Anda di halaman 1dari 17

CARPENTRY I

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Didalam praktek bengkel kerja kayu atau capentry yang dilaksanakan selama kurang dari dua
minggu. Disini di bagi atas 4 pekerjaan untuk pelaksanaan praktek bengkel kerja kayu. Didalam
melaksanakan praktek tersebut mahasiswa diajarkan tentang cara menggergaji dengan baik, teknik
mengetam yang benar dan teknik memahat dengan baik serta tak lupa pula cara penyetelan alat sebelum
digunakan. Di bengkel kayu juga diperkenalkan alat-alat manual untuk membantu pekerjaan kayu serta
bagaimana cara menggunakan alat yang di gunakan sebagaimana fungsinya agar bekerja secara efisien
dan menghasilkan hasil yang baik. Di bengkel kayu juga kami dilatih untuk dapat memecahkan
permasalahan dan persoalan yang timbul didalam pelaksanaan praktek kerja capentry agar kelak
berguna bagi mahasiswa dan orang lain, apabila sudah masuk di lingkungan kerja maupun di lingkungan
masyarakat.
Pekerjaan capentry atau pekerjaan kayu merupakan salah satu pekerjaan yang sangat vital dalam
bidang teknik sipil. Oleh karena itu, mahasiswa harus menguasai teknik-teknik dalam pekerjaan kayu,
maka dari itu pekerjaan kayu ini sangat penting perannya dalam sebuah konstruksi terutama konstruksi
bangunan.

B. Keselamatan Kerja
1. Sebaiknya alat yang tidak dipergunakan lagi di taruh / diketepikan agar tidak terpijak oleh kaki
2. Gunakanlah alat sebagai mestinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
3. Jangan berguraw pada saat bermain main dengan alat yang berat dan tajam dalam pelaksanaan
praktek
4. Gunakan waktu bekerja untuk bekerja dan waktu istirahat untuk istirahat agar tidak
mengakibatkan kelelahan sehingga menjaga fikiran tetap focus pada apa yang dikerjakan.
5. Gunakan sepatu dan baju praktek.

C. Pengertian Carpentry
Capentry adalah suatu pekerjaan yang menggunakan kayu sebagai bahan dasar konstruksi,
biasa juga disebut dengan Kerja Kayu, capentry juga merupakan suatu konstruksi bangunan yang
sangat penting.

RAHMA WULANDARI 1
CARPENTRY I

BAB II.
LATIHAN DASAR MENGETAM DAN MENGGERGAJI
A. Teori Dasar
Dalam pengenalan kerja kayu, langkah pertama: harus terlebih dahulu mengenal jenis-jenis alat
yang dipakai dalam kerja kayyu serta fungsi alat tersebut. Latihan dasar mengetam dan menggergaji
ialah sebagai dasar untuk praktek kerja kayu. Akan tetapi sebelum melaksanakan pekerjaan perlu
dipahami teknik untuk mengasah/menajamkan mata peralatan tersebut, karena kunci keberhasilan dalam
suatu pekerjaan kayu adalah mata pisau peralatan tersebut harus benar-benar tajam. Akan tetapi mata
peralatan tersebut tidak tajam akan menghasilkan pekerjaan jelek, juga akan membutuhkan tanaga yang
sangat besar dalam mengerjakan pekerjaan tersebut. Teknik penyetelan alat juga harus dipahami dengan
baik dan benar agar dalam mengoperasikan peralatan tersebut tidak membahayakan operatornya juga
benda kerja akan rusak.
Dasar mengetam:
1. Agar dapat mempergunakan alat ketam dengan baik dan benar, dilakukan cara penyetelan.
2. Tujuannya ialah untuk membuat permukaan kayu halus, rata dan siku sesuai dengan ukuran
yang ditentukan.
3. Menggunakan cara mengetam yang benar.
Dasar menggergaji:
Agar dapat menggunakan alat dengan benar. Karena gergaji itu banyak macamnya dan berlainan
fungsinya:
- Gergaji potong adalah untuk memotong kayu dengan arah melintang/memotong serat kayu.
- Gergaji belah adalah untuk mengiris kayu yaitu dengan arah sejalan dengan serat kayu.
- Gergaji punggung adalah untuk memotong dan membelah. Alat ini biasanya digunakan untuk
memotong atau mengiris bagian yang akan disambung dan sebagainya.

B. Tujuan
Mahasiswa mampu mengetam kayu datar, lurus dan siku dan sesuai dengan ukuran.
Mahasiswa mampu menggambar dan melukiss dengan menentukan ketepatan ukuran pada benda
kerja.
Mahasiswa mampu menggergaji lurus, miring, vertikal, dan horisontal sesuai dengan ukuran
yang di tentukan pada gambar kerja.

C. Keselamatan Kerja
Gunakan seragam praktek, sepatu dan pengaman lain di waktu prektek.
Periksa dengan teliti alat praktek sebelum di gunakan, apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
Pelajari gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang teratur.
Pusatkan perhatian pada pekerjaan.
Ikuti petujuk dosen atau instruktur.

D. Alat dan Bahan


- Ketam Manual
- Gergaji
- Siku
- Meter
- Pensil

RAHMA WULANDARI 2
CARPENTRY I

- Batu Assa
- Obeng Plat
- Kayu Balok 5/7

E. Langkah Kerja
1. Siapkan peralatan manual dan balok kayu 5/7
2. Potong balok 5/7 sesuai dengan panjang kotor (55 cm)
3. Mulai mengetam dengan mengambil salah satu sisi tinggi(sisi yang terpanjang dari penampang
balok) dari kayu tersebut
4. Pengetaman harus benar-benar datar dan lurus dengan pengecekan dengan menggunakan
siku/mistar atau membidik dengan mata di sepanjang balok tersebut.
5. Pengetaman selanjutnya memilih sisi yang kedua yaitu sisi lebar (sisi yang terpendek) dari
penampang balok katu tersebut, dengan berpatokan siku pada sisi yang pertama.
6. Pekerjaan selanjutnya melukis pada benda kerja sesuai dengan gambar kerja dan ketepatan
ukuran dengan peralatan siku.
7. Setelah selesai melukis, mulailah menggergaji
8. Pekerjaan selesai. Bersikan peralatan dari lokasi kerja, setelah itu peralatan di kembalikan.

RAHMA WULANDARI 3
CARPENTRY I

F. Gambar Kerja

RAHMA WULANDARI 4
CARPENTRY I

BAB III.
SAMBUNGAN BIBIR MIRING BERKAIT
A. Teori Dasar
Pada suatu kostruksi dengan mengunakan kayu, bila kayu yang digunakan panjangnya tidak
mencukupi kebutuhan, maka konstruksi itu perlu penyambungan. Dan penyambungan konstruksi itu
sesuai dengan fungsi, keadaan konstruksi serta pengaruhnya.
Dalam konstruksi sambungan balok itu ada bermacam-macam antara lain: bibir lurus, bibir
berkait, bibir miring, bibir miring berkait dan sebagainya.
Tapi hal ini yang dipraktekkan adalah sambungan bibir miring berkait. Sambungan bibir miring
berkait digunakan bila konstruksinya bekerja momen lentur dan sambungan tersebut dapat diletakkan
1/6 L dari tumpuan, karena pada jarak tersebut bekerja momen lentur = 0, untuk beban merata. Pada
sambungan bibir miring berkait harus dikerjakan dengan baik dan panjang sambungan serta di letakkan
harus sesuai dengan ketentuan yang diperbolehkan pada sambungan tersebut di perkuat dengan 2 buah
bout tapi dalam praktek diperkuat dengan dua buah skrup. Dan fungsi skrup untuk memperkuat
ikatan sambungan.

B. Tujuan
Mahasiswa mampu membuat sambungan bibir miring berkait dengan baik dan benar sesuai
dengan ukuran
Mahasiswa mampu menggambar/melukis dengan menentukan ketepatan ukuran pada benda kerja
sesuai dengan gambar kerja

C. Keselamatan Kerja
Gunakan seragam praktek, sepatu dan pengaman lain di waktu prektek.
Periksa dengan teliti alat praktek sebelum di gunakan, apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
Pelajari gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang teratur.
Pusatkan perhatian pada pekerjaan.
Ikuti petujuk dosen atau instruktur.

D. Alat dan Bahan


- Ketam Manual
- Gergaji Potong
- Pahat
- Siku
- Meter
- Pensil
- Batu Assa
- Kayu Balok 5/10

