Anda di halaman 1dari 3

MATA KULIAH LM -PSIKOLOGI KESEHATAN

DINA MAYASARI/ 101611123058

RESUME PERILAKU KEPATUHAN, PROSES PENCARIAN BANTUAN

Kepatuhan adalah merupakan suatu perubahan perilaku dari perilaku yang tidak mentaati peraturan ke
perilaku yang mentaati peraturan (Green dalam Notoatmodjo, 2003). Kepatuhan (adherence)
didefinisikan sebagai tingkatan perilaku seseorang yang mendapatkan pengobatan, mengikuti diet,
dan atau melaksanakan gaya hidup sesuai dengan rekomendasi pemberi pelayanan kesehatan (WHO,
2003) . Kepatuhan ini dibedakan menjadi

a. kepatuhan penuh (total compliance) dimana pada kondisi ini penderita hipertensi patuh
secara sungguh-sungguh terhadap diet
b. tidak patuh (non compliance) dimana pada keadaan ini penderita tidak melakukan diet
terhadap hipertensi.

Menurut Green (dikutip dari Notoadmojdo, 2003) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
perubahan perilaku klien untuk menjadi taat/tidak taat terhadap program pengobatan, yang
diantaranya dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pendukung serta faktor pendorong,

1. Faktor Predisposisi merupakan faktor utama yang ada didalam diri individu yang terwujud dalam
bentuk pengetahuan, persepsi, kepercayaan dan keyakinan, nilai-nilai serta sikap.
2. Faktor Pendukung merupakan faktor yang diluar individu seperti :
a. Pendidikan pasien dapat meningkatkan kepatuhan, sepanjang bahwa pendidikan tersebut
merupakan pendidikan yang aktif dalam hal ini sekolahsekolah umum mulai dari tingkat
dasar sampai perguruan tinggi yang menggunakan buku-buku dan penggunaan kaset secara
mandiri.
b. Akomodasi Suatu usaha harus dilakukan untuk memahami ciri kepribadian pasien yang dapat
memengaruhi kepatuhan.
c. Modifikasi faktor lingkungan dan sosial Hal ini berarti membangun dukungan sosial dari
keluarga dan teman-teman. Kelompok-kelompok pendukung dapat dibentuk untuk membantu
kepatuhan terhadap program-program pengobatan seperti pengurangan berat badan,
membatasi asupan cairan, dan menurunkan konsumsi protein.
d. Perubahan model terapi dibuat sesederhana mungkin, dan pasien terlibat aktif dalam
pembuatan program tersebut. Dengan cara ini komponen komponen sederhana dalam
program pengobatan dapat diperkuat, untuk selanjutnya dapat mematuhi komponen-
komponen yang lebih kompleks.
e. Meningkatkan interaksi tenaga kesehatan dengan pasien Suatu hal penting untuk memberikan
umpan balik pada pasien setelah memperoleh informasi tentang diagnosis. Pasien
membutuhkan penjelasan tentang kondisinya saat ini, apa penyebabnya dan apa yang dapat
mereka lakukan dengan kondisi seperti itu.
3. Faktor Pendorong terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas yang lain.
Menurut Brunner & Suddarth (2002) dalam buku ajar keperawatan medikal bedah faktor-faktor
yang mempengaruhi tingkat kepatuhan adalah
a. Faktor Demografi seperti usia, jenis kelamain, suku bangsa, status sosial, ekonomi dan
pendidikan.
b. Faktor penyakit seperti keparahan penyakit dan hilangnya gejala akibat terapi.
c. Faktor psikososial seperti intelegensia, sikap terhadap tenaga kesehatan, penerimaan atau
penyangkalan terhadap penyakit, keyakinan agama atau budaya.
PERILAKU MENCARI BANTUAN (Health Seeking Behavior) adalah kondisi bagaimana dan
untuk alasan apa orang mencari bantuan terhadap orang lain, jika dia punya masalah dengan
kesehatan yang dirasakannya berkaitan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ,penundaan mancari
bantuan,dan ketaatan. Akses memperoleh bantuan dengan memperhatikan ketersedian financial dan
system pelayan kesehatan serta kesejahteraan termasuk sikap individu secara dependen atau
independen mengenai definisi sakit dan layanan kesehatan (Andersen 1974 dalam mechanic)

PROSES MENCARI BANTUAN


a. Sektor awam (Sistem Rujukan Awam) atau sektor popular merupakan domain masyarakat
yang tidak professional
1. Pertama kali kesakitan dikenali & ditentukan
2. Melibatkan keluarga, teman, tetangga dengan menafsirkan gejala , memberi nesehat
bgmn mencari bantuan medis ,menyarankan cara penyembuhan
3. Memberikan dukungan sosial bagi si sakit
b. sektor tradisional terdiri orang-orang yang mempunyai spesialisasi di bidang penyembuhan
seperti dukun
c. para professional kesehatan
d. organisasi-organisasi dan profesi di bidang penyembuhan
e. dokter, bidan, perawat

Proses pengobatan menurut Schuman(1965)yaitu Shopping, Fragmentation, Proscrastination, Self


Medication, dan Discontinuity. Shopping berarti proses mencari alternatif sumber pengobatan untuk
menemukan seseorang yang dapat memberikan diagnosa dan pengobatan sesuai harapan si sakit.
Fragmentation: proses pengobatan oleh beberapa fasilitas kesehatan pada lokasi yang sama.
Proscrastination: proses penundaan pencarian pengobatan meskipun gejala penyakitnya sudah di
rasakan. Self medication: pengobatan sendiri dengan menggunakan berbagai ramuan atau obat-
obatan yang dinilai tepat. Dan Discontinuity berarti penghentian proses pengobatan.
Si sakit memiliki hak dan kewajiban. Hak adalah dibebaskan dari tanggung jawab sosial dan
pekerjaan sehari-hari tergantung tingkat atau persepsi keparahan penyakitnya dan hak menuntut
bantuan atau perawatan dari orang lain. Adapun kewajiban adalah kewajiban mencapai kesembuhan,
sendiri atau dengan pertolongan orang lain, misal: petugas kesehatan

Jenis bantuan yang diperlukan tergantung: adanya pelayanan kesehatan , faktor finansial , keyakinan ,
keparahnya gejala yang dirasakan .Tahap dalam proses menuju pemanfaatan pelayanan medis (Foster
& Anderson , 1974)
Keputusan bahwa ada sesuatu yang tidak beres
Keputusan bahwa seseorang sakit dan membutuhkan perawatan profesional
Keputusan untuk mencari perawatan medis profesional
Keputusan untuk mengalihkan pengawasan kepada dokter dan menerima serta mengikuti
pengobatan yang ditetapkan
Keputusan untuk mengakhiri peranan pasien

PENUNDAAN PENCARIAN BANTUAN (Delay of Health Seeking) adalah waktu yang dibutuhkan
untuk orang mengetahui adanya gejala penyakit sampai dia mencari bantuan (profesional) terhadap
gejala. (Pact and Gallow, 1938) Tahap penundaan terdiri dari Appraisal delay adalah waktu yang
dibutuhkan seseorang untuk memutuskan bahwa gejala tersebut serius. Illness delay adalah jarak
waktu yg dibutuhkan untuk mengetahui bahwa gejala tersebut merupakan gejala penyakit dan
keputusan untuk mencari pengobatan . Utilization delay adalah waktu antara keputusan untuk
mencari pengobatan dan pelaksanaannya. Alasan penundaan antara lain :
Tidak adanya rasa sakit
Tidak mengetahui gejala penyakit serius
Biaya pengobatan bagi orang miskin
Sumber:
https://books.google.co.id/books?id=KbLdBgAAQBAJ&pg=PA69&lpg=PA69&dq=Shopping,+F
ragmentation,+Procrastination,+Self+Medication,+and+Discontinuity&source=bl&ots=phiZelHfb
i&sig=WtmqYfMauy9jN9MHwwgMmydcXr8&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjVwpDB1tjWAh
WDVLwKHXKFB_oQ6AEIQDAE#v=onepage&q=Shopping%2C%20Fragmentation%2C%20P
rocrastination%2C%20Self%20Medication%2C%20and%20Discontinuity&f=false diakses pada
pada 4 Oktober 2017

https://books.google.co.id/books?id=hNY7P1z6qBoC&pg=PA71&dq=Delay+of+Health+Seeking
&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwi0yYPc2djWAhWDfrwKHVNCB2EQ6AEIKzAB#v=onepage&q
=Delay%20of%20Health%20Seeking&f=false diakses pada pada 4 Oktober 2017

dinus.ac.id/repository/docs/ajar/PERILAKU_MENCARI_BANTUAN.pptx diakses pada pada 28


September 2017

digilib.unimus.ac.id/download.php?id=2292 Skripsi Sri Hartatik diakses pada pada 28 September


2017

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/42318/Chapter%20II.pdf?sequence=4&is
Allowed=y tinjauan pustaka kepatuhan diakses pada 28 September 2017