Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN


KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) KOTA BANJARBARU

1. LATAR BELAKANG
Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa
kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan (PP No. 26
Tahun 2008). Kawasan permukiman mendominasi kawasan perkotaan yang membangkitkan kegiatan
dan terus mengikuti, bahkan mengarahkan pengembangan kawasan lainnya dan akan mempengaruhi
arah pengembangan kota yang bersangkutan. Setiap kawasan fungsional yang dikembangkan akan
membutuhkan kawasan permukiman untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk yang
beraktifitas di dalam kawasan yang tersebut.

Pertumbuhan kawasan permukiman dapat dikelompokan sebagai kawasan yang direncanakan dan
tertata dengan baik, serta kawasan permukiman yang merupakan cikal bakal tumbuhnya kawasan
perkotaan dan terus berkembang mengikuti pertumbuhan penduduk dan perkembangan kegiatannya
Berkenaan dengan kedua jenis tersebut, dalam suatu wilayah atau kota, perkembangan dari kawasan
permukiman sangat rentan terhadap adanya perkembangan yang tidak terkendali dan menyebabkan
munculnya permukiman kumuh, yang seringkali berdampak lebih lanjut pada meningkatnya
kesenjangan masyarakat serta angka kriminalitas, dan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.

Dalam rangka mengatasi permasalahan permukiman tersebut, pemerintah daerah bersama dengan
semua pemangku kepentingan pembangunan permukiman perlu menentukan kawasan permukiman
yang akan mendapatkan penanganan prioritas sesuai dengan potensi dan tantangan yang dihadapi
kawasan tersebut. Adapun kawasan permukiman prioritas ditentukan berdasarkan hasil penyusunan
Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka setiap kota perlu melakukan penyusunan Rencana
Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas yang mengacu kepada dokumen Strategi Pembangunan
Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian
Pekerjaan Umum, melalui Direktorat Pengembangan Permukiman memberikan bantuan teknis berupa
pendampingan penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas.

2. TUJUAN, DAN SASARAN


2.1.TUJUAN
Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat
Kota/Kabupaten untuk dapat menghasilkan rencana Pembangunan kawasan permukiman prioritas
dengan muatan rencana program investasi jangka menengah infrastruktur bidang Cipta Karya, serta
rencana pembiayaan yang dilengkapi dengan rencana detail desain pada tahun pertama.
2.2.SASARAN
Berdasarkan tujuan tersebut, maka sasaran dari Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan
Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini adalah:
Terwujudnya peningkatan kapasitas pemangku kepentingan kota/ kabupaten dalam
penyusunan RPKPPsebagai dokumen acuan dalam pelaksanaan pembangunan kawasan
permukiman prioritas di kota/ kabupaten;
Terwujudnya interaksi dan keterlibatan masyarakat dalam proses rencana pembangunan
kawasan permukiman prioritas melalui community participatory approach (CPA);
Tersedianya instrumen penanganan persoalan pembangunan yang bersifat operasional pada
kawasan permukiman prioritas yang dapat diacu oleh seluruh pemangku kepentingan di
kota/kabupaten .

3. LINGKUP
3.1 LINGKUP KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan rangkaian lingkup kegiatan sebagai berikut :
1. Melakukan kajianterhadap kebijakan, strategi, dan program pembangunan daerah berdasarkan
dokumen kebijakan terkait yang telah tersedia dan dijadikan acuan pelaksanaan pembangunan
oleh Pemerintah Daerah serta dokumen SPPIP yang telah/sedang dibuat.
2. Melakukan kajian mikro kawasan permukiman prioritas sesuai arahan dalam SPPIP melalui
penyusunan profil rinci eksisting kawasan.
3. Bersama dengan pemangku kepentingan kota melakukan analisis mendalam tentang potensi dan
persoalan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan
permukiman prioritas.
4. Melakukan penyusunan konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman prioritas.
5. Bersama dengan pemangku kepentingan kota dan kawasan menghasilkan:
Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan
prioritas selama 5 tahun dengan pendekatan perencanaan pastisipatif
Pemilihan kawasan di dalam kawasan prioritas yang akan dilakukan pembangunannya pada
tahun pertama (dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan
operasional, dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1:1000)
6. Bersama dengan tim penyusun SPPIP mengikuti kegiatan kolokium yang akan dikoordinasikan oleh
Direktorat Pengembangan Permukiman untuk memberikan pemaparan dan pembahasan capaian
kegiatan.
7. Penyelenggaraan konsultasi publik untuk menjaring masukan terhadap konsep, rencana
penanganan, dan rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman
perkotaan pada kawasan prioritas untuk jangka waktu 5 tahunPenyusunan Rencana Detail Desain
(Detailed Engineering Design/DED) untuk pelaksanaan tahun pertama di dalam kawasan yang
meliputi infrastruktur bidang Cipta Karya yang disajikan dalam bentuk visual 3 dimensi (3D).
8. Melakukan diseminasi hasil penyusunan RPKPP kepada dinas/instansi terkait di kota bersangkutan.

3.2 LINGKUP WILAYAH


Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dilakukan untuk
kawasan permukiman prioritas yang mengacu pada arahan yang terdapat dalam dokumen SPPIP.
4. METODA PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metoda pendekatan berikut:
1. Pendekatan Normatif
Pelaksanaan penyusunan RPKPP ini dilakukan dengan mengacu pada dokumen perencanaan dan
kebijakan pembangunan yang yang sudah dimiliki kota tersebut.
2. Pendekatan Partisipatif dan Fasilitatif
Proses penyusunan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait
dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan. Pendekatan Fasilitatif dilakukan
dalam bentuk memberikan pendampingan dalam proses penyusunan RPKPP kepada tim Pokjanis
kota bersangkutan. Hal ini selain ditujukan untuk mendapatkan proses pembelajaran bersama di
tingkat pemangku kepentingan daerah, juga untuk mendapatkan hasil yang disepakati bersama.
Pendekatan partisipatif dilakukan dalam bentuk pembahasan konsep, rencana penanganan, dan
rencana aksi program bersama pemangku kepentingan kota dan kawasan.
3. Pendekatan Teknis Akademis
Proses penyusunan ini dilakukan dengan menggunakan metodologi yang dapat
dipertanggungjawabkan secara akademis, baik untuk teknik identifikasi, analisa, penyusunan
strategi maupun proses pelaksanaan pengambilan kesepakatan.

Konsultan harus berperan sebagai pendamping bagi pemangku kepentingan kota, terutama pokjanis,
dalam proses penyusunan RPKPP kota bersangkutan. Pada setiap tahapan kegiatan pihak konsultan
harus dapat menyiapkan bahan, memfasilitasi dan mendukung pelaksanaannya.
FGD, merupakan kegiatan pertemuan dengan pemangku kepentingan untuk menjaring masukan
tertentu dan dilaksanakan sebanyak minimal 3 (tiga) kali sesuai dengan tahapan pelaksanaan dan
target capaian, akan melibatkan minimal 20 orang pemangku kepentingan.
Kolokium, merupakan kegiatan yang akan dikoordinasikan Direktorat Pengembangan
Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang ditujukan untuk melakukan penyamaan
pencapaian dari kegiatan penyusunan RPKPP Kota/Kab yang dilakukan di 3 region. Pihak Konsultan
akan mengikuti kegiatan Kolokium dan melaporkan kemajuan pencapaian kegiatan maupun hasil
kesepakatan di daerah dalam penyusunan RPKPP. Setiap kota diperkirakan akan
melibatkan 2
orang dari tim konsultan, Satker PKP propinsi yang bersangkutan, 2 orang pokjanis.
Konsultasi Publik, merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaring masukan dan
penyepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. Kegiatan konsultasi
publik dilakukan di kota tempat dilakukannya penyusunan RPKPP, melibatkan minimal 40 orang.
Diseminasi, merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan dan ditujukan untuk
menginformasikan seluruh hasil kegiatan khususnya RPKPP dan arahan Program yang telah
disepakati, kepada dinas/instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya, yang akan terlibat
dalam pembangunan kota tersebut, minimal melibatkan 40 orang
Diskusi Pembahasan, merupakan kegiatan pembahasan laporan pelaksanaan kegiatan pada setiap
tahapnya. Diskusi Pembahasan dilakukan bersama tim teknis dari pemberi kerja (Satker). Diskusi
pembahasan dilakukan untuk pembahasan laporan pendahuluan, laporan antara, laporan akhir
sementara dan laporan akhir kepada tim teknis dari pemberi pekerjaan.

Catatan: Pada Kegiatan Konsultasi Publik dan Diseminasi perlu disediakan informasi kegiatan RPKPP dalam
bentuk poster, dan banner (sejumlah 5 buah untuk masing masing kegiatan), serta leaflet (sejumlah 50 lembar
untuk masing masing kegiatan)
5. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Kegiatan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini
diselenggarakan dalam jangka waktu 7 (delapan) bulan sejak SPMK diterbitkan.

6. PELAPORAN
Dalam Kegiatan Pendampingan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas
(RPKPP) ini terdapat beberapa laporan yang dihasilkan meliputi:
1. Laporan Pendahuluan, yang memuat mengenai proses penyelesaian kegiatan dengan capaian
sebagai berikut:
Latar belakang kegiatan, tujuan dan sasaran kegiatan, metodologi, jadual pelaksanaan
kegiatan.
Rencana kerja rinci yang akan menjadi acuan dalam keseluruhan rangkaian pelaksanaan
pekerjaan.
Pendekatan dan metodologi yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Hasil review dari dokumen dan kebijakan lainnya yang terkait.
Laporan Pendahuluan ini diserahkan 1 (satu) bulan setelah SPMK diterbitkandengan jumlah
sebanyak 10 eksemplar.

2. Laporan Antara, yang memuat mengenai proses penyelesaian kegiatan dengan capaian sebagai
berikut:
Profil kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan indikasi dalam SPPIP
Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP
Potensi dan persoalan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan
pada kawasan permukiman prioritas
Konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman prioritas
Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan
prioritas selama 5 tahun
2 (dua) kawasan di dalam kawasan prioritas yang akan dilakukan pembangunannya pada tahun
pertama (dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional,
dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1:1000)
Hasil Kolokium dalam rangka penyamaan capaian penyusunan RPKPP dan sinergitas dengan
SPPIP.
Laporan Antara ini diserahkan 4 (empat) bulan setelah SPMK diterbitkan dengan jumlah sebanyak
10 eksemplar.

3. Laporan Akhir Sementara, yang memuat mengenai proses penyelesaian kegiatan dengan capaian
sebagai berikut:
Hasil Konsultasi Publik dalam rangka menjaring masukan terhadap strategi dan pendetailan
program dalam bentuk kegiatan pada kawasan prioritas serta rencana aksi program
pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan prioritas selama 5
tahun
Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) untuk komponen program
penanganan prioritas di dalam kawasan yang meliputi infrastruktur bidang Cipta Karya.
Laporan Akhir Sementara ini diserahkan 6 (enam) bulan setelah SPMK diterbitkan dengan jumlah
sebanyak 10 eksemplar.
4. Laporan Akhir, yang memuat mengenai proses penyelesaian kegiatan dengan capaian sebagai
berikut:
Keseluruhan hasil penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)
Hasil diseminasi
Laporan Akhir ini diserahkan pada bulan akhir kegiatan (bulan ke 7) dengan jumlah sebanyak 10
eksemplar. Bersamaan dengan laporan akhir ini, diserahkan pula dokumen RPKPP dalam bentuk
buku dan CD (sebanyak 10 buah).

5. Laporan Bulanan, yang memuat mengenai laporan kegiatan pendampingan berikut dengan
kemajuan kegiatan. Laporan bulanan ini diserahkan tiap bulan selama jangka waktu pelaksanaan
kegiatan sebanyak 5 (lima) eksemplar.

6. Proceeding (laporan pelaksanaan kegiatan) untuk Sosialisasi,Kolokium, FGD 4 (empat) kali,


konsultasi publik dan diseminasi, dengan jumlah masing masing 5 (lima) eksemplar. Laporan ini
diserahkan bersamaan dengan Laporan Akhir.

7. Dokumentasi profil kawasan permukiman prioritas dalam bentuk visual berupa tampilan video
dengan durasi minimal 10 menit sebanyak 5 CD.

7. KELUARAN YANG DIHASILKAN


Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan Penyusunan RPKPP Kabupaten/Kota pada dasarnya
mencakup dua hal, yaitu:
1. Dokumen Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP), yang memuat :
a. Profil kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan indikasi dalam SPPIP
b. Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP
c. Potensi dan persoalan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan
pada kawasan permukiman prioritas
d. Konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman prioritas
e. Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan
prioritas selama 5 tahun
f. 2 (dua) kawasan di dalam kawasan prioritas yang akan dilakukan pembangunannya pada tahap
pertama (dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional,
dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1:1000)
g. Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) infrastruktur bidang Cipta Karya
untuk kawasan priotitas yang pembangunannya akan dilaksanakan pada tahun pertama yang
disajikan dalam bentuk tiga dimensi (3D).
h. Dokumen spasial terkait dengan konsep, rencana penanganan, rencana aksi programdalam
skala :
- 1 : 5000 (untuk kawasan prioritas)
- 1 : 1000 (untuk kawasan pembangunan tahun pertama)
2. Dokumen hasil rangkaian penyelenggaraan kegiatan sebagai bahan untuk proses pemberian
kekuatan hukum terhadap dokumen RPKPP.
3. Dokumentasi profil kawasan dalam bentuk visual berupa tampilan video dokumentasi untuk
menggambarkan kondisi eksisting fisik, kondisi masyarakat hingga potensi dan permasalahan
kawasan prioritas.

8. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN


Dalam pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas
(RPKPP) ini dibutuhkan dibutuhkan sebanyak 35 (tiga puluh lima) OB (orang bulan) tenaga Ahli serta
1
tenaga pendukung sebanyak 19 (sembilan belas) OB. )

Tenaga Ahli:
1. 1 (satu) orang Team Leader merangkap Ahli Perencanaan Kota dengan jumlah 7 orang bulan yang
memiliki latar belakang pendidikan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman kerja
sekurang kurangnya 3 (tiga) tahun di bidang perencanaan kota dan kawasan permukiman atau S2
Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman kerja sekurang kurangnya 3 (tiga) tahun di
bidang perencanaan kota dan kawasan permukiman
2. 1 (satu) orang Ahli Permukiman dengan jumlah 7 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan
S1 Teknik Arsitektur atau S1 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman kerja di bidang
pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman sekurang kurangnya 4 (empat)
tahun.
3. 1 (satu) orang Ahli Pemetaan dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S1
Geografi dengan pengalaman kerja di bidang perancangan kawasan permukiman sekurang
kurangnya 4 (empat) tahun.
4. 1 (satu) orang Ahli Prasarana Permukiman dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang
pendidikan S1 Teknik Sipil dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan prasarana jalan
sekurang kurangnya 4 (empat) tahun.
5. 1 (satu) orang Ahli Lingkungan dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S1
Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan dan pengembangan
prasarana lingkungan sekurang kurangnya 4 (empat) tahun.
6. 1 (satu) orang Ahli Ekonomi Pembangunan dengan jumlah 4 orang bulan, dengan latar belakang
pendidikan S1 Ekonomi Pembangunan dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan program
pembangunan sekurang kurangnya 4 (empat) tahun.
7. 1 (satu) orang ahli komunikasi massa dengan jumlah 4 orang bulan, dengan latar belakang
pendidikan S1 Sosiologi dengan pengalaman kerja di bidang sosial budaya sekurang kurangnya 4
(empat) tahun.

Tenaga Pendukung:
Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan:
1. 1 (satu) orang Sekretaris yang akan membantu dalam proses penyusunan dokumen RPKPP selama
7 bulan
2. 1 (satu) orang Operator CAD/GIS, yang akan membantu dalam proses penyusunan DEDdan
pemetaan, selama 4 bulan

1 Kebutuhan Minimal Dan Dapat Disesuaikan Dengan Kondisi Tang Dibutuhkan


3. 2 (dua) orang surveyor teknis, yang akan membantu dalam melakukan pendataan dan pemetaan
atau pengukuran di lapangan selama 8 bulan

9. PEMBIAYAAN
Pembiayaan untuk kegiatan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas
(RPKPP) ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2010,
sebesar Rp. 790.000.000 (Tujuh Ratus Sembilan Puluh juta Rupiah), yang akan dialokasikan pada Satuan Kerja
Perencanaan dan
Pengendalian di masing masing provinsi.

10. KETENTUAN PENUTUP


Kerangka acuan Kegiatan ini merupakan panduan dalam pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana
Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) yang akan diacu oleh satuan pelaksana di
daerah. Hal yang belum cukup diatur dalam kerangka acuan kegiatan ini, akan diatur kemudian dan
dituangkan dalam berita acara perubahan dan atau penambahan yang mempunyai kekuatan hukum
yang sama dengan kerangka acuan kegiatan ini.