Anda di halaman 1dari 1

YAYASAN MARIA VIRGO (YMV)

RUMAH SAKIT KATOLIK MARIANUM HALILULIK


Jalan Paroki Roh Kudus Halilulik Atambua Timor NTT
E-mail: halilulikrskm@yahoo.co.id

ALUR BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

1. Memastikan keamanan korban, penolong, serta lingkungan sebelum memulai rangkaian bantuan
hidup dasar.
2. Memeriksa kesadaran korban dengan menepuk-nepuk pundak korban dan memanggil korban.
Apabila korban tidak sadar, segera minta pertolongan tanpa meninggalkan tempat. Bila tersedia,
dapatkan Automated External Defibrillator (AED) dan alat emergensi lain.
3. Memeriksa nadi karotis dan pernapasan secara bersamaan paling lama dalam waktu 10 detik.
a. Skenario 1 (nadi karotis teraba, napas normal)
- Memosisikan korban dalam posisi stabil (recovery position)
b. Skenario 2 (nadi karotis teraba, napas tidak normal)
- Berikan napas bantuan dengan kecepatan 10-12 kali per menit selama 2 menit.
- Periksa kembali nadi dan pernapasan setelah 2 menit.
- Lanjutkan proses BHD sesuai skenario yang didapat.
c. Skenario 3 (nadi karotis tidak teraba, napas tidak normal)
- Lakukan resusitasi jantung paru (RJP) dengan komponen 30 kompresi dan 2 ventilasi.
- Agar RJP memiliki kualitas yang baik, perlu diperhatikan:
o Kecepatan kompresi dada 100-120 kali per menit
o Kedalaman kompresi dada 5-6 sentimeter
o Rekoil dada yang baik
o Minimalisasi penghentian kompresi
o Berikan 2 napas bantuan setiap 30 kompresi, satu napas bantuan durasi 1 detik
dengan pengembangan dada yang jelas terlihat.
- Usaha RJP dilakukan terus menerus tanpa interupsi pemeriksaan nadi dan napas hingga:
o Bantuan atau AED tiba di lokasi
o Penolong kelelahan
- Bila AED tiba di lokasi kejadian, pasang dan ikuti instruksi dari AED.