E. Langkah Kerja
1. Siapkan peralatan manual dan balok kayu 5/10
2. Potong balok 5/10 dengan panjang kotor (52 cm)

RAHMA WULANDARI 5
CARPENTRY I

3. Mulai mengetam dengan mengambil sisi yang tinggi dari balok kayu tersebut
4. Pengetaman harus benar-benar rata dan lurus dengan pengecekan menggunakan siku, mistar atau
dengan membidik mata di sepanjang belok tersebut
5. Pengetaman selanjutnya, memilih sisi yang kedua , yaitu sisi lebar dengan berpatokan siku pada
sisi yang pertama yang sudah di ketam, pengecekan dengan menggunakan alat siku
6. Pekerjaan selanjutnya memotong kayu tersebut menjadi 2 bagian, kemudian mulai melukis bibir
miring berkait pada kedua benda kerja tersebut sesuai ketepatan ukuran dengan berpatokan pada
gambar kerja
7. Pekerjaan pembuatan sambungan pada 2 bagian balok tersebut pertama-tama memotong beberapa
bagian yang tegak lurus dari begian yang akan di keluarkan pemotongannya berpatokan pada kedua
garis miring sambungan. Kemudian mulailah memahat bagian-bagian yang telah di potong
tersebut, pemahatannya harus di atas garis miring agar garisya masih kelihatan. Kemudian
memotong atau memahat garis kait sambungan tersebut dengan berpatokan pada garis sambungan
8. Pekerjaan selanjutnya tinggal mencocokan kedua bagian balok kayu tersebut dimana akan terlihat
bagian-bagian yang masih terbuka. Bagian-bagian yang masih menonjol/mengganjal sambungan
tersebut. Gunakan alat kikir kayu sampai terlihat sambungan yang rapat dan membentuk kedua
balok menjadi satu bagian yang lurus
9. Pekerjaan selesai. Bersihkan peralatan dari lokasi kerja, setelah itu peralatan di kembalikan.

RAHMA WULANDARI 6
CARPENTRY I

F. Gambar Kerja

RAHMA WULANDARI 7
CARPENTRY I

BAB IV.
MEMBUAT LOBANG DENGAN PAHAT. PALU KAYU (MALLET)
A. Teori Dasar
Palu kayu adalah jenis alat yang cukup penting dalam konstruksi kayu, karena palu kayu sebagai
alat pemukul dalam membuat lubang pada kayu dengan pahat. Karena bila pemukulnya memakai palu
kayu, tangkai pahat tidak mudah rusak. Atau sebagai pemukul bila memasukkan sambungan purus an
lubang pada konstruksi kayu. Palu kayu sulit di dapatkan karena sudah tidak dipasarkan karena palu
kayu mudah dibuat oleh para tukang kayu atau para pekerja lainnya, bahannya mudah didapat dari sisa-
sisa balok kayu yang tidak digunakan lagi.

B. Tujuan
Trampil menggunakan perkakas yang di gunakan dengen teknik dan cara yang benar
Dapat bekerja mebuat serta langkah-langkah kerja yang efektif dan efisien

C. Keselamatan Kerja
Gunakan seragam praktek, sepatu dan pengaman lain di waktu prektek.
Periksa dengan teliti alat praktek sebelum di gunakan, apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
Pelajari gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang teratur.
Pusatkan perhatian pada pekerjaan.
Ikuti petujuk dosen atau instruktur.

D. Alat dan Bahan


- Gergaji
- Ketam Manual
- Pahat
- Palu Kayu
- Meter
- Siku
- Pensil
- Balok kayu 8/12 panjang 12cm, kayu sebagai tangkai palu kayu dengan panjang 32,6cm
- Batu asah

E. Langkah Kerja
1. Siapkan bahan serta alat kayu yang di butuhkan
2. Mengetam bahan tersebut hingga lurus dan siku
3. Mengetam bahan untuk tangkai dengan ukuran sesuai dengan gambar kerja
4. Melukis benda kerja
o Tentukan ukuran kepala palu kayu dan tangkainya sesuai dengan gambar
o Tentukan lebar dan panjang lubang atas dan bawah
o Melukis benda kerja yang akan di buat lubang
o Memberi tanda bagian kau yang akan di lubang

RAHMA WULANDARI 8
CARPENTRY I

5. Lubangi pada bagian kepala palu kayu yang sudah ditentukan dengan tembus, rata, rapi sesuai
dengan ketentuan
6. Bila permukaan lubang masih kasar, dapat di haluskan dengan kikir kayu
7. Bentuklah kepala kayu dan tangkainya sesuai dengan gambar kerja
8. Pasanglah kepala kayu dengan tangkainya hingga rapat dan sesuai dengan ketentuan pada gambar
kerja dalam perakitan
9. Bila terjadi kurang sempurna dalam pasangan atau masih sesak, koreksilah kembali kemudian
pasang kembali benda kerja sampai benar sesuai yang diinginkan
10. Pekerjaan selesai. Bersihkan peralatan dan lokasi kerja setelah itu peralatan di kembalikan

RAHMA WULANDARI 9
CARPENTRY I

F. Gambar Kerja

RAHMA WULANDARI 10
CARPENTRY I

BAB V.
FINISING
A. Teori Dasar
Finising adalah proses akhir dari suatu pengerjaan, termasuk pada konstruksi sipil. Proses
finising didalamnya mencakup proses pengecekan mutu, penghalusan, pengecetan dan lain sebagainnya.
Sedangkan peroses finising sendiri bertujuan untuk meningkatkan mutu serta pengecekan akhir dalam
proses pembuatan suatu barang.

B. Tujuan
Mahasiswa mampu membuat sebuah pekerjaan kayu hingga proses akhir yaitu finising
Mahasiswa mampu menghasilkan pekerjaan kayu dan meningkatkan nilai artistic pekerjaan kayu
tersebut

C. Keselamatan Kerja
Gunakan seragam praktek, sepatu dan pengaman lain di waktu prektek.
Periksa dengan teliti alat praktek sebelum di gunakan, apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
Pelajari gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang teratur.
Pusatkan perhatian pada pekerjaan.
Ikuti petujuk dosen atau instruktur.

D. Alat dan Bahan


- Pekerjaan kayu yang akan difinising
- Kertas pasir kasar
- Kertas pasir halus ukuran 400cc
- Kuas
- Cat politur berbahan pengencer air
- Air
- Paku
- Tali

E. Langkah Kerja
1. Siapkan pekerjaan kayu yang akan difinishing (mallet)
2. Haluskan semua permukaan mallet dengan menggunakan kertas pasir kasar. Jangan lupa untung
menumpulkan pinggiran agar terlihat lebih rapi.
3. Bersihkan mallet dari debu hasil pengamplasan.
4. Encerkan cat politure menggunakan air dengan perbandingan, air yang digunakan 10-20% dari
jumlah cat politur.
5. Lapisi pekerjaan kayu dengan pengecetan pertama kemudiaan keringkan selama 2 jam.
6. Setelah kering, amlas pekerjaan kayu dengan kertas pasir halus. Hal ini dilakukan untuk
menghilangkan serat kayu horizontal yang timbul setelah pengecatan pertama.
7. Kemudian lapisi dengan pengecetan kedua, lalu keringkan. Pengecetan dapat dilakukan hingga tiga
kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
8. Pekerjaan selesai. Bersihkan peralatan dan lokasi kerja setelah itu peralatan di kembalikan.

RAHMA WULANDARI 11
CARPENTRY I

BAB VI.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan selesainya laporan kerja kayu I ini penulis dapat menyimpulkan bahwa praktek kerja
kayu penting di pelajari dan diketahui bagi mahasiswa, karena menambah wawasan serta menambah
pengalaman bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun kelapangan proyek ataupun yang
ingin berwirausaha.

pekerjaan kayu sangat penting dalam proses pembangunan, dimana pekerjaan kayu
merupakan pekerjaan konstruksi yang menyangkut pekerjaan kayu atau pekerjaan yang
menggunakan kayu. Kerja kayu dapat menunjang/memperlancar proses pembangunan di proyek
ataupun untuk menunjang isi dari bangunan tersebut berupa kontruksi mebel/furniture, lemari, kursi,
meja, perancah dll.

B. Saran
Dalam praktek kerja kayu mesin-mesin serta alat atau perkakas yang terdapat di lab kayu
sangat terbatas dan beberapa alat tidak dapat dipergunakan. Penulis berharap nantinya alat/ perkakas
di tambah untuk menunjang pembelajaran praktek kerja kayu dan mempermudah/mempercepat
pembelajaran bagi mahasiswa untuk kedepanya.

RAHMA WULANDARI 12
CARPENTRY I

LAMPIRAN
I. Latihan Dasar Mengetam dan Menggergaji

Gambar 1.1 Peralatan yang akan digunakan Gambar 1.2 Mahasiswa menggergaji kayu

Gambar 1.3 Mahasiswa mengetam kayu Gambar 1.4 Mahasiswa mengetam kayu

RAHMA WULANDARI 13
CARPENTRY I

Gambar 1.5 Tampak atas hasil praktek

Gambar 1.5 Tampak samping hasil praktek

RAHMA WULANDARI 14
CARPENTRY I

II. Sambungan Bibir Miring Berkait

Gambar 2.1 Peralatan praktek

Gambar 2.2 Kaitan sambungan kayu

Gambar 2.3 Salah satu bagian

RAHMA WULANDARI 15
CARPENTRY I

III. Pembuatan Mallet dan Finising

Gambar 3.1 Peralatan pembuatan mallet Gambar 3.2 Bahan dan peralatan finising

Gambar 3.3 Pelapisan cat kedua oleh mahasiswa Gambar 3.4 Mallet yang telah di Finising

RAHMA WULANDARI 16
CARPENTRY I

Gambar 3.5 Penilaian hasil praktek


selama di bengkel carpentry I

RAHMA WULANDARI 17