Anda di halaman 1dari 5

DIARE

Pengertian Diare
Diare adalah penyakit yang sangat umum dijumpai. Penyakit ini dapat menyerang baik anak-
anak maupun dewasa. Angka kejadian tertinggi ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun, di
mana pada kelompok usia tersebut virus adalah penyebab tersering diare.

Menurut WHO pengertian diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret)
sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam).
Ingat, dua kriteria penting harus ada yaitu BAB cair dan sering, jadi misalnya buang air besar
sehari tiga kali tapi tidak cair, maka tidak bisa disebut diare.
Begitu juga apabila buang air besar dengan tinja cair tapi tidak sampai tiga kali dalam sehari,
maka itu bukan penyakit diare.

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare
menduduki peringkat ke tiga belas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi
sebesar 3,5 persen.
Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab
kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak
mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Terdapat beberapa istilah pada penyakit diare, yakni:


Diare akut bila berlangsung kurang dari 1 minggu;
Diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan disebabkan oleh
infeksi;
Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan bukan disebabkan oleh
virus, misal akibat gangguan fungsi usus dalam mencerna makanan, adanya suatu zat
makanan yang tidak dapat diserap tubuh, dan sebagainya;
Disentri adalah diare yang disertai lendir dan darah. Disentri disebabkan oleh
bakteri Shigella atau parasit Entamoeba histolotica;
Kolera adalah diare cair yang hampir tidak dapat ditemukan ampas tinja sama sekali (watery
diarrhea). Kolera sering kali menimbulkan wabah dan sangat cepat menimbulkan dehidrasi
sehingga menyebabkan penderitanya meninggal. Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio
cholerae.

Faktor penyebab diare secara umum


Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus
bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi.
Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus
seperti norovirus dan rotavirus.

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu penyebab diare adalah infeksi, namun
ada juga penyebab lainnya, ringkasnya sebagai berikut:

Infeksi. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit. Sumber penyebaran
yang paling sering adalah memalui air yang terkontaminasi oleh tinja atau kotoran. Dengan
demikian penyakit ini lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang kurang
memadai, baik untuk minum, memasak dan mencuci (terutama peralatan makan). Rotavirus
dan Bakteri Escherichia coli merupakan dua agen penyebab diare yang paling sering di negara
berkembang.

Malnutrisi. Anak-anak yang kekurangan gizi akan lebih berisiko tinggi terkena penyakit ini, dan
diare itu sendiri akan menyebabkan gejala yang lebih buruk bagi mereka. Karena setiap terkena
mencret, maka sudah pasti akan membuat mereka kekurangan gizi yang lebih buruk. Maka tak
heran bahwa gizi buruk pada anak balita paling sering disebankn oleh diare kronis.

Penyebab Diare lainnya. Diare juga dapat menular dari orang ke orang, diperburuk oleh
kebersihan pribadi yang buruk. Makanan merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan
atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis. Air dapat mengkontaminasi makanan selama
pencucian. Ikan dan seafood dari air yang tercemar juga dapat menyebabkan diare.

Apa Saja Gejala Diare?


Gejala diare meliputi:
Peningkatan frekuensi buang air besar;
Peningkatan jumlah tinja per buang air besar;
Pengenceran konsistensi tinja;
Rasa melilit di perut;
Kembung, sering buang gas dan bersendawa;
Mual, muntah;
Pada bayi dapat dijumpai kemerahan pada kulit sekitar bokong;
Bila penyebabnya adalah infeksi dapat disertai demam;

Gejala yang ringan biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Maka apabila
mencret berlangsung selama lebih dari beberapa hari dianggap sebagai diare kronis dan
mungkin merupakan tanda dari penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit radang usus atau
infeksi yang berat. Jika berkepanjangan (kronis), diare dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat
mengancam nyawa sehingga membutuhkan perawatan dokter. Dehidrasi terjadi ketika tubuh
kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit garam kalium dan natrium.
Dehidrasi dibagi ke dalam 2 derajat:
Dehidrasi ringan-sedang, yakni bila terjadi kehilangan cairan sekitar 5-10% dari berat badan.
Dehidrasi ringan-sedang ditegakkan bila ditemui tanda:
Keadaan umum gelisah atau cengeng;
Ubun-ubun sedikit cekung, mata tampak cekung, air mata saat menangis tampak keluar
lebih sedikit dari biasanya, bibir tampak sedikit kering;
Ujung jari kaki tangan masih teraba hangat;
Penderita biasanya mengeluhkan haus dan masih dapat minum banyak.

Dehidrasi berat, yakni bila terjadi kehilangan cairan lebih dari 10% berat badan. Dehidrasi berat
ditegakkan bila ditemui tanda:
Keadaan umum lemah, letargi, atau koma;
Ubun-ubun sangat cekung, mata tampak sangat cekung, saat menangis tidak keluar air
mata, bibir tampak kering;
Ujung jari kaki tangan teraba dingin;
Penderita biasanya malah tidak mau minum, buang air kecil jarang, dan urin tampak pekat.

Diagnosis diare
Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan
melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus,
dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan
darah.

Pengobatan Diare
Pengobatan diare yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia / World Health Organization
(WHO)adalah sebagai berikut:

Pemberian cairan
Pemberian cairan amat penting mengingat komplikasi tersering yang juga dapat
menyebabkan kematian penderita diare adalah dehidrasi. Pemberian cairan bertujuan
untuk mengganti cairan yang keluar saat diare. Karena jika tidak diganti, cairan yang
defisit pada tubuh dapat menyebabkan perubahan kadar keasaman darah, mengurangi
volume darah yang menghantarkan oksigen, menganggu metabolisme sel yang
kesemuanya dapat berakibat fatal.
Oralit adalah cairan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama diare. Oralit
memiliki tingkat kelarutan yang baik sehingga mudah diserap di usus. Jika tidak tersedia
oralit, dapat dibuat cairan gula-garam dengan osmolaritas yang mendekati oralit.
Caranya ialah campurkan ke dalam satu gelas (200 cc) air matang sebanyak satu sendok
teh gula dan satu sendok teh garam.
Pada penderita dengan dehidrasi berat, pada penderita bayi-anak yang sulit minum, atau
pada penderita yang selalu muntah setelah makan-minum maka penggantian cairan
harus diupayakan melaui cairan intravena (infus).

Medikamentosa (obat-obatan)
Obat antidiare tidak mengatasi penyebab diare sehingga pemakaian obat-obatan
antidiare sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Antibiotik hanya diberikan bila ada indikasi, misal pada disentri atau kolera. Pemberian
antibiotik yang tidak rasional dapat menganggu kesimbangan bakteri normal pada usus
sehingga dapat menyebabkan diare persisten. Antibiotik diberikan sesuai dengan
organisme penyebab diare. Diare akibat virus tidak membutuhkan antibiotik.

Seng / zink
Seng atau zink atau zat besi merupakan salah satu zat mikronutrisi. Zat ini telah terbukti
dapat menurunkan frekuensi buang air besar, menurunkan volume tinja, dan
menurunkan angka kejadian diare ulangan. Seng atau zink diberikan selama 10-14 hari
meskipun penderita sudah tidak mengalami diare. Dosis seng atau zink ialah 20 mg per
hari. Pada anak usia di bawah 6 bulan dosisnya ialah 10 mg per hari.

Pemberian nutrisi yang baik


Penderita diare harus tetap makan seperti biasa. Pada bayi yang masih menyusui, ASI
harus tetap diberikan. Bila mual, makanan diberikan sedikit-sedikit tetapi sering. Serat
sedikit dikurangi agar konsistensi tinja tidak lembek akibat kebanyakan serat.

Pencegahan Diare
Langkah Pencegahan Meskipun penyebab diare itu bermacam-macam, namun kita dapat
mencegahnya melalui langkah-langkah berikut ini.
Cuci tangan lebih sering.
Gunakan sabun untuk mencuci tangan selama 20 detik.
Gunakan pembersih tangan saat tidak ada air dan sabun.
Mudahkan akses ke air minum yang bersih dan aman;
Sediakan sanitasi air yang baik;
Pada bayi, terapkan ASI eksklusif selama enam bulan; Kebersihan pribadi yang baik dan
mengonsumsi hanya makanan yang bersih;
Vaksinasi rotavirus. Vaksinasi diberikan sejak bayi. Vaksin ini tidak akan mencegah diare dan
muntah disebabkan oleh infeksi-infeksi lain (bakteri) tetapi baik sekali untuk mencegah diare
parah dan muntah-muntah yang disebabkan oleh virus.
Rotavirus diberikan pada saat anak usia 6-12 minggu, 4 bulan dan 6 bulan.

Referensi :
1. www.alodokter.com
2. www.ichrc.org
3. Infodatin Diare. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI