Anda di halaman 1dari 11

PENGAUDITAN SIKLUS PENJUALAN DAN PENGUMPULAN PIUTANG:

PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI


(PENGAUDITAN 2)

OLEH KELOMPOK 4:

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017

RINGKASAN MATA KULIAH

1
2.1 MENJELASKAN AKUN DAN GOLONGAN TRANSAKSI
2.1.1 Akun-Akun Dan Golongan-Golongan Transaksi Dalam Siklus Penjualan Dan
Pengumpulan Piutang
Tujuan audit atas siklus penjualan dan pengumpulan piutang adalah apa saldo akun-akun yang
terpengaruh siklus ini sudah disajikan dengan wajar sesuai dengan standar akutansi keuangan.
Lima kelompok transaksi dalam siklus penjualan dan pengumpulan piutang ,Yaitu;
1. Penjualan (tunai dan kredit)
2. Penerimaan kas
3. Return dan potongan penjualan
4. Pengapusan piutang tak tertagih
5. Penaksiran kerugian piutang
2.1.2 Penjualan
Di dalam golongan transaksi penjualan, rekening atau akun yang digunakan yaitu penjualan
rekening piutang usaha. Fungsi bisnis yang dijalankan yaitu memproses pesanan pelanggan,
memberi kredit pengiriman terhadap barang tagihan kepada pelanggan, dan melakukan pencatatan
dari penjualan yang dilakukan. Catatan dan dokumen yang digunakan diantaranya pesanan
pelanggan, pesanan penjualan, dokumen pengiriman, faktur penjualan, file transaksi penjualan,
jurnal penjualan atau listing, file induk piutag usaha, neraca saldo piutang usaha, dan laporan
bulanan.
2.1.3 Penerimaan Kas
Golongan transaksi penerimaan kas, akun yang digunakan adalah kas di bank yang diperoleh
dengan mendebet uang yang diterima. Fungsi bisnis yang dijalankan yaitu memproses dan
melakukan pencatatan kas yang diterima. Catatan dan dokumen yang digunakan diantaranya
pemberitahuan pengiriman uang, mencatat sementara uang yang diterima, file transaksi penerimaan
kas, jurnal penerimaan kas atau listing.
2.1.4 Retur dan potongan Penjualan
Golongan transaksi retur dan pengurangan penjualan, rekening atau akun yang digunakan adalah
retur dan pengurangan penjualan piutang usaha. Fungsi bisnis yang dijalankan yaitu memproses dan
melakukan pembukuan retur dan pengurangan penjualan. Catatan dan dokumen yang digunakan
diantaranya memo kredit, jurnal retur penjualan dan pengurangan penjualan.
2.1.5 Penghapusan Piutang yang Tidak Tertagih
Golongan transaksi penghapusan piutang yang tak tertagih, akun atau rekening yang digunakan
yaitu piutang usaha penyisihan untuk piutang yang tidak tertagih. Fungsi bisnis yang dilakukan
yaitu dengan menghapus piutang usaha yang tidak tertagih. Catatan dan dokumen yang digunakan
yaitu formulir otorisasi piutang yang tak tertagih, dan jurnal buku besar (jurnal umum).
2
2.1.6 Penaksiran Kerugian piutang
Di dalam golongan transaksi perkiraan beban piutang tak tertagih, rekening atau akun yang
digunakan yaitu beban piutang yang tak tertagih dan penyisihan piutang yang tak tertagih. Fungsi
bisnis yang dilakukan dengan menetapkan piutang mana yang tidak tertagih. Catatan dan dokumen
yang digunakan adalah jurnal buku besar (jurnal umum).

2.2 MENJELASKAN FUNGSI BISNIS, DOKUMEN DAN CATATAN


Siklus penjuan dan penagihan piutang menyangkut proses dan keputasan yang diperlikan untuk
mentrasfer kepemilikan jasa dan barang ke konsumen setelh barang dan jasa tersebut tersedia untuk
dijual. Sebelum menetapkan resiko pengendalian dan perancangan pengujian pengendalian dan
melakukan pengujian sebstantif transaksi, auditor harus memahami fungsi-fungsi bisnis dan
dokumen serta catatan yang digunakan alam bisnis tersebut. Berikut adalah 8 fungsi bisnis berserta
dokumen dan catatannya
1. Pengolahan permintaan dari konsumen
Permintaan pelanggan terhadap barang mengawali seluruh siklus. Umumnya, merupakan sebuah
penawaran untuk membeli barang dengan aturan tertentu. Diterimanya pesanan pelanggan
seringkali langsung menimbulkan pesanan penjualan. Dokumen dan catatan yang dibuat adalah
pesanan dari konsumen ,orderan penjualan.
2. Persetujuan Kredit
Praktek yang lemah dalam persetujuan kredit seringkali menimbulkan piutang ragu-ragu berlebih
dan piutang yang mungkin tidak tertagih. Dalam beberapa perusahaan secara otomatis, komputer
mengijinkan proses penjualan berlanjut hanya ketika total pesanan penjualan yang diterima
ditambah saldo pelanggan adalah kurang dari batas kredit dalam master file. Dokumen dan catatan
yang dibuat Pesanan dari Konsumen atau order penjualan
3. Pengiriman Barang
Fungsi kritis adalah poin pertama dalam siklus dimana perusahaan menyerahkan aset. Dokumen
pengiriman disiapkan pada waktu pengiriman yang seringkali merupakan salinan daftar muatan
kapal tersebut penting untuk tagihan pengiriman yang tepat bagi pelanggan. Perusahaan yang
memelihara catatan persediaan juga mengupdate berdasarkan catatan pengiriman. Dokumen dan
catatan yang dibuat dokumen pengiriman
4. Pengiriman Faktur dan Pencatatan Penjualan
Aspek paling penting dari penagihan adalah:
Semua pengiriman yang dilakukan harus ditagih (kelengkapan)
Tidak ada pengiriman yang ditagihkan lebih dari sekali (keterjadian)
Masing-masing ditagih dengan jumlah yang tepat (ketepatan)
3
Sistem akuntansi menggunakan informasi penagihan pelanggan untuk menghasilkan jurnal
penjualan, penerimaan kas maupun kredit lain-lain untuk mempersiapkan accounts receivable trial
balance. Dokumen maupun catatan dalam fungsi ini diantaranya adalah faktur penjualan, file
transaksi penjualan, jurnal penjualan, master file piutang, accounts receivable trial balance, dan
statement bulanan.
5. Pengolahan dan Pencatatan Penerimaan Kas
Pemrosesan dan pencatatan penerimaan kas termasuk menerima, menyetor, dan mencatat kas. Hal
yang patut menjadi perhatian adalah adanya kemungkinan pencurian. Penting bahwa semua
penerimaan kas disetor ke bank dengan jumlah yang tepat dan dicatat dalam file transaksi
penerimaan kas. File ini digunakan untuk mempersiapkan jurnal penerimaan kas dan mengupdate
piutang dan master file buku besar umum. Dokumen maupun catatan dalam proses ini diantaranya
remittance advice, prelisting of cash receipts, file transaksi penerimaan kas, dan jurnal penerimaan
kas.
6. Pengolahan dan Pencatatan Retur dan Penjualan
Ketika seorang pelanggan tidak puas dengan barang, penjual sering menerima pengembalian barang
atau pemberian pengurangan biaya. Pengembalian dan penyisihan dicatat pada file transaksi
pengembalian dan penyisihan penjualan juga pada master file piutang. Memo kredit dikeluarkan
untuk pengembalian dan penyisihan untuk membantu pengendalian dan memfasilitasi pemutakhiran
catatan. Dokumen dan catatan yang dibuat biasanya memo kredit dan jurnal retur penjualan
7. Penghapusan Piutang Tak Tertagih
Tanpa memperhatikan ketekunan departemen kredit, beberapa pelanggan tidak membayar tagihan
mereka. Setelah menentukan jumlah yang tidak dapat ditagih, perusahaan harus menghapusnya.
Biasanya, hal ini terjadi setelah pelanggan menyatakan bangkrut atau akunnya diserahkan ke agen
penagih. Dokumen maupun catatan misalnya adalah form otorisasi piutang tidak tertagih dan buku
besar umum.
8. Penetapan kerugian piutang
Karena perusahaan tidak dapat memperkirakan untuk menagih 100% penjualan mereka, prinsip
akuntansi mensyaratkan untuk mencatat piutang tidak tertagih dengan jumlah yang mereka
perkirakan tidak akan dapat ditagih. Kebanyakan perusahaan mencatat transaksi ini di akhir tiap
bulan atau tiga bulan. Dokumen dan catatan yang dibuat biasanya adalah jurnal umum.

2.3 MENJELASKAN METODELOGI PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN


DAN SUBSTANTIF PENJUALAN
2.3.1 Metodologi perancangan pengujian pengendalian dan substansif penjualan.
4
Pemahaman pengendalian internal
penjualan

Penetapan resiko pengendalian


direncanakan - penjualan

Penentuan luas pengujian


pengendalian

Perancangan pengujian Prosedur audit


pengendalian dan pengujian Ukuran sampel
substansif transaksi untuk Unsure unsur yang di
memenuhi tujuan audit transaksi pilih. - Saat

2.3.2 Pemahaman Pengendalian Internal Penjualan.


Cara seorang auditor mendapatkan pemahaman tentang pengendalian internal dengan
mempelajari alur yng telah di buaat klient, mengajukan pertanyaan kepada klient dengan
menggunakan daftar pertanyaan pengendalian internal, dan melakukan transaction walkingtrough
untuk penjualan.
2.3.3 Penetapan Resiko Pengendalian Direncanakan Penjualan.
Ada beberapa tahapan penting dalamm dalam menetapkan sebuah resiko, yaitu:
1. Auditor memerlukan kerangka kerja untuk menetapkan resiko pengendalian.Keenam tujuan
audit transaksi bisa menjadi kerangka kerja yang di perlukan. Keenamtujuan audit ini sama
untuk setiap audit atas penjualan.
2. Auditor harus mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan difisiensi yang ada pada
penjualan.Hal inin bisa berbeda untuk setia audit, karena klien bisa menerapkan
pengendalian internal yang berbeda.
3. Setelah mengidentifikasi pengendalian beserta definisinya, auditor menghubungan hal
tersebut.
4. Auditor menetapka resiko pengendalian untuk setiap tujuan dengan mengevaluasi
pengendalian dan definisinya untuk setiap tujuan.Tahapan ini sangat penting karena
mempengaruhi keputusan auditor untuk pengujian substantif. Keputusan ini bersifat
subyektif.

2.3.4 Pemisahan Tugas Yang Memadai.

5
Pemisahan tugas yang tepat akan membantu dalam mencegah berbagai jenis kesalahan
pengajian yang disebabkan oleh kekeliruan maupun kecurangan.Fungsi pemberi persetujuan kredit
harus dipisahkan dari fungsi penjualan, karena pengecekan kredit dimaksudkan untuk meniadakan
tendensi manusiawi dari pegawai penjualan yang cenderung berkeinginan untuk mengoptimalakan
volume penjualan walaupun hal itu bisa mendatangkan kerugian bagi perusahaan apabila piutang
tidak bisa ditagih. Petugs yang berkewajiban untuk melakukan pembandingkan internal harus
terpisah dari petugas yang membukukan data yang akan di bandingkan.

2.3.5 Pengotorisasian Yang Tepat.


Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengotorisasian transaksi penjualan, yaitu:
1. Persetujuan kredit yang tepat harus diberikan sebelum penjualan terjadi.
2. Barang bisa dikirimkan hanya setelah otorisasi pengiriman diberikan.
3. Harga, termasuk syarat penjualan, pengangkutan, dan potongan harus diotorisasi.
2.3.6 Dokumen dan catatan yang memadai.
Prosedur pencatatan yang memadai harus ada sebelum tujuan audit terpenuhi. Pada system
dimana faktur dibuat setelah barang di kirim, kemungkinan kesalahan penagihan cukup besar
kecuali kalau ada pengawasan tambahan lainnya.
2.3.7 Dokumen Bernomer urut Tercetak.
Pemberian nomer urut tercetak dimaksudkan untuk mencegah kesalahan dalam pembuatan
faktur atau pencatatan penjualan dan terjadinya penagihan atau pencatatan ganda.
2.3.8 Laporan Piutang Bulanan.
Pengiriman laporan bulanan kepada konsumen berguna untuk pengawasan karena
mendorong konsumen untuk member komentar apabila saldo yang tercantum dalam laporan tidak
sesuai dengan saldo menurut pembukuan konsumen.
2.3.9 Prosedur Verifikasi Internal.
Program computer atau persnil yang independen harus memeriksa bahwa pengolahan dan
pencatatan transaksi penjualan memenuhi keenam tujuan audit transaksi.

2.3.10 Penentuan Luas Pengujian Pengendalian.


Setelah auditor mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan kekurangan dalam
pengendalian auditor menetapkan resiko pengendalianseringkali menggunakan matrix. Luas
pengujian pengendalian tergantung pda efektifitas pengendalian dan berbagai hal lain yang auditor
yakin akan dapat menurunkan resiko pengendalian.Auditor juga mempertimbangakan kenaikan
biaya penyelenggaraan pengujian dan pengendalian dibandingkan dengan penurunan potensi dalam
pengujian substantive.
6
2.3.11 Perancangan Pengujian Pengendalian Untuk Penjualan.
Untuk setiap pengendalian kunci, harus dirancang satu atau lebih pengujian pengendalian
untuk memeriksa efektivitasnya.Pengujian pengendalian yang tepat untuk pemisahan tugas biasanya
terbatas pada observasi atas aktifitas yang di lakukan oleh auditor atau dengan melalui pengajuan
pertanyaan kepada personil klient.
2.3.12 Perancangan pengujian substantive transaksi penjualan.
Dalam memutuskan pengujian substantive transaksi, auditor biasanya menggunakan
sejumlah prosedur yang berlaku untuk setiap audit tanpa memperhatiakan keadaan tertentu,
sedangakan prosedur yang lain akan diterapkan tergantung baik buruknya penegndalian hasil dari
pengujian pengendalian.prosedur audit yang digunakan tegantung pada penegndalian internal dan
hasil pengujian pengendalian atas tujuan tersebut.Materialitas, hasil audit tahun lalu, dan factor
lainnya sebagai mana telah di jelaskan di muka juga berpengaruh atas prosedur yang di gunakan.

2.4 MENJELASKAN RETUR DAN PENGURANGAN HARGA


Tujuan audit transaksi dan metoda yang digunakan klien untuk pengendalian kesalahan penyajian
pada dasarnya sama dalam pengolahan kredit memo sepertu halnya untuk penjualan, dengan dua
perbedan. Perbedaan pertama adalah tentang materialitasnya.Dalam banyak hal, retur dan
pengurangan harga penjualan harga sangat tidak material sehingga dapat di abaikan oleh auditor.
Perbedaan kedua adalah dalam hal penekanan pada tujuan keberadaan. Untuk retur dan
oengurangan harga penjualan, auditor biasanya member penekanan pada pengujian atas pencatatan
transaksi untuk mengunggkapan pencurian kas yang berasal dari pengumpulan piutang
sebelumnyatelah diciptakan transaksi retur dan penguranganhrga penjualan fiktif.
Biasanya tujuan tujuan lain diabaikan oleh auditor .berhubung tujuan dan metodologi untuk
pengauditan retur dan pengurangan harga penjualan pada dasarnya sama dengan untuk penjualan,
maka kita tidak membahasnya dengan lebih detail.

2.5 MENJELASKAN METODELOGI PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN


DAN SUBSTANTIF PENERIMAAN KAS
Untuk penerimaan kas, auditor menggunakan metodologi yang sama seperti yang
digunakan untuk penjualan, kerangka yang sama namun tujuan spesifiknya untuk
penerimaan kas. Berlandaskan tujuan audit transaksi, auditor mengikuti proses
berikut:

menentukan pengendalian internal kunci untuk setiap tujuan audit

merancang pengujian pengendalian untuk setiap pengendalian guna mendukung


pengurangan risiko pengendalian

7
merancang pengujian substantif transaksi untuk menguji kesalahan penyajian
moneter untuk setiap tujuan

Salah satu bagian penting dari tanggung jawab auditor dalam pengauditan penerimaan
kas adalah mengidentifikasi defisiensi dalam pengendalian internal yang dapat
meningkatkan kemungkinan terjadinya penyelewengan. Berikut prosedur-prosedur
audit yang dirancang terutama untuk menemukan penyelewengan:

Menentukan apakah penerimaan kas telah dicatat

Praktik yang lazim dilakukan auditor adalah menelusur dari pengantar pembayaran
bernomor urut tercetak atau daftar penerimaan kas ke jurnal penerimaan kas dan buku
pembantu piutang usaha sebagai pengujian substantif atas pencatatan penerimaan kas
yang terjadi dan akan efektif bila pita pencatat dalam register kas atau daftar
penerimaan kas lainnya dibuat pada saat kas diterima.

Pengujian penerimaan kas

jumlah penerimaan kas sebagaimana tercantum dalam jurnal penerimaan kas untuk
suatu periode.

Pengujian untuk menemukan lapping piutang usaha

Lapping piutang usaha adalah pengunduran waktu pencatatan penerimaan


pengumpulan piutang dengan maksud untuk menutupi kekurangan kas.

Penggelapan dilakukan oleh orang melakukan penerimaan kas dan selanjutnya yang
juga mencatat di sistem komputer. Penggelapan tersebut dapat dideteksi dengan
membandingkan nama, jumlah rupiah dan tanggal yang tercantum dalam pengantar
pembayaran dengan ayat jurnal penerimaan kas yang bersangkutan serta duplikat slip
setoran ke bank.

2.6 MENJELASKAN PENGAUDITAN PENGHAPUSAN PIUTANG


Seperti halnya untuk retur dan pengurangan harga penjualan, kekhawatiran utama
auditor dalam penghapusan piutang usaha adalah kemungkinan pegawai perusahaan
klien melakukan penggelapan kas dengan cara menghapuskan piutang yang telah
diterima (tujuan audit transaksi-keterjadian). Pengendalian utama untuk mencegah
peyelewengan semacam ini adalah dengan menetapkan otorisasi yang tepat bagi setiap
penghapusan piutang dengan menunjuk pejabat perusahaan tertentu setelah
sebelumnya melakukan penyidikan yang cermat tentang alasan mengapa debitur tidak
membayar.

Verifikasi atas akun yang dihapus biasanya tidak memakan waktu yang lama. Auditor
pada umumnya memeriksa apakah persetujuan diberikan oleh orang yang tepat.
Sebagai contoh penghapusan akun auditor biasanya juga memeriksa korespondensi
yang terdapat dalam arsip klien untuk mencari informasi tentang tidak dapat
8
ditagihnya piutang. Setelah auditor berkesimpulan bahwa penghapusan telah dijurnal
dengan benar, selanjutnya sejumlah sampel piutang yang dihapus ditelusur ke master
file piutang usaha untuk menguji apakah penghapusan telah dicatat dengan benar.

Penaksiran biaya kerugian piutang yang merupakan kelompok transaksi kelima dalam
siklus penjualan dan pengumpulan piutang, jelas berkaitan dengan penghapusan
piutang. Namun karena penaksiran kerugian piutang didasarkan pada saldo piutang
akhir tahun, auditor mengevaluasi penaksiran kerugian piutang sebagai bagian dari
pengujian detil saldo piutang.

2.7 MENJELASKAN PENGENDALIAN INTERNAL SALDO AKUN

2.7.1 Tambahan Pengendalian Internal Atas Saldo Akun Serta Penyajian dan
Pengungkapan
Pengendalian internal yang berkaitan langsung dengan pengendalian internal serta penyajian dan
pengungkapan bisa juga diadakan, bahkan bila belum teridentifikasi atau diuji sebagai bagian
dari pengujian pengendalian atau pengujian substantftransaksi. Untuk sirklus pengumpulan
dan penjualan piutang, hal ini mungkin sekalimempengaruhi nilai bersih bisa direalisasi dan tujuan
audit saldo tentang hak dan kewajiban serta tujuan audit penyajian dan pengungkapan.
Nilai bersih bisa direalisasi adalah tujuan audit saldo untuk piutang usaha yangpenting sekali karena
kolektibilitas piutang seiring mencerminkan bagian yang cukupbesar dalam laporan keuangan. Oleh
karena itu, auditor sering kali menetapkan risikoinheren pada tingkat yang tinggi untuk tujuan nilai
bersih bisa direalisasi. Idealnya,klien tidak tertagihnya piutang. Kita telah membahas tentang
pemberian otorisasi olehpejabat yang tepat. Dua pengendalian lainnya adalah :
a. Pembuatan daftar umur piutang sebagai dasar untuk review dan ditindaklanjutioleh personil
manajemen yang tepat.
b. Menetapkan suatu kebijakan penghapusan piutang apabila sudah tidak adakemungkinan
untuk ditagih.

2.7.2 Pengaruh Hasil Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Transaksi


Hasil dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksimempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap tahapan audit selanjutnya, terutamaterhadap pengujian rinci substantif atas
saldo. Bagian dari audit yang banyakdipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian
substantif transaksi adalahsaldo akun piutang usaha, kas, beban kerugian piutang dan cadangan
kerugian piutang.Pengaruh yang paling signifikan dari hasil pengujian pengendalian dan
pengujiansubstantif transaksi dalam siklus penjualan dan pengumpulan piutang adalah
9
dalamkonfirmasi piutang. Jenis konfimasi, ukuran sampel, dan saat pengiriman
konfirmasisemuanya akan terpengaruh.

DAFTAR PUSTAKA

10
Jusup, Haryono Al. 2010. Auditing (Pengauditan Berbasis ISA). Edisi II. Yogyakarta: Unit
Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN

11