Anda di halaman 1dari 5

1. Apa perbedaan pendekatan farmakologis dan non farmakologis?

2. Bagaimana
3. Kapan, indikasi
4. Untung dan rugi
NON FARMAKOLOGIS
- Modelling
Tujuan modelling adalah untuk mengurangi rasa cemas yang tinggi. Agar terjadi
proses peniruan, maka model harus mempunyai syarat sebagai berikut:
Model harus memperihatkan kelebihan atau kekurangan
Tingkah laku model jelas terbukti memberi kepuasan
Terutama ada hubungan yang hangat antara model dan pengamat
Bandura (1969) mengemukakan empat komponen dalam proses belajar melalui
model, yditu:
Memperhatikan, Sebelum melakukan orang memperhatikan model yang akan
ditiru. Keinginan timbul karena model memperlihatkan sifat dan kualitas yang
baik.
Nencamkan, Setelah memperhatikan, mengamati model maka pada saat ini anak
akan memperlihatkan tingkah laku yang sama dengan model tersebut. ladi ada
sesuatu yang dicamkan atau disimpan.
Memproduksikan gerak motorik supaya dapat menghasilkan kemampuan motorik
sehingga dapat melakukan gerak seperti yang dilakukan model.
Ulangan penguatan dan motivasi proses meniru akan berhasil dengan baik,
Apabila ada kemauan atau motivasi kuat, maka orang akan mencoba mengulangi
apa yang telah diperbuat sehingga tidak lupa.
- Desensitisasi
Cara lain yang dipakai untuk merubah tingkah laku adalah dengan desensitisasr,
itu suatu cara untuk mengurangi rasa takut dan cemas seorang anak dengan jaian
memberikan rangsang yang membuat cemas sedikit demi sedikit. wolpe (1969)
irrenamakan cara ini dengan istilah sysfemic desensitization. Cara ini terdiri dari
tiga tahapan, yaitu :
Pertama; latihlah pasien agar santai atau relaks;
Kedua; susunlah secara berurutan hal-hal yang membuat pasien cemas atau takut,
yaitu dari hal yang paling menakutkan sampai ke hal yang tidak begitu
menakutkan.
Ketiga memberi rangsang dari hal yang tidak begitu menakutkan sampai anak
tidak merasa takut lagi dan rangsang ini dtingkatkan menurut ukuran yang telah
disusun tersebut di atas.
- Behaviour Shaping
Behaviour shaping adalah suatu cara yang dilakukan secara bertahap untuk
mencapai tingkah laku yang diinginkan oleh dokter gigi selama perawatan.
Indikasi behaviour shaping adalah untuk anak yang kurang dipersiapkan pad'a
kunjungan pertama, anak yang mepunyai pengalaman yang tidak menyenangkan
terhadap dokter gigi pada perawatan sebelumnya dan anak yang takut terhadap
perawatan gigi akibat informasi orang tuanya. Penanggulangan behaviour shaping
adalah Tell Show Do.
- Reinforcement
Reinforcemenf merupakan tindakan untuk menghargai prestasi yang telah dicapai,
agar prestasi tersebut diulang biasanya pada anak penderita cacat fisik dan
psikososlal yang cenderung merasa terabaikan oleh lingkungan sosialnya.
Penghargaan atas prestasi yang telah dicapainya dalam perawatan giginya dapat
meningkatkan kekooperatifan pasien anak sehingga dapat memperlancar tindakan
perawatan gigi. Imbalan dapat berbentuk materi atau imbalan sosial misalnya
dengan senyuman, belaian atau pujian.
- Retraining
Cara ini sebenarnya sama dengan cara behaviour shaping, tetapi retraining
terutama dilakukan pada anak yang menunjukkan rasa cemas atau tingkah laku
negative cukup tinggi. Sikap yang ditunjukkan ini dapat sebagai akibat
pengalaman yang tidak menyenangkan pada waktu dilakukan perawatan pertama
kali terhadap giginya ata.Jpun akibat dari keterangan mengenai perawatan negatif
dari orang tua atau teman sebaya.
- Kontrol Suara
Perubahan dalam nada dan kekerasan suara dalam kata-kata telah lama digunakan
dalam kedokteran gigi anak. Greenbaum ef a/. (1990) menerangkan bahwa kontrol
suara sebagai prosedur hukuman terapeutik, dan apabila digunakan pada pola
perilaku yang tepat adalah merupakan suatu kontrol perilaku yang efektif, dalam
waktu dua detik, dan efeknya akan berlangsung selama periode dua menit selama
pengamatan. Kontrol ara dapat dengarr cepat membangun kembali hubungan
antara dokter gigi dan anak terhadap pola kerja sama yang diinginkan (Szasz and
Hollender, 1956)
- HipnoSiS
Hipnosis adalah metode efektif dari pengaturan mengenai kecemasan dan
ketakutan ke dokteran gigi pada anak-anak. Teknik ini membuat pasien lebih
merasa nyaman, dan pasien diperintahkan untuk berkosentrasi dan memfokuskan
pikiran. Keuntungan dari hipnosis ini adalah, memberikan rasa nyaman, tidak
mahal, dan bisa digunakan kapan saja dan dimana saja. Hipnosis dapat
diaplikasikan langsung oleh dokter gigi karena dapat Cipergunakan untuk
menghilangkan rasa takut. Menyebabkan relax, menimbulkan amnesia dan
analgesia, mencegah penyumbatan dan nausea. Anak-anak diatas umur 5 tahun
telah menjadi subjek hipnosis yang paling baik, karena gambaran kehidupan
mereka merupakan bagian integral dari hipnosis. Awal permulaan hipnosis
dimulai dengan tehnik induksi. Tehnik ini membuat pasien berkonsentrasi lebih
tenang dan terfokus pada satu pemikiran.
- Sedasi (Farmakologi)
Teknik ini efektif digunakan pada anak-anak yang kurang kooperatif dan tidak
mau dilakukan perawatan. Obat-obatan yang bersifat sedative dapat digunakan
dalam beberapa cara yaitu secara oral, intravena, intramuscular, dan inhalasi.
(andlaw). Banyak obat-obatan dan kombinasinya telah digunakan untuk sedasi
anak yang cemas, misalnya barbiturate, kloral hidrat, hydroxyzine, neprobamate,
dan diazepam.

5. Apa saja teknik komunikasi dokter gigi terhadap anak yang memiliki rasa takut
dan difficult temperament?
Ada beberapa teknik komukasi yang efektif terhadap anak, diantaranya yakni:
1. Menciptakan komunikasi, Yakni mengikutsertakan anak dalam percakapan,
diperlukan selain agar dokter gigi dapat memahami pasien, juga sekaligus membuat
anak jadi lebih rileks. Banyak cara untuk menciptakan komunikasi verbal, dan
keefektivan dari komunikasi ini tergantung dari usia anak. Tahap awal yang sangat
baik untuk memulainya ialah dengan memberikan komentarkomentar yang bersifat
pujian dan diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang timbulnya
jawaban dari anak, selain kata ya atau tidak. 4
2. Melalui Komunikator, Biasanya, asisten dental yang berbicara dengan anak selama
perjalanan pasien dari ruang resepsionis sampai ke ruang operator dan juga selama
proses preparasi di dental unit. 4
3. Kejelasan pasien, Komunikasi ialah sesuatu yang kompleks dan multisensoris.
Didalamnya mencakup penyampai pesan (dokter gigi), media (kata-kata yang
diucapkan), dan penerima pesan (pasien). Pesan yang disampaikan harus dapat
dimengerti dengan satu pemikiran yang sama antara penyampai pesan dan penerima
pesan. Sangat sering digunakan eufimisme (pengganti kata) untuk lebih dimengerti
dalam menjelaskan prosedur terhadap pasien muda. 4 Berikut contohnya:
Terminologi dental = Kata ganti
alginate = puding
crown = gigi robot
bur = sikat kecil
radiograf = gambar gigi
anestesi = obat penidur untuk gigi
karies = kutu / cacing pada gigi
4. Kontrol suara, Dokter gigi sebaiknya mengeluarkan kata-kata yang tegas tetapi
lembut, agar dapat menarik perhatian anak atan memberhentikan si anak dari segala
aktivitas yang sedang dikerjakannya.
5. Komunikasi multisensory, Komunikasi verbal fokus pada apa yang diucapkan dan
bagaimana kata-kata itu diucapkan. Komunikasi non-verbal juga dapat disampaikan
melalui kontak tubuh. Contohnya, dokter gigi meletakkan tangannya pada pundak
anak saat duduk di dental chair agar merasakan kehangatan dan lebih merasa
bersahabat. Kontak mata juga penting. Dokter gigi sebaiknya menatap anak dengan
tatapan lembut dan tidak melotot.
6. Masalah kepemilikan, Pada suatu masa, adakalanya dokter gigi lupa dengan siapa
dia berhadapan. Mereka memanggil kamu kepada anak tersebut. Panggillan si anak
dengan panggilan di rumahnya karena kata kamu lebih mengimplikasikan bahwa
anak tersebut salah.
7. Aktif mendengarkan, Mendengarkan juga penting dalam merawat anak. Aktif
mendengarkan ialah tahap kedua terbaik yang diungkapkan Wepman dan Sonnenberg
dalam teknik berkomunikasi. Sehingga pasien terstimulasi untuk mengungkapkan apa
yang dirasakannya.
8. Respon yang tepat, Dokter gigi juga harus memberikan respon yang positif
terhadap apa-apa yang diungkapkan anak.

6. Bagaimana tahap pelaksanaan desensitisasi?


7. Apa metode lain yang dapat digunakan selain metode desensitisasi serta
kelebihan dan kekurangannya?
Menurut Soli & Manrihu (1996:256) mengkategorikan metode konseling menjadi
empat teknik yaitu:
1. Teknik modeling
2. Teknik relaksasi
3. Teknik desensitisasi sistematis
4. Teknik meditasi.

8. Mengapa dokter menggunakan metode desensitisasi?


9. Apa penyebab kegagalan dalam proses desensitisasi?
10. Bagaimana cara dokter gigi memanage pasien agar pasien tersebut bisa
dirawat?
11. Bagaimana pendekatan psikologis berdasarkan pandangan islam tentang
mendidik anak dan membujuk anak?
Menasihati dan Mengajari Saat Berjalan Bersama
Menarik Perhatian Anak dengan Ucapan yang Lembut
Menghargai Mainan Anak dan Jangan Melarangnya Bermain
Tidak Membubarkan Anak yang Sedang Bermain
Tidak Memisahkan Anak dari Keluarganya
Jangan Mencela Anak
Mengajarkan Akhlak Mulia
Mendoakan Kebaikan, Menghindari Doa Keburukan
Meminta Izin Berkenaan dengan Hak Anak
Mengajari Anak Menyimpan Rahasia
Makan Bersama Anak Sembari Memberikan Pengarahan dan Meluruskan Kekeliruan
Mereka
Berlaku Adil Kepada Anak, Tanpa Membedakan Laki-laki atau Perempuan
Melerai Anak yang Terlibat Perkelahian
Gali Potensi Mereka
Rangsang dengan Hadiah
Menghibur Anak Yatim dan Menangis Karena Mereka
Tidak Merampas Hak Anak Yatim
Melarang Bermain Saat Setan Berkeliaran dan Lindungilah dari penyakit Ain
Mengajari Azan dan Shalat
Mengajari Anak Sopan Santun dan Keberanian
Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah pernah meminta izin kepada
anak ketika beliau hendak memberi minum kepada tamu yang dewasa terlebih dahulu
sebelum dia. Namun anak itu menolak. Saat itu Rasulullah tidak bersikap kasar dan
tidak menegurnya.

Di antara keberanian yang beretika ialah anak tidak dibiarkan berbuat sesuatu dengan
sembunyi-sembunyi. Al Ghazali mengatakan, Anak hendaknya dicegah dari
mengerjakan apa pun dengan cara sembunyi-sembunyi. Sebab, ketika anak
menyembunyikannya berarti dia menyakini perbuatan tersebut buruk dan tidak pantas
dilakukan.[29]

Menjadikan Anak yang Lebih Muda sebagai Imam Shalat dan Pemimpin dalam
Perjalanan

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, Bila kalian sedang


berpergian, hendaknya yang menjadi imam adalah yang paling bagus bacaannya di
antara kalian, walaupun ia orang yang paling muda. Bila ia telah menjadi imam
berarti ia adalah pemimpin.[30] Dan dikuatkan dengan hadits shahih, Amru bin
Salamah berkata, Rasulullah bersabda, Hendaknya yang menjadi imam kalian adalah
yang paling banyak bacaan Al Qurannya.[31]