Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan Gizi Rumah sakit merupakan suatu penyelenggaraan
makanan kepada pasien dan karyawan yang diawali dari perencanan menu
sampai pendistribusian dalam rangka pencapaian status gizi yang optimal
melalui pemberian diet yang tepat. Dalam hal ini termasuk juga pencatatan
dan pelaporan.
Instalasi gizi merupakan suatu unit di rumah sakit yang memiliki
tim kerja dengan kemampuan khusus untuk memberikan pelayanan gizi yang
bermutu kepada pasien dan karyawan sehingga mempercepat proses
penyembuhan pasien dan memperpendek masa rawatnya.
Dalam kegiatan sehari-hari, Instalasi Gizi RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar disamping melayani pasien maupun
karyawan juga melayani permintaan dari tiap-tiap unit yang berhubungan
dengan makanan.

B. TUJUAN UMUM
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam
memberikan pelayanan kepada pasien dan karyawan sehingga sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi Instalasi Gizi RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah
Cabang Makassar.

C. TUJUAN KHUSUS
a) Memudahkan bagi tenaga gizi untuk membantu terciptanya kelancaran
pelayanan makanan kepada pasien dan karyawan.
b) Setiap tenaga gizi dapat bekerja berdasarkan Visi, Misi, Falsafah dan
Tujuan Instalasi Gizi Instalasi Gizi RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar


Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah
Cabang Makassar adalah salah satu bidang usaha kesehatan Persyarikatan
Muhammadiyah yang terletak di jalan R.A.Kartini No.15-17 Makassar
Sulawesi Selatan. Didirikan pada tanggal 18 November 1967 dengan status
Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) dan pada tanggal 26 Mei 1976
berubah status menjadi Rumah Bersalin (RB) kemudian pada tanggal 17 Mei
1994 menjadi Rumah Sakit Bersalin (RSB) selanjutnya pada tanggal 17 Mei
2002 ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)
dengan izin sementara dari Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor
: 2866//DK-VI/PTK-2/V/2002 . dan telah mendapatkan izin tetap dari
Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik
Indonesia Nomor : YM.02.04.2.2.487 tanggal 2 juli 2003 .
Latar Belakang berdirinya Rumah Sakit ini didirikan oleh toko-toko
Muhammadiyah Cabang Makassar pada waktu itu supaya ada sumber dana
yang bisa menunjang kegiatan-kegiatan Persyirakatan Muhammadiyah yang
tidak produktif. Disamping itu untuk dapat menolong ummat pada umumnya
dan warga Muhammadiyah pada khususnya yang memerlukan pertolongan
khususnya bidang kesehatan.
Pendiri Rumah Sakit ini didirikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah
Makassar yang pada waktu itu dirintis oleh KH.Fathul Muin Dg.Maggading,
H.Abd.Razak Dg.Sako, H.Hanafi dan lain-lain pengurus pada waktu itu.
Tanggal berdirinya Rumah Sakit ini didirikan pada tanggal 18 November
1962.

2
Tujuan Pendirian
Rumah Sakit ini didirikan dengan tujuan :
1. Memberikan pelayanan kesehatan khususnya Ibu dan Anak bagi
masyarakat umum dan khususnya Warga Muhammadiyah.
2. Mendapatkan sumber dana untuk kegiatan persyarikatan yang tidak ada
sumber dana atau tidak produktif.
3. Sebagai tempat pendididkan dan pelatihan tenaga kesehataan serta
tempat penelitian dan pengembangan Muhammadiyah dalam rangka
meningkatkan peran sertanya.
4. Sebagai rumah sakit rujukan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak
Muhammadiyah di kota Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan
umumnya.

B. Kondisi Saat Ini


Saat ini RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar telah
terakreditasi Nasional 5 pelayanan dan terakreditasi program khusus 4 BAB,
yang dilengkapi dengan perizinan yang terkait dengan penyelenggaraan dan
pengelolaan Rumah Sakit dari pihak yang berwenang, sehingga telah
memenuhi standar sebuah Rumah Sakit sebagaimana yang ditentukan oleh
Undang-Undang Rumah Sakit (Presiden RI, 2009) yang berbunyi :
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Selama ini RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar,
dikenal sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah dibidang kesehatan di
Sulawesi Selatan untuk menyiapkan diri sebagai RS Pendidikan bagi Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Universitas Muslim Indonesia dan
Universitas Hasanuddin Makassar.
Sebagai Rumah Sakit keagamaan (berazaskan Islam) yang berada di
bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar memberikan beragam jenis pelayanan
medis antara lain pelayanan UGD, pelayanan poli (obgin, anak,dan gigi) serta

3
rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP A ,VIP B DAN VIP UTAMA
serta beroperasional dengan 65 Tempat Tidur (TT), dengan BOR rata-rata
selama 3 tahun terakhir, Tahun 2014 sebesar 66,49 %, Tahun 2015 sebesar
77,68 % dan Tahun 2016 sebesar 94,53%. Dengan motto Melayani dengan
hati yang Islami Saat ini RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang
Makassar memebrerikan pelayanan kepada pasien UMUM dan bekerjasama
dengan beberapa asuransi kesehatan diantaranya BPJS, garda Medika Ad-
medika, PLN.

4
BAB III
VISI, MISI, MOTTO DAN TUJUAN

A. Visi, Misi, Motto dan Tujuan RSIA. Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah


Cabang Makassar
1. VISI
RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar menjadi
pusat pelayanan kesehatan paripurna dengan rahmatan lilalamin.
2. MISI
a. Memberikan pelayana Kesehatan Ibu dan Anak secara paripurna
bermutu, dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat
b. Sebagai tempat Pendidikan, Pelatihan, Tenaga Kesehatan dan
Tempat Penelitian dalam konsep Kemuhammadiyahan
3. AZAS DAN MOTTO
a. Berazaskan Islam dengan bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah
b. Motto Melayani dengan Hati yaag Islami
4. TUJUAN
a. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Rumah
Sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dan
berkualitas.
b. Bekerjasama dengan Institusi Pendidikan di Bidang Kesehatan
dalam rangka meningkatkan peran serta Rumah Sakit untuk
Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian dalam Konsep
Kemuhammadiyahan.
c. Menjadikan Persyiarikan Kemuhammadiyahan Maju bersama
Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang
Makassar.

5
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR

A. Struktur Organisasi

6
RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar adalah
Rumah Sakit tite C yang dipimpin oleh seorang Direktur, di bantu oleh SPI
(satuan pengawas Intern), Kaepala bagian Administrasi Umum dan SDM,
Kepala bagian Keuangan, kepala bidang penunjang medic dan non-medik,
kepala bidang pelayanan medic dan keperawatan. Hal ini sesuai dengan
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 971/Menkes/PER/IX/2009, tentang
Standar Kompetensi Pejabat Stuktural Kesehatan (Kesehatan RI, 2009).
RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar dimpimpin
oleh Direktur yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan di
bidang penyelenggara, upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan ibu dan
anak yang dilaksanakan secara serasi, terpadu, dan berkesinambungan dengan
upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya
rujukan dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan, pelatihan berdasarkan asas
desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan.
B. Keterangan dan Pengertian
1. Unit Struktural
a. Direktur adalah Kepala Rumah Sakit atau Jabatan tertinggi di RSIA.
Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar.
b. SPI (Satuan Pengawas Internal), membantu Direktur dalam bidang
Umum dan Keuangan.
- Kepala Bidang pelayanan medik dan keperawatan
- Kepala Bidang penunjang medic dan non medik
- Kepala bagian Administrasi Umum dan SDM
- Kepala bagian Keuangan
c. Kepala Instalasi
Adalah pejabat yang membantu Direktur dalam pelaksanaan satu
atau lebih macam pelayanan Ruma Sakit, yaitu :
- Instalasi Gawat Darurat
- Instalasi Rawat Inap
- Instalasi Rawat Jalan
- Instalasi Kamar Operasi

7
- Instalasi Gizi
- Instalasi Rekam Medis
- Instalasi Farmasi
- Instalasi Laboratorium
d. Unit Kerja
Adalah suatu wadah struktural yang terdiri dari tenaga ahli
atau profesi dan memiliki fungsi tertentu sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari rumah sakit baik berfungsi pelayanan maupun
pendukung operasional rumah sakit. Unit kerja di RSIA.Sitti
Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar di bedakan menjadi 2
yaitu devisi bisnis yang diberi istilah Instalasi dan divisi pendukung
yang diberi istilah Bagian. Seluruh Instalasi dibawah tanggung jawab
Bagian.
2. Unit Non Struktural
a. Komite
Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan
profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada
Direktur dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan
rumah sakit. Komite yang ada di RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar adalah sebagai berikut :
- Komite Medik
- Komite Keperawatan
- Komite PPI
- Komite Rekam Medik
- Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
b. Kelompok Staf Medis
Adalah kelompok Dokter yang bekerja di bidang medis dalam
jabatan fungsional. Kelompok staf medis di RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar :
- Kelompok Staf Medis Bedah
- Kelompok Staf Medis Non Medis

8
- Kelompok Staf Gigi dan Mulut
c. Panitia / Tim
Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan
profesi dibentuk untuk bertanggung jawab terhadap bidang tertentu
dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit :
- Tim Akreditasi
- Tim PKRS
- Tim PMKP
- Tim K3RS
- Tim KMKB
- Tim CASEMIX
- Tim KOrDIk
- Tim Anti Fraud
- Tim Siaga Bencana
- Tim IMD

9
BAB V
INSTALASI GIZI

A. Struktur Organisasi Instalasi Gizi

Ka Bidang Penunjang Medik

Kepala Instalasi Gizi

Petugas Juru Petugas Petugas Petugas Petugas


Masak Penanggung Penerima Penyajian Pramusaji
Jawab Bahan Makanan
Gudang Makanan

B. Pengertian Dan Tujuan Instalasi Gizi


1. Pengertian
Instalasi gizi merupakan suatu unit di rumah sakit yang memiliki
tim kerja dengan kemampuan khusus untuk memberikan pelayanan
gizi yang bermutu kepada pasien dan karyawan sehingga mempercepat
proses penyembuhan pasien dan memperpendek masa rawatnya
2. Tujuan
a. Memberikan penyuluhan dan konsultasi gizi sesuai dengan
penyakit dan kepada masyarakat umum.
b. Memberikan informasi tentang manfaat makanan vegetarian
kepada pasien dan keluarga.

10
c. Menyediakan makanan vegetarian yang sehat sesuai kecukupan
gizi kepada karyawan dan tamu juga pasien sesuai diitnya.
d. Memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan tepat kepada
pasien, karyawan dan tamu.
e. Memproduksikan makanan-makanan sumber nabati pengganti
daging sehingga ada variasi dalam menu makanan sehari-hari baik
kepada pasien maupun karyawan.
f. Mengatur mekanisme kerja bagian gizi sehingga terampil dan
bermutu tinggi dalam pelayanan.
g. Memberikan pelatihan tentang berbagai hal yang berhubungan
dengan pelayaanan gizi untuk meningkatkan SDM.
h. Menyediakan catering diit vegetarian.
i. Mengadakan monitoring dan evaluasi untuk semua pelayanan
yang diberikan guna perbaikan mutu kerja.
C. Uraian Tugas Instalasi gizi
1. Kepala Instalasi Gizi
NAMA JABATAN : Kepala Instalasi Gizi
SIFAT JABATAN :
1. Fungsional
2. Dikerjakan dalam jam kerja biasa maupun sewaktu-waktu bila
dibutuhkan.
PERSYARATAN JABATAN
1. Jenis Pendidikan : Sarjana Kesehatan Masyarakat
2. Kursus/Pelatihan : Pelatihan Manajemen
3. Pengalaman kerja : >5 tahun
4. Kondisi Fisik : Sehat Jasmani dan Rohani
5. Keahlian/Ketrampilan : Menguasai Komputer

11
UNIT ORGANISASI :
1. Nama Jabatan Atasan Langsung : Kepala Bidang Penunjang
Medik
2. Nama Jabatan Bawahan Langsung : Pelaksana Gizi
KORELASI JABATAN

No. Jabatan Dalam hal

1. Direktur Arahan dan bimbingan,

Pelaporan & konsultasi

2. Para Ka.Inst. / Ka.Bid. / Ka.Bag. Koordinasi tugas


MISI JABATAN
Dihasilkannya rancangan tata cara kerja dan standar mutu
pelayanan, dalam rangka pencapaian efektifitas, efisiensi dan kualitas
optimal Instalasi Gizi.
BAHAN / PERANGKAT KERJA
1. Rancangan kerja dilingkungan Kepala Instalasi Gizi.
2. Rancangan kerja Instalasi Gizi.
3. Laporan hasil kegiatan tahunan dari tahun sebelumnya.
4. Data dan informasi dari Bagian Instalasi Gizi.
5. Arahan dan petunjuk pimpinan.
6. Kebijakan Direktur RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah cabang
Makassar
7. Peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
8. Buku-buku dan literatur yang terkait.
PELAKSANAAN TUGAS
Uraian tugas
1. Mewakili Kepala Bagian Umum apabila berhalangan hadir ;
2. Mengkoordinir seluruh kebutuhan pada bagian Gizi.
3. Mengkoordinir pelaksanaan teknis pekerjaan pada bagian Gizi.

12
4. Melaksanakan program kerja yang telah disusun dan disetujui oleh
Direktur yang meliputi :
a. Penentuan jumlah porsi dan jenis (menurut diet) makanan yang
diperintahkan oleh Dokter.
b. Mengawasi proses penyediaan makanan kepada pasien.
5. Memperlancar hubungan kerja antara bagian Gizi dan unit kerja
lainnya terutama bagian dapur.
6. Memberikan saran dan pertimbangan kebijaksanaan kepada Kepala
Bagian Umum.
7. Memberikan Laporan pertanggung jawaban tentang kegiatan Gizi.
8. Menilai dan mengevaluasi setiap pelaksanaan tugas di Gizi.
9. Mengadakan pertemuan kerja dalam upaya memperbaiki dan
meningatkan mutu pelayanan di Gizi.
10. Bertanggung jawab atas segala fasilitas-fasilitas di lingkungan
Gizi/Inventaris Gizi.
11. Bertanggung jawab atas pengelolaan ruangan yang meliputi
kebersihan, kenyamanan, ketertiban dan keamanan.
12. Bertanggung jawab atas terselenggaranya pelayanan di Gizi dan
menjamin kerja sama di dalam upaya mencegah konflik.
13. Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian
Umum.
14. Menilai performa kerja karyawan yang berada dalam tanggung-
jawabnya.

Tanggung Jawab

a. Kebenaran dan ketepatan rencana kerja Instalasi Gizi


b. Kebenaran dan ketepatan tata kerja Instalasi Gizi.
c. Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan penggunaan serta
pemeliharaan fasilitas Instalasi Gizi.
d. Keobyektifan dan kebenaran menilai dan mengendalikan tugas staf
Medis dilingkungan Instalasi Gizi.

13
e. Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan khusus
Instalasi Gizi.
f. Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
ketenagaan dan Pengendalian Mutu Instalasi Gizi
g. Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pengembangan fasilitas Instalasi Gizi
h. Kebenaran dan ketepatan Rancangan dan Usulan dalam hal
pemeliharaan fasilitas Instalasi Gizi
i. Kebenaran dan ketepatan Saran dan pertimbangan kepada atasan.

Wewenang

a. Meminta informasi dan saran kepada atasan


b. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
kegiatan Instalasi Gizi.
c. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Hasil Kerja

a. Rencana Kerja Instalasi Gizi.


b. Tata cara kerja Instalasi Gizi.
c. Rancangan dan usulan dalam hal standar mutu Instalasi Gizi.
d. Laporan bulanan dan khusus Instalasi Gizi.
e. Saran dan pertimbangan kepada atasan.

2. AHLI GIZI
NAMA JABATAN : AHLI GIZI
TUGAS POKOK :
a. Merencanakan, mengembangkan, membina, mengawasi, dan
menilaikan penyelenggaraan makanan dengan data yang tersedia
berdasarkan prinsip gizi dalam usaha menunjang pelayanan Rumah
Sakit terhadap pasien.

14
b. Mencapai standart kualitas penyelenggaraan makanan yang tinggi,
dengan menggunakan tenaga dan bahan makanan secara efisien dan
efektif.
c. Merencanakan menu makanan biasa dan makanan khusus sesuai
dengan pola menu yang di tetapkan.
d. Membuat standarisasi resep dan mengawasi penggunaannya.
e. Membantu melaksanakan pelaporan untuk pengawasan dan
perencanaan instalasi gizi.
f. Membantu melaksanakan pelaporan manajemen keuangan.
g. Menjaga dan mengawasi sanitasi penyelenggaraan makanan dan
keselamatan kerja pegawai.
h. Merencanakan, mengembangkan,membina, menilaikan kegiatan
pelayanan gizi ruang rawat inap. Penyuluhan dan rujukan gizi.
Kegiatan penelitian pengembangan gizi terapan.
i. Megatur pembagian tugas yang sesuai dengan spesifikasi tugas
seseorang.
j. Menelaah seluruh kegiatan instalasi gizi termasuk perencanaan dan
koordinasi pelayanan gizi.
k. Memberikan bimbingan dan melakukan pengawasan dan evaluasi
terhadap calon sarjana muda gizi. Tenaga menengah gizi, pegawai
kesehatan atau pegawai lain yang mengikuti latihan kursus di
instalasi gizi.

3. Petugas Juru Masak


TUGAS POKOK :
a. Merencanakan cara kerja, memasak, waktu agar sesuai dengan menu
dan jadwal pembagian makanan yang ditentukan.
b. Mengkonsultasikan cara pemasakan bahan makanan sebelum
memulai m memasak dengan kepala pemasaka ataupun pembantu
ahli gizi.
c. Membantu dalam mengawasi, melatih pemasak baru.

15
d. Mempersiapkan contoh makanan yang dimasak.
e. Membersihkan peralatan, melaporkan kegiatan yang telah dilakukan
kepada pemasak kepala.
f. Melakukan penilaian terhadap resep baru serta melaporkannya
kepada kepala pemasak,
g. Mengembangkan buku resep untuk digunakan.

4. Petugas Pramusaji
TUGAS POKOK :
a. Mengambil makanan dari dapur untuk dibawa ke ruangan.
b. Membuat daftar pemintaan makanan ruangan.
c. Membagi makanan untuk pasien dan karyawan.
d. Membersihkan peralatan dan dapur ruangan.
e. Melaporkan pasien masuk, dan pulang kepada pembantu ahli
gizi/sarjana muda gizi yang bertanggung jawab.
f. Bekerja sama dengan tenaga di ruangan secara baik.

16
BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA

Logistik/
Rumah
Tangga
Kamar Keuangan
operasi

Instalasi ADM
PSRS Gizi Umum

laborator
IGD
ium
Rawat
Inap

Hubungan kerja di Instalasi Gizi bersifat garis komunikasi, koordinasi dan


informasi dalam pelaksanaan kegiatannya dan dilakukan melalui pertemuan atau
surat dinas. Hubungan kerja di Instalasi Gizi terbagi menjadi 2 hubungan kerja yaitu:
Hubungan Intern dan Hubungan Extern.

17
HUBUNGAN INTERN

Rumah Tangga

Kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat tulis kantor di Instalasi Gizi,
diperoleh dari bagian Rumah Tangga.
Kebutuhan bahan makanan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan di
Instalasi Gizi, diperoleh dari bagian pembelian.
Keuangan

Kebutuhan keuangan untuk dana belanja harian dan pembayaran supplier


di Instalasi Gizi, diperoleh dari bagian keuangan dengan cara mencairkan
bon sesuai prosedur permintaan.
Bagian gizi meminta bukti pembayaran dari extra catering pasien dan
konsultasi gizi dari kasir.
Instalasi Kamar Operasi

Melayani permintaan makan dokter yang melakukan tindakan operasi


dengan cara memesan terlebih dahulu sesuai dengan permintaan dokter
tersebut dan prosedur permintaan.

Instalasi Gawat darurat

Melayani permintaan makan dokter umum dengan cara memesan terlebih


dahulu sesuai dengan permintaan dokter tersebut dan prosedur permintaan.

PSRS

Kerusakan peralatan dapur maupun fasilitas yang ada di Instalasi Gizi


akan dilaporkan dan diajukan perbaikan ke bagian PSRS dengan prosedur
permintaan perbaikan.

18
Laboratorium

Melaporkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien ke Instalasi Gizi untuk


menentukan Diet yang akan di berikan ke pasien.

Instalasi Rawat Inap

Melakukan kerjasama dalam memberikan pelayanan gizi kepada


pasien.
Membantu pasien pada waktu makan dan menerima keluhan pasien
yang berhubungan dengan makanannya.
Bersama-sama memantau masalah-masalah yang berkaitan dengan
gizi pasien.
Melakukan pemantauan dan melaporkan asupan makanan dan respon
terhadap diet/makanan yang diberikan.
Perawat melaporkan mengenai pasien baru ke instalasi gizi.
Perawat melaporkan mengenai pasien pulang ke instalasi gizi.
Perawat melaporkan permintaan makan pasien ke instalasi gizi.
Perawat melaporkan perubahan diet pasien ke instalasi gizi.
Perawat melaporkan permintaan konsultasi gizi pasien rawat inap ke
ahli gizi RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar
Bagian gizi melakukan serah terima makanan sonde pasien ke perawat
RSIA.Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar
Administrasi Umum

Bagian gizi melayani permintaan makanan maupun snack untuk


acara/rapat dari bagian sekretariat dan disertai formulir permintaan makan
dengan prosedur permintaan

19
2. HUBUNGAN EKSTERN

Rekanan/Suplier
Kebutuhan bahan makanan dipesan melaui telephone dan setelah barang
datang dicek jumlahnya apakah sudah sesuai dengan pesanan dan juga
kwalitas barang yang diperoleh dari pihak rekanan.

20
BAB VII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI SDM GIZI

1. KUALIFIKASI SDM GIZI

Nama jabatan Kualifikasi Formal dam Informal Tenaga


yang ada
Ka. Instalasi Gizi S1 Kesehatan Masyarakat 1

Ahli Gizi D3 Gizi 2

Penanggung Jawab Gudang SMK Boga 1

Penerima bahan Makanan SMK Boga 1

Penyaji makanan SMK Boga 3


Juru Masak Pasien SMK / SLTA 6
Pramusaji SMK/SLTA 5
JUMLAH 19

2. PENGATURAN TENAGA KERJA


Dalam upaya mempersiapkan tenaga gizi yang handal, maka perlu
kiranya melakukan kegiatan penyediaan dan mempertahankan sumber daya
manusia yang tepat di Instalasi Gizi.
Atas dasar tersebut maka diperlukan adanya perencanaan sumber daya
manusia yaitu proses mengantisipasi dan menyiapkan perputaran tenaga gizi
sehingga bisa mendayagunakan tenaga tersebut seefektif mungkin dan pada
waktu yang tepat dapat disediakan sejumlah tenaga yang sesuai dengan
kebutuhan.
Perencanaan sumber daya manusia ini bertujuan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kemampuan dalam mencapai sasaran yang diinginkan.

21
BAB VIII
PENILAIAN KINERJA SDM GIZI

A. PENILAIAN KINERJA SDM


Pada masa sekarang ini peningkatan produktifitas dan kwalitas kerja
menjadi tuntutan dunia bisnis dan industri yang tidak bisa di tunda lagi bila ingin
memiliki daya saing yang memadai untuk mengetahui persaingan pasar baik di
tingkat nasional, regional, maupun global. Gabungan dari kinerja (Hasil kerja)
setiap karyawan akan menghasilkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Penilaian prestasi kerja ini merupakan instrumen manajemen yang penting


untuk menilai setiap karyawan sebagai dasar untuk melakukan promosi, mutasi,
pelatihan dan pendidikan yang dibutuhkan, kompensasi, pengakuan dan
penghargaan bagi karyawan.

B. TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan pedoman penilaian prestasi kerja karyawan adalah :

1. Agar setiap karyawan mengerti standart prestasi kerja yang harus dicapai
dan bagaimana mencapainya, yang keseluruhannya mengacu pada
pelayanan dengan penuh cinta kasih sehingga dapat memuaskan
konsumen dan selanjutnya dapat mengatasi persaingan pasar, serta
menghasilkan laba perusahaan yang dapat membuat manajemen mampu
untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mewujudkan misi
bersama serta berkelanjutan.
2. Agar setiap karyawan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, usaha
dan sikap mental positifnya, sehingga dapat memperoleh keberhasilan
dalam karyanya.
3. Agar tercipta persatuan dan kesatuan keluarga besar RSIA.Sitti Khadijah 1
Muhammadiyah Cabang Makassar dengan dilandasi hubungan yang

22
harmonis antara atasan dan bawahan, antar rekan kerja dan antar bagian,
untuk melayani dengan penuh cinta kasih.

C. KRITERIA PENILAIAN PRESTASI KERJA


Kriteria Penilaian Prestasi kerja terdiri dari 4 penilaian yaitu dari segi aspek
sbb :

1) Keterampilan
a. Kecepatan penyelesaian pekerjaan dibandingkan standart waktu
penyelesaian rata-rata orang dalam industrinya.
b. Menyelesaikan pekerjaan tanpa kesalahan yang berarti.
c. Kualitas Kerja.

2) Inisiatif
a. Usaha memuaskan pemakai atau pelanggan.
b. Usaha mencapai sasaran agar tercipta efisiensi biaya dan waktu.
c. Usaha memecahkan permasalahan dengan menguntungkan semua pihak
terkait
3) Kerajinan
a. Bersedia kerja lebih panjang dari standart waktu perusahaan baik atas
kehendak sendiri atau bukan.
b. Bersedia membantu pekerjaan orang lain (ringan tangan) tanpa
mengabaikan pekerjaannya sendiri.
c. Menyelesaikan jumlah pekerjaan lebih banyak dibanding rata-rata orang
dalam unit kerjanya

4) Kerjasama
a. Kesamaan Tujuan
Mengerti dan menyadari visi, misi dan sasaran unit kerjanya.
b. Komunikasi
Kemampuan menjadi pendengar dan pembicara yang baik.

23
c. Kepercayaan
Tingkat kepercayaan terhadap mereka yang bekerjasama dengannya.
d. Kebanggaan
Menghasilkan pekerjaan yang pantas dibanggakan oleh mereka yang
bekerjasama dengannya.
e. Keadilan
Mudah mengukur kesalahannya (bila ada) dan mudah mengakui hasil
kerja mereka yang bekerjasama dengannya.
f. Keterbukaan
Menerima kritrikan dengan lapang dada dan memberikan penjelasan
segala hal menurut apa adanya.

24
BAB IX
REKRUTMEN DAN SELEKSI

1. Rekrutmen (Penerimaan) Calon Karyawan Gizi


Penerimaan calon karyawan adalah aktifitas atau usaha yang dilakukan
untuk mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga bagian gizi
memiliki kesempatan yang luas untuk menentukan calon yang paling sesuai
dengan tuntutan jabatan yang di inginkan.

Penerimaan calon karyawan gizi dilakukan berdasarkan analisa


kebutuhan tenaga dimana ditentukan dari jumlah pasien dan kegiatan rumah
sakit yang ada.

Penerimaan Karyawan adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan


untuk mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga Tim
Rekrutmen memiliki kesempatan yang luas untuk menemukan calon yang
paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan.

Penerimaan Karyawan dilakukan karena berdasarkan analisa


kebutuhan tenaga, ditemukan jumlah pasien dan kegiatan tidak seimbang
dengan jumlah tenaga yang ada.

Dilihat dari sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:


a. Membuat pengumuman informasi lowongan kerja dengan menempel
pengumuman terutama di papan pengumuman RSIA.Sitti Khadijah I
Muhammadiyah Cabang Makassar
b. Surat edaran di kirimkan kepada lembaga pendidikan profesi
kesehatan dan kepada instansi atau lembaga yang menurut formasi
kebutuhan tenaga masih langkah keberadaannya.
2. Penyaringan / Seleksi Calon

25
Seleksi adalah proses penyeleksi pelamar, sehingga Tim rekturmen
karyawan dapat memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan
jabatan yang diinginkan
Metode rekrutmen :
a. Seleksi Administrasi
b. Seleksi wawancara awal
c. Seleksi Tulis
d. Test praktek
e. Test wawancara akhir
f. Evaluasi medis (Tes kesehatan)
g. Penerimaan
h. Penempatan

26
BAB X
RAPAT

a. PENGERTIAN
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau
memecahkan suatu masalah tertentu.
b. TUJUAN
UMUM
Dapat membantu terselenggaranya pelayanan makanan yang optimal di
Instalasi Gizi

KHUSUS
Dapat menggali segala permasalahan yang terkait dengan pelayanan
gizi rumah sakit.
Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait
dengan pelayanan di Instalasi Gizi.
c. KEGIATAN RAPAT INSTALASI GIZI

Rapat dilakukan dan diadakan oleh Instalasi Gizi yang dipimpin oleh kepala
Instalasi Gizi dan diikuti oleh seluruh stafnya. Rapat berkala yang diadakan
ada 2 macam yaitu :

1. Rapat Rutin/Terjadwal
Rapat rutin atau rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh
kepala Instalasi Gizi setiap 1 bulan sekali dengan perencanaan yang telah
dibuat selama 1 tahun dengan jadwal agenda rapat yang telah ditentukan
oleh Kepala Instalasi Gizi.

27
2. Rapat Insidentil/Tidak Terjadwal
Rapat Tidak Terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan
diadakan oleh Kepala Seksi Gizi untuk membahas atau menyelesaikan
permasalahan di instalasi gizi dikarenakan adanya permasalahan yang
perlu segera dibahas.

28
BAB IX
PELAPORAN

A. PENGERTIAN
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala bentuk kegiatan di Instalasi Gizi yang terkait dengan pemberian
pelayanan makanan kepada pasien.

B. JENIS PELAPORAN
Laporan dibuat oleh Kepala Instalasi Gizi yang teriri dari :
Laporan harian.
Laporan bulanan
Laporan tahunan
C. LAPORAN HARIAN
Laporan harian dibuat oleh penanggungjawab shift dalam bentuk tertulis
setiap hari. Adapun hal-hal yang dilaporkan yaitu adalah :
1. Jumlah pasien yang makan
2. Masalah yang terjadi dalam satu hari.
3. Laporan mengenai ketenagaan.
D. LAPORAN BULANAN
Laporan bulanan dibuat oleh Kepala Instalasi Gizi dalam bentuk tertulis setiap
bulannya dan diserahkan kepada Ka. Bagian Penunjang Medik. Adapun yang
dilaporkan yaitu :

1. SDM Gizi
Kuantitas SDM Gizi
Analisa SDM Gizi
Situasi dan Kondisi SDM Gizi

29
2. Alat dan Fasilitas Gizi
Kelengkapan Peralatan Gizi
Masalah yang berhubungan dengan fasilitas yang belum teratasi

3. Kinerja Instalasi Gizi

Produktivitas
o Jumlah Porsi Makanan pasien
o Jumlah Porsi Makanan Internal Karyawan:
Jumlah Porsi Makan Dokter
Jumlah Porsi Makan Pasien
Jumlah Porsi Snack Pasien
Jumlah Porsi Makan Rapat
o Angka Konsultasi Gizi Pasien
Unit Cost Bulanan
E. LAPORAN TAHUNAN
Laporan Tahunan dibuat oleh Kepala Instalasi Gizi dalam bentuk tertulis
setiap tahun dan diserahkan kepada Ka. Bagian Penunjang Medik. Adapun
hal-hal yang dilaporkan yaitu :
1. SDM Gizi dalam 1 tahun
Kuantitas SDM Gizi
Analisa SDM Gizi
Situasi dan Kondisi SDM Gizi
2. Alat dan Fasilitas Gizi
Kelengkapan Peralatan Gizi
Masalah yang berhubungan dengan fasilitas yang belum teratasi

30
3. Kinerja Instalasi Gizi
Produktivitas
o Jumlah Porsi Makanan pasien
o Jumlah Porsi Makanan Internal Karyawan 1 tahun yang terdiri
dari :
Jumlah Porsi Makan Dokter
Jumlah Porsi Makan Pasien
Jumlah Porsi Snack Pasien
Jumlah Porsi Makan Rapat

31