Anda di halaman 1dari 12

SEJARAH PERKEMBANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah bimbingan dan konseling

Dosen Pengampu :

Dr. Aam Kurnia,M.Pd.

Oleh

Moch. Arya Nugraha

Moch. Hilman B Aziz

Rd. Ismail Hakim

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas
limpahan rahmat dan karunianya sebagai penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah
ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW.

Makalah yang kami susun ini mengambil judul Sejarah dan Perkembangan
Bimbingan dan Konseling dengan materi meliputi :

1. Pengertian Bimbingan Konseling


2. Sejarah perkembangan secara umum
3. Sejarah perkembangan di indonesia

Kami sebagai penyusun mengharapkan semoga makalah ini dapat membantu


pembaca dalam mempelajari pembahasan makalah yang kami susun ini.

kami sebagai penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna,
seperti peribahasa tak ada gading yang tak retak begitupun dengan makalah ini.
Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa kami harapkan untuk
perbaikan di masa yang akan datang, Semoga makalah ini bermanfaat.

Bandung,10 Oktober 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i

KATA PENGANTAR ................................................................................................ ii

DAFTAR ISI .............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah .................................................................................


B. Rumusan massalah ........................................................................................
C. Tujuan ...........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan Konseling ..................................................................


B. Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling Secara Umum
C. Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling di Indonesia
D.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan.......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Alloh SWT yang diberi kelebihan untuk
berfikir, maka dari itu kita sebagai manusia harus bisa berfikir dengan baik bagaimana cara
mendidik atau mengajar anak anak yang belum dewasa sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan yang akan mereka (peserta didik) lalui, sehingga dibutuhkan guru yang
kompeten dibidang bimbingan konseling disetiap sekolah - sekolah apalagi peserta didik yang
masih perlu banyak bimbingan untuk mengetahui perilaku atau tingkah laku yang harus
digunakan didalam masyarakat dan bagaimana dibersikap terhadap sesama teman dikelasnya
sendiri. Dan juga bagaimana cara menyelesaikan masalah masalah yang terjadi pada peserta
didik baik dikelas, dirumah (keluarga), dan masyarakat (teman sekelas). Akibatnya kita sebagai
calon guru harus bisa melakukan bimbingan konseling dengan baik terhadap anak dan harus
tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh peserta didik yang kita ajar.

Sehingga kami sebagai calon guru haruslah mengetahui bagaimana sejarah munculnya
bimbingan konseling di Indonesia (secara umum dan secara khusus) dan sebelum mengetahui
sejarah bimbingan konseling di Indonesia, kita harus mengetahui pengertian bimbingan
konseling terlebih dahulu.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Apa pengertian Bimbingan Konseling ?

2. Bagaimana Sejarah Bimbingan Konseling secara umum ?

3. Bagaimana Sejarah Bimbingan Konseling di Indonesia ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan Konseling

Memahami bagaimana pengertian Bimbingan Konseling

Mengetahui bagaimana Sejarah Bimbingan konselung secara umum

Mengetahui bagaimana Sejarah Bimbingan Konseling di Indonesia


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bimbingan Konseling

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam
bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995)

Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam


memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku
yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam
lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu,
yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan
produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk
mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan
lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki
perilaku.

2.2 Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling Secara Umum

2.2.1 Sejarah Lahirnya Bimbingan Konseling

Gerakan bimbingan lahir pada tanggal 13 Januari 1908 di Amerika, dengan


didirikannya suatu vocational bureau tahun 1908 oleh Frank Parsons yang utuk selanjutnya
dikenal sebagai Father of The Guedance Movement in American Education. yang
menekankan pentingnya setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal
atau memahami berbagai perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar
dapat dipergunakan secara intelijensi dengan memilih pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi
dirinya.

Disinilah pertama kalinya istilah Bimbingan (Vocational Guidance) dikenal, tepatnya


pada akhir abad ke - 19 hingga awal abad ke - 20 di Boston. Dengan didirikannya biro yang
bergerak di bidang profesi dan ketenaga kerjaan. Dengan tujuan membantu para pemuda dalam
memilih karir yang ia bidangi dan melatih para guru untuk memberikan layanan bimbingan di
sekolah.

Pada masa yang hampir bersamaan, seorang konselor di Detroit Jasse B. Davis mulai
memberikan layanan Konseling Pendidikan dan pekerjaan di SMA (1898). Dan pada tahun
1907 ia mencoba memasukkan program Bimbingan (Guidance) ke dalam pengalaman
pendidikan para siswa Central High School di Detroit.

Eli Weaver pada tahun 1905 mendirikan sebuah komite yang diketuainya sendiri yaitu
Students Aid Committee Of The High School di New york. Dalam pengembangan komitenya,
Weaver sampai pada kesimpulan bahwa siswa butuh saran dan konsultasi sebelum mereka
masuk dunia kerja. Pada tahun 1920-an, para konselor sekolah di Boston dan New York
diharapkan dapat membantu para siswa dalam memilih sekolah dan pekerjaan. Selama tahun
1920-an itu pula, sertifikasi konselor sekolah mulai diterapkan pada kedua kota tersebut.(Bimo
Walgito,2010:15)

Jika dilihat dari perkembangannya, Bimbingan Konseling mula-mulanya hanya dikenal


sebatas pada bimbingan pekerjaan (Vocational Guidance), sebagaimana peran dari Biro yang
didirikan Frank Parson di Boston. Namun sebenarnya tidak hanya itu,di sisi lain perkembangan
Bimbingan Konseling pun merambah kebidang pendidikan (Education Guidance) yang dirintis
oleh Jasse B. Davis. dan sekarang dikenal pula adanya bimbingan dalam segi kepribadian
(Personal Guidance).

Pada dasarnya, Bimbingan Konseling tidak hanya berkmbang pada bidang-bidang


tersebut, namun berkembang pula pada bidang-bidang lain yang meliputi pengertian dan
praktek bimbingan dan Konseling, seperti bimbingan dalam bidang sosial, kewarganegaraan,
keagamaan, dan lain-lain.

2.2.2 Faktor- Faktor yang Melatar Belakangi Berkembangnya Bimbingan Konseling

Upaya layanan bimbingan dan konseling secara profesional lahir di Amerika Serikat
dan berkembang pesat abad ke-20. Banyak faktor yang mendorong pesatnya perkembangan
disiplin ilmu ini, hingga mampu menerobos institusi-institusi pendidikan khususnya sekolah.
Sedikitnya, terdapat enam faktor yang mempelopori perkembangan bimbingan dan konseling
tersebut, di antaranya yaitu:

1. Perhatian pemerintah terhadap penduduk imigran yang datang ke Amerika Serikat dari
kawasan Eropa, mereka membutuhkan pekerjaan yang layak, dari situlah kemudian mendapat
layanan dari biro - biro vokasional pemerintah, yang melalui penyuluhan - penyuluhan untuk
mengarahkan bakat dan minat mereka agar pekerjaan yang di dapat sesuai dengan potensi
mereka.

2. Pandangan Kristen yang beranggapan bahwa dunia adalah tempat pertempuran antara
kekuatan baik dan buruk, atas dasar ini maka berbagai lembaga pendidikan di wajibkan
mengajarkan moral kebaikan agar anak didiknya kelak menjadi pemenang dalam melawan
kejahatan atau keburukan tersebut.

3. Pengaruh dari disiplin ilmu kesehatan mental yang pada awalnya memperjuangkan
perlakuan manusiawi kepada orang - orang yang terkena gangguan jiwa dan sedang di tampung
di rumah sakit. Kemudian disiplin ilmu ini melakukan gerakan antisipasi terhadap gangguan
mental kepada masyarakat. Sebab mereka berangggapan bahwa gangguan mental dapat di
cegah jika mampu dideteksi sejak dini.

4. Dampak dari gerakan testing psikologis yang semakin mengembangkan sayapnya dalam
membuat instrumen-instrumen berupa tes-tes kepribadian untuk menyeleksi karyawan di
berbagai perusahaan.

5. Subsidi dari pemerintah terhadap federal yang memungkinkan lembaga-lembaga


pendidikan untuk mengangkat beberapa konselor untuk menangani bimbingan karier,
pendidikan karier, penanggulangan kenakalan remaja, antisipasi terhadap penggunaan obat
bius, dan lain lain

6. Pengaruh dari penyakit terapi nondirektif (client cetered therapy), yang dikembangkan
oleh Carl Rogers, dengan menggantikan pendekatan otoriter serta paternalistic dengan
pendekatan pada potensi personal kliennya.(Jareperpus,2011).

2.3 Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling Di Indonesia

2.3.1 Sejarah Lahirnya Bimbingan Konseling di Indonesia

Di Indonesia sendiri, praktek Bimbingan Konseling sebenarnya sudah lama


diperankan, seperti berdirinya organisasi pemuda Budi Utomo pada tahun 1908, hingga pada
periode selanjutnya berdirilah perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 yang diprakarsai oleh
Ki Hajar Dewantara yang menanamkan nilai-nilai Nasionalisme di kalangan para siswanya.

Prinsip didaktik yang dipegang oleh Perguruan Nasional Taman Siswa ini antara lain:
kemerdekaan belajar, bekerja dan menggunakan pendekatan konvergensi. Dari pola pendidikan
Taman Siswa tersebut telah nampak perhatian dan penghargaan terhadap potensi seseorang dan
kemerdekaan untuk mengembangkan potensi. Hal ini merupakan benih dari gerakan bimbingan
konseling.

Dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945


dan didiriknnya beberapa kementerian pada waktu itu (ada Kantor Penempatan Kerja) yang
salah satu kegiatannya dilakukan di Kantor Penempatan Tenaga Kerja yang maksudnya untuk
menempatkan orang-orang agar dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya dan ini
menyerupai VocationalBureau yang didirikan oleh Frank Parsons di Boston. Sekarang ini
kantor Penempatan Tenaga Kerja ini tumbuh menjadi Departemen Tenaga Kerja.

Dalam perkembangannya, bimbingan dan konseling di Indonesia memiliki alur yang


sama seperti halnya perkembangannya di Amerika, yaitu bermula dari bimbingan pekerjaan
(Vocational Guidance) lalu merambah kepada bimbinganpendidikan (Education Guidance).

2.3.2 Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling dalam System Pendidikan di


Indonesia

Perkembangannya dimulai dengan kegiatan di sekolah dan usaha-usaha pemerintah.


Penggunaan istilah Guidance dan Counseling di Indonesia yang tetap menggunakan istilah
yang disingkat GC, Bimbingan dan Penyuluhan yang disingkat BP. Sekarang secara nasional
disebut Bimbingan dan Konseling dengan singkatan BK.

BK secara formal dibicarakan oleh para ahli pada tahun 1960. Tetapi di Yogyakarta
pada tahun 1958, Drs. Tohari Musnamar, dosen IKIP Yogyakarta telah mempelopori
pelaksanaan BK di sekolah untuk pertama kalinya di SMA Teladan Yogyakarta. Tahun 1960
diadakan konferensi FKIP seluruh Indonesia di Malang, memutuskan bahwa bimbingan dan
konseling dimasukan dalam FKIP. Pada tahun 1961 mulai diadakan layanan bimbingan dan
konseling diseluruh SMA Teladan di Indonesia, sejak saat itulah BK di Indonesia dimulai.
Pada kurikulum 1975 untuk sekolah umum, dan kurikulum 1976 untuk sekolah
kejuruan dicantumkan secara tegas bahwa layanan bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan disetiap sekolah. Perkembangan bimbingan dan konseling di sekolah di Indonesia
sangat dirasakan perlu dan pentingnya ada pembimbing khusus (profesional) mengenai
bimbingan dan konseling di sekolah.

Perumusan dan pencantuman resmi dalam rencana pembelajaran SMA disusul dengan
berbagai pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Puncaknya didirikannya
jurusan bimbingan dan penyuluhan di FKIP negeri. Salah satunya adalah UPI pada tahun 1963.
Usaha mewujudkan sistem sekolah pembangunan dilaksanakan melalui proyek pembaharuan
pendidikan yang diberi nama Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) yang diuji coba di
delapan IKIP.

Secara formal BK diprogramkan di sekolah sejak diberlakukannya kurikulum 1975,


yang menyatakan bahwa bimbingan dan penyuluhan merupakan integral dalam sistem
pendidikan di sekolah. Tahun 1975 bergiri Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) di
Malang. Dalam dekade tahun 80 - an bimbingan diupayakan agar lebih mantap untuk
mewujudkan layanan bimbingan yang profesional dengan penyempurnaan kurikulum 1975 ke
kurikulum 1984 telah di dalamnya dimasukkan bimbingan karir.

UU No.2 Tahun 1989 pasal 1 ayat 1 tentang sistem pendidikan nasional, yang
menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

PP No.28 Bab X Pasal 25 Tahun 1990 dan PP No.29 Bab X Pasal 27 tahun 1990 yang
menyatakan bahwa Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka
upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.

SK Menpan No.84 tahun 1993 pasal 3 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya menyebutkan Tugas pokok guru adalah menyusun program bimbingan,
melaksanakan program bimbingan, analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut
program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.

Menpan SK No.26 tahun 1989 yang menyatakan adanya pekerjaan bimbingan dan
penyuluhan (konseling) dan pekerjaan mengajar satu sama lain berkedudukan seimbang dan
sejajar.

Keluarnya SK Menpan tersebut tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keprofesionalan


bimbingan dan konseling (konselor) kurang jelas sehingga perlu memperoleh kejelasan tentang
batas kewengan antara guru dan konselor (pembimbing).

Berdasarkan penelaahan terhadap perjalanan historis gerakan bimbingan dan konseling


di Indonesia, Prayitno mengemukakan periodesasi perkembangan gerakan bimbingan dan
konseling di indonesia melalui empat periode, yaitu :

1. Prawacana dan Pengenalan (sebelum 1960 sampai 1970 - an)

Pada periode ini pembicaraan tentang bimbingan dan konseling sudah dimulai,
terutama oleh pendidik yang belajar di luar negeri dengan dibukanya jurusan bimbingan dan
penyuluhan di UPI Bandung pada tahun 1963.
Pembukaan jurusan ini menandai dimulainya periode kedua yang secara tidak langsung
memperkenalkan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, akademik, dan pendidikan.

Kesuksesan periode ini ditandai dengan diluluskannya sejumlah sarjana BP dan


semakin dipahami dan dirasakan kebutuhan akan pelayanan tersebut.

2. Pemasyarakatan (1970 sampai 1990 - an)

Periode ini diberlakukan kurikulum 1975 untuk sekolah dasar sampai sekolah
menengah tingkat atas mengintegrasikan layanan BP untuk siswa. Pada tahun ini terbentuk
organisasi profesi BP dengan nama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia).

Pada periode ketiga ini ditandai dengan berlakunya kurikulum 1984 yang difokuskan pada
bimbingan karir. Periode ini muncul beberapa masalah seperti :

Berkembangnya pemahaman yang keliru yaitu mengidentikkan bimbingan karir (BK)


dengan BP sehingga muncul istilah BP/BK.

Kerancuan dalam mengimplementasikan SK Menpan No.26 tahun 1989 terhadap


penyelenggaraan bimbingan di sekolah yang menyatakan bahwa semua guru dapat diserahi
tugas melaksanakan pelayanan BP yang mengakibatkan pelayanan BP menjadi kabur baik
pemahaman maupun mengimplementasikannya.

3. Konsolidasi (1990-2000)

Periode ini IPBI mengubah kebijakan bahwa pelayanan BP dapat dilaksanakan oleh semua guru
yang ditandai dengan :

Diubahnya secara resmi kata penyuluhan menjadi konseling

Pelayanan BK disekolah hanya dilaksanakan oleh guru pembimbing yang secara khusus
ditugasi untuk itu

Diselenggarakan penataran (nasional dan daerah) untuk guru-guru pembimbing

Adanya formasi untuk mengangkat menjadi guru pembimbing

Pola pelayanan BK di sekolah dikemas BK Pola 17

Bidang pengawasan sekolah dibentuk bidang pengawasan BK

Dikembangkannya sejumlah panduan pelayanan BK di sekolah yang lebih operasional


oleh IPBI

4. Lepas Landas

Semula diharapkan periode konsolidasi akan dapat mencapai hasil-hasil yang


memadai, sehingga muncul tahun 2001 profesi BK di Indonesia sudah dapat tinggal landas.
Namun kenyataannya masih ada permasalahan yang belum terkonsolidasi yang berkenaan
dengan SDM yaitu mengenai untrained, undertrained, dan uncomitted para pelaksana
pelayanan.
Pada tahun-tahun selanjutnya ada perkembangan menuju era lepas landas yaitu sebagai
berikut :

Penggantian nama organisasi profesi dari IPBI menjadi ABKIN

Lahirnya undang-undang No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang di
dalamnya termuat ketentuan bahwa konselor termasuk salah satu tenaga pendidik bab 1 pasal
1 ayat

Kerja sama pengurus besar ABKIN dengan dikti depdiknas tentang standarisasi profesi
konseling

Kerja sama ABKIN dengan direktorat PLP dalam kompetensi guru pembimbing
(konselor) SMP sekaligus memberikan pelatihan bagi mereka
BAB III

SIMPULAN

3.1 Simpulan

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam
bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung berdasarkan norma - norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995)

Gerakan bimbingan lahir pada tanggal 13 Januari 1908 di Amerika, dengan


didirikannya suatu vocational bureau tahun 1908 oleh Frank Parsons yang utuk selanjutnya
dikenal sebagai Father of The Guedance Movement in American Education. yang
menekankan pentingnya setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal
atau memahami berbagai perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar
dapat dipergunakan secara intelijensi dengan memilih pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi
dirinya.

Berdasarkan penelaahan terhadap perjalanan historis gerakan bimbingan dan konseling


di Indonesia, Prayitno mengemukakan periodesasi perkembangan gerakan bimbingan dan
konseling di indonesia melalui lima periode, yaitu :

1. Prawacana dan Pengenalan (sebelum 1960 sampai 1970 - an)

2. Pemasyarakatan (1970 sampai 1990 - an)

3. Konsolidasi (1990 - 2000)

4. Lepas Landas
DAFTAR PUSTAKA

http://cecepopandi.blogspot.com/2014/01/latar-belakang-pekembangan-bimbingan.html

http://ananana34.blogspot.com/2013/02/sejarah-bimbingan-dan-konseling_27.html

http://prasetyowidodo22.blogspot.com/2013/05/makalah-perkembangan-bimbingan.html