Anda di halaman 1dari 16
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN Jalan Pattimura No.20, Kebayoran

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN

Jalan Pattimura No.20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12110 Telepon/Fax : (021) 722604

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENDATAAN KEBUTUHAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN PERUMAHAN TAHUN 2017

(KONTRAKTUAL)

TAHUN ANGGARAN 2017

Mengetahui/Menyetujui :

Direktur Rumah Umum dan Komersial

Ir. Irma Yanti, MT NIP. 19610510 199203 2 001

DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN DIREKTORAT RUMAH UMUM DAN KOMERSIAL

KERANGKA ACUAN KERJA

PENDATAAN KEBUTUHAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN PERUMAHAN TAHUN 2017

(KONTRAKTUAL)

1. Latar Belakang : Rumah tinggal merupakan kebutuhan pokok manusia setelah kebutuhan sandang dan pangan, oleh karena itu kebutuhan akan rumah tinggal tidak akan pernah berhenti sepanjang masa, selama masih ada manusia dilahirkan. Kebutuhan akan rumah tinggal semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, namun hal ini tidak diiringi dengan bertambahnya jumlah tanah. Kendala utama dalam penyediaan rumah tinggal adalah ketersediaan tanah yang semakin lama semakin berkurang, di sisi lain masih terdapat tanah-tanah milik Pemerintah/pemerintah daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, meskipun secara tata ruang tanah tersebut diperuntukkan sebagai perumahan.

Kewenangan Negara dalam penyediaan tanah telah diamanatkan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang tertuang dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, bahwa Negara berwenang mengatur peruntukan, penggunaan, persediaan tanah, serta hubungan hukum baik antara orang- orang dengan tanah maupun antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum terhadap tanah.

Dari sisi perbendaharaan negara, khususnya dalam hal aset- aset tanah milik pemerintah daerah, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Nagara, yang diamanatkan dalam Pasal 44 dan 45 jo Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara atau Daerah Pasal 1, Pasal 17, Pasal 19, yang mengatur tatacara

pemanfaatan BMN/BMD berupa tanah dengan cara bangun guna serah atau bangun serah guna, yang pada intinya mengatur bentuk pemanfaat tanah BMN/BMD oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhir jangka waktunya. Selain hal itu juga dapat dilakukan melalui pelepasan aset sesuai peraturan perundang-undangan.

Hal-hal yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaraan Negara tersebut diatas sejalan dengan pengaturan dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Pasal 105, yang mencantumkan pada ayat (1) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya bertanggung jawab atas ketersediaan tanah untuk pembangunan perumahan dan kawasan permukiman. Sedang pada ayat (2) diatur bahwa Ketersediaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk penetapannya di dalam rencana tata ruang wilayah merupakan tanggung jawab pemerintahan daerah. Pasal 106 Penyediaan tanah untuk pembangunan rumah, perumahan, dan kawasan permukiman dapat dilakukan melalui tercantum pada huruf d. pemanfaatan dan pemindahtanganan tanah barang milik negara atau milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; Kemudian dalam Pasal 115 ayat (1) diatur bahwa Pemanfaatan dan pemindahtanganan tanah barang milik negara atau milik daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 huruf d bagi pembangunan rumah, perumahan, dan kawasan permukiman diperuntukkan pembangunan rumah umum dan/atau rumah khusus. Pada ayat (2) diatur, Pemanfaatan dan pemindahtanganan tanah barang milik negara atau milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, di dalamn Pasal 18 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, telah diatur bahwa selain dibangun di atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 (HBG,HP,HM), rumah susun umum dan/atau rumah susun khusus dapat dibangun dengan pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah. Sedangkan dalam Pasal 19 (1) diatur Pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah untuk pembangunan rumah susun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a dilakukan dengan cara sewa atau kerja sama pemanfaatan. Ayat (2) mengatur, tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus telah diterbitkan sertifikat hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan dasar tersebut maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berinisiatif untuk melakukan pendataan terhadap tanah-tanah di kabupaten/kota yang belum termanfaatkan, khususnya yang diperuntukkan sebagai perumahan. Hasil pendataan tersebut akan diolah menjadi suatu informasi ketersediaan tanah untuk rumah umum yang disajikan dalam suatu sistem informasi berbasis geospasial melalui kegiatan Pendataan Kebutuhan Tanah Bagi Pembangunan Perumahan Tahun

2017”.

2. Maksud dan Tujuan

:

a.

Maksud Maksud dari kegiatan ini, yaitu melaksanakan pendataan tanah-tanah di kabupaten/kota yang efektif untuk pembangunan perumahan.

b. Tujuan Tujuan dari kegiatan ini, yaitu :

1) Memberikan informasi yang akurat terkait ketersediaan tanah untuk pembangunan perumahan; 2) Teridentifikasinya permasalahan terkait ketersediaan

3. Sasaran

tanah untuk pembangunan perumahan;

:

Sasaran dari kegiatan ini yaitu tersusunnya data dan informasi yang akurat tentang ketersediaan tanah di kabupaten/kota untuk pembangunan perumahan.

4. Lokasi Kegiatan : Lokasi kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan ini di kota Jakarta, Rapat Koordinasi Pendataan Tanah di Provinsi Bali, dan melaksanakan kunjungan lapangan ke Kota Banda Aceh, Kota Jambi, Kota Bontang, Kota Mamuju, dan Kota Palu. Alasan pemilihan lokasi tersebut berdasarkan data kebutuhan tanah berdasarkan Wilayah Pengembangan Strategis 2015- 2019, dan/atau telah mengajukan usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat c.q. Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun dari orang perseorangan dan/atau Badan Hukum.

5. Sumber Pendanaan : Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN rupiah murni TA 2017 dalam DIPA pada Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan nilai pagu sebesar Rp.800.000.000,- (terbilang: delapan ratus juta rupiah).

6. Nama dan

:

PPK Subdit Fasilitasi Penyediaan Tanah, Satuan Kerja

Organisasi Pejabat

Direktorat Rumah Umum dan Komersial

Pembuat

Komitmen

7. Data Dasar

:

a.

Wilayah Pengembangan Strategis dan Pengembangan Kota Baru 2015-2019.

 

b.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota terkait.

c.

Rencana Detail Tata Ruang daerah terkait.

8. Standar Teknis

:

-

9. Studi Terdahulu

:

a.

Pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS)

Kebutuhan Tanah Untuk Rumah Umum;

 

b.

Pemantauan Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Penyediaan Lahan untuk Pembangunan Perumahan MBR;

c.

Identifikasi Potensi Pencadangan Tanah Pada Kasiba/ Lisiba Yang Telah Mendapatkan Bantuan Stimulan;

d.

Identifikasi Potensi Pemanfaatan Lahan Yang Habis Masa Pakainya Untuk Pemanfaatan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman;

e.

Identifikasi Kebutuhan Tanah Dalam Rangka Penyediaan Rumah Umum Buruh.

10. Referensi Hukum

:

a.

Undang-undang Dasar 1945;

 

b.

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Dasar- Dasar Pokok Agraria;

c.

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

d.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman;

e.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;

f.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

g.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

h.

Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah;

i.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah;

j.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN);

k.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

l.

Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2014 tentang Pembinaan Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman;

m.

Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman;

n. Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

o. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;

p. Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 71 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

q. Peraturan Kepala BPN Nomor 04 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penertiban Tanah Terlantar.

11. Lingkup Kegiatan

:

Ruang lingkup kegiatan ini, meliputi:

a. Membuat alur pikir yang akan digunakan terkait dengan Pendataan Kebutuhan Tanah Bagi Pembangunan Perumahan Tahun 2017;

b. Menyusun kuesioner dan format isian data yang akan digunakan pada saat survey dan verifikasi lokasi;

c. Melakukan survey, verifikasi, pendataan kepemilikan tanah, pemetaan pada lokasi tanah milik Pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, badan hukum, maupun orang perseorangan di provinsi dan kabupaten/kota terkait, dengan kriteria tanah yang menurut tata ruang diperuntukkan sebagai lokasi perumahan;

d. Melakukan rapat koordinasi untuk membahas kebutuhan tanah serta penyediaan tanah di daerah dengan instansi- instansi terkait penyediaan tanah di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota;

e. Melakukan pengambilan foto udara (baik dengan menggunakan drone maupun UAV) pada lokasi kegiatan;

f. Melakukan kompilasi atas data (koordinat lokasi, dokumentasi lokasi/foto, peta, data kepemilikan tanah, status tanah) dalam bentuk peta ketersediaan dan

kebutuhan tanah untuk pembangunan perumahan dan informasi hasil-hasil penyediaan tanah di bidang perumahan;

g. Melakukan analisis hasil kegiatan pada huruf c, d, e, dan f yang menyangkut aspek : (i) lokasi tanah dan kesesuaiannya dengan RTRW; (ii) prasarana, sarana, dan utilitas umum; (iii) lokasi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi; (iv) biaya dan manfaat pembangunan perumahan; (v) perkiraan nilai tanah; (vi) dampak lingkungan dan dampak sosial yang mungkin timbul akibat proses penyediaan tanah dan pembangunan perumahan; dan penyampaian hasilnya dalam bentuk laporan;

h. Menyusun laporan yang berisi saran dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam pendataan penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan;

i. Melakukan diskusi dan pembahasan data, informasi, dan hasil analisis untuk dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Geografis yang tersedia di Direktorat Rumah Umum dan Komersial, serta pembahasan laporan kegiatan;

12. Keluaran : Penyedia Jasa diminta menghasilkan keluaran yang lengkap sesuai kebutuhan proyek. Kelancaran proyek yang berhubungan dengan manajemen dan pengawasan konstruksi sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa baik dari segi mutu, waktu maupun dari segi

pembiayaan.

Keluaran yang dihasilkan oleh Penyedia Jasa berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian, yang minimal meliputi:

a. Data dan informasi yang meliputi :

1) Ketersediaan dan lokasi tanah, serta dokumen terkait dengan tanah yang telah disurvey di kabupaten/kota untuk pembangunan perumahan; 2) Luas tanah yang dibutuhkan bagi penyediaan perumahan di lokasi kegiatan;

3) Permasalahan kebutuhan tanah bagi penyediaan

perumahan pada lokasi kegiatan; Struktur kepemilikan tanah pada lokasi kegiatan;

4)

5) Informasi Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana

Dasar Tata Ruang pada lokasi kegiatan; 6) Tata bangunan dan lingkungan meliputi KDB, KLB, KDH, Ketinggian Bangunan, arsitektur bangunan,

pemanfaatan bangunan.

b. Hasil koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini;

c. Hasil analisis/kajian yang meliputi:

1) Daya dukung lahan dan daya tampung tanah pada lokasi kegiatan;

2)

Ketersediaan dan kesesuaian tanah;

3) Ketersediaan fasilitas umum, sarana dan prasarana

transportasi, serta prasarana, sarana dan utilitas umum.

d. Buku profil ketersediaan dan kebutuhan tanah untuk pembangunan perumahan di kabupaten/kota yang telah disurvey, yang memuat hal-hal sesuai dengan lingkup kegiatan.

e. Hasil-hasil kegiatan yang meliputi:

1) Laporan Pendahuluan, Laporan Bulanan, Laporan Antara, Laporan Akhir Sementara, Laporan Akhir, dan Executive Summary;

13. Peralatan Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen

: a.

2)

3) Notulensi rapat-rapat lapangan berkala, laporan bulanan, laporan pendahuluan, laporan antara, laporan

Data dan informasi lapangan;

akhir sementara.

Data Pengguna Jasa (Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), akan memfasilitasi kebutuhan surat dinas dan data/informasi yang diperlukan sesuai kewenangan yang berlaku untuk melengkapi penyusunan kegiatan ini. Selain itu semua

data dan informasi terkait dengan pelaksanaan pekerjaan ini diserahkan dalam 1 (satu) berkas dokumen arsip kepada Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan. Seluruh data yang digunakan dalam kegiatan ini menjadi milik Direktorat Rumah Umum dan Komersial.

b. Staf Pengawas/Pendamping Pengguna jasa (Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan menunjuk Tim Teknis sebagai pengawas/pendamping atau Project Officer (PO) dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh penyedia jasa dengan biaya dibebankan kepada penyedia jasa.

c. Fasilitas Perjalanan Dinas Pengguna Jasa (Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan memfasilitasi kebutuhan surat dinas yang diperlukan dalam melakukan studi lapangan dan rapat koordinasi di daerah.

14. Peralatan dan

Material dari

Penyedia Jasa

Konsultansi

15.

Lingkup

Kewenangan

Penyedia Jasa

: Pengguna jasa (Direktorat Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) tidak menyediakan ruangan kantor, peralatan dan material untuk penyedia jasa, oleh karenanya penyedia jasa harus menyediakan sendiri ruangan kantor, peralatan dan material untuk melaksanakan kegiatan ini. Penyedia jasa menyediakan peralatan yang digunakan untuk mendukung pengambilan data melalui foto udara pada masing-masing lokasi kegiatan serta menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kegiatan pendampingan oleh pengguna jasa.

:

Kontraktual

16. Jangka waktu

:

Pelaksanaan kegiatan ini adalah 8 (delapan) bulan kalender.

penyelesaian

Pelaksana kegiatan harus memuat jadwal pelaksanaan sesuai

kegiatan

kebutuhan untuk kegiatan ini

17. Personil

:

Tenaga Ahli a. Tenaga Ahli Perencanaan (Ketua Tim, 1 orang/ 8 bulan), dengan kualifikasi sebagai berikut :

1) Pendidikan minimal S2 Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; 2) Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Madya minimal 1 tahun yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi berwenang sesuai dengan keahlian/ profesi yang disyaratkan; 3) Berpengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam bidang pendataan dan analisa kebutuhan serta ketersediaan tanah untuk pembangunan perumahan; 4) Mampu menganalisa kebutuhan dan ketersediaan tanah, penatagunaan tanah dan tata ruang, rencana pembangunan perumahan pada lokasi kegiatan, serta dampak pembangunan perumahan pada lokasi kegiatan terhadap bidang ekonomi, sosial, dan budaya; 5) Memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi dan manajerial, serta mampu mengintegrasikan berbagai aspek yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan ini. b. Tenaga Ahli Pendataan Tanah (1 orang/ 5 bulan), dengan kualifikasi sebagai berikut:

1)

2) Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Muda minimal 1 tahun yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi berwenang sesuai dengan keahlian/ profesi yang disyaratkan; 3) Berpengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam bidang pemetaan dan pendataan penyediaan tanah serta pemetaan kawasan pada skala rinci, baik melalui intrepretasi, foto udara/citra dan pengukuran teristis lapangan;

Pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi/Geografi;

4) Mampu mengolah data dan informasi yang diperoleh selama kegiatan ini serta memasukkan data dan informasi tersebut ke dalam Sistem Informasi Geografis yang tersedia di Direktorat Rumah Umum dan Komersial.

c. Tenaga Ahli Administrasi Pertanahan (1 orang/ 5 bulan), dengan kualifikasi sebagai berikut :

1)

2) Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Madya minimal 1 tahun yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh instansi berwenang sesuai dengan keahlian/ profesi yang disyaratkan; 3) Berpengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam bidang administrasi hukum pertanahan; 4) Terbiasa terlibat dalam pekerjaan penelitian yang berbasis pada penyediaan dan pengadaan tanah untuk

pembangunan perumahan; 5) Mampu memberikan telaah terhadap administrasi pertanahan yang mencakup perencanaan persediaan, peruntukan dan penggunaan tanah, status hak atas tanah, pendaftaran tanah, dan peralihan hak atas tanah dalam pekerjaan ini.

Pendidikan minimal S1 Hukum Pertanahan;

Tenaga Pendukung

a. Tim Survey (2 orang/ 3 bulan), dengan kualifikasi sebagai berikut :

1) Pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi/Geografi/ Planologi;

2) Berpengalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam bidang survey, verifikasi, pendataan kepemilikan tanah, dan pemetaan;

3)

Mampu mengoperasikan drone/UAV;

4) Mampu melaksanakan survey fisik dan membantu dalam input data dan informasi hasil survey ke dalam Sistem Informasi Geografis yang tersedia di Direktorat Rumah Umum dan Komersial.

b. Staf Administrasi (1 orang/ 8 bulan), adalah seorang

sekretaris administrasi dengan pendidikan minimal D3.

18. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

: Kegiatan dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan kalender di Tahun 2017, dengan jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan sebagaimana jadwal sebagai berikut:

(delapan) bulan kalender di Tahun 2017, dengan jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan sebagaimana jadwal sebagai berikut: 12

12

19. Laporan

:

Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya berisi tentang:

Pendahuluan

a. Pemahaman terhadap KAK;

b. Orientasi dan observasi permasalahan serta penyiapan alur pikir rencana pelaksanaan pekerjaan;

c. Metodologi pelaksanaan pekerjaan;

d. Rencana, jadwal dan tahapan pelaksanaan kegiatan

termasuk nama dan jadwal penugasan tenaga ahli dan tenaga pendukung. Laporan Pendahuluan diserahkan 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. Laporan ini harus terlebih dahulu dibahas dalam rapat di tingkat pusat yang dihadiri oleh tim teknis dan pemangku kepentingan

20. Laporan Bulanan

:

terkait untuk selanjutnya diperiksa oleh Tim Teknis sebelum dilakukan serah terima kepada Pengguna Jasa. Laporan Bulanan sekurang-kurangnya berisi tentang :

a. Rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan dalam format diagram balok (bar chart) dan kurva S untuk seluruh kegiatan secara kumulatif;

b. Kemajuan yang dicapai serta peranan setiap tenaga ahli dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bulan yang dilaporkan;

c. Permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan bulan yang dilaporkan serta usulan tindak turun tangan yang diperlukan;

d. Uraian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada

bulan berikutnya serta peranan setiap Tenaga Ahli dalam kegiatan tersebut. Laporan Bulanan dibuat sebanyak 8 (delapan) buku laporan dan diserahkan selambat lambatnya setiap akhir bulan dari periode kegiatan. Laporan Bulanan sekurang-kurangnya memuat rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan baik pada bulan berjalan maupun secara kumulatif dalam format diagram balok dan kurva S, pelaksanaan kegiatan pokok, permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pada bulan yang dilaporkan, dan uraian rencana kegiatan pokok yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya serta peranan setiap tenaga ahli dalam kegiatan

21. Laporan Antara

:

tersebut.

Laporan Antara sekurang-kurangnya berisi tentang:

a. Data lokasi tanah hasil survey beserta luasannya;

b. Analisa lokasi tanah yang berupa kesesuaian dengan RTRW, dan daya dukung serta daya tampung tanah dalam mendukung pembangunan perumahan;

c. Analisa fasilitas umum, sarana dan prasarana transportasi,

serta prasarana, sarana dan utilitas umum, serta fasilitas pendukung lainnya;

d. Analisa dampak pembangunan perumahan terhadap sosial dan lingkungan sekitar lokasi kegiatan;

e. Analisa perkiraan nilai tanah pada lokasi kegiatan.

Laporan Antara diserahkan 3 (tiga) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. Laporan ini harus terlebih dahulu dibahas dalam rapat di tingkat pusat yang dihadiri oleh tim teknis dan para pemangku kepentingan terkait untuk selanjutnya diperiksa oleh Tim Teknis sebelum dilakukan serah terima kepada Pengguna Jasa.

22. Laporan Akhir : a. Data dan informasi kebutuhan dan penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan;

b. Laporan Akhir memuat output hasil akhir seluruh pelaksanaan pekerjaan serta evaluasi dan rekomendasi untuk keberlanjutan kegiatan;

c. Bukti input data ke Sistem Informasi Geografis;

d. Rekomendasi atau usulan terhadap pendataan dan penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan;

e. Dilengkapi dengan Ringkasan Eksekutif (Executive

Summary), yang berisi ringkasan/intisari kandungan yang termuat pada produk akhir dalam laporan akhir. Ringkasan ini dilengkapi dengan abstrak produk akhir kegiatan dan diserahkan bersamaan dengan Laporan Akhir;

f. Data dan informasi seluruh hasil kegiatan dalam bentuk CD sebanyak 10 (sepuluh) keping. Laporan tersebut diserahkan paling lambat 30 hari kerja sejak berakhirnya pelaksanaan kegiatan kontraktual yang ditandai dengan Berita Acara Serah Terima Akhir Barang/Pekerjaan

berupa buku laporan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar.

23. Produksi dalam Negeri

24. Pedoman Pengumpulan Data

: Semua kegiatan jasa konsultasi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia, kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

: Pengumpulan data menggunakan pedoman dan cara-cara yang diatur baik secara kualitas maupun kuantitas.

25. Alih Pengetahuan : Penyedia jasa harus mengadakan diskusi dan rapat pembahasan terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada pihak-pihak yang memerlukan di pusat dan daerah.

Jakarta,

Direktur Rumah Umum dan Komersial

2016

Ir. Irma Yanti, MT NIP. 19610510 199203 2 001