Anda di halaman 1dari 3

ALBUMIN

Tujuan : Untuk mengetahui kadar Albumin dalam mg/dL.

Prinsip Kerja : Bromocresol green dengan albumin dalam buffer sitrat membentuk komplek
warna. Absorben dari komplek ini sebanding dengan konsentrasi albumin dalam sampel.

Dasar Teori
Albumin adalah protein yang larut dalam air. Albumin disintesis di hati dan berfungsi
utama untuk mempertahankan tekanan koloid osmotik darah. Hal ini karena albumin
merupakan protein dengan berat molekul besar yang tidak dapat melintasi dinding pembuluh
atau dinding kapiler sehingga dapat membantu mempertahankan cairan yang ada di dalam
sistem vascular (Sutedjo, 2007).
Kadar albumin digunakan sebagai indikator perubahan biokimia yang berhubungan
dengan simpanan protein tubuh dan berkaitan dengan perubahan status gizi, walaupun tidak
terlalu sensitif. Pada penderita malnutrisi sering ditemukan kadar albumin serum yang rendah,
namun tidak jarang kadar albumin serum masih dalam batas normal. Peningkatan kadar
albumin berkaitan erat dengan kadar hemoglobin darah. Penurunan kadar albumin dalam
darah akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hemoglobin, karena protein merupakan
salah salah unsur yang penting diperlukan dalam sintesis hemoglobin dan pembawa zat besi,
oleh karena itu apabila kadar albumin dalam tubuh rendah, maka sintesis hemoglobin akan
terganggu dan dapat mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah (Sutedjo,
2007).
Plasma darah adalah cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan
sitoplasma. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organic dan
anorganik (Sloane, 2003) .

Alat dan Bahan


Alat Bahan
Spektrofotometer Reagens warna buffer pH 4,3
Sodium succinat buffer 454 mmol/l
Pipet Bromcresol Green 0,95 mmol/l
Tabung Reaksi Standar albumin 5 gr/dl

Cara Kerja
1. Siapkan 3 buah tabung reaksi bersih dan kering. Beri tanda/label pada masing-masing
tabung dengan :
Masukkan ke dalam Sample Standar Blanko
tabung
Reagens warna 3 ml 3 ml 3 ml
Sampel plasma atau 10 - -
serum
Larutan standar - 10 -

2. Kocok baik-baik isi tabung. Inkubasi pada temperature kamar seama 10 menit.
Kemudian ukur absorbans sampel dan standar terhadap blanko pada panjang
gelombang 620nm

Hasil dan Pembahasan


Hasil
Dari percobaan yang telah dilakukan, didapat :
Absorban sampel = -0,522
Absorban standar = -0,515


Kadar Albumin = 5 /

0,522
= 0,515 5 /

= 1,013 x 5 g/dl

= 5,067 g/dl

Pembahasan

Nilai normal : Albumin = 3,5 5,5 g/dl


Globulin = 1,5 3,5 g/dl
Rasio A/G = 1,2:1

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar albumin praktikan adalah
4,3 g/dl. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar albumin praktikan normal dimana
berada pada kisaran 3,3 -4,5 g/dl. Kadar albumin responden normal disebabkan karena
asupanan nutrisi yang mengandung albumin masih tetap terjaga dan tidak terjadinya
kehilangan albumin dalam jumlah besar dalam pembuangan (ekskresi), sehingga berbagai
resiko penyakit masih rendah.
Albumin merupakan protein yang paling berlimpah dalam plasma darah hingga mencapai
sekitar 60% dari total plasma protein. Fungsi utama dari serum albumin adalah sebagi
pemeliharaan tekanan osmotik koloid, transportasi ligan dan konstitusi asam amino7.
Serum kadar albumin biasanya digunakan dalam menilai status gizi, dengan kurang dari 3,5
g/dl konsentrasi serum albumin dianggap sebagai hipoalbuminemia. Kadar serum albumin
yang rendah terkait dengan rendahnya status kesehatan. Penurunan kadar serum albumin dari
kisaran normal dikaitkan dengan penurunan massa otot, dan kekuatan otot, mengakibatkan
gangguan kesehatan. Beberapa studi menyebutkan penurunan kadar albumin dan pertanbahan
usia adalah efek yang berkaitan dengan beberapa penyakit kronis.
Penilaian kadar serum albumin juga dapat digunakan untuk mengukur resiko terjadinya
penyakit gagal ginjal kronik (CKD), dimana anak-anak dengan penyakit ginjal
kronis (CKD) beresiko kekurangan gizi energi protein. Ada pedoman praktek klinis menyadari
hal ini dan merekomendasikan metode khusus untuk menilai status gizi pada pasien
dengan CKD, seperti penilaian diet, serum albumin, didukung dengan penilaian komposisi tubuh
(antropometri)

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diperoleh hasil yaitu kadar albumin responden
dapat digolongkan normal dengan kadar albumin yaitu 5,067 g/dL dengan rentang kadar
normal 3,5 5,5 g/dL.

Daftar Pustaka
Zhafran, Moehammad. 2012. Penilaian Status Gizi Biokimia Darah. Universitas Hasanuddin:
Makassar.