Anda di halaman 1dari 10

CARA MEMPERBAIKI AKTUATOR PARABOLA

Aktuator sering juga disebut rotator ataupun protator yang intinya adalah
penggerak. Untuk tracking satelit, agar mudah dalam mencari sinyal satelit tentunya
alat ini sangatlah membantu. Namun banyak pula rotator ini hanya menjadi hiasan
antena parabola di atap genteng semata, karena alat ini tidak berfungsi atau rusak.
Maka dari itu disini diulas seputar bagaimana itu cara kerja aktuator dan bagaimana
pula cara memperbaiki kerusakannya.
Lebih detail mengenai cara kerja aktuator dapat dilihat disini:
MENGENALCARA KERJA AKTUATOR

CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN AKTUATOR


Hampir semua masalah aktuator yang terdeteksi oleh positioner pasti
menampilkan kode E-2. E-2 itu artinya ERROR jadi ya sudah pasti semua gejala pasti
itu E-2 itu yang muncul pada positioner. Secara umum kerusakan pada aktuator dibagi
menjadi 2 hal yaitu kerusakan secara elektric dan kerusakan secara mekanik. Berikut
adalah solusi-solusi perbaikannya.
Yang paling utama dilakukan terlebih dahulu adalah: Lepas aktuator dari
mounting parabola dan cek dibawah (karena kalau nge-cek di atas atap pasti akan lebih
susah). Yang kedua adalah rakit kembali kabel dari positoner menuju ke aktuator.
PERMASALAHAN ELEKTRIK
1. Muncul E-2 ketika baru pertama kali dipencet menggerakan. Atau geser 2 atau 5 digit
muncul E-2.
Kemungkinan masalah:
Salah satu dari 4 Kabel putus, perbaikan ini tentu tidak sulit.
Reet switch bermasalah
Cara memperbaiki Reet Switch: kerusakan sensor ini biasanya adalah
kesalahan pemasangan kabel yang seharusnya ke motor malah dipasang ke sensor
yang mengakibatkan reet switch jadi terbakar dan rusak. Reet switch dapat diganti baru
karena dijual dengan harga murah di pasaran elektronik. Cara mengecek reet switch
dapat menggunakan multimeter, ketika didekati magnet maka akan terhubung dan
ketika magnet menjauh akan terputus.

Masalah yang kedua terkait sensor adalah jarak magnet yang terlalu dekat
atau terlalu jauh. Ini solusinya mudah cukup diberi ring/shim pengganjal ketika terlalu
dekat dan bisa juga memapras dudukan magnet ketika terlalu rengang, atau dudukan
reet switch nya yang dinaikkan juga bisa.
2. Aktuator berfungsi normal namun digit pada display tidak tetap. Misal terkadang
PALAPA di digit 245 tapi setelah ke THAICOM lalu balik kembali ke PALAPA lagi jadi
berubah 239 atau digit lain.
Kemungkinan penyebab:
Jika pergeseran hanya 3 sampai 6 digit itu masih wajar. Jika pergeseran antara 6
sampai 15 digit maka perlu di cek kembali baut-baut pada mounting dan aktuator
parabola.
Kemungkinan yang kedua adalah masalah pada positionernya. Beberapa jenis
positioner terlalu sedikit dalam mengirimkan arus ke dinamo aktuator, jadi final gear
terlalu sedikit pergerakannya dan itu menyebabkan simpangan error pembacaan pada
sensor reet switch. Hal ini berdampak pada digit pada display positioner.
3. Digit pada display positioner berganti namun aktuator tidak bergerak. Khususnya terjadi
ketika berpindah satu step-satu step, namun tetep berpindah ketika langsung berpindah
banyak.
Masalah tidak terjadi pada aktuator Namun pada positionernya.
Jenis positioner yang melakukan eksekusi pengiriman arus ke motor terlalu singkat,
jadi sebenarnya final gear bergerak namun karena efek magnet dinamo jadi putar balik
kembali dan dalam kondisi ini reet switch tetap menyensor gerakan, Namun aktuator
hanya bergerak sedikit sekali atau praktis tidak bergerak.
Yang kedua memang terdapat positioner abal-abal yang digit display tersebut
berpindah tidak berdasar sensor pada reet swtich pada aktuator.
Tips: Jadi alangkah baiknya ketika membeli positoner gunakan test E-2. Yaitu
ketika positioner tidak terhubung motor dan sensor pencet tombol menggerakkan
motor. Apabila langsung muncul E-2 maka itu positioner yang bagus, namun kalau
masih sempet memunculkan digit terlebih dahulu lalu baru muncul E-2 itu berarti
positioner kurang OK.
Skema cara kerja aktuator dan positioner

Kemungkinan yang kedua yang terjadi adalah laker yang terlepas dari housing atau
dudukan drat pada final gear yang kocak. Selebihnya akan dibahas pada kerusakan
mekanik dibawah.

PERMASALAHAN MEKANIK

1. Drat karatan dan laker macet.


INI PALING SERING TERJADI. Hal ini sangat mudah diketahui dengan cara memutar
ball join bagian atas dan terasa berat banget memutarnya. Solusinya adalah dengan
cara menggelontor dengan oli yang sangat banyak atau dengan cairan anti karat. Oli
atau cairan anti karat dapat dimasukkan melalui bagian laker atau lubang pada stik
aktuator. Lepas stik aktuator dab Cepit ujung ball dengan tanggem/ragum lalu putar
ujung drat sebaliknya dengan kunci inggris. Terus lalukan perputaran menggunakan
kunci inggris sambil diberi masukan oli hingga terasa agak ringan. Kotoran karat akan
keluar melalui lubang bawah. Kalau masih kurang mantep pakai kunci inggris bisa
pasangkan bor tangan pada ujung drat itu, dijamin makin kuat dan rontok semua
karatannya.
Drat yang bermasalah akan terasa berat ketika diputar manual

Cepit dengan ragum

Putar dengan kunci inggris


Lumasi hingga banjir Oli di dari bagian ini.

2. Laker copot dari housing, atau dudukan final gear ke drat kocak
Kreativitas mekanika lah yang dapat menolong ini. Laker yang copot dapat dikunci
kembali dengan kembali memperdalam coacak pada housing stik aktuator.
Dudukan drat pada final gear apabila sudah kocak/rusak dapat di Cor kembali
menggunakan lem bakar atau dengan lem dekston.

Dudukan drat / stik aktuator


Final Gear

3. Ball join macet


Solusi terbaik adalah dengan memberi pelumas yang banyak atau cairan anti karat.

TAMBAHAN:
1. Cara mengecek aktuator tanpa positioner
Caranya adalah dengan bantuan power dari suplay 12V atau lebih, bisa dari aki
ataupun adaptor. Berikan arus listrik pada input motor dan bersamaan itu cek
konektivitas sensor dengan multimeter. Dalam kondisi 12V memang motor berputar
sangat pelan. Apabila motor berputar pelan maka motor aktuator tersebut dalam kondisi
bagus, dan apabila konektivitas sensor putus-nyambung secara bergantian maka
kondisi sensor bagus.
Penegcekan aktuator secara manual

2. Cara kalibrasi limit switch aktuator


Sebenarnya cara yagn benar adalah melepas penekan saklar lalu menyetel dengan
obeng + . namun apabila ingin yang simpel dan lebih akurat dapat melakukan dengan
cara berikut:
Caranya adalah:
lepas stik aktuator
putar dengan menggunakan positioner kearah memendek
putar terus sampai limit switch aktif
putar ball join atas aktuator secara manual untuk memendek maksimum
pasangkan stik aktuator pada dudukannya kembali
selesai
Putar aktuator tanpa stik hingga limit switch menekan

SEMOGA BERMANFAAT