Anda di halaman 1dari 2

Jawaban:

1. Untuk mendeteksi problem yang tejadi, CFO dapat membandingkan harga tiap item
produk dari setiap vendor (perusahaan penyedia). Misalnya: Membandingkan harga per
ton Oak dari perusahaan Wood R Us, Harris Lumber, Lumber Jaks dan Samlls
Lumber. Ternyata dari ketiga vendor tersebut, harga dari Harris Lumber sangat tidak
wajar, karena jauh lebih mahal dari harga yang diberikan oleh ketiga vendor lainnya,
sehingga hal tersebut dapat dicurigai dan berpotensi menimbulkan masalah.
2. Iya, ada potensi fraud di sana, karena di setiap item produk selalu terdapat harga yang
tidak wajar (anomali) dibandingkan harga yang diberikan oleh vendor lain. Contoh:
Harga Oak yang berasal dari vendor Harris Lumber tampak paling mahal
dibandingkan dengan vendor lainnya. Perbedaan harganya sangat mencolok
(signifikan) mencapai lebih dari 50%.
Harga Cherry yang juga berasal dari vendor Harris Lumber tampak paling mahal
dibandingkan dengan vendor lainnya. Perbedaan harganya sangat mencolok
(signifikan) mencapai lebih dari 50%.
Harga Cedar yang juga berasal dari vendor Harris Lumber tampak paling mahal
dibandingkan dengan vendor lainnya dan erbedaan harganya juga cukup
signifikan.
Harga Spruce yang juga berasal dari vendor Harris Lumber tampak paling mahal
dibandingkan dengan vendor lainnya. Perbedaan harganya sangat mencolok
(signifikan) mencapai lebih dari 50%.
Jika diperhatikan secara lebih cermat, maka harga dari vendor Harris Lumber untuk
semua produk cenderung lebih mahal dan perbedaan harganya juga sangat signifikan.
Konsisi tersebut menggambarkan besar kemungkinan telah terjadi fraud yang
melibatkan pihak vendor. Ada kemungkinan pihak pembelian bersekongkol dengan
pihak vendor untuk melakukan fraud.

Shown on the previous page to see if they make sense. You are familiar with several
fraud detection methods and are eager to try out Benfords Law. Do you suspect
possible fraud? Why

Jawab: