Anda di halaman 1dari 10

TUGAS INDIVIDU

PENELITIAN KUALITATIF

NAMA : GINA DWI ANGGRAINI

NIM : P05120314015

Tingkat 4 DIV Keperawatan

A. Definisi Penelitian Kualitatif


Metode penelitian kualitatif sering disebut sebagai metode penelitian
naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting)
disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini banyak
digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut juga sebagai metode
kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Penelitian kualtatif adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model
matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi
dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Penelitian kualitatif
merupakan penelitiian yang dalam kegiatannya peneliti tidak menggunakan angka
dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya.
Strauss and Corbin mendefinisikan pengertian penelitian kualitatif sebagai
suatu jenis penelitian yang temuan-temaunya tidak diperoleh melalui prosedur statistika
atau bentuk hitungan lainnya. Peneliti dalam penelitian kualitatif mencari jawaban atas
pertanyaan mengapa dan bagaiman suatu keputusan diambil oleh subyek, bukan
sekedar apa, dimana, dan bilamana. Peneliti bertujuan untuk merangkum secara
mendalam perilaku subyek dan alasan-alasan yang mendasari perilaku tersebut. Karena
itu, penelitian kualitatif lebih mengutamakan jumlah subyek yang sedikit namun
terfokus daripada sekedar jumlah subyek yang banyak.

B. Konsep Dasar Dalam Penelitian Kualitatif


Studi kualitatif adalah riset yang bersifat desriptif dan cenderung menggunakan
analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih
ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu
agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan serta memberikan gambaran
umum tentang latar penelitian dan bahan pembahasan hasil penelitian.
Berikut ciri-ciri pokok penelitian kualitatif :
a. Investigasi secara natural yaitu mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah,
tidak melakukan manipulasi, terbuka pada apapun yang timbul.
b. Analisis secara induktif yaitu mendalami rincian dan kekhasan data guna
menemukan kategori, dimensi, dan saling keterkaitan.
c. Perspektif holistik artinya seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sebagai
sistem yang kompleks lebih dari sekedar penggabungan dari bagian-bagiannya.
d. Data bersifat kualitatif yaitu data disajikan secara deskriptif terinci,
kajian/investigasi dilakukan secara mendalam.
e. Kontak personal. Penelitian berhubungan langsung dan bergaul erat dengan orang-
orang, siatuasi dan gejala yang sedang dipelajari.
f. Sistem yang dinamis. Peneliti memperhatikan proses serta menganggap perubahan
bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya.
g. Orientasi kasus bersifat unik. Peneliti studi kualitatif menganggap setiap kasus
bersifat khusus dan unik.
h. Sensitivitas konteks yaitu menempatkan temuan dalam korteks sosial, historis dan
waktu
i. Netralitas empati. Penelitian dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat
empati.
j. Fleksibilitas disain desain penelitian bersifat fleksibel, terbuka berdaptasi sesuai
perubahan yang terjadi (tidak bersifat baku)

C. Perbedaan Antara Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif


a. Penelitian kuantitatif
1. Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subjek sumber data sudah mantap dan
rinci sejak awal.
2. Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika
persiapan disusun.
3. Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan untuk
populasi.
4. Hipotesis: (jika memang perlu)
a) Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
b) Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan
5. Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang
diharapkan.
6. Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk
diwakilkan.
7. Analisis data: dilakukan sesudah semua data terkumpul
b. Penelitian kualitatif
1. Kejelasan unsur: subjek sampel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih
fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan (emergent).
2. Langkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian
selesai.
3. Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel. Dengan kata lain,
dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel. Istilah
yang digunakan adalah setting. Hasil penelitian hanya berlaku bagi setting
yang bersangkutan.
4. Hipotesis:
a. Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama
penelitian berlangsung
b. Hasil penelitian terbuka
5. Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang
tidak dapat dippastikan sebelumnya.
6. Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri
oleh peneliti
7. Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

D. Pengumpulan Data
Ada banyak macam teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif, namun secara
garis besar terdapat 3 metode utama, yaitu.
a. Diskusi kelompok terarah
Pada metode ini peneliti membentuk kelompok kecil yang terdiri atas beberapa
responden untuk mendiskusikan suatu topik. Kelompok kecil ini membuat
responden merasa nyaman, tidak terintimidasi sehingga dapat mengemukakan
pendapat secara bebas. Panduan topik diskusi biasanya sekaligus menjadi
pemimpin kelompok agar dapat memastikan bahwa seluruh aspek yang berkaitan
dengan topik sudah didiskusikan. Jalannya diskusi seringkali direkam untuk
kemudian dibuat transkripnya untuk kemudian dianalisa.
b. Observasi langsung
Pada metode ini peneliti berusaha untuk tidak terlihat sebagai seorang pengamat
kerja tetapi justru menjadi bagian dari populasi yang diteliti. Ini dimasukkan agar
mereka dapat menjalin pengertian tentang nilai-nilai dan kepercayaan anggota
populasi tersebut. Data dapat dikumpulkan oleh pengamat eksternal yang tidak ikut
dalam proses diskusi. Pada proses ini peneliti kadang menyiapkan daftar apa yang
ingin diobservasi sebelumnya, namun bisa juga peneliti membuat catatan-catatan
hasil pengamatan setelah selesai dilakukan observasi.
c. Wawancara Mendalam
Pada jenis wawancara ini peneliti menggali data seperti halnya pada diskusi
terarah, namun subyek diwawancara secara individual. Wawancara ini biasanya
mencakup data secara luas namun mengarah pada masalah tertentu secara detail.
Peneliti jarang menggunakan daftar pertanyaan yang sudah menjurus seperti yang
sering digunakan pada penelitian kuantitatif. Peneliti mendorong subyek untuk
mengekspresikan pandangan secara panjang-lebar. Salah satu teknik disebut
dengan the critical incident study yaitu subyek diminta memberikan komentar
terhadap suatu kejadian nyata. Teknik ini memberikan gambaran lebih dalam
tentang kepercayaan, sikap dan perilaku subyek.
Metode lainnya yang juga sering digunakan adalah metode catatan harian (diary
methods), role-play and stimulation, serta studi kasus (case study).

E. Analisa Data Kualitatif


a. Familiarisation
Mengabungkan data dasar dengan mendengar rekaman, membaca transkrip,
mempelajari catatan yang untuk kemudian bertujuan membuat daftar ide dan tema
yang diperoleh.
b. Identifying a thematic framework
Mengidentifikasi semua masalah penting, konsep, dan tema dari data yang
diperoleh. Hasil akhir dari tahap ini adalah indeks data secara detil, data-data sudah
dilabel sesuai dengan sub-kelompok
c. Indexing
Mengaplikasikan kerangka termatik atau indeks secara sistematik terhadap seluruh
data dalam bentuk tekstular menjadi kode-kode.
d. Charting
Mengatur kembali data sesuai dengan kerangka tematik dan membuat diagram.
e. Mapping and interpretation
Menggabungkan diagram (chart) untuk mendefinisikan konsep, memetakan
fenomena alamiah, dan menemukan asosiasi antara tema dengan pandangan yang
dapat menjelaskan hasil temuan.

F. Bentuk-bentuk Rancangan Penelitian Kualitatif


a. Grounded Theory (Teoretisasi Data)
Rancangan teori grounded merupakan prosedur penelitian kualitatif yang
sistematik, dimana peneliti melakukan generalisasi satu teori yang menerangkan
konsep, proses, tindakan, atau interaksi mengenai suatu topik pada level konseptual
yang luas. Tujuan grounded theory yaitu untuk menentukan kondisi yang
memunculkan sejumlah tindakan/interaksi yang berhubungan dengan suatu
fenomena dan akibatnya.
Dalam dunia pendidikan teori ini digunakan untuk meneliti bagaimana proses
kegiatan pengajaran, proses bimbingan, pengelolaan kelas/manajemen kelas, dan
bagaimana hubungan antara guru dan siswa di sekolah.
b. Rancangan Penelitian Etnografik
Rancangan penelitian etnografik merupakan prosedur penelitian kualitatif untuk
mendeskripsikan, menganalisa, dan menginterprestasi pola prilaku, kepercayaan,
dan bahasa bersama dari sekelompok budaya yang berkembang pada seluruh
waktu. Dalam lingkungan pendidikan penelitian ini dirancang untuk meneliti
tentang bagaimana kurikulum yang diterapkan, serta metode apa yang digunakan
guru untuk mengajar.
c. Rancangan Penelitian Naratif
Dalam rancangan ini, seorang peneliti mendeskripsikan kehidupan individual,
mengumpulkan dan menceritakan informasi tentang kehidupan individu-individu,
serta melaporkannya secara naratif tentang pengalaman-pengalaman
mereka.Dalam bidang pendidikan misalnya, meneliti bagaimana perkembangan
psikososial anak didik serta aktifitas-aktifitasnya baik di dalam sekolah maupun di
luar sekolah.
d. Rancangan Study Kasus
Penelitian dalam rancangan study kasus dilakukan untuk memperoleh
pengertian yang mendalam mengenai situasi dan makna sesuatu/subyek yang
diteliti. Penelitian ini lebih mementingkan proses dari pada hasil, lebih
mementingkan konteks dari pada suatu variabel khusus, lebih ditunjukan untuk
menemukan sesuatu dari pada kebutuhan konfirmasi. Penelitian ini menganalisa
bagaimana keadaan individu peserta didik, dalam persoalan sosialnya maupun pola
kehidupannya baik dalam hal pergaulan maupun sikap di dalam masyarakat.
e. Rancangan Metode Campuran
Dalam penelitian metode campuran, peneliti mengkombinasikan data
kuantitatif dengan data kualitatif, yaitu untuk menerangkan dan mengeksplor
problem penelitian dengan cara terbaik. Rancangan metode ini merupakan
prosedur untuk mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif dalam satu
penelitian tunggal, dan untuk menganalisa dan melaporkan data ini berdasarkan
prioritas, sekuensi, dan level integrasi informasi. Biasanya rancangan ini ditujukan
dalam pengisian hasil studi/nilai akhir sekolah, menganalisis nilai siswa, serta
untuk menentukan pengembangan diri masing-masing siswa selama mengkuti
pembelajaran.
f. Rancangan Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif dengan data kualitatif seperti
metode campuran, akan tetapi fokusnya lebih merupakan terapan. Tujuan
penelitian ini dalam dunia pendidikan adalah untuk meningkatkan praktek
pendidikan dan pengajaran dimana guru melaksanakannya berkaitan dengan
problem yang mereka hadapi dalam setting sekolah.Dalam bidang pendidikan dan
pengajaran rancangan penelitian tindakan merupakan prosedur sistematik yang
dipakai oleh guru (atau peneliti) untuk mengumpulkan data kuantitatif dan atau
data kualitatif tentang cara-cara mereka bekerja, bagaimana mereka mengajar, dan
bagaimana baiknya siswa belajar.
G. Langkah-langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif memiliki susunan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Memilih masalah
b. Studi pendahuluan
c. Merumuskan masalah
d. Merumuskan hipotesis
e. memilih pendekatan
f. Menentukan variabel dan sumber data
g. Menentukan dan menyusun instrumen
h. Mengumpulkan data
i. Analisis data
j. Menarik kesimpulan
k. Menulis laporan

H. Penulisan Laporan Studi Kualitatif


a. Introduksi
Berisi pandangan singkat tentang naskah, termasuk pertanyaan penelitian serta latar
belakang mengapa memilih metode kualitatif.
b. Metode
Berisi pertanyaan dan alasan yang jelas tentang teknik pengumpulan data, misalnya
mengapa memilih cara wawancara terstruktur, bagaimana merekrut subyek,
termasuk persetujuan komite etik.
c. Sampling
Pada bagian ini harus dikemukakan pengambilan sampel subyek dan setting
penelitian. Pengambilan sampel pada studi kualitatif berbeda dengan pada
penelitian kuantitatif yang mengedepankan probabilitas setiap anggota populasi
untuk terpilih menjadi subyek penelitian, karena uji hipotesis yang akan dilakukan
selalu berdasar pada asas probabilitas, makin banyak jumlah subyek pada umumnya
maki baik. Dilain sisi, jumlah subyek pada penelitian kuatitatif biasnya hanya
sedikit dan subyek dipilih sesuai dengan keinginan peneliti.
d. Analisis data
Bagian ini menerangkan bagaimana data dianalisis, perangkat lunak yang
digunakan serta pendekatan analisis tertentu yang dipilih.
e. Diskusi
Seperti halnya penelitian kuantitatif maka pada bagian diskusi harus dipaparkan
temuan serupa penelitian. Penelitian lain serta mengemukakan kemungkinan
terjadinya bias yang mempengaruhi hasil penelitian.
f. Simpulan
Simpulan berisi ringkasan temuan utama penelitian yang menjawab pertanyaan
penelitian. Dalam simpulan diharapkan terjawab mengapa terjadi perilaku tertentu
dan pola pikir yang mendasari, serta penjelasan tentang korelasinya dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki.

I. Penelitian Campuran Kualitatif dan Kuantitatif


Penelitian campuran adalah penelitian yang didesain untuk mengekplorasi
permasalahan secara filosofis maupun metodologis, sehingga pengumpulan dan anlisis
data dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif secara bersamaan.
Studi ini biasanya dilakukan untuk mengeksporasi masalah yang kompleks, misalnya
evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di ruang gawat darurat. Dengan kedua
pendekatan tersebut, kombinasi hasil temuan akan menghasilakn pengertian yang lebih
baik dibandingkan dengan hanya menggunakan satu metode saja.
Pendekatan campuran ini memerlukan serial ketetapan yang harus dibuat oleh peneliti,
antara lain:
a. Pembobotan relatif terhadap kedua pendekatan yang berbeda ini, apakah penelitian
tersebut utamanya induktif atau deduktif
b. Langkah-langkah untuk mencampurkan data, merupakan langkah penting untuk
menghindari ketidakadekuatan yang mungkin terjadi jika perlakuan terhadap data
kualitatif atau kuantitatif tidak sejalan dengan prioritas yang ditentukan sesuai
dengan tahap sebelumnya. Data-data dapat diintegrasikan saat pengumpulan data,
interpretasi data atau saat pembahasan.
c. Urutan waktu pengumpulan data, biasanya ditentukan oleh pada tahapan mana data
akan digabung. Jika penggabungan data dilakukan saat membahas hasil temuan
maka tidak akan menjadi masalah apakah pengumpulan data kualitatif atau
kuantitatif yang lebih dahulu dikerjakan.
J. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian Kuantitatif
a. Kelebihan
Permasalahan dapat diteliti secara leboih detail dan mendalam.
Wawancara tidak dibatasi oleh pertanyaan spesifik yang telah dipersiapkan,
namun dapat diarahkan ke arah yang lebih mendalam pada saat wawancara
dilaksanakan.
Kerangka pikir dan arah penelitian dapat direvisi dengan cepat oleh peneliti
atas adanya informasi baru.
Data yang terkumpul didasarkan atas pengalaman individu yang sangat kuat
dan kadang lebig meyakinkan ketimbang data kuantitaif yang bersifat data
apregat.
Pada penelitian kualitatif memang data seringkali didapat dari sedikit kasus
atau individu sehingga temuan tidak dapat digeneralisasi ke populasi yang
lebih besar. Namun temuan dapat ditransfer ke situasi/ setting yang lain.
b. Keterbatasan
Kualitas penelitian sangat bergantung pada keterampilan individu dan lebih
mudah dipengaruhi oleh bias personal dan idiosinkrasi peneliti.
Akurasi penelitian lebih sulit dipertahankan, dianalisis dan disajikan.
Besarnya volume data membuat anlisa dan interpretasi menghabiskan waktu
yang lama.
Seringkali penelitian kualitatif tidak dapat dimengerti dan diterima sebaik
penelitian kuantitatif oleh komunitas ilmiah.
Kehadiran peneliti selama pengumpulan data (yang sering tidak dapat
dihindari dalam penelitian kualitatif) dapat memengaruhi respons subyek.
Saat menyajikan temuan penelitian, kerahasian identitas subyek dapat
menjadi masalah.
DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Bungin, M. Burhan, 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Kencana Prenada Media

Group,Margono. 2010. Metodologi Peelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta