Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang


rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun parsial akibat
rudapaksa.Kebanyakan fraktur terjadi karena kegagalan tulang menahan tekanan,
terutamatekanan membengkok, memutar dan tarikan.Penyebab fraktur adalah
trauma. Dengan makin pesatnya kemajuan lalu-lintas di Indonesia baik dari segi
jumlah pemakai jalan, jumlah kendaraan, jumlah pemakai jasa angkutan dan
bertambahnya jaringan jalan dan kecepatan kendaraan,maka mayoritas fraktur
adalah akibat kecelakaan lalu-lintas. Trauma-trauma lain adalah jatuh dari
ketinggian, kecelakaan kerja, kecelakaan domestik dan kecelakaan atau cedera
olahraga. Kita harus dapat membayangkan rekonstruksi terjadinya kecelakaan
agar dapat menduga fraktur apa yang dapat terjadi.Fraktur pada orang dewasa
terbagi atas anggota gerak atas, anggota gerak bawah, panggul dan tulang
belakang. Patah tulang antebrachii sering terjadi pada bagian distal yang
umumnya disebabkan oleh gaya pematah langsung sewaktu jatuh dengan posisi
tangan hiperekstensi. Hal ini dapat diterangkan oleh karena adanya mekanisme
refleks jatuh di mana lengan menahan badan dengan posisi siku agak menekuk
seperti gaya jatuhnya atlit atau penerjun payung.(1)
Tulang lengan bawah terdiri dari radius dan ulna. Oleh karena
pembentukan tulang lengan bawah yang dihubungkan kuat oleh membran
interosseus, sehingga fraktur salah satu tulang tersebut akan menyebabkan
dislokasi pada tulang lainnya. Umumnya fraktur pada radius ulna terjadi pada
bagian tengah, jarang terjadi fraktur pada salah satu tulang tapi tidak
menyebabkan dislokasi pada tulang lainnya.
Berdasarkan penelitian di Rumah sakit di Australia pada tahun 1997,
jumlah pasien yang mengalami fraktur terutama daerah lengan bawah bagian
distal yaitu laki-laki 12.357 dan wanita 19.319 pasien, sedangkan insidensinya

1
yaitu 152 per 100.000 pasien laki-laki dan 157 per 100.000 pasien perempuan..
Pada anak-anak fraktur radius ulna terjadi karena bermain skateboard, roller
skating dan mengendarai skooter. Fraktur radius ulna sering terjadi pada orang
dewasa muda dengan usia 1021 tahun. Pada usia tua biasanya menderita trauma
minimal dan mempunyai faktor resiko osteoporosis (2)
Menurut pusat dokumentasi AO (Arbeitsgemeinschaft fr
Osteosynthesefragen [Persatuan untuk Osteosintesis]), Fraktur lengan bawah
mewakili 10-14% dari semua kasus fraktur pada tahun 1980 hingga 1996.
Literatur oleh McQueen dkk menganalisis insidensi fraktur radius dan ulna pada
orang dewasa di unit trauma Royal Infirmary of Edinburgh selama 3 tahun dan
mendapatkan mayoritas 76% dari 2812 kasus fraktur adalah fraktur distal radius.
Data dari National Hospital Ambulatory Medical Care Survey menunjukkan
bahwa fraktur radius dan/atau ulna mewakili 44% dari keseluruhan fraktur lengan
bawah dan tangan di Amerika Serikat dan paling banyak terjadi pada laki-laki.
Fraktur distal radius mewakili kira-kira 15% dari semua fraktur pada orang
dewasa. Fraktur Galeazzi mewakili antara 3-7% dari kesemua fraktur lengan
bawah Fraktur Monteggia mewakili kurang dari 5% dari kasus fraktur lengan
bawah (1-2%).(2)
Oleh karena hal diatas, penulis mencoba untuk mengamati pola
karakteristik radiologi fraktur radius ulna di salah satu rumah sakit yang ada di
Kota Makassar yakni Rumah Sakit Umum Pendidikan dr. Wahidin Sudirohusodo.
Hasil pengamatan tersebut ditulis dalam bentuk skripsi yang berjudul:
Karakteristik Radiologi Penderita Fraktur Radius Ulna di RSUP dr. Wahidin
Sudirohusodo periode Januari-Desember 2016

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka rumusan


masalah penelitian ini adalah: Bagaimana karakteristik radiologi penderita fraktur
radius ulna di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo?

2
C. Tujuan penelitian

1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui informasi mengenai karakteristik radiologi penderita
fraktur radius ulna di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui karakteristik penderita fraktur radius ulna menurut
jenis kelamin
b. Untuk mengetahui karakteristik penderita fraktur radius ulna menurut
umur
c. Untuk mengetahui karakteristik radiologi penderita fraktur radius ulna
menurut jenis fraktur
d. Untuk mengetahui karakteristik radiologi penderita fraktur radius ulna
menurut penyebab jenis fraktur

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data tentang masalah fraktur,
terutama tentang masalah fraktur radius ulna
2. Manfaat Praktis Langsung
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam rangka
meningkatkan upaya penanganan fraktur radius ulna di RSUP Dr. Wahidin
Sudirohusodo.
3. Manfaat bagi peneliti
Sebagai pengalaman yang berharga sekaligus menambah wawasan bagi
peneliti terutama dalam mengaplikasikan ilmunya di masyarakat dan sebagai
syarat untuk menyelesaikan studi di fakultas kedokteran.
4. Manfaat bagi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo
Sebagai bahan masukan dalam hal penanganan fraktur radius ulna agar
kualitas hidup penderita dapat menjadi lebih baik.