Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan Bayi Berat Lahir Kurang dari 2500g

NOMOR REVISI KE HALAMAN :

TANGGAL
TERBIT

PROSEDUR TETAP

1. Pengertian Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir
kurang dari 2500g tanpa memandang masa gestasi/kehamilan.
Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang 1 jam setelah lahir.
Apabila berat lahir bayi antara 1500g-2500g disebut bayi berat
lahir sangat rendah (BBLSR) dan bila berat lahir < 1500g disebut
bayi berat lahir etrim rendah (BBLER)
2. Tujuan Bayi dengan berat lahir kurang 2500g memerlukan perawatan lebih
khusus dibanding dengan bayi berat lahir cukup karena
meningkatnya risiko terjadi masalah setelah lahir.
3. Kebijakan Semua bayi berat lahir kurang dari 2500g mendapat tatalaksana
yang benar sesuai kondisi.
4. Prosedur Segera setelah bayi lahir, lakukan prosedur resusitasi bayi baru
lahir sesuai protap. Beri Vit K1 0,3 mg/kgBB im sekali
pemberian.
Setelah bayi stabil, masukkan bayi kedalam incubator dengan
suhu sesuai dengan berat-badannya, pertahankan suhu
badan normal, atasi sesuai protap bila terjadi hipotermia
atau hipertermia. Jangan dimandikan, jangan menyentuh
bayi dengan tangan yang dingin. Ukur suhu tubuh tiap 12
jam, bila bayi dalam keadaan sakit diukur tiap jam atau bila
bayi BBLSR/BBLER tiap 6 jam. Berikan oksigen sesuai
indikasi
Nilai tanda-tanda prematuritas atau perkiraan umur kehamilan
dengan skor ballard
Apabila bayi kurang bulan, lakukan shake test (uji kocok)
Jika didapat kecurigaan gangguan nafas (Hialin membrane
disease), perikas Ro thorak/babygram saat umur 8 jam, 12
jam dan 24 jam bila memungkinkan untuk menilai
progresifitas HMD.
Berikan cairan/minum dengan kecukupan cairan
80ml/kgBB/hari pada hari pertama, dinaikkan tiap hari
20ml/kgBB hingga mencapai maksimal 160ml/kgBB/hari.
Bagi pemberian minun dalam 12 kali pemberian /hari (tiap
2 jam). ASI dengan disusui merupakan pilihan utama, susui
semau bayi atau tiap 2 jam. Bila bayi kesulitan menyusu,
berikan ASI perah dengan cara salah satu alternative
pemberian minum (per spin atau per NGT, pada bayi yang
lebih kecil dan ada gangguan nafas dianjurkan per NGT
untuk mencegah aspirasi). Bila kebutuhan cairan tidak
dapat dipenuhi secara per oral atau ada indikasi lain, pasang
jalur iv dengan cairan D10% dengan tetesan sesuai
kebutuhan rumatan dikurangi cairan yang masuk peroral.
kurangi cairan iv bila asupan peroral meningkat, bila telah
tercukupi aff infuse. Catat jumlah urine setiap kencing
(minimal 6 kali/hari) untuk menilai kecukupan cairan.
Bayi tidak boleh kehilangan berat badan >10% dalam 4-5 hari
pertama (15% untuk bayi < 1500g dalam 7 hari).
Atasi penyulit sesuai protap (anemia, sepsis, hipoglikemia dsb)
dan lakukan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi
Bila bayi cukup stabil anjurkan ibu untuk perawatan bayi lekat
(kanggooro mother care)
Pantau tumbuh kembang secara periodic karena risiko
Retinopathi of prematurity (pada umur 6 minggu ke
spesialis mata), kelainan pendengaran (ke spesialis THT
sebelum bayi pulang), gangguan tumbuh kembang,
penyakit paru kronik, kenaikan kelainan bawaan.
Bila kenaikan berat badan tidak adekuat dengan pemberian ASI
penuh selama 7 hari, naikkan pemberian ASI hingga 180-
200ml/kgBB/hari. Timbang berat bayi tiap hari, panjang
badan dan lingkar kepal tiap minggu.
5. Unit Terkait Perinatologi, UGD

6. Dokumen Terkait