Anda di halaman 1dari 5

PROPOSAL

PENGARUH PEMBERIAN AIR JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN EMESIS


GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI PUSKESMAS
KECAMATAN KABUPATEN JOMBANG

VINA DEWI WIJAYANTI

130801091

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

2016
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah, rahmat dan
lindungan-Nyalah sehingga peneliti dapat menyelesaikan proposal ini yang berjudul Hubungan
tingkat stres dengan peningkatan kadar gula darah pasien diabetes di ruang dahlia II di RSUD
Jombang tahun 2016 yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan
Program Studi Ilmu Keperawatan Riset Keperawatann Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan
PemKab Jombang.

Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan berbagai kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca sebagai bahan masukan bagi penulis. Penulis menyadari pula dalam
penyusunan proposal penelitian ini, penulis banyak mendapat masukan dan bimbingan dari
berbagai pihak, untuk itu perkenankan penulis untuk mengucapkan terima kasih kepada yang
terhormat :

1. Ibu Sestu Retno D.A,S.Kp.,M.Kes.Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan PemKab Jombang beserta Dosen Pembimbing yang telah
memberikan kesempatan dan dorongan serta bimbingan untuk menyelesaikan bimbingan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jombang, 11 April 2016

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Emesis gravidarum merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling
menyebabkan stres yang dikaitkan dengan kehamilan (Tiran, 2009). Emesis gravidarum dialami
oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur
kehamilan 5-12 minggu (Edelman, 2004; Quinland, 2005 dalam Runiari 2010) sehingga hampir
setiap ibu hamil akan mengalami ketidaknyamanan saat kehamilan ketika mengalami emesis
gravidarum. Emesis gravidarum bila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan pertumbuhan
janin terganggu, janin mati dalam kandungan dan janin dapat mengalami kelainan koggenital.
Adapun akibat terhadap ibu yakni dehidrasi, gangguan keseimbangan asam basa, dan
kekurangan kalium (Saifuddin, 2001).

Berdasarkan profil kesehatan kabupaten jombang jumlah ibu hamil di kabupaten jombang
berjumlah .. ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum berjumlah .. di puskesmas.
diperoleh data dari . orang ada . Orang (%) yang tidak mengalami emesis gravidarum dan
yang mengalami emesis gravidarum pada trimester pertama sebanyak . orang (%)

Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Satu di
antara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh
karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik
kenaikan hormon belum jelas ,mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung
yang kurang (Prawiroharjo, 2002). Biasanya masyarakat umum untuk mengurangi mual muntah
dengan minum obat anti mual. Jahe sebagai salah satu jenis tanaman herbal mempunyai banyak
keunggulan dibandingkan dengan tanaman herbal lainya, khususnya bagi ibu hamil yang sedang
mengalami mual muntah. Keunggulan pertama jahe adalah kandungan mengandung minyak
terbang (minyak atsiri) yang menyegarkan dan memblokir reflek muntah sedang gingerol
sehingga dapat melancarkan peredaran darah dan syaraf-syaraf bekerja dengan baik. Hasilnya,
ketegangan bisa dicairkan, kepala jadi segar, mual muntah pun bisa ditekan. Aroma harum jahe
disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinya menyebabkan rasa pedas yang
menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat (Nikita, 2011).
Emesis gravidarum dapat di redakan dengan pemberian air jahe hangat seperti Penelitian
di Australia menyatakan bahwa jahe dapat memblok serotin yakni senyawa kimia yang
menyebabkan perut berkontraksi sehingga menimbulkan perasaan mual muntah yang dialami ibu
hamil muda (Maulana, 2008). Menurut laporan penelitian di journal of Obsetri and Ginaekology.
Maret 2005, Prof. Caroline Smith mengatakan bahwa jahe berkhasiat mengendurkan dan
melemahkan otot-otot pada saluran pencernaan sehingga mual muntah banyak berkurang. Hal ini
juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Chiang Mai di Thailand juga
membuktikan keefektivitasan khasiat jahe pada ibu hamil dalam mengatasi mual muntah. Dalam
riset ini melibatkan 32 ibu hamil yang mengalami mual muntah yang diberikan suplemen dalam
bentuk tablet yang mengandung 1 gram jahe setiap hari, ternyata hasilnya sangat memuaskan di
mana terjadi penurunan gejala mual muntah yang signifikan pada ibu hamil tersebut penelitian
yang peneliti adalah menggunakan ekstrak jahe (Booth, 2008). Dengan berdasarkan beberapa
jurnal penelitian tersebut, penulis mencoba untuk menganalisis pengaruh pemberian air jahe
hangat terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1

1.2 RUMUSAN MASALAH

Apakah ada pengaruh pemberian air jahe hangat terhadap penurunan emesis gravidarum
pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas .. kec kabupaten jombang?
1.3 Batasan Masalah :
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti hanya membatasi masalah pengaruh
pemberian air jahe hangat terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil
trimester 1

1.3 Hipotesa :

H1 :Ada pengaruh pemberian air jahe hangat terhadap penurunan emesis gravidarum
pada ibu hamil trimester 1
1.4 TUJUAN
1.4.1.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui pegaruh pemberian air jahe hangat terhadap penurunan emesis
gravidarum pada ibu hamil trimester 1
1.4.2 Tujuan Khusus
- Untuk mengetahui frekuensis emesis gravidarum sebelum diberikan air jahe hangat
- Untuk mengetahui frekuensis emesis gravidarum setelah diberikan air jahe hangat
- Untuk menganalisis pegaruh pemberian air jahe hangat terhadap penurunan emesis
gravidarum pada ibu hamil trimester 1
1.5 MANFAAT
Manfaat Teoritis
1. Bagi Institusi Pendidikan
Membuktikan secara empiris adanya pengaruh antara pemberian air jahe hangat
terhadap penurunan emesis gravidarum melalui penelitian.
2. Bagi Ilmu Keperawatan
Meningkatkan khasanah konsep tentang keperawatan ibu hamil dengan emesis
gravidarum khususnya tentang pengaruh antara pemberian air jahe hangat terhadap
penurunan emesis gravidarum melalui penelitian.

Manfaat Praktis
1. Bagi Peneliti
Sebagai sarana bagi peneliti dalam aplikasi penerapan ilmu yang telah di terima di
perkuliahan dan dapat mengimplementasikan dalam pelayanan kesehatan kepada
masyarakat.
2. Bagi Institusi Kesehatan
Sebagai masukan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan air jahe hangat kepada
pasien emesis gravidarum sedini mungkin dan dengan metode yang tepat ntuk
mencegah dan mengatasi masalah emesis.

3. Bagi Responden
Sebagai masukan untuk melaksanakan cara penurunan emesis gravidarum secara non
farmakologi untuk menurunkan emesis
4. Bagi Profesi Keperawatan
Dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada ibu
hamil yang mengalami emesis melalui pemberian air jahe hangat guna mencegah dan
mengatasi masalah emesis gravidarum