................................... 4
BAB III CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN ..................................... 6
3.1. Skenario ................................................................................................ 6
3.2. Identifikasi Masalah ............................................................................. 7
3.3. Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode ABC ............................. 7
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN

Dokter kelurga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan


yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, tidak hanya
memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit
keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi
penderita atau keluarganya (Ikatan Dokter Indonesia, 1982). Agar bisa berperan
aktif, dokter keluarga menentukan beberapa masalah yang terjadi di lingkungannya.
Masalah adalah kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang actual
terjadi. Masalah-masalah tersebut dikumpulkan, dan dibuatkan prioritas masalah
untuk penanganan selanjutnya.
Prioritas adalah sebuah pilihan yang dipilih dari sekian banyak pilihan yang
ada dalam fikiran dan benak kita sesuai dengan keadaan atau situasi tertentu.
Penetuan prioritas masalah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana masalah itu
penting dan apakah masalah tersebut dapat teratasi. Dalam menentukan prioritas
masalah diperlukan sebuah metode pemecahan masalah yang mana dapat dilakukan
dengan cara kuantitatif (scoring) ataupun cara kualitatif (non-scoring). Penentuan
prioritas masalah dengan cara scoring terdiri dari MCUA, Bryant, PAHO-
CENDES, Hanlon, CARL, Multi-voting, dan USG. Sedangkan untuk cara non
scoring terdiri dari metode delbeq, Delphi, estimasi beban kerugian, NGT, strategi
grids, dan analisis ABC.
Setelah dilakukan penentuan prioritas masalah dapat ditentukan
penanganan terhadap masalah tersebut, dan dapat dibuat rencana promotif dan
preventif agar maslaah tersebut tidak terjadi lagi kedepannya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Prioritas Masalah


Prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh
sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan
urutan masalah dari yang paling penting sampai dengan kurang penting.
Masalah itu sendiri adalah terdapatnya ksenjangan antara harapan dengan
kenyataan. Oleh sebab itu cara perumusan masalah yang baik adalah bila
rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan tersebut dikemukanan
secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif.

2.2. Metode Analisis ABC (Always, Better, Control)


Metode analisis ABC merupakan sebuah metode dimana kita menganalisa
dan memberikan ukuran berupa kisaran dari setiap masalah tersebut yang akan
dikelompokkan berdasarkan timgkatan tertentu yang signifikan dan bisa
diselesaikan sesuai dengan kebutuhannya atau tingkat kesulitannya.

2.3. Langkah- Langkah Menentukan Prioritas Masalah Menggunakan


Metode Analisis ABC
Metode analisis ABC merupakan sebuah metode dimana kita menganalisa
dan memberikan ukuran berupa kisaran dari setiap masalah tersebut yang akan
dikelompokkan berdasarkan tingkatan tertentu yang signifikan dan bisa
diselesaikan sesuai dengan kebutuhannya atau tingkat kesulitannya.
Item tersebut dikelompokkan dalam grup yang terdiri dari tiga kategori
yaitu A, B, C, yang ditentukan sesuai dengan dugaan tingkat kepentingannya
yaitu:
a) Item A adalah sangat penting
b) Item B adalah penting
c) Item C adalah tidak begitu penting
Metode ini merupakan metode yang berguna dan cukup banyak dipakai di
beberapa area, baik oleh individu maupun oleh grup.
ABC analisis bisa digunakan sebagai ide untuk mengevaluasi dalam dua
cara yang berbeda yaitu:
a) Kemungkinan pertama adalah untuk mengelompokkan beberapa ide
berdasarkan tingkat kepentingannya sesuai criteria ABC yang telah
tersedia
b) Kemungkinan kedua adalah untuk menganalisa ide yang terpilih dalam
melewati dua tahap:
1) Tahap pertama, dengan menggunakan metode brainstorming
sebanyak mungkin ide yang terdapat dalam daftar tersebut
2) Tahap kedua adalah kita mengelompokkan mereka berdasarkan
tingkat kepentingannya yaitu kategori ABC.
BAB III
CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN

3.1. Skenario
dr. Hadi merupakan dokter yang bertugas di Pukesmas Desa Hai yang
berpenduduk sekitar 1900 jiwa. Di Puskesmas desa Hai sudah dilakukan
program imunisasi rutin namun masyarakat desa termasuk jarang membawa
anaknya ke puskesmas untuk imunisasi Desa Hai terletak di daerah
terpencil. Akses menuju Desa Hai hanya melalui jalan tanah yang dapat
ditempuh selama 12 jam dari pusat kota. Mayoritas penduduk Desa Hai
bermata pencaharian sebagai petani. Umumnya para petani tidak
menggunakan sepatu. Sungai dan mata air merupakan sumber kehidupan bagi
penduduk Desa Hai. Keperluan untuk mandi, mencuci, dan penggunaan
jamban, semuan diperoleh dari air sungai. Sedangkan air minum
diperoleh dari mata air di mana tempat mata air pun sering dijadikan
tempat untuk mandi. Saat ini Desa Hai sedang dilanda musim hujan. Akibat
hal itu air sungai pun menjadi berlumpur dan kotor sehingga semua keperluan
menggunakan air dari mata air.
Petani Desa Hai sering mengeluhkan nyeri pinggang, lutut, dan bahu
setelah melakukan pekerjaan mereka. Mereka bekerja 6 kali seminggu,
dimulai dari pukul 5 subuh hingga pukul 6 sore. Untuk mengatasi rasa nyeri
tersebut, penduduk Desa Hai biasanya minum jamu herbal. Selain itu petani
desa Hai untuk mencapai ladangnya termasuk berbahaya karena mesti
menyeberangi sungai dengan memijak batu sungai karena belum adanya
jembatan.
Masyarakat Desa Hai masih menaruh kepercayaan terhadap dukun
beranak untuk membantu proses persalinan dibandingkan dengan
meminta pertolongan nakes di Puskesmas setempat. Menurut petua desa,
para ibu hamil hanya mendapat nasehat mengenai kehamilannya dari para
pelaku adat setempat. Seringkali, ibu yang melahirkan meninggal akibat
perdarahan begitupula pada bayi sering terjadi kematian akibat lahir
prematur.
Anak-anak di desa Hai juga sering bermain tanpa menggunakan
sendal dan lebih banyak bermain di lingkungan tanah. Ketika saat nya
makan mereka langsung makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
dimana orang tua pun karena sibuk jarang mengingatkan hal tersebut.

3.2. Identifikasi Masalah


Akses MCK tidak bersih
Persalinan tidak ditolong nakes
Durasi bekerja 6 kali seminggu, 11 jam per hari
Anak-anak tidak mendapatkan imunisasi
Ibu hamil tidak memeriksakan kehamilan (ANC tidak dilakukan)
Sumber air minum dari sungai
Bekerja tidak menggunakan alas kaki
Desa dilanda musim hujan
Petani Desa Hai sering mengeluhkan nyeri pinggang, lutut, dan bahu
setelah melakukan pekerjaan mereka
mengatasi rasa nyeri setelahbekerja , penduduk Desa Hai biasanya
minum jamu herbal
Seringkali, ibu yang melahirkan meninggal akibat perdarahan
begitupula pada bayi sering terjadi kematian akibat lahir prematur.

3.3. Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode ABC

Setelah mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang ditemukan pada


kasus Desa Halu, tabel prioritas masalah dibuat untuk menetukan tingkat
kepentingannya. Tabel tersebut diisi dengan menetukan masalah manakah
yang paling penting hingga masalah yang kurang penting.
A B C
The Most Important Relatively Important Less Important
1. Akses MCK tidak 8. Bekerja tidak 12. Durasi bekerja 6 kali
bersih menggunakan alas seminggu, 11 jam per
2. Persalinan tidak kaki hari
ditolong nakes
3. Anak-anak tidak 9. Anak bermaintanpa 13. Akses menuju RSUD
mendapatkan alas kaki kota ditempuh 8 jam
imunisasi 10. Petani Desa Hai melalui jalur sungai
sering mengeluhkan
4. Sumber air minum 14. Desa dilanda musim
nyeri pinggang,
dari sungai lutut, dan bahu hujan
setelah melakukan
5. Ibu hamil tidak 15. mengatasi rasa nyeri
pekerjaan mereka
memeriksakan 11. setelahbekerja ,
kehamilan (ANC penduduk Desa Hai
tidak dilakukan) biasanya minum
6. Banyak terjadi jamu herbal
kematian ibu dan
bayi akibat
pendarahan.
7. Banyak kejadian
bayi prematur
TINJAUAN PUSTAKA

Ernawidiasmini. 2017. Manajemen Farmasi Metode Evaluasi Perencanaan


Analisis Abc, Ven dan Kombinasi. [online] Tersedia di:
https://www.farmasiexperience.com/manajemen-farmasi-metode-evaluasi-
perencanaan-analisis-abc-ven-dan-kombinasi/. [Diakses pada 16 November
2017].
Prasetyawati, A. E. 2010. Kedokteran Keluarga. Solo. Rineka Cipta